Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

You are hereArtikel Misi / Artikel Misi

Artikel Misi


Dua Belas Alasan Mengajarkan Misi Kepada Anak

Kita adalah bagian dari gereja di seluruh dunia. Ketika seorang anak menjadi Kristen, dia harus belajar mengenai keluarga barunya. Di dalam surga, kita akan bertemu dengan semua bangsa pula. Yesus mati untuk semua orang, bukan hanya untuk beberapa orang saja. Setiap orang yang ada di hati Allah harus berada dalam hati kita dan dalam hati anak kita juga. Misi adalah tema pokok yang terdapat dalam Alkitab, dan kita memiliki tanggung jawab untuk mengajarkan seluruh kebenaran tersebut kepada anak-anak.

Pelayanan Anak Jalanan

Artikel di bawah ini dapat digunakan sebagai bahan untuk mengajar anak-anak Sekolah Minggu (ASM), khususnya untuk Kelas Besar, tentang keberadaan anak-anak miskin diberbagai tempat di dunia, khususnya Amerika Selatan. Katakan kepada ASM anda, bahwa banyak diantara anak-anak jalanan itu yang sebaya dengan mereka. Ajak ASM anda untuk mendoakan anak-anak jalanan itu, dan ingatkan kepada mereka bahwa banyak anak-anak yang kurang beruntung di sekitar mereka. Tantanglah anak-anak untuk melakukan sesuatu bagi anak-anak miskin yang mereka kenal. Diskusikan dengan mereka ide-ide bagaimana bisa menolong anak-anak itu, dan tindak lanjuti ide-ide tsb. untuk menjadi tindakan yang konkret.

Cara Menyenangkan Mengenalkan Misi kepada Anak (Bagian II)

Kami yakin, Tips Mengajar bagian pertama pada minggu lalu dapat memberi wawasan baru bagi Anda yang rindu mengenalkan pelayanan misi kepada anak. Minggu ini, kami kembali mengusung kegiatan-kegiatan menyenangkan lainnya, yang tidak kalah menariknya dengan kegiatan-kegiatan yang telah kami sajikan pada bagian pertama.

Cara Menyenangkan Mengenalkan Misi kepada Anak (Bagian I)

Misi bukanlah suatu embel-embel yang dilampirkan pada program gereja, Sekolah Minggu, atau keluarga Kristen. Misi merupakan alasan utama bagi setiap orang percaya untuk tetap tinggal di dunia. Misi merupakan sebuah prioritas (Markus 13:10; Kisah Para Rasul 15:14), bukan sebuah pilihan, tetapi merupakan hal yang paling penting, dan merupakan perintah yang pertama dan terakhir dalam Alkitab (Kejadian 1:1-3; Matius 24:14; Wahyu 5:9; 7:9). Oleh karena itu, sejak dini perkenalkanlah anak-anak dan murid-murid SM pada dunia pelayanan misi.

Kabarkan Injil

Untuk anak-anak yang lebih besar (kelas 3 SD - 6 SD), guru SM dapat memakai Bahan Mengajar (2), (3) dan (4) di bawah ini untuk menolong mereka belajar lebih banyak tentang apa artinya mengabarkan Injil dan bagaimana melakukannya.

Mengapa Sebagian Orang Tidak Percaya

Alkitab tidak lagi bersikap diplomatis ketika berbicara tentang mengapa sebagian orang tidak percaya akan keberadaan Allah. tidak menutupi sesuatu pun ketika mengatakan, "Orang bebal berkata dalam hatinya: 'Tidak ada Allah.'"

Kontekstualisasi Ala Paulus (Lukas 4:18-19)

Naskah Perjanjian Baru aslinya ditulis dalam bahasa Yunani karena bahasa ini menjadi bahasa yang paling luas digunakan di wilayah Kekaisaran Romawi pada zaman itu, meskipun Perjanjian Baru Yunani tersebut banyak memelihara kata bahasa Aram -- yang saat itu juga bisa disebut bahasa Ibrani -- sebab dianggap salah satu dialek tutur saja oleh masyarakat Yahudi di Galilea.

Dengan Wanita di Timur

Selama mengajar sebagai seorang guru selama 13 tahun di sebuah negara Arab, saya menyadari pola pikir kultural dan tradisi-tradisi masyarakat melalui siswa-siswa saya dan keluarganya. Mereka, sebaliknya, mengamati saya dengan hati-hati dan menanyakan kepercayaan saya dan praktik-praktiknya. Saya segera sadar bahwa membagikan Kabar Baik kepada mereka melibatkan seluruh hidup saya: kata-kata, tindakan, dan pikiran saya.

Prinsip-Prinsip Kontekstualisasi

Istilah kontekstualisasi pertama kali dicetuskan oleh Aharon Sapaezian dan Shoki Coe, kepada direktur Theological Education Fund WCC pada tahun 1972.

Tantangan Dalam Hal Memenangkan Anak-Anak

Apabila Saudara mengajar anak-anak, maka suatu pintu kesempatan yang indah sekali terbuka di hadapan Saudara. Sudah terlalu lama gereja gagal dalam melihat adanya kemungkinan besar untuk mencapai anak-anak bagi Kristus dan untuk mendidik mereka pada jalan yang benar sejak kecilnya.