Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereDoa Bagi Misi Dunia / Internasional Tahun 2007

Internasional Tahun 2007


Internasional (MNN) -- Isilah Natal dengan membeli hadiah Natal melalui Food for the Hungry`s Christmas Catalog. Matt berkata, "Natal membuka peluang untuk memberi sesuatu yang semua orang inginkan, yakni melayani dan membantu orang-orang miskin di seluruh dunia." Anda dapat berkunjung ke katalog itu guna mencari hadiah untuk diberikan kepada seseorang di luar negeri. Hadiah berupa mainan sampai perlengkapan sekolah ada dalam katalog itu. Mustahil mengirim hadiah seperti itu tanpa bantuan pihak ketiga seperti Food for the Hungry. Bahkan, Anda bisa menyertakan kartu pribadi untuk orang yang Anda beri hadiah. "Lebih baik memberi daripada menerima" adalah panggilan orang Kristen, terutama saat Natal. "Yesus meminta kita untuk mengasihi orang lain seperti kita mengasihi diri sendiri, dan saya rasa itu tidak hanya berarti bahwa kita harus memberi hadiah saat Natal, tapi lebih kepada bagaimana kita dapat melayani sesama di dalam nama-Nya. `Sesama` itu tidak lain adalah orang miskin dan mereka yang hidup di garis kemiskinan di seluruh dunia."

Diterjemahkan dari : Mission News, Oktober 2007
Kisah selengkapnya : http://www.MNNonline.org/article/10581

Pokok Doa

  • Doakan agar Food for the Hungry dapat menjadi saluran bagi orang-orang percaya untuk dapat meneladani dan memiliki sikap mengasihi terhadap sesama, seperti yang telah Yesus ajarkan.
  • Masih banyak orang yang mengalami kesusahan, yang membutuhkan pertolongan dan perhatian kita. Doakan agar dalam perayaan Natal ini, sebagai orang yang telah diselamatkan, kita memiliki kepedulian terhadap orang-orang yang membutuhkan pertolongan tersebut.

e-JEMMi 51/2007


Pengantar

Setiap tahun, World Watch List (WWL) menerbitkan daftar negara yang paling melarang kebebasan beragama, khususnya agama Kristen. Konsekuensi dari tidak adanya kebebasan beragama di negara-negara pada daftar tersebut adalah pembatasan/pelarangan praktik beribadah (khususnya orang Kristen). Jika melanggarnya, mereka akan mendapat sanksi berat, seperti pemenjaraan, penyiksaan, bahkan pembunuhan tanpa diadili.

Bagaimana cara WWL menentukan negara-negara mana yang masuk daftar paling melarang kebebasan beragama? WWL mendapatkan daftar tersebut dari hasil kuesioner yang berisi lima puluh pertanyaan yang khusus dirancang untuk mendapatkan informasi tentang berbagai aspek kebebasan beragama. Poin yang didapat dari setiap pertanyaan tergantung dari bagaimana pertanyaan itu dijawab. Jumlah total poin per negara menunjukkan posisinya dalam urutan WWL (the WWL ranking).

Berikut beberapa contoh pertanyaan dalam kuesioner tersebut.

  • Apakah undang-undang/hukum resmi negara tersebut memberikan kebebasan kepada rakyatnya untuk memeluk agama Kristen sesuai dengan kehendak mereka sendiri?
  • Apakah seseorang diizinkan secara hukum mempertobatkan orang ke agama Kristen?
  • Apakah orang Kristen dapat dibunuh karena iman mereka?
  • Apakah orang Kristen dapat dipenjarakan, dikirim ke kamp kerja paksa, atau bekerja di rumah sakit jiwa karena iman mereka?
  • Apakah orang Kristen memiliki kebebasan untuk mencetak dan membagikan literatur Kristen? Apakah penerbitan Kristen disensor atau dilarang di negara ini?
  • Apakah tempat pertemuan orang Kristen/rumah Kristen diserang karena motif anti-kekristenan?

Variasi kolom jawaban memberikan indikasi kepastian/kebenaran dari informasi yang didapat. Kadang informasi yang diberikan tidak lengkap atau tidak dapat dipastikan kebenarannya. Dalam hal seperti ini, variasi menjadi naik. Hasilnya, beberapa negara bisa mendapat urutan rendah (tidak masuk dalam daftar WWL) karena informasi yang lengkap tidak tersedia.

Berikut ini adalah sepuluh negara dalam daftar teratas WWL yang dirilis pada tahun 2007:

SEPULUH NEGARA TERATAS YANG PALING BANYAK DIANIAYA

  1. Korea Utara

    Selama lima tahun berturut-turut, Korea Utara menempati posisi teratas dalam daftar WWL -- negara-negara yang paling banyak menganiaya orang-orang Kristen. Pada tahun 2006, media menyoroti negara ini, namun tidak ada perubahan sikap dari orang-orang Korea Utara. Pada tahun yang sama pula, Korea Utara meluncurkan misil dan mengadakan percobaan senjata nuklir. Hal tersebut membuat situasi di negara ini semakin pelik.

