Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereProfil Bangsa / Profil Bangsa

Profil Bangsa


Suku Wana di Sulawesi Tengah

Dirangkum oleh: Mei

a. Asal Usul Suku Wana

Suku Wana terletak di sebuah kawasan pedalaman Provinsi Sulawesi Tengah bagian Timur. Oleh masyarakat luar, suku Wana sering disebut sebagai Tau Taa Wana, yang artinya orang yang tinggal di kawasan hutan. Namun, suku Wana sendiri lebih sering menyebut dirinya dengan Tau Taa (tanpa wana), atau orang Taa. Hal ini disesuaikan dengan bahasa yang mereka gunakan, yaitu bahasa Taa. Menurut mereka, asal usul leluhur mereka konon turun dari langit. Mereka meyakini bahwa nenek moyang mereka berasal dari Tundatana, sebuah tempat di wilayah Kajumarangka.

Suku Gara di Pakistan

Identitas

Sekitar 1.000 orang yang tergabung dalam kelompok etnis Gara tinggal di distrik Leh dan Kargil, dari negara bagian Jammu dan Kashmir di India Utara. Sejumlah orang yang tidak diketahui (mungkin sangat kecil) juga tinggal di distrik Lahul dan Spitti di Himachal Pradesh. Tidak diketahui jumlah yang tepat untuk populasi tersebut karena mereka baru diakui sebagai suku tetap di India pada tahun 1989, sehingga terlambat untuk dihitung secara terpisah dalam sensus terakhir yang dilakukan di India pada tahun 1981. Etnolog Sachchindanandra Prasad memperkirakan populasi suku tersebut pada tahun 1998, berjumlah sekitar 1.000 orang Gara.

Hanya sedikit sumber yang pernah menyebutkan Gara sebagai suku yang berbeda sehingga menjadi lebih mengejutkan ketika pemerintah India telah memberikan mereka status resmi. Sejumlah kecil sumber yang menyebutkan tentang Gara biasanya memasukkan mereka sebagai subgrup dari Ladakhi. Meskipun benar bahwa sebagian besar budaya mereka mencerminkan budaya Ladakhi, terdapat perbedaan sosial yang signifikan antara kedua bangsa tersebut. Perbedaan utama adalah perbedaan bahasa. Orang Gara berbicara dalam bahasa Eropa-Indo, benar-benar berbeda dari orang Ladakhi yang berbicara dalam bahasa Tibet-Burman.

Suku Hajong Di India

Diringkas Oleh: Mei

  1. Kehidupan Suku Hajong

    Masyarakat suku Hajong menetap di daerah dataran dan bukit-bukit kecil. Mereka menggunakan bahasa Garo, Assam, dan Bengali di Meghalaya, Hindi di Arunachal, dan Bangla di Bangladesh. Suku Hajong memiliki hubungan yang baik antarkeluarga dalam satu desa meskipun dalam kasta yang berbeda. Mereka memiliki kebiasaan yang baik, yaitu mereka saling bertukar pendapat, saling berkunjung, saling bertukar makanan dan jasa. Penduduk Hajong mendirikan atau membangun rumah dengan menggunakan lumpur, bambu yang diikat, kayu, bambu, jerami, tali atau sayatan bambu, bilah bambu untuk atap, dan tiang-tiang kayu atau bambu. Rumah-rumah mereka dilapisi dengan lumpur sampai tebal untuk melindungi bambu dari hujan dan membuatnya tahan lebih lama.

Suku Tuareg di Aïr, Republik Niger

Pendahuluan/Sejarah

Suku Tuareg Aïr (baca: A'ir -- Red.) adalah bagian dari suku nomad Tuareg yang lebih besar, yang berdiam di wilayah yang membentang dari Sahara ke Sudan. Suku Tuareg Aïr tinggal di bagian barat laut Republik Niger, terutama di wilayah Pegunungan Aïr.

Suku Tay di Vietnam

Pendahuluan/Sejarah

Terletak di Laut China, Asia Tenggara, Vietnam adalah tempat tinggal bagi sekitar 120 suku bangsa yang berbeda. Namun, mayoritas populasinya berasal dari etnis Vietnam. Pergolakan yang terjadi di sepanjang sejarah Vietnam telah memaksa suku bangsa mayoritas bercampur dengan suku bangsa lainnya, yang kemudian terpisah-pisah, dan akhirnya hidup tersebar dalam kelompok-kelompok kecil. Akibatnya, budaya, bahasa, dan gaya hidup mereka ikut terpengaruh dan menghasilkan karakter nasional yang samar-samar.

Karakalpak di Afganistan

Pendahuluan/Sejarah

Orang-orang Karakalpak ("Kara" berarti "hitam" dan "Kalpak" berarti "topi") tinggal di wilayah barat laut Uzbekistan, sebagian kecil dari populasi mereka juga tinggal di Turki, Iran, dan di negara-negara Asia Tengah lainnya.

Samogha di Mali

Pendahuluan/Sejarah

Suku Pomak di Rumania

Pendahuluan/Sejarah

Qashqai, Kashkai di Iran

Pendahuluan/Sejarah

Dendi, Dandawa Di Benin

Pendahuluan