Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMI No.44 Vol.05/2002 / Sri Lanka (Republik Sosialis Demokratis Sri Lanka)

Sri Lanka (Republik Sosialis Demokratis Sri Lanka)


Luas: 65.600km2. Pulau besar 80km2, di sebelah tenggara India.

Bebas buta huruf: 86 persen.

Bahasa resmi: Sinhala dan Tamil, dengan bahasa Inggris sebagai bahasa hubungan.

Ibu kota: Colombo 1.886.000 (administratif), Sri Jayewardenepura Kotte 107.000 (legislatif), Penduduk perkotaan 21 persen.

Lebih dari 1.500.000 orang Srilanka tinggal di negara lain.

Ekonomi:

Pertanian karet dan teh adalah bahan barang ekspor yang paling penting. Sejak tahun 1977 industrialisasi bertambah, khususnya tekstil. Perang saudara selama sepuluh tahun telah merusak perdagangan dan pembangunan, dan menghancurkan industri pariwisata. Biaya perang melumpuhkan perekonomian. Angka pengangguran 15 persen.

Politik:

Kemerdekaan dicapai pada tahun 1948, sebagai demokrasi parlementer, setelah penjajahan selama 450 tahun berturut-turut oleh bangsa Portugis, Belanda, dan Inggris. Usaha untuk membuat kebudayaan Sinhal menjadi kebudayaan national pada tahun 1956, serta diskriminasi terhadap minoritas agama dan etnis menimbulkan kekerasan yang makin bertambah dan usaha kaum ekstrimis yang makin berjuang untuk memperoleh kemerdekaan negara Tamil di utara dan timur. Perang saudara yang pahit pecah pada tahun 1983, namun semua usaha untuk meredakan konflik oleh kaum politikus lokal dan campur tangan militer India selama tiga tahun (1987-1989) telah gagal karena pendirian yang keras dari kaum ekstrimis di kedua belah pihak. Pembunuhan presiden oleh separatis Tamil di bulan Mei 1993 telah memperluas perang.

Agama:

Budha adalah agama negara, dan dengan demikian dilindungi dan didukung. Meskipun kebebasan memeluk agama lain dijamin, namun masih ada diskriminasi terhadap pemeluk agama minoritas dalam perpajakan, pekerjaan, dan pendidikan, dan sejak tahun 1988 perasaan anti-Kristen telah meningkat. Kekristenan dianggap asing dan sebagai beban penjajahan (sayang sebab hal itu setengah benar, di bawah jajahan Portugis dan Belanda).

Budha 70,3 persen. Hampir seluruhnya orang Sinhala. Agama ini bangkit kembali sejak tahun 1956 dan secara aktif mencari penganut dari antara orang Kristen, serta mendorong kegiatan misionaris Budha ke seluruh dunia.

Hindu 14,3 persen. Hampir seluruhnya orang Tamil.

Islam 7,8 persen. Orang Moor, Melayu dan beberapa orang Tamil.

Kristen 7,6 persen. Pertumbuhan 2,9 persen.

Protestan 0,92 persen. Pertumbuhan 4,4 persen.

Pokok Doa:

  1. Dikatakan oleh beberapa orang, bahwa Sri Lanka merupakan tempat Taman Eden, namun sekarang merupakan pulau air mata. Pertikaian yang mengerikan antara orang Budha Sinhala dan orang Hindu Tamil telah membawa kesengsaraan besar dengan 25.000 orang terbunuh, 700.000 orang Tamil mengungsi di India dan di Barat, 700.000 terlantar di Srilanka. Berdoa untuk perdamaian dan kehidupan yang serasi di negara yang kacau ini.

  2. Pemeluk agama Budha sudah lama membanggakan diri mereka sebagai agama yang tidak mengenal kekerasan dan atas kegiatan misionaris mereka di negara-negara Barat. Perang saudara telah menghancurkan citra tersebut, dan kekecewaan telah tersebar luas baik di kalangan orang Budha maupun Hindu dan mereka sedang mencari jawaban yang berarti. Puji Tuhan untuk cukup banyak orang menjadi percaya kepada Kristus. Namun demikian, karena kedua agama utama ini menyembah banyak dewa, maka kebanyakan pengikutnya terikat oleh ketakutan dan usaha untuk meredakan kemarahan roh-roh jahat yang mereka sembah. Mintalah pelepasan dalam nama Yesus.

  3. Ada gelombang kehidupan rohani dan visi yang membawa pengharapan di antara orang Kristen yang lahir baru. Jumlah orang Budha dan Hindu yang masuk Kristen meningkat.

    1. Pertumbuhan gereja pentakosta, karismatik dan injili, mula-mula di kota dan sekarang juga di daerah pedesaan, adalah hal baru bagi negeri ini. Pelayanan Sidang Jemaat Allah adalah yang paling luas dan giat.

    2. Visi misi dari YFC (Youth for Christian), Misi Margaya, Pelayanan Injil dan Pelayanan Desa Lanka, semuanya lembaga asli Sri Lanka, sedang menghasilkan buah. Lembaga-lembaga ini sedang berusaha untuk merintis gereja di kawasan Budha dan Hindu melalui penginjilan literatur dan tim perintisan gereja. 420 jemaat pedesaan pada tahun 1983 berlipat ganda pada tahun 1991.

    3. Penginjilan melalui Media Kristen mulai ada tanggapan. Misalnya kegiatan penginjilan literatur Every Home for Christ (EHC) dengan kunjungan ke setiap rumah untuk yang ketiga kalinya dan pemutaran film Yesus oleh Campus Crusade for Christ (CCC) dan visi untuk menginjili setiap desa.

    4. Kerja sama dan kesatuan di antara gereja-gereja injili mulai menggantikan kecurigaan dan pencurian domba secara luas. Perserikatan Injili dan Komisi Navodaya dipakai Allah untuk mendorong persekutuan di antara gereja-gereja, kerja sama dalam penginjilan dan komunikasi dengan pemerintah. Dalam Konperensi Navodaya pada th. 1992 mereka dibaharui secara rohani dan menyerahkan diri kepada Tuhan untuk penginjilan. Navodaya berarti "Permulaan Zaman Baru" - Doakan agar terjadi hal demikian dalam gereja.

Bahan diringkas dari sumber:

Judul buku : Doakanlah Asia!
Penulis : Patrick Johnstone
Penerbit : Yakin dan WEC, 1995; WEC International, 2001
Alamat URL : http://www.operationworld.org/

CD-ROM SABDA [Nomor Topik: 18963]

e-JEMMi 44/2002