    Kami menemukan informasi lain yang mengindikasikan bahwa ada lebih banyak orang Kristen yang ditangkap pada tahun 2005 sampai 2006. Masih ada banyak orang Kristen dipekerjakan di pos-pos perbudakan, dan setiap hari mereka mendapat perlakuan yang kejam. Sekitar 50.000 -- 70.000 orang Kristen mengalami penderitaan di penjara penampungan dan sebagian besar dari mereka dianiaya. Banyak orang terancam digantung karena melarikan diri ke Cina. Setelah melewati perbatasan, beberapa orang menerima Yesus setelah mereka bertemu dengan orang-orang Kristen. Orang Kristen yang baru saja lahir baru itu sangat berani dan memutuskan kembali ke Korea Utara untuk memberitakan Yesus kepada orang lain.

    Menganggap bahwa kekristenan dapat menjadi ancaman bagi negara tersebut, pemerintah Korea Utara memburu semua orang Kristen di seluruh negara, khususnya mereka yang mencoba kembali dari Cina. Banyak dari mereka yang ditangkap, dianiaya, dan bahkan dibunuh. Tetapi di tengah-tengah kekerasan itu, orang-orang Kristen setempat tetap mendedikasikan dirinya untuk melayani Tubuh Kristus di negara itu dan tetap bertahan kokoh selama masa penganiayaan yang tak kenal belas kasihan.

    Pokok Doa

    • Berdoalah agar Tuhan menguatkan orang-orang Kristen di Korea Utara yang mengalami berbagai aniaya agar imannya tidak goyah. Doakan juga agar Roh Kudus terus memberikan keberanian dan kebijaksanaan untuk memberitakan Injil kepada saudara-saudara mereka yang belum mengenal kasih Kristus.
  2. Arab Saudi

    Pada tahun 2006, kebebasan beragama di Arab Saudi, negara yang memegang kuat prinsip syariah, sangat menyedihkan. Empat orang Kristen asal Afrika Timur diserang dan dipenjara ketika menghadiri ibadah pada pertengahan tahun 2006. Setelah mereka ditahan lebih dari sebulan dengan kondisi teraniaya, akhirnya mereka dipulangkan ke negara asal mereka. Menurut laporan, mereka tidak diberitahu secara formal apa kesalahan mereka. Namun begitu, keempat orang tersebut diduga keras telah "mengkhotbahi orang-orang setempat, membuka gereja-gereja, dan mengajak pria dan wanita untuk berdoa bersama."

    Dalam agama syariah yang sangat ketat, kemurtadan (pindah ke agama lain) dapat dijatuhi hukuman mati. Ibadah agama lain yang dilakukan di masyarakat, dilarang. Meski anggota kerajaan bersikeras berpendapat bahwa orang-orang Kristen dapat beribadah secara bebas di rumah mereka, pada praktiknya tidaklah demikian. Jumlah keseluruhan orang Kristen yang dipenjara tahun lalu lebih rendah daripada tahun 2005, di mana pada tahun itu, sebanyak tujuh puluh orang Kristen asing dipenjara. Angka tersebut menunjukkan adanya sedikit penurunan dalam jumlah keseluruhan orang Kristen asing yang dipenjara.

    Pokok Doa

    • Berdoalah secara khusus bagi pemerintah Arab Saudi agar benar-benar memberi kebebasan kepada orang-orang Kristen untuk beribadah sesuai dengan keyakinan iman mereka. Doakan juga untuk mereka yang berbalik dari agama lama dan menjadi Kristen. Biarlah tantangan yang datang tidak menyurutkan semangat untuk menyatakan kebenaran Kristus.
  3. Iran

    Agama resmi di Iran menerapkan hukum dan aturan ketat sesuai dengan tafsiran resmi dari hukum syariah. Sejak partai konservatif memenangkan pemilihan umum pada tahun 2004, kebebasan beragama memburuk.

    Situasi bertambah buruk setelah tokoh partai konservatif terpilih menjadi presiden pada tahun 2005. Agama Kristen memang diakui sebagai agama minoritas yang kebebasan beragamanya dijamin, tetapi menurut laporan, beberapa orang Kristen dipenjara, dianiaya, dan mengalami diskriminasi karena iman mereka. Beragam komunitas Kristen yang ketahuan menggunakan bahan-bahan literatur dan media lain untuk menyebarkan iman kepercayaan mereka di antara kelompok mayoritas, menjadi target operasi mereka.

