Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereArtikel Misi / Apa Misi Gereja?

Apa Misi Gereja?


Mungkin, ada banyak pendapat mengenai berbagai tugas dan fungsi gereja, tetapi beberapa hal berikut ini dapat mewakili empat hal yang menjadi prioritas gereja.

  1. Memberitakan Injil ke seluruh dunia dan menjadikan setiap bangsa murid Tuhan.

    "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:19-20)

    "Lalu Ia berkata kepada mereka: 'Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.'" (Markus 16:15)

    Kedua cuplikan Alkitab di atas, yang sering kali dikenal sebagai Amanat Agung, adalah perintah terakhir Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya sebelum Ia terangkat ke surga. Catatan Injil menurut Markus menyatakan bahwa perintah Yesus untuk para murid adalah untuk pergi memberitakan Injil ke seluruh dunia, sedangkan Matius menekankan perintah itu kepada gereja, yaitu untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya. Kombinasi dari kedua elemen ini, penginjilan dan pemuridan, secara umum dikenal sebagai misi Kristus yang harus dikerjakan oleh gereja-Nya. "Penginjilan" adalah pelayanan dalam bentuk pemberitaan Injil Yesus Kristus yang membawa jiwa manusia ke dalam persekutuan dengan Allah, sedangkan "pemuridan" adalah pelayanan yang tujuannya untuk memperlengkapi orang-orang percaya agar menjadi murid yang disiplin dalam mengikut Kristus dan ajaran-ajaran-Nya.

    Pada kenyataannya, misi yang diemban gereja adalah perpanjangan dari pelayanan Kristus selama di dunia (Yohanes 14:12). Yesus memandang bahwa seluruh tujuan pelayanan-Nya bertumpu pada satu tujuan, yaitu untuk menebus jiwa manusia bagi dunia yang akan datang. "Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang." (Matius 18:11) Dan pada gilirannya, Ia meneruskan tujuan pelayanan yang sama kepada para murid-Nya. Katanya kepada mereka, "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." (Matius 4:19) Di kemudian hari, rasul Paulus memberi konfirmasi bahwa pelayanan yang bertujuan untuk membawa seluruh bangsa kepada Allah juga telah diteruskan kepada setiap orang yang telah dibawa kepada-Nya (telah menjadi jemaat Allah). Dalam suratnya, Paulus menulis, "Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami." (2 Korintus 5:18) Membawa jiwa kepada Yesus Kristus adalah tujuan hidup setiap orang percaya, bukan hanya para pendeta dan para penginjil.

    Mungkin, pernyataan terbaik yang merangkum misi Kristus dan gereja-Nya ini terdapat dalam bagian kitab Yesaya yang dibacakan oleh Yesus ketika Ia mengajar di sebuah sinagoge di Nazaret. Saat itu, Ia membaca bagian ini, "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." (Lukas 4:18-19)

  2. Untuk melayani sebagai komunitas yang memuji dan bersekutu bersama, dengan demikian mewujudkan kehadiran dan kasih Kristus.

    "Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." (Matius 18:20)

    Sejak semula, Allah menciptakan manusia demi diri-Nya, supaya mereka dapat menikmati persekutuan dengan-Nya dalam penyembahan kepada-Nya (Wahyu 4:11; Yohanes 4:23). Karena itu, salah satu dimensi tujuan Allah bagi gereja-Nya adalah untuk mengumpulkan umat-Nya dan menyediakan sebuah lingkungan khusus sehingga mereka dapat menyembah Tuhan bersama-sama. Di dalam lingkungan penyembahan itulah, kita dapat mengekspresikan kasih kita kepada-Nya dan kepada satu sama lain. Yesus menggambarkan hal ini sebagai cita-cita tertinggi dalam kekristenan, "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." (Markus 12:30-31)

    Tuhan sangat disenangkan ketika menerima kasih dan penyembahan yang dilakukan secara bersama-sama oleh anak-anak-Nya, dalam kesatuan dan kasih terhadap satu sama lain (Efesus 4:1-4; 1 Yohanes 1:7). Kehadiran-Nya diwujudkan dalam lingkungan semacam itu. Sebaliknya, kehadiran-Nya juga membuat kesaksian kita menjadi nyata di mata dunia. "Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi." (Yohanes 13:35)

