Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereProfil Bangsa / Profil Bangsa

Profil Bangsa


Sri Lanka (Republik Sosialis Demokratis Sri Lanka)

Luas: 65.600km2. Pulau besar 80km2, di sebelah tenggara India.

Bebas buta huruf: 86 persen.

Bahasa resmi: Sinhala dan Tamil, dengan bahasa Inggris sebagai bahasa hubungan.

Ibu kota: Colombo 1.886.000 (administratif), Sri Jayewardenepura Kotte 107.000 (legislatif), Penduduk perkotaan 21 persen.

Lebih dari 1.500.000 orang Srilanka tinggal di negara lain.

Suku Banyuasin (Sumatera)

Suku ini terutama tinggal di kabupaten Musi Banyuasin yaitu di kecamatan Babat Toman, Banyu Lincir, Sungai Lilin, dan Banyuasin Dua dan Tiga. Umumnya, mereka tinggal di dataran rendah yang diselingi rawa-rawa dan berada di daerah aliran sungai. Sungai terbesar adalah sungai Musi yang memiliki banyak anak sungai. Mata pencaharian pokoknya adalah bertani di sawah dan ladang.

Suku Kaur (Bengkulu)

Suku Kaur berdiam di daerah Bintuhan, kecamatan Kaur Selatan, Tanjungiman, kecamatan Kaur Tengah dan Padangguci, kecamatan Kaur Utara, di pinggir pantai Samudera Indonesia, kabupaten Bengkulu Selatan, propinsi Bengkulu. Daerah kediaman orang Kaur berdekatan dengan kediaman orang Serawai dan Pasemah.

Suku Gorontalo (Sulawesi Utara)

Suku ini umumnya tinggal di Kabupaten Gorontalo atau wilayah-wilayah di sekitarnya. Kabupaten ini sendiri terletak di Propinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Secara geografis, Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Bolaang Mongondow di Timur, Laut Sulawesi di Utara, dan Teluk Tomini di Selatan kawasan Gorontalo berhiaskan banyak gunung.

Suku Kerinci (Jambi)

Bahasa mereka adalah bahasa Kerinci yang termasuk rumpun bahasa Melayu. Setiap desa di Kerinci memiliki dialek yang berbeda-beda satu dengan yang lain. Mata pencaharian sebagian besar penduduknya adalah bertani di ladang dan di sawah.

Melayu Brunei di Brunei

Siapakah Melayu Brunei?

Melayu Brunei adalah nama yang digunakan untuk mengacu pada beberapa kelompok yang terkait erat dan sama dengan orang-orang Brunei asli. Yang paling besar adalah Melayu dan Kedayan. Beberapa kelompok yang lebih kecil, termasuk Low Malay Creole, Kiput, Kayan, dan Bisaya Selatan juga bagian dari penduduk Melayu Brunei.

Suku Lahat (Sumatera)

Suku ini tinggal terutama di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Orang Lahat menyebut mereka Jeme Lahat dan hidup berbaur dengan suku pendatang lainnya seperti suku Jawa, Semendo, China, dll.. Hal ini dimungkinkan karena ibukota Kabupaten kota Lahat merupakan daerah lintas antar propinsi di Sumatera Selatan dan penerima transmigrasi.

Suku Bungku (Sulawesi)

Suku ini mendiami wilayah di Kecamatan Bungku Utara, Bungku Selatan, dan Bungku Tengah. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Bungku dengan dialek Taa, Merui dan Lalaeo. Orang Bungku lebih suka mendiami daerah pedalaman yang memang merupakan tanah leluhur mereka. Karena mereka tinggal di pedalaman, hubungan dengan orang luar secara mantap masih kurang.

Suku Rambang (Sumatera)

Suku Rambang disebut juga Rambang Senuling berdiam di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Propinsi Sumatera Selatan. Penyebarannya meliputi beberapa wilayah di Kecamatan Pedamaran dan Mesuji. Mata pencaharian pokoknya adalah berladang dan bertani dengan hasilnya seperti padi, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Selain itu, mereka juga beternak dan menangkap ikan.

Suku Toala (Sulawesi)

Sumpang Bita adalah obyek wisata gua yang terdapat di kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Pada dinding gua Sumpang Bita terdapat bekas gambar telapak tangan dan telapak kaki manusia, perahu, rusa, dan babi hutan. Mungkin unsur-unsur ini menunjukkan gaya hidup orang Toala zaman dulu. Konon, sejak 5000 tahun yang lampau, gua ini merupakan tempat hidup nenek moyang suku Toala.