    Dalam setidaknya delapan insiden yang diketahui, beberapa orang yang berbalik menjadi pengikut Kristus ditangkap dan ditahan selama beberapa minggu sebelum mereka dibebaskan. Dalam banyak kasus, mereka dipaksa membayar uang jaminan dalam jumlah yang besar dan diberitahu bahwa kasus mereka tetap dibuka untuk sewaktu-waktu bisa disidangkan lagi. Dalam hukum Iran yang sangat ketat mengenai kemurtadan, orang yang berpindah keyakinan akan diperhadapkan pada hukuman mati. Kabar baiknya, seorang mantan kolonel yang dinyatakan bersalah karena meninggalkan keyakinannya dan memutuskan untuk menerima Yesus, dibebaskan setelah dipenjara selama dua tahun.

    Pokok Doa

    • Bersyukur untuk seorang mantan kolonel yang berbalik menjadi Kristen dan sekarang telah dibebaskan. Kiranya ini boleh menjadi kesaksian yang menguatkan mereka yang sedang mengalami aniaya. Doakan agar di tengah kondisi kebebasan beragama di Iran yang semakin memburuk, Tuhan ikut campur tangan menjaga orang-orang Kristen yang berada di Iran.
  4. Somalia

    Somalia tidak memiliki peraturan perundang-undangan atau ketetapan hukum untuk melindungi kebebasan beragama. Agama resmi negara mereka sangat dihormati di masyarakat, khususnya di beberapa wilayah di negara ini. Banyak daerah menyelesaikan konflik dengan memanfaatkan aturan-aturan yang terbentuk dalam masyarakat, baik itu aturan sekular, arbitrasi tradisional berdasar suku, atau hukum syariah. Kurang dari satu persen etnis Somalia beragama Kristen dan mempraktikkan iman mereka dengan diam-diam.

    Pada permulaan Juni 2006, ibu kota Mogadishu jatuh ke tangan aliansi milisi agama masyoritas setelah mereka berperang selama empat bulan melawan aliansi panglima perang. Hukum syariah diberlakukan di ibu kota. Pada akhir tahun, milisi agama mayoritas digulingkan dari pemerintahan transisi militer. Munculnya dewan agama masyoritas merupakan kabar buruk untuk sekelompok kecil orang Kristen yang berada di Somalia.

    Meski sulit untuk menghubungkannya dengan keadaan politik tahun lalu, setidaknya enam orang Kristen dibunuh karena iman mereka pada tahun 2006 di Somalia. Sebagian besar dari mereka dibunuh setelah ketahuan bahwa sebelumnya mereka dari agama mayoritas. Seorang biarawati asal Italia dibunuh, mungkin karena pernyataan yang dibuat oleh Paus Benedictus XVI ketika mengutip kata-kata dari abad pertengahan mengenai kekerasan dalam agama mereka. Beberapa anak pengungsi Somalia Kristen di Kenya diculik oleh kerabatnya yang beragama mayoritas, dan dimasukkan ke institusi mereka di Somalia untuk direhabilitasi.

    Pokok Doa

    • Doakan umat Kristen di Somalia yang mendapat tekanan dan ancaman dari pihak-pihak tertentu, kiranya mereka terus setia dan mempertaruhkan hidupnya pada Allah yang memelihara mereka. Doakan juga anak(-anak) pengungsi Somalia yang diculik dan direhabilitasi agar Tuhan melindunginya dan biarlah Roh Kudus terus mengingatkan kasih Kristus dalam hidup mereka.
  5. Maladewa

    Di kepulauan Maladewa, agama resmi negara harus menjadi agama semua warga negaranya. Hukum syariah harus dipatuhi, di mana ada larangan untuk berpindah ke agama lain. Jika ada orang yang berpindah agama, orang tersebut dapat kehilangan kewarganegaraannya. Praktik agama lain selain agama mayoritas, dilarang. Larangan itu dianggap sebagai alat penting pemersatu bangsa dan pemelihara otoritas negara. Jadi, saat ini sangat tidak mungkin untuk membuka beberapa gereja, meskipun orang asing diizinkan untuk mempraktikkan agama mereka secara pribadi, asalkan mereka tidak mengajak masyarakat setempat untuk ikut-ikutan.

    Alkitab dan bahan-bahan Kristen tidak boleh masuk ke negara ini tanpa keterangan bahwa semua itu hanya untuk digunakan secara pribadi. Di negara ini -- salah satu negara di dunia yang paling kurang terjangkau oleh Injil -- hanya ada sedikit orang lokal yang Kristen. Kalaupun ada, mereka benar-benar mempraktikkan iman mereka secara diam-diam.

    Sampai tahun 2006, tidak ada kebebasan beragama di Maladewa. Bersyukur karena faktanya kami menerima empat laporan tahun ini mengenai orang percaya yang mau tinggal dalam waktu yang cukup lama di Maladewa. Informasi kami untuk negara ini lebih akurat karena posisi negara ini dalam daftar kami sedikit meningkat. Kami juga mengetahui adanya penangkapan seorang penduduk lokal Kristