Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereKesaksian Misi / Kesaksian Misi

Kesaksian Misi


Terdapat Kebebasan di Mana-Mana

Maria bertanya melalui jeruji-jeruji besi, "Varia, tidakkah kau menyesali apa yang kau lakukan?"

"Tidak," gadis Rusia ini menjawab. "Dan jika mereka mambebaskanku, aku akan melakukannya kembali dan akan mengatakan kepada mereka mengenai kasih Yesus yang besar. Jangan pikir bahwa aku menderita. Aku amat senang bahwa Tuhan amat mengasihiku dan memberikan kepadaku sukacita untuk bertahan demi nama-Nya."

Kubur Aku di Sini daripada Menyangkal Kristus

Pada 25 Mei 2000, desa M, yang terletak di kepulauan Halmahera diserang oleh kelompok "agama lain". Penyerangan tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 WIT. Ketika HS (37 tahun) mendengar suara tembakan dan ledakan, dengan sigap ia segera membawa lari kedua anaknya untuk berlindung di dalam gereja bersama-sama penduduk desa.

Paskah Berdarah

10 April 2004. Cuaca sore itu begitu cerah ketika R bergegas berjalan menuju gerejanya yang hanya berjarak seratus meter dari rumahnya. Ia harus berangkat lebih awal; Sabtu sore adalah jadwal Pendalaman Alkitab (PA) bagi jemaat GUP Tabernakel di sebuah desa di Sulawesi. R harus menyiapkan segala sesuatu, apalagi listrik sudah padam setengah jam sebelum mereka memulai kegiatan itu. Listrik memang sering padam di daerah itu, atau kadang-kadang terganggu setelah serangan kepada orang-orang Kristen. Orang-orang di daerah itu tidak bisa membedakan apakah suatu pemadaman disebabkan faktor teknis atau akibat gangguan yang disengaja.

Tidak Ragu Lagi

(Tomas -- Yerusalem, Israel -- 34 M)

Tomas mengetuk pintu ruangan atas dengan ketukan rahasia. Pintu itu langsung dibuka. Tomas melangkah masuk dan ia langsung menutupnya. Ia bergabung dengan teman-temannya yang duduk melingkar sambil bercakap-cakap bersama. Ia merasa mustahil untuk memahami satu pun isi percakapan mereka!

"Tomas! Tomas! Apa yang dikatakan Maria Magdalena memang benar. Ia sudah hidup!"

"Tomas, kami telah melihat-Nya."

Tomas melambaikan tangannya, "Ssst! Aku tidak dapat mendengar kalian secara serempak! Petrus, apakah yang telah terjadi?"

Rumania: Sabina Wurmbrand

Seorang dokter Yahudi yang masih muda tampak sedih. Pada suatu malam, Sabina Wurmbrand mencoba menghiburnya: "Allah berjanji kepada Abraham bahwa bangsa Yahudi akan memiliki masa depan yang gemilang. Mereka akan menjadi seperti pasir di pantai dan bintang di langit.

Sang dokter menatapnya dengan mata berkaca-kaca dan ia berkata, "Seperti pasir di pantai, kita diinjak-injak di telapak kaki Partai Komunis. Jangan sebut-sebut Tuhan lagi di depanku."

Beberapa hari kemudian Sabina jatuh sakit. Ketika dia terbaring hampir mati di rumah sakit penjara, direktur penjara mendekatinya. Dia berkata: "Kami orang komunis memiliki rumah sakit dan obat-obatan, dan kami lebih kuat dari Tuhanmu. Di rumah sakit ini, kamu tidak boleh menyebut nama Tuhan." Sabina adalah satu-satunya orang yang berani berbicara mengenai Tuhan. Para wanita yang lain senang karena seseorang berani melawan direktur penjara.