    Pada awalnya, kebaktian pada hari Minggu diciptakan untuk meniru persekutuan Hari Tuhan yang dilakukan oleh gereja mula-mula. Persekutuan yang dilakukan pada zaman itu juga termasuk sebuah jamuan kasih (Kisah Para Rasul 20:7). Pada waktu itu, mereka akan berbagi makanan bersama-sama (Kisah Para Rasul 2:46) dan mengambil bagian dalam perjamuan Tuhan (perjamuan kudus) untuk mengakui tubuh Kristus yang telah dikurbankan dan untuk mengakui tubuh-Nya yang terkasih, yaitu gereja. Persekutuan itu adalah sebuah perwujudan kasih kepada Allah dan kepada sesama orang percaya.

  3. Untuk mendewasakan orang-orang percaya dan mempersiapkan mereka untuk melakukan tugas pelayanan.

    "Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus ...." (Efesus 4:11-12)

    Ini adalah misi penting lainnya yang harus dikerjakan oleh gereja, khususnya oleh para pelayannya, yaitu untuk menguatkan orang-orang percaya dan memperlengkapi mereka demi tugas pelayanan. Gereja seharusnya menjadi sebuah tempat yang memiliki atmosfer yang mendukung pertumbuhan rohani. Di sanalah seharusnya firman Tuhan diajarkan, menjadi tempat orang-orang percaya diteguhkan, dididik, dan dipimpin menuju kedewasaan. Tujuannya bukanlah hanya untuk mendasarkan iman mereka dalam Kristus saja, melainkan juga untuk mempersiapkan mereka dalam melayani. Sesuai dengan rencana Allah, setiap anggota tubuh Kristus dipanggil untuk melayani di setiap aspek pelayanan (Roma 12:6; 1 Korintus 12:14-31), terutama dalam bidang-bidang yang membawa jiwa-jiwa kepada Kristus (2 Korintus 5:17).

    Bahkan, seorang awam pun juga dituntut untuk mendorong dan memacu sesama orang percaya untuk mengerjakan tugas pelayanan. Dan, menurut Kitab suci, ini adalah salah satu dari tujuan utama mengapa kita datang ke gereja. "Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat." (Ibrani 10:24-25)

  4. Untuk mewakili Kerajaan Allah di tengah-tengah dunia dan untuk memengaruhi masyarakat di sekitar kita dengan prinsip-prinsip ilahi.

    "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi." (Matius 5:13-14)

    Yesus menggunakan garam dan terang sebagai metafora atas karakter gereja-Nya yang berdampak di tengah-tengah dunia. Secara historis, garam selalu menjadi komoditas berharga yang salah satu kegunaannya adalah untuk membasmi kuman sehingga menangkal infeksi. Sedangkan terang adalah kekuatan yang menghalau kegelapan dan menjadi elemen penting dalam kehidupan manusia.

    Sama halnya dengan kehadiran gereja di tengah-tengah dunia. Gereja menjadi semacam pembasmi kuman yang diberikan Kristus untuk menangkal dosa, gereja menjadi kuasa kebenaran Allah yang sifatnya selalu membasmi infeksi yang disebabkan oleh kejahatan. Gereja dimaksudkan untuk mewakili Allah dalam masyarakat. Gereja tidak pernah diciptakan untuk menjadi pasif, tidak juga untuk terkurung di dalam gedungnya. Sebaliknya, gereja diciptakan untuk terlibat secara aktif menjadi katalis antara kehendak Allah yang luhur dengan dunia di sekitar kita.

    Kehendak Kristus atas gereja-Nya adalah agar gereja menyatakan cahayanya dan bersinar bagi dunia. Ia juga mau agar gereja-Nya mengasihi, memberi perhatian, dan memenuhi kebutuhan kemanusiaan sambil tetap menjunjung tinggi kebenaran penebusan dan pengajaran Yesus Kristus. "Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah." (Titus 3:14) Yesus berkata kepada gereja-Nya, "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Matius 5:16) (t/Yudo)

Diterjemahkan dan disunting dari:

Nama situs : Victorious
Alamat URL : http://www.victorious.org/churchbook/chur04.htm
Judul asli artikel : What is the Mission of the Church?
Penulis : Dale A. Robbins
Tanggal akses : 23 Oktober 2013