Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereArtikel Misi / Artikel Misi

Artikel Misi


Peran Perempuan Dalam Misi

Peran perempuan dalam penyebaran kekristenan di Jawa sangatlah esensial. Itulah yang terjadi meskipun dalam kenyataannya, posisi mereka dalam masyarakat tidak kentara dan sering diremehkan. Di satu sisi, dapat dikatakan bahwa perempuan menempati sebuah posisi "tidak resmi" dalam keluarga dan masyarakat karena mereka tidak menarik banyak perhatian.

Penginjil Dan Alkitab

Pada tahun 741 sM, Bangsa Yehuda berada dalam kemerosotan moral dan spiritual sedemikian rupa sehingga bangsa tersebut mendatangkan penghakiman Allah atas mereka. Pada kondisi yang seperti inilah, Allah membangkitkan seorang laki-laki yang adalah seorang pengkhotbah yang cakap. Dia memiliki pengetahuan tentang firman Allah.

Menggunakan Firman Allah dalam Penginjilan kepada "Saudara Sepupu"

Penginjilan kepada "saudara sepupu" merupakan salah satu ladang pelayanan kesaksian Kristen yang tersulit. Selama dua abad terakhir, umat Kristen telah mencari berbagai cara untuk dapat membawa "saudara sepupu" kita kepada Kristus.

Tantangan dari Jendela 10/40

"Dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa."
(Wahyu 5:9)

Apa Yang Dimaksud Dengan "Jendela 10/40"?

Pusat dari suku-suku terabaikan dunia hidup di sebuah jendela berbentuk segi empat. Kawasan itu adalah sebuah sabuk yang terbentang dari Afrika Barat sampai Asia, berada di antara 10 sampai 40 derajat Lintang Utara garis Khatulistiwa.

Asia : Tantangan Pertama dan Terluas

Asia adalah benua yang paling menakjubkan di dunia. Meskipun Asia merupakan benua yang memiliki peradaban kuno yang agung, tetapi Bangsa Eropa di zaman Abad Pertengahan sangat tidak memperhatikan Asia selama berabad-abad. Akan tetapi, pada Zaman Eksplorasi, orang-orang Eropa mulai menjelajahi benua yang misterius dan luas ini.

Bukti Atas Jenazah yang Hilang : Apakah Jenazah Yesus Benar-Benar Hilang dari Makam-Nya? (2)

Diringkas oleh: Yudo

Apakah Penjaga Makam Yesus Benar-Benar Ada?

"Adakah bukti yang kuat bahwa kisah tentang penjaga-penjaga makam Yesus itu merupakan sesuatu yang historis?"

"Ada. Bayangkanlah sebuah dialog tentang kebangkitan antara orang Yahudi dan orang Kristen di abad pertama. Pernyataan orang Kristen mula-mula adalah 'Yesus bangkit'. Orang Yahudi menanggapi, 'Para murid mencuri tubuh-Nya'. Terhadap hal ini, orang Kristen berkata, 'Para penjaga di makam akan mencegah pencurian.' Orang Yahudi memberi tanggapan, 'Oh, tapi para penjaga makam tertidur.' Terhadap hal itu, orang Kristen menjawab, 'Tidak, orang Yahudi menyuap para penjaga untuk berkata bahwa mereka tertidur.'"

Bukti Atas Jenazah yang Hilang 1: Apakah Jenazah Yesus Benar-Benar Hilang dari Makam-Nya?

Diringkas oleh: Yudo

Adakalanya jenazah lenyap dalam cerita-cerita detektif dan dalam kehidupan nyata. Namun, Anda jarang menemui sebuah makam yang kosong. Masalah yang terjadi dalam kasus Yesus bukanlah bahwa Dia tidak terlihat. Dia terlihat ketika hidup, ketika mati, dan terlihat ketika Ia hidup sekali lagi. Jika kita percaya pada catatan Injil, maka ketika kita melihat makam yang kosong, kita tidak akan memikirkan tentang jenazah yang hilang. Ini adalah tentang Yesus yang hidup sampai hari ini, bahkan setelah mengalami kematian yang mengerikan dengan cara disalib.

Penyebaran Kekristenan di Jawa dan Pertemuannya dengan Islam pada Abad ke-19 (2)

Diringkas oleh: Yudo

William Carey, seorang tokoh misi dari Inggris, yang juga disebut sebagai "bapak misi modern" mendirikan British Missionary Society pada tahun 1792. Dalam tempo satu tahun, ia telah membuka posnya di Kalkuta, India. Dari sana, ia mengorganisasi misinya dan mengirim banyak utusan ke semua sudut Asia, termasuk Jawa. Setelah Carey berkonsultasi dengan Raffles, tibalah waktunya untuk mengirim William Robinson sebagai misionaris Baptis pertama ke Pulau Jawa. Robinson tiba di Batavia pada 1 Mei 1813. Tugas utamanya ialah menyampaikan Injil pada orang Jawa. Target utama yang diberikan oleh Carey kepada Robinson adalah ia harus menguasai Bahasa Jawa secepat mungkin agar mampu berkhotbah dalam bahasa tersebut, dan kemudian menerjemahkan Perjanjian Baru ke dalam Bahasa Jawa. Namun, ketika tiba di Batavia dan mengenali keadaan kota tersebut, Robinson menyadari bahwa tujuan awal yang telah dirancangkan di Kalkuta harus diubah. Batavia merupakan sebuah kota yang amat kompleks. Batavia merupakan kota perniagaan yang sibuk, pusat pemerintahan, dan dihuni oleh berbagai macam orang. Banyak sekali kelompok orang Kristen yang telah memulai karya misi di situ dan mereka bisa berbahasa Melayu, Portugis, maupun Belanda, namun tidak bisa berbahasa Jawa. Orang Jawa yang tinggal di Batavia, yang sebelumnya diperkirakan berjumlah besar oleh kantor pusat di Kalkuta, sebenarnya sangat sedikit. Sementara itu, ia mulai mempelajari Bahasa Melayu dan Belanda secara intensif.

Penyebaran Kekristenan di Jawa dan Pertemuannya dengan Islam pada Abad ke-19 (1)

Pemerintahan Peralihan Inggris di Jawa (1811-1816) yang dipimpin oleh Thomas Stamford Raffles, hanya berlangsung singkat. Tetapi, dalam waktu yang singkat itu, Raffles mampu membuat beberapa perubahan penting dalam peta keagamaan di Pulau Jawa. Sebagai seorang pejabat muda di bidang administrasi politik, Raffles dipengaruhi oleh ide-ide baru mengenai kebebasan yang pernah mencapai puncaknya pada masa Revolusi Perancis, yaitu hak untuk terbebas dari tirani feodal dan hierarki gereja. Hak-hak dasar dan kebebasan pribadi, terutama kebebasan beragama sesuai keyakinan tiap-tiap pribadi, merupakan sebagian dari apa yang dijunjung oleh Raffles.