Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

You are hereRenungan Misi / Renungan Misi

Renungan Misi


Rela Menderita

Setiap pekerja Kristus harus RELA menderita. 1 Petrus 4:lberkata, "Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, -- karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa." Sikap dan pandangan yang benar mengenai penderitaan harus menjadi suatu bagian penting dalam perlengkapan setiap pekerja Kristus.

Menerima Kenyataan Perubahan

Setiap orang mengharapkan terjadinya perubahan yang lebih baik atau yang menyenangkan dalam kehidupannya. Kita mengharapkan agar tiap tahun pendapatan kita bertambah, memiliki kendaraan pribadi yang lebih baik, berharap punya anak setelah menikah, dan sebagainya. Perubahan jasmani menuju arah yang lebih baik memang bagus dan menyenangkan. Namun, bagaimana jika perubahan jasmani tersebut menuju arah yang lebih jelek atau buruk?

Nikmatnya Kemapanan

Pada dasarnya, dunia ini terus-menerus mengalami perubahan dan secara insting manusia bereaksi terhadap perubahan tersebut. Perubahan adalah keharusan, dan bereaksi terhadap perubahan adalah sifat dasar manusia. Dari detik ke detik, perubahan terus berlangsung, setidaknya perubahan dalam ukuran waktu. Hari ini tidak akan sama dengan hari esok dan hari kemarin tidak akan sama dengan hari ini, demikian seterusnya.

Kuasa di Atas Kejahatan

"Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan." (Lukas 9:1)

Pada saat Yesus akan pergi berkhotbah, Dia mulai membangun jemaat-Nya. Setelah berdoa semalam, Dia memilih 12 murid. Salah seorang dari ke-12 murid itu adalah Yudas. Walaupun demikian, Yesus berkata, "Aku mengenal orang-orang yang telah Aku pilih."

Umat yang Dewasa di Tengah Badai Krisis Bangsa

"... sampai kita semua telah mencapai ... kedewasaan penuh ... sehingga kita bukan lagi anak-anak ... diombang-ambingkan ... rupa-rupa angin ... permainan palsu manusia ... kelicikan mereka yang menyesatkan ...." (Efesus 4:13-14)

Pengharapan

Harapan adalah keinginan yang belum terlaksana. Tak pelak lagi, perubahan juga sangat berkaitan erat dengan harapan. Itulah sebabnya setiap pergantian hari, kita menyambutnya dengan antusias disertai optimisme karena di sana terdapat harapan. Bukankah secara psikologis hidup kita senantiasa digairahkan oleh harapan? Harapanlah yang mendorong kita untuk bergairah, dinamis, memunyai cita-cita, serta selalu rindu untuk menyongsong hari esok.

Imigran yang Jadi Penguasa

Kita semua telah mendengar dan mengetahui kisah Yusuf. Ia adalah seorang imigran, tapi tak ada seorang pun yang menolak atau menyangsikan kemampuannya menjadi pemimpin. Bahkan, Firaun pun kagum dan berkata, "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah." (Kejadian 41:38) Kita pun setuju jika semua orang memuji dan ingin seperti dia. Mengapa? Sebab Yusuf memang layak dan pantas mendapatkan semua itu. Perbedaannya dengan Firaun hanyalah takhta kerajaan Mesir (Kejadian 41:40b). Tapi satu hal yang pasti, ia tidak mendapatkannya secara instan atau tiba-tiba. Ujian dan halangan demi halangan itulah yang membentuknya jadi pemimpin. Cara Yusuf menghadapi semua itulah yang membedakan serta membuktikannya sebagai pemimpin tulen. Nah, bukankah kita mau menjadi seperti Yusuf?

Masuki Pintu Kehidupan

Setiap orang yang tinggal di rumah akan masuk dan keluar melalui sebuah pintu. Pintu-pintu yang terpasang pada setiap rumah pada umumnya memiliki ukuran standar.

Melanjutkan Proses Transformasi: Allah Pencipta dan Ciptaan Baru

Allah Pencipta kita adalah Allah yang tidak berhenti menciptakan. Perbuatan kita manusia sering kali merusak (Mikha 7:13) dan Iblis adalah bapak perusak. Ia merusak hubungan antarsesama, merusak alam semesta yang telah dijadikan Tuhan dengan "amat baik".

It's Time To Mission

Dalam salah satu seminar misi dunia, Dr. Samuel Excobar pernah berkata: "Setelah menganalisis kondisi dunia, maka saya berkeyakinan bahwa tidak ada masa yang lebih tepat untuk bermisi, kecuali di abad ini." Pengertian misi di sini mencakup tiga konsep dasar: