Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

You are hereRenungan Misi / Renungan Misi

Renungan Misi


Dimanakah Anak Itu?

Oleh: Luis Palau

Beberapa tahun yang lalu sebuah keluarga kaya memutuskan untuk mengadakan upacara pembaptisan bayi di rumah mereka yang megah. Lusinan tamu diundang untuk menghadiri upacara tersebut dan mereka semua tiba dengan mengenakan pakaian-pakaian model terbaru. Setelah menyimpan mantel-mantel elegan mereka di sebuah tempat tidur, di kamar tidur yang ada di ruang atas, para tamu dihibur secara meriah. Akhirnya tiba waktunya puncak acara dari pertemuan tersebut, yaitu upacara pembaptisan bayi. Namun dimanakah bayi itu? Tidak ada seorang tamu pun yang tahu.

Pengasuh bayi itu segera berlari ke ruang atas, dan dia kembali dengan wajah yang putus asa. Setiap orang mencari dimana bayi itu. Lalu seseorang berteriak karena telah melihat bayi itu sedang tertidur di salah satu tempat tidur. Bayi itu tertidur dan tersembunyi dibalik tumpukan mantel, jaket, dan mantel bulu dari para tamu. Obyek perayaan saat itu telah terlupakan, terabaikan, dan nyaris tersembunyi!

Doa Paulus untuk Orang-Orang Kristen di Tesalonika

(1Tesalonika 3:9-13)

Ini merupakan doa yang menyatakan bahwa Paulus dapat kembali ke Tesalonika untuk "menambahkan apa yang masih kurang pada iman" mereka (ayat 10).

Doa Paulus biasanya dimulai dengan ucapan syukur Allah atas mereka semua dan segala sukacitanya di hadapan Allah. Paulus bersukacita atas segala sesuatu yang telah dilakukan Allah di dalam mereka. Itu adalah pekerjaan Allah dan Paulus tidak mengambil kehormatan bagi dirinya sendiri. Suatu gagasan yang baik jika kita ingin menegur, maka mulailah dengan apa yang dapat kita puji.

Paulus berdoa siang dan malam bagi kesejahteraan rohani mereka dan supaya Allah memungkinkan dia mengunjungi kembali orang-orang Kristen di Tesalonika.

Mengucap Syukur Setiap Pagi

Bulan Nopember setiap tahun di Amerika dikenal sebagai bulan Pengucapan Syukur ("Thanksgiving Month") karena "Thanksgiving Day" jatuh pada hari Kamis terakhir setiap bulan Nopember. Gereja-gereja mengadakan acara khusus pada Bulan "Thanksgiving" tersebut, tidak ketinggalan Gereja kita yang sudah mentradisikan mengadakan retreat setiap tahun. Demikian pula dengan persekutuan-persekutuan dalam Gereja, masing-masing mengadakan acara khusus dengan makanan khusus. Keluarga-keluarga juga tidak mau ketinggalan mengadakan acara "Thanksgiving", menghidangkan kalkun panggang sambil mengundang sanak-keluarga serta teman.

Kekuatan dan Kuasa yang Besar dari Roh Kudus

"Kekuatan dan Kuasa yang Besar dari Roh Kudus" merupakan bab ketiga dari buku yang berjudul "Hidup yang Dipenuhi dengan Roh Kudus" (The Fulfilled Life Through the Holy Spirit -- diterjemahkan oleh Yayasan Lembaga SABDA yang sekaligus membuat versi elektroniknya.) Ayat-ayat pendukung yang diberikan akan menolong anda untuk lebih memahami tentang "Siapa Roh Kudus" dan "Hal-hal yang berhubungan dengan Roh Kudus".

KEKUATAN DAN KUASA YANG BESAR DARI ROH KUDUS

Kekuatan dan kuasa yang sama-sama besar dari Allah kita yang Maha Kuasa terdapat dalam Roh Kudus, karena Roh Kudus adalah Roh Allah atau juga Roh Anak-Nya Yesus Kristus.

Kekuatan dan kuasa yang besar dari Roh Kudus turun ke atas Anak Manusia ketika Dia dibabtis oleh Yohanes Pembabtis. Roh itu turun ke atas Kristus, seperti yang kita baca dalam Lukas 3:22,

"dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi; kepada-Mu-lah Aku berkenan."

Kenaikan-Nya Menerobos Keterbatasan Manusia

Manusia yang lemah selalu diikat dengan berbagai keterbatasan, baik itu keterbatasan: stamina tubuh, intelegensia kekayaan, dll. Seringkali pekerjaan Tuhan terhambat oleh adanya berbagai keterbatasan itu. Namun, kenaikan Yesus menerobos beberapa keterbatasan yang menghalangi pekerjaan Tuhan.

  1. Kenaikan Yesus menerobos keterbatasan orientasi waktu.

    Murid-murid Yesus bertanya kepada-Nya, "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" (Kisah Para Rasul 1:6). Pertanyaan itu menunjukkan bahwa murid-murid masih berorientasi waktu pada masa lalu, yakni pada masa kejayaan kerajaan Israel yang dipimpin oleh Daud dan Salomo.

Kita Juga Akan Hidup

Masih ada banyak tempat pemakaman yang lebih megah daripada makam yang dipakai membaringkan tubuh Juruselamat yang tidak bernyawa dua ribu tahun yang lalu. Di Mesir dapat ditemukan tempat peristirahatan Faraoh-faraoh termasyhur yang terbaring dalam kekayaan yang mewah dalam makam-makam yang dirancang secara artistik.

Taj Mahal di India merupakan makam yang paling mempesona dari makam- makam yang lain. Makam Nabi Muhammad dijaga di Medina dan dikunjungi oleh muslim-muslim yang beribadah. Di Red Square, Moscow, terbaring peti kristal Lenin yang telah dikunjungi oleh jutaan orang. Tetapi letak makam Yesus tidak diketahui dengan pasti dan tidak dapat dibuktikan.

Rencana Agung Penginjilan

"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Yohanes 14:6)

Masalah dalam Metoda Penginjilan

Setiap usaha penginjilan harus diuji dengan dua ukuran: Pertama, apakah usaha itu mempunyai tujuan tertentu; kedua, apakah usaha ini mempunyai arti bagi dunia sekarang ini. Kedua hal ini saling berhubungan, dan keserasian hubungan keduanya akan menentukan makna segala kegiatan kita. Kecakapan ataupun kesibukan dalam mengerjakan sesuatu belum berarti bahwa kita telah menghasilkan sesuatu. Karena itu, dalam setiap kegiatan, kita harus selalu bertanya, "Apakah usaha ini sangat penting?", "Apakah usaha ini akan mencapai tujuannya?"

Tahun Baru

Tiba lagi saatnya kita mengingat tahun yang telah lalu dan mulai memikirkan tentang Tahun Baru yang akan kita lewati. Sering kali kita merasa bahagia karena telah meninggalkan segala penderitaan dan permasalahan yang terjadi seiring dengan berakhirnya tahun 2001.

Di banyak negara, Tahun Baru merupakan waktu yang terpenting. Beberapa kelompok masyarakat merayakan Tahun Baru pada tanggal yang berbeda-beda. Hari keempat Divali ('Festival of Lights' yang dirayakan di India dan beberapa kelompok masyarakat Asia selama bulan Oktober) dianggap sebagai permulaan Tahun Baru sesuai dengan kalender Vikrama. Pada hari tersebut, setiap orang mengharapkan nasib baik dan hubungan yang baik di Tahun Baru. Umat Islam merayakan Idul Adha berdekatan dengan dimulainya tahun Islam. Hari tersebut mengingatkan banyak orang pada kesiapan Abraham untuk mengorbankan anaknya, namun kemudian Allah mengirimkan binatang sebagai penggantinya. Di Eid, orang-orang mengampuni musuh-musuhnya dan membuat resolusi-resolusi baru.