Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMI No.35 Vol.05/2002 / Laos (Republik Rakyat Demokratis Laos)

Laos (Republik Rakyat Demokratis Laos)


Luas 236.800 km2 dan merupakan bagian Indocina di antara negara Thailand, Vietnam dan Cina. Bergunung-gunung dan 50 persen merupakan hutan.

Jumlah penduduk: 5.433.036. Mayoritas tinggal di dataran rendah sepanjang sungai Mekong.

Suku bangsa: Lebih dari 103 suku bangsa yang diketahui; namun belum semua daerah diselidiki. Selama tahun 1975 - 1979 lebih dari 10 persen penduduk mengungsi dari negaranya.

Bebas buta huruf: 57 persen

Bahasa nasional: Lao

Jumlah bahasa: 90

Ibu kota: Vientiane (377.500 orang). Penduduk perkotaan 16 persen.

Ekonomi:

Mata pencaharian pertanian. Perang Vietnam, pelaksanaan ekonomi Marxist yang membawa malapetaka tahun 1975-1979, pelarian ahli-ahli, birokrasi yang membingungkan dan kurangnya transportasi yang murah ke pelabuhan laut menyebabkan Laos menjadi salah satu negeri termiskin di Asia. Tekanan ekonomi merangsang pembaharuan secara luas dan menciptakan ekonomi pasar. Pendapatan per orang US $ 170 (0,8 persen dibanding USA).

Politik:

Merdeka dari Perancis tahun 1954. Pasukan komunis Laos dan Vietnam menaklukkan seluruh negara tahun 1975. Terdapat kegiatan gerilyawan anti pemerintah yang besar di barat laut. Sebagai kancah perselisihan di antara negara-negara adikuasa sampai tahun 1990. Tahun 1992 para pemimpin komunis masih menguasai kekuatan politik sepenuhnya, meskipun ada kebebasan ekonomi.

Agama:

Penganiayaan komunis terhadap orang Kristen sangat hebat tahun 1975-1978. Sesudah itu pembatasan berkurang, meskipun gereja tetap dicurigai, bahwa ada potensi untuk melakukan kegiatan anti-pemerintah dan karena itu diawasi. Penginjilan umum, pembangunan gereja dan hubungan dengan organisasi luar negeri masih dibatasi. Ajaran Budha kembali menarik minat karena pengaruhnya di masa lampau.

Tidak beragama 4,20 persen, terutama komunis.

Animisme 31,20 persen. Mayoritas suku-suku terpencil. Animisme juga melekat kuat di antara orang Budha.

Budha 61,05 persen. Mayoritas masyarakat di dataran rendah Lao.

Agama-agama Cina 0,50 persen.

Islam 1,10 persen. Minoritas Cham.

Kristen 1,85 persen. Pertumbuhan 6,2 persen.

Pokok Doa:

  1. Banyak orang Laos yang belum diinjili. Setelah sekian tahun kerja keras dari para utusan Injil CMA dan Kristen Bersaudara, mereka melihat terobosan yang penting di kalangan orang Hmong, Khmu, dan Ngeq (separuh lebih dari 4.000 orang Ngeq adalah Kristen). Doakan perubahan situasi yang akan membuka seluruh negara ini untuk pekabaran Injil.

  2. Gereja banyak menderita di tahun-tahun permulaan di bawah pemerintahan Komunis. Dua pertiga dari semua orang Kristen melarikan diri, banyak kembali ke hidup lama, tapi sisanya tetap setia dalam melewati pengasingan bertahun-tahun. Banyak yang bertobat pada tahun-tahun berikutnya dan gereja terus-menerus bertumbuh. Doakanlah:

    1. Kebebasan penuh bagi penginjilan serta perintisan dan pembangunan Gereja.

    2. Penggunaan kebebasan yang ada secara efektif untuk kesaksian pribadi.

    3. Visi penginjilan terhadap suku-suku minoritas.

    4. Persatuan yang efektif di antara para pemimpin dari hampir 250 gereja Injili di negara ini.

  3. Pelayanan misi tidak diperbolehkan secara resmi, tetapi sejumlah orang asing melayani dengan cukup bebas melalui 11 organisasi swasta yang memberikan bantuan. Berdoalah agar pintu dibuka kembali untuk penerjemah-penerjemah Alkitab, perintis-perintis gereja, dan guru-guru Alkitab -- pelayanan rohani ini paling dibutuhkan. Doakan juga untuk orang asing agar bijaksana dalam hubungannya dengan para pemimpin gereja di Laos, baik dalam penyaluran bantuan maupun dalam pelayanan.

  4. Pelayanan Bantuan Kristen.

    1. Penyebaran Alkitab melalui Lembaga Alkitab dan Persatuan Alkitab. Doakan agar benih firman Allah dapat disebarluaskan dengan bebas.

    2. Penerjemahan Alkitab. Berdoalah agar penyelidikan bahasa yang memadai dapat segera dilakukan, karena ada banyak sekali bahasa suku yang berbeda-beda. Doakan agar program-program komputer yang mempermudah penerjemahan bahasa suku dapat dipakai secara efektif, supaya setiap suku mendapat firman Tuhan secepat mungkin.

    3. Lembaga Rekaman Injil yang telah menyiapkan kaset khotbah dalam 90 bahasa di Laos.

    4. Radio Kristen. FEBC menyiarkan siaran radio 16 jam seminggu dalam bahasa Laos, Hmong, Khmu, dan Lahu. Doakan agar pelayanan ini diterima dengan baik bagi mereka yang belum terjangkau.

Bahan diringkas dari sumber:

Judul buku : Doakanlah Asia!
Penulis : Patrick Johnstone
Penerbit : Yakin dan WEC, 1995; WEC International, 2001
Alamat URL : http://www.operationworld.org/

CD-ROM SABDA [Nomor Topik: 18926]

e-JEMMi 35/2002