Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

You are hereArtikel / Peranan Media dalam Injil dan Pemberitaannya

Peranan Media dalam Injil dan Pemberitaannya


Kita akan berhenti sejenak dari topik blog yang biasanya dan menghadirkan bagi Anda sebuah kiriman yang mungkin akan Anda apresiasi.

Pada musim gugur terakhir, beberapa dari kami di Masterworks diminta menghadiri Lausanne Global Consultation mengenai media dan Injil di Brea, California. Tujuannya adalah mengumpulkan para profesional bidang media di seluruh dunia untuk membicarakan dampak media terhadap Injil.

Satu hasil dari konsultasi tersebut terangkum dalam artikel berikut yang meringkaskan diskusi kami mengenai peranan media digital dan sosial dalam penginjilan. Semoga artikel ini memberi informasi dan inspirasi bagi Anda.

Selamat membaca,
Dave Raley

Peranan Media Digital dan Sosial dalam Penginjilan

Media sosial dan digital memainkan peranan yang kian penting dalam penginjilan. Peranan tersebut berbeda dalam tiga tahap yang berkesinambungan: menabur, menuai, dan memuridkan. Setiap saat, ratusan dari jutaan umat manusia secara global berada pada masing-masing tingkatan dalam iman Kristen mereka -- mulai dari tahap sama sekali tidak tertarik dengan kekristenan hingga iman yang matang dan bertumbuh.

Menabur -- Pada tahap ini (yang dapat juga disebut prapenginjilan), orang tidak mencari Yesus secara aktif. Namun, media digital dan sosial dapat memainkan peran dalam memengaruhi pandangan tentang kekristenan dan menciptakan lingkungan yang dapat membangun keterbukaan rasa ingin tahu untuk dapat mendekati orang.

Menuai -- Bagi tujuan kita, tahap menuai terbentang dari masa ketika seseorang mencapai titik ketika mereka mulai mencari jawaban hingga mengambil keputusan untuk mengikut Kristus. Media digital dan sosial menyediakan lingkungan yang unik dan aman bagi orang-orang untuk bergumul dan bertanya, sering kali dengan cara yang lebih rentan karena adanya kesadaran akan keadaan anonim serta keamanan teknologi.

Memuridkan -- Setelah seseorang menjadi percaya, perjalanan seumur hidup benar-benar dimulai. Media digital dan sosial dapat membantu orang terhubung dengan gereja setempat, menyediakan sumber dan relasi untuk memperdalam iman, serta menyediakan dorongan dan alat-alat untuk membagikan Kristus dengan orang lain. Tahap ini menjadi ujung siklus yang berputar kembali ke menabur.

Aspek Kunci Media Digital dan Sosial

Berikut ini beberapa peranan kunci dari media digital dan sosial yang dapat dimainkan dalam pekerjaan penginjilan.

Autentisitas

Kita harus menjadi orang Kristen di dunia maya, seperti juga di dunia nyata supaya teman-teman kita tahu kalau kita orang Kristen, bahkan di Facebook.

Kerentanan dan Kesadaran akan Anonimitas

Suatu peristiwa psikologis yang mendalam terjadi ketika seseorang mencari jawaban dari pertanyaan yang sukar menggunakan media digital atau sosial. Mereka sering kali mau tampil lebih rentan dan transparan daripada melalui media lain (misalnya tatap muka atau telepon).

Dugaan kami adalah karena keyboard berfungsi sebagai semacam penghalang antara kita dan dunia, bahkan ketika kita melakukan live chat dengan orang lain yang tidak dikenal. (Untuk melihat presentasi yang mengagumkan tentang fenomena ini, lihat: An Anthropological Introduction to YouTube).

Kemudahan Pencarian

Google telah mengubah kehidupan kita secara mendasar. Mungkin, dahulu Google berawal sebagai cara mudah mencari informasi. Akan tetapi, ketika pencarian mulai menjadi bentuk pertanyaan-pertanyaan eksistensial -- misalnya "Siapakah Yesus?" -- Anda dapat melihat bahwa "googling" kini sudah memiliki makna peranan baru.

