Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereArtikel / Artikel

Artikel


Practicing Christian Worldview on Medical Practice

Dalam 1 Korintus 10:31, Paulus mengatakan “apapun yang engkau perbuat, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah”. Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa apapun yang kita kerjakan dalam setiap aspek hidup kita semuanya adalah untuk kemuliaan Tuhan, tanpa terkecuali. Baik itu pekerjaan rumah tangga, pekerjaan tukang sapu, pekerjaan kantor, apa saja, termasuk pekerjaan dalam bidang medis, semuanya harus dikerjakan untuk kemuliaan Tuhan. Bahkan makan minum pun Paulus katakan, semua itu untuk kemuliaan Tuhan. Yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah dalam konteks kita sebagai tenaga medis, baik dokter atau mahasiswa kedokteran, atau perawat, dan lain sebagainya, bagaimana kita menerapkan firman Tuhan tersebut dalam pekerjaan kita? Apakah pekerjaan yang kita lakukan adalah pekerjaan yang memuliakan Tuhan?

Pemuda dan Tantangan Misi

1 Korintus 9:16

"Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil."

Misi Bagi Kotaku

“Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu” (Yeremia 29:7)

Mendengar kata misi, apa yang terbersit dalam pikiran anda?

Peran Pemuda dalam Misi Perkotaan

A. Peran Pemuda dalam Pelayanan Berdasarkan Firman Tuhan

Allah memiliki misi yang luar biasa bagi manusia. Misi Allah tidak berhenti sampai menyelamatkan manusia, tetapi Allah juga ingin agar orang yang telah diselamatkan dapat menjadi murid-Nya. Misi itu telah diproklamirkan dalam Amanat Agung-Nya: "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Matius 28:19-20). Amanat Agung tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab kedua belas murid, tetapi merupakan tugas dan tanggung jawab orang percaya sepanjang abad dan di segala tempat. Dari anak-anak sampai yang lanjut usia, semuanya mendapat kesempatan untuk melakukan misi Allah. Namun, sering kali pemuda dianggap remeh karena belum memiliki pengalaman hidup yang banyak, bahkan firman Tuhan mengatakan dalam 1 Timotius 4:12, "Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu."

Menunjukkan Apa yang Kamu Percayai dengan Apa yang Kamu Lakukan

Jika seseorang menghabiskan waktu dengan Anda, apa yang Anda kira akan dipikirkan orang tersebut mengenai iman kristiani Anda? Akankah ia dengan mudah melihat kekristenan Anda secara jelas, atau akankah ia hampir tidak mengenalinya dalam diri Anda?

Menjangkau dan Mengasihi Orang-orang Keturunan Ismael Bagi Kristus

1. Mengajarkan Kristus.

Telah dikembangkan sebuah metode baru dalam memberitakan Injil kepada orang-orang keturunan Ismael, yang disebut jalur kenabian. Metode ini diadaptasi dengan baik untuk pengajaran, traktat, dan bercerita dengan alat-alat khusus, seperti gelang-gelang dan buku-buku tanpa kata. Cara ini sekarang digunakan oleh pekerja-pekerja dari beberapa organisasi di Amerika, Timur Tengah, Asia, Afrika, dan Eropa.

Kekuatan Teknologi

Tanpa ragu abad terakhir ini telah menjadi era yang luar biasa - entah kita mengukurnya dari segi politik, ekonomi, atau agama. Lebih banyak orang telah menjadi orang Kristen di abad ke-20 dibandingkan abad-abad sebelumnya, dan gereja saat ini didominasi oleh orang Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Kita bisa mengatakan abad ke-20 sebagai "Abad Kekristenan."

Akan tetapi, abad ini juga merupakan "Abad Teknologi." Teknologi sekarang bekerja dan membentuk kehidupan kita dalam banyak cara yang mendalam dan tidak kentara. Dari fax atau e-mail yang mengkonfirmasi partisipasi Anda dalam konferensi ini, sampai pesawat atau mobil yang membawa Anda ke sini, acara ini tidak akan terjadi jika teknologi tidak memberikan dukungan yang halus dalam prosesnya. Teknologi mencapai jauh ke dalam kehidupan pribadi kita dan di seluruh dunia.

Qumran

Diringkas oleh: Mei Fitriyanti

Qumran adalah nama suatu tempat yang terletak di gurun Juda di pantai Laut Asin (Mati) di sebelah barat. Sejak tahun 1947 hingga 1955, banyak ditemukan naskah-naskah dari zaman Kristus dan sebelumnya di gua-gua sekitar Laut Mati. Di Qumran, juga digali dan ditemukan puing-puing kompleks bangunan peninggalan sekelompok orang Yahudi. Bangunan itu semacam bangunan biara yang dinamakan "Khirbet Qumran". Dalam artikel ini akan membahas sedikit mengenai jemaat Qumran, penemuan-penemuan di Qumran, naskah yang ditemukan dan hubungan jemaat Qumran dengan Perjanjian Baru.

Bahasa Masa Perjanjian Baru

Akhir-akhir ini, banyak orang menanyakan bahasa apa yang sebenarnya digunakan pada masa Perjanjian Baru? Soalnya, ada kalangan yang akhir-akhir ini menekankan slogan "kembali ke akar yudaik" yang menyimpulkan bahwa bahasa Ibrani selalu dipakai oleh bangsa Ibrani, termasuk pada masa Perjanjian Baru, dan Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Ibrani. Benarkah kesimpulan demikian?