Yusuf Dahaga di Balik Jubah

Ada seorang pemuda yang bernama Yusuf. Ayahnya mengusirnya keluar dari rumah saat ia masih remaja ketika ia menjadi Kristen. Tetapi pengusiran itu tidak menghentikan keinginan untuk membagikan imannya. Ia mengabarkan tentang Isa Almasih, sang Juru Selamat ke mana pun ia pergi. "Aku selalu mulai dengan firman Allah. Mereka tertarik dan ingin tahu lebih dalam." Walaupun mayoritas penduduk di negaranya beragama bukan Kristen, namun hukum negara itu mengatakan setiap orang bebas untuk beribadah. Tetapi di negaranya, orang-orang Kristen dianiaya oleh anggota keluarga dan tetangga.

Estafet dari Balik Penjara

Di China, LM dan S adalah para utusan terbelenggu. Ketika mereka di luar penjara, pihak berwajib komunis mengawasi gerak-gerik mereka. LM dan S tidak dapat lagi mengunjungi provinsi-provinsi yang jauh untuk mengabarkan kepada yang lain tentang Kristus. Tetapi putra mereka, S, dan putri mereka, J, bisa.

Adalah melawan hukum mengajarkan kekristenan kepada anak-anak di China, tetapi bagaimanapun LM dan S mengajarkan kekristenan kepada anak-anak mereka.

"Ketika mereka belajar membaca di sekolah dasar, kami meminta anak kami untuk juga membaca Alkitab. Seperti Samuel, kami mempersembahkan anak-anak kami kepada Tuhan. Mereka telah membaca Alkitab lebih dari 50 kali. Mereka sangat ingin tahu mengenai Injil."

Tantangan Adalah Kesempatan

QM tidak gentar menghadapi tantangan. Ia ingin menjangkau orang-orang yang belum percaya di negaranya. Oleh karena itu, ia membawa istri dan anak-anaknya pindah ke wilayah yang paling tidak stabil di dunia -- sebuah provinsi di barat laut Pakistan. Kekerasan yang terus berlangsung membuat wilayah tersebut menjadi suatu tempat yang berbahaya, tapi QM justru melihatnya sebagai suatu kesempatan untuk membagikan kuasa Kristus. Sebuah organisasi misi memasok QM dengan buku-buku. QM juga menggunakan buku yang berjudul "Bagaimana Kita Mengenal Tuhan". QM menggunakan buku-buku untuk berbicara kepada orang-orang mengenai Kristus, walaupun isi buku-buku tersebut dapat mengakibatkan dirinya dihukum mati oleh para pengikut kelompok garis keras.

Gerilyawan Kristus

L mulai menceritakan tentang Kristus kepada orang lain sejak ia masih kanak-kanak. Ia sekarang berusia 17 tahun dan tetap berani memberitakan Injil Kristus kepada dunia. L berani memberitakan Injil walaupun di bawah ancaman gerilyawan komunis, yang senantiasa meneror masyarakat umum dan melawan pemerintah dalam perang untuk melindungi jalur perdagangan opium. L dibesarkan di sebuah desa kecil terpencil di tengah hutan. Pada tahun 1999, ketika ia berusia 10 tahun, pasukan gerilya menyerang kotanya. Ia mengenang saat bersembunyi di bawah tempat tidur untuk menghindari rentetan tembakan di atas kepalanya. Pada hari itu, pasukan gerilya menyandera ayahnya dan menggunakan beliau sebagai tameng hidup untuk meloloskan diri dari pasukan pemerintah yang datang merebut kembali kota itu. Mereka membebaskan ayah L 4 jam kemudian.

Ignatius (Murid Rasul Yohanes, Meninggal Tahun 111)

Nama lain Ignatius adalah Teoforus, "Pembawa Berita Allah" karena ia sering memberitakan Tuhan dan Juru Selamat dengan perkataan dan kehidupannya. Ignatius percaya bahwa kehidupan manusia akan berakhir pada kematian yang berkelanjutan, kecuali Kristus hidup di dalamnya. Ia diketahui sering berkata, "Kristus yang disalibkan adalah satu-satunya dan seluruh kecintaanku." Meskipun Ignatius menanggung kesengsaraan hebat, ia mendapatkan penghiburan di dalam kebenaran Injil, "Karena dunia membenci umat Kristen, maka Allah mencintai mereka."