Hal ini membuat kemudahan pencarian menjadi kebutuhan mendesak di dunia masa kini. Dengan menciptakan konten yang baik dan menggunakan teknik search engine optimization (SEO), Anda dapat menaruh Kabar Baik begitu dekat dengan pencarian global.

Penginjilan Tidak Langsung

Khususnya pada tahap menabur, sangat penting untuk diingat bahwa konten Anda tidak perlu secara eksplisit bernuansa penginjilan. Faktanya, Anda bisa berpendapat bahwa sebagian besar penjangkauan digital dan sosial pada tahap menabur seharusnya tidak terang-terangan berupa penginjilan.

Contoh penginjilan tidak langsung ialah Mom Blogger dengan pelanggan sangat banyak, yang tidak menginjili secara terbuka, tetapi tidak dapat disangkal dia adalah orang Kristen, dan pada kesempatan-kesempatan tertentu mengunggah konten kristiani. Atau, bintang reality show televisi yang jelas-jelas menunjukkan imannya dengan cara yang menawan.

Berbagai Platform

Pada tahap menuai dan memuridkan, berbagai platform menyediakan berbagai sarana bagi kita untuk menjangkau orang dengan jumlah besar. Teknologi meliputi laman web, chat rooms, pesan singkat, video, kurikulum, lokasi, dan masih banyak lagi. Jesus.net hanya salah satu contoh. YesHeIs menyusun konten yang dapat di-repost oleh penggunanya di platform mereka masing-masing.

Pendekatan Open Source

Terlalu banyak bidang pelayanan menggunakan teknologi dan berbagai sarana dengan pola pikir yang egois. Mereka melihat ke dalam untuk membangun peralatan dan teknologi yang memadai tanpa mempertimbangkan apa yang ada di marketplace. Mereka tidak berbagi dengan pelayanan lainnya. Terlalu banyak sumber daya terbuang sia-sia dengan terus-menerus mengulang siklus, bukannya bekerja sama dan menggunakan teknologi yang sudah ada untuk mencapai tujuan.

Memanfaatkan Berita Dunia/Momen Budaya/Meme

Kita hidup di dunia tempat berita terhangat menarik perhatian dalam skala besar. Ketimbang berusaha merebut perhatian publik kepada kita, semestinya kita mempertimbangkan untuk memanfaatkan peristiwa-peristiwa dunia dan momen kultural yang ada untuk memberitakan Injil, khususnya pada tahap menabur dan menuai.

Misalnya, setelah penyanyi Miley Cyrus menampilkan performa yang tidak senonoh pada MTV Music Awards tahun ini, Focus on the Family (sebuah situs Kristen - Red.) merespons dengan menulis blog dari perspektif seorang ayah, pada Blog Dad Matters mereka. Dalam sehari, satu kiriman tersebut menghasilkan pengunjung dan perhatian lebih banyak daripada yang biasanya diterima blog dalam sebulan.

Dan, sebagai topik non-penginjilan, kiriman itu memberi kesempatan kepada Focus on the Family untuk menghadirkan suara menakjubkan yang dapat membuka percakapan yang mengarah pada Yesus.

Konten

Hari ini, konten yang berkualitas adalah raja -- hal itu menjadi pokok kesuksesan Anda dalam menjangkau dan memengaruhi orang pada media digital dan sosial. Kekristenan adalah kisah terbesar yang pernah diceritakan. Alkitab memberi kita konten tentang setiap isu terkait dengan kondisi manusia. Sebagai orang Kristen yang bijak dan kreatif, kita perlu berkomitmen untuk menciptakan dan membagikan konten penginjilan untuk ketiga tahap tadi: menabur, menuai, dan memuridkan. (t/Joy)

Download Audio

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Masterworks
Alamat situs : http://masterworks.com/2014/05/medias-role-in-the-gospel-and-evangelism/
Judul asli artikel : Media?'s Role in the Gospel and Evangelism
Penulis artikel : Dave Raley
Tanggal akses : 4 September 2017