Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMi No.09 Vol.16/2013 / Bawean di Indonesia

Bawean di Indonesia


Sejarah

Kampung halaman orang-orang Bawean adalah pulau berukuran 200 kilometer kubik, dan berjarak sejauh 120 kilometer di sebelah Utara Kota Surabaya (Jawa Timur), di tengah Laut Jawa. Bawean juga dikenal sebagai "Pulau Putri" karena mayoritas penduduknya adalah wanita. Hal itu disebabkan karena para pria cenderung mencari pekerjaan di pulau-pulau yang lain. Seorang pria dari desa Tanjung Ori yang dahulu bekerja selama 20 tahun di Malaysia berkata, "Seorang pria Bawean tidak akan dianggap sebagai seorang dewasa sampai ia menjejakkan kakinya di tanah asing." Merantau merupakan aspek utama dari budaya orang-orang Bawean, dan hal itu memengaruhi hampir setiap segi yang lain dari masyarakat mereka. Terdapat sejumlah besar orang Bawean yang tinggal di Malaysia. Kenyataannya, jumlah penduduk Bawean yang tinggal di sana jauh melebihi yang ditemukan di pulau mereka sendiri, yang berjumlah 60.000 jiwa. Wilayah-wilayah migrasi orang-orang Bawean yang lain meliputi Singapura, di mana mereka dikenal sebagai orang-orang Boyan dan Perth, Australia.

Seperti Apa Kehidupan Mereka?

Budaya merantau menciptakan beberapa dinamika yang menarik bagi orang-orang Bawean. Di satu sisi, kampung halaman mereka terisolasi dan terpisah dari kehidupan Indonesia yang modern. Di sisi lain, mereka sangat terbuka kepada dunia melalui anggota-anggota keluarga mereka yang bermigrasi dan kemudian kembali ke Bawean. Meskipun nenek moyang mereka berasal dari pulau Madura (seperti yang terlihat dalam kemiripan bahasa mereka), selama berabad-abad orang-orang Bawean telah mengembangkan budaya mereka sendiri yang unik. Pengaruh-pengaruh yang jelas berasal dari Madura, Jawa, Sulawesi Selatan, Sumatera, dan Kalimantan. Oleh karena itu, maka Emmanuel Subangun, seorang wartawan Kompas, menulis di tahun 1976 bahwa orang-orang Bawean adalah "sebuah kristalisasi dari keragaman suku Indonesia". Sumber pendapatan utama untuk mereka yang hidup dan bekerja di pulau tersebut adalah bertani dan menangkap ikan. Selain itu, beberapa penduduk membuat tikar dari serat daun kelapa sebagai kerajinan tangan setempat, memiliki toko-toko kecil, atau menambang sejenis batu akik dengan kualitas tinggi yang ditemukan di pulau tersebut, dan dikapalkan ke Jawa atau ke tempat lain di dunia. Namun demikian, hampir semua pendapatan penduduk di pulau tersebut berasal dari anggota keluarga yang tinggal dan bekerja di luar negeri, dan yang mengirimkan uang kembali kepada keluarga mereka di Bawean.

Apa Keyakinan Mereka?

Mulanya, orang-orang Bawean menganut keyakinan animistis. Kemudian, pengaruh-pengaruh Hindu dan Buddha memasuki pulau tersebut sampai tahun 1600-an ketika orang-orang Bawean berpindah ke Islam. Ketaatan keagamaan mereka sangat kuat dan mereka bangga pada diri mereka sendiri dalam hal jumlah penduduk keseluruhan pulau mengikut Islam. Ada banyak masjid, musholla, dan pesantren di setiap desa. Anak-anak laki-laki dan perempuan dari usia 6 atau 7 tahun mendapatkan pengajaran keagamaan, termasuk pelajaran-pelajaran menghafalkan Quran, dan kadang-kadang tinggal di rumah seorang kiai. Para kiai sangat dihormati oleh orang-orang Bawean.

Apa Kebutuhan Mereka?

Meskipun standar kehidupan pulau tersebut lebih tinggi daripada banyak tempat yang terisolasi lainnya, masih ada banyak kebutuhan yang belum terpenuhi. Listrik yang mengalir 24 jam sehari baru akhir-akhir ini mencapai pulau tersebut seperti halnya telepon, bank yang pertama di Bawean, dan beberapa komputer. Banyak rumah masih tanpa kamar mandi dalam. Sektor pariwisata di pulau itu terbuka bagi pengembangan di bawah cahaya kecantikan alami Bawean. Semua yang disebutkan di atas merupakan aset untuk mengembangkan ekonomi Bawean dan merupakan pintu-pintu yang terbuka untuk menjangkau orang-orang Bawean. (t/Anna)

Pokok Doa:

  1. Berdoalah kepada Tuhan Yesus bagi pembangunan fasilitas yang merata seperti listrik, air bersih, telepon, dan kamar mandi pribadi di Pulau Bawean.

  2. Doakan agar pemerintah mengoptimalkan tempat-tempat baru untuk dijadikan tempat pariwisata di Pulau Bawean.

  3. Doakan agar usaha kerajinan tangan dan pertambangan akik di Pulau Bawean semakin maju.

  4. Doakan agar orang-orang asli Bawean yang berada di luar pulau atau di luar negeri dapat mengenal Tuhan Yesus secara pribadi.

  5. Doakan agar Tuhan Yesus membuka jalan untuk Injil diberitakan di Pulau Bawean.

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Joshua Project
Alamat URL : http://joshuaproject.net/people-profile.php?rog3=ID&peo3=10740
Judul asli artikel : Bawean of Indonesia
Tanggal akses : November 2012