Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

You are hereProfil Bangsa / Profil Bangsa

Profil Bangsa


Campalagian di Indonesia

Sejarah

Orang-orang Campalagian terutama tinggal di kota-kota Polmas, Campalagian, serta sekitar daerah Majene. Wilayah ini terletak di Provinsi Sulawesi Selatan. Sulawesi merupakan pulau berpegunungan yang luas, sering kali digambarkan sebagai bentuk yang menyerupai bunga anggrek atau kepiting. Pulau tersebut memiliki garis pantai kira-kira 5.000 kilometer, dan terdiri dari 4 semenanjung utama yang dipisahkan dengan teluk-teluk yang dalam, dengan dua semenanjung mengarah ke Selatan dan dua lainnya ke arah Timur Laut. Mayoritas orang Campalagian hidup di daerah dataran rendah, yang secara khusus subur untuk berbagai jenis pertanian. Nama lain untuk orang-orang ini adalah Tulumpanuae atau Tasing. Mereka berbicara dengan bahasa Campalagian. Budaya dari orang-orang Campalagian telah dipengaruhi oleh orang-orang sekitar yang lebih banyak penduduknya dan lebih berkuasa, seperti orang-orang Toraja dan Bugis. Bahasa orang-orang Toraja dan Bugis telah memengaruhi bahasa Campalagian sehingga ada banyak kemiripan.

Suku Talang Mamak (Sumatera)

Suku ini berdiam di Kabupaten Indragiri Hulu dan tersebar di 3 Kecamatan Pasirpenyu, Siberida, dan Rengat. Mereka termasuk masyarakat terasing, hidup berkelompok-kelompok dan berpencar di daerah hutan. Sudah ada usaha dari pemerintah untuk membangun pemukiman tempat mereka menetap. Bahasa Talang Mamak dapat digolongkan ke dalam bahasa Melayu Tua.

Malaysia

Luas 330.000 km2. Terdiri dua daerah yang terpisah: Semenanjung Malaysia (SM) dan Malaysia Timur (MT) yang terdiri dari daerah Sarawak dan Sabah.

Jumlah Penduduk: 19.186.000 (1995)

Suku Sambas (Kalimantan)

Suku ini berdiam di kabupaten Sambas, propinsi Kalimantan Barat dan terbagi atas 17 buah kecamatan. 9 Kecamatan terletak di daerah pantai seperti: Sungai Raya, Singkawang, Selakau, Pemangkat, Jawai, Tebas, Telok Keramat, dan Paloh. 6 kecamatan lainnya berada di pedalaman seperti: Semalantan, Bengkawang, Ledo, Seluas, sejangkung, dan Sanggau Ledo.

Suku Sumbawa (Nusa Tenggara)

Suku Sumbawa mendiami bagian barat dari pulau Sumbawa, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Suku ini cukup kental didalam kepercayaannya. Mereka percaya pada berbagai macam roh dan jin, termasuk samar dan bakek. Sumber penghasilan yang cukup penting bagi orang Sumbawa adalah hasil ternak seperti kerbau, sapi, dan kambing.

Suku Sula (Maluku)

Letak suku ini berada di Pulau Sulabesi dan pulau lainnya di Kepulauan Sula serta beberapa daerah yang berbeda, dialek Facei dituturkan di desa Facei bagian selatan, dialek Falahu dan Bega di Sulabesi serta di beberapa kelompok masyarakat di Pulau Mangole. Dialek yang ketiga adalah Fagudu, digunakan di desa lainnya di Sulabesi serta di ujung timur dan barat Pulau Manole.

Bangladesh (Republik Rakyat Bangladesh)

Luas: 144.000 km2. Berlokasi di sepanjang delta dan dataran banjir dari sungai Gangga dan Brahmaputra dengan curahan hujan yang lebat dan sering kebanjiran.

Jumlah penduduk: (1995) 132.219.000

Suku Bangsa: seluruhnya 50 suku. Orang Bengali 97,3 persen. Suku-suku terpencil 1,1 persen. Suku-suku minoritas lain 1,6 persen.

Suku Kwandang (Sulawesi)

Suku Kwandang terletak di Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo, Sulawesi Utara. Daerah ini merupakan daerah wisata yang terkenal karena pantainya yang indah, tempat istirahat, "perahu ketamaran", taman laut, dsb.. Tidak heran kalau banyak wisatawan yang datang melancong ke sana.

Suku Ribun (Kalimantan)

Mereka bermukim dalam wilayah Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Kalimatan Barat. Orang Ribun menganut kepercayaan Animisme dan hidup mereka pada umumnya berasal dari hasil hutan misalnya kayu, rotan, kemenyan, dan lain-lain. Mereka juga bekerja di perkebunan untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari.

Suku Dompu (Nusa Tenggara)

Suku ini berdiam di pulau Sumbawa, Propinsi Nusa Tenggara Barat dalam wilayah kabupaten Dompu dan tersebar dalam 4 kecamatan: Huu, Dompu, Kempo, dan Kilo. Kabupaten Dompu merupakan daerah berbukit-bukit dan daerah vulkanik. Suku Dompu hidup berdampingan dengan orang Donggo, Bima, Sasak, Melayu, Bugis, China, Arab, Bali, dan Timor. Bahasa mereka disebut Nggahi Mbojo.