Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

You are hereRenungan Misi / Renungan Misi

Renungan Misi


Memberitakan Kabar Baik

John, sahabat saya, pernah kecanduan obat-obatan terlarang. Beberapa kali, ia hampir meninggal. Hidupnya hancur ketika memasuki program rehabilitasi kristiani yang didirikan oleh saya dan suami. Pada akhir program itu, John telah menjadi seorang kristiani.

Apakah Injil Untuk Semua Bangsa?

Matius 10:5-6
"Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."

Ayat tersebut diklaim bahwa Injil diperuntukkan bagi orang-orang Israel saja. Namun ayat tersebut tidak berdiri sendirian dan itu adalah diperuntukkan ketika murid-murid Yesus melaksanakan awal-awal penginjilan. Bahwa penginjilan adalah dimulai dari lingkungan dimana mereka berada; menyelamatkan dahulu kepada orang orang disekitarnya. Dan pada saat itu murid-murid Yesus masih dalam tahapan awal dalam usahanya mengabarkan kabar baik bahwa Sang Juru Selamat/Mesias itu sudah datang.

Amanat Agung: Sebuah Perintah yang Personal

Yesus mendekati mereka dan berkata, "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:18-20)

Menjadi Saksi

Bacaan: Yohanes 15:18-16:3

"Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku." (Yohanes 15:18, 26-27)

Kelahiran yang Ajaib

Bacaan: Lukas 1:30-33

"Natal telah tiba." Banyak orang Kristen mengikuti arus zaman yang hanya menjalani rutinitas pergi ke gereja menghadiri kebaktian Natal, ikut memasang pohon Natal, dan lain-lain, tetapi melupakan makna Natal sesungguhnya. Natal sudah lama dijauhkan dari intinya, yaitu kelahiran Kristus, yang lebih penting Kristus itu sendiri.

Kerelaan Memberitakan Injil

"... kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera." (Efesus 6:15)

Hati yang Berbelas Kasihan (MATIUS 14:1-21)

Dalam bacaan ini, kita dapat melihat bahwa Yesus juga mengalami hari yang buruk. Ia baru saja menerima kabar bahwa orang yang paling memahami-Nya, sepupu-Nya, sang nabi Yohanes Pembaptis, telah dibunuh untuk memenuhi sebuah janji yang dangkal dari seorang raja yang dikuasai hawa nafsu.

Berikanlah kepada Kaisar apa yang Menjadi Haknya -- Matius 22:15­22

Pompey, seorang jenderal yang terkenal pada tahun-tahun terakhir Kekaisaran Romawi, menaklukkan wilayah Palestina bagi Kekaisaran Romawi saat pasukannya memberikan kemenangan kepada salah satu pihak dari bangsa Yahudi dalam perang saudara mereka (63 sM). Sejak itulah, Israel mulai dipimpin oleh raja boneka -- seperti Herodes Agung -- yang setia kepada Kaisar. Pada tahun 6 M, Kekaisaran Romawi mulai memerintah secara langsung di daerah Palestina, yaitu di Yudea melalui prokurator (gubernur). Bersamaan dengan itu, diterapkan juga pajak tahunan sebesar 1 dinar (sebesar upah sehari) yang harus dibayar oleh setiap orang dewasa di daerah itu. Kebanyakan orang Yahudi membenci kebijakan tersebut karena melambangkan kekuasaan penuh Kekaisaran Romawi atas tanah Yehuda.

Kesatuan dalam Tubuh Kristus

Salah satu dari sekian banyak masalah yang signifikan dalam tubuh Kristus adalah perpecahan. Kekristenan telah terkotak-kotak dan menjadi terpecah menjadi begitu banyak kelompok dan denominasi yang kelihatannya melemahkan keefektifan kita.

Perjanjian Abrahamik I

"Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." (Kejadian 12:2–3).

- Kejadian 12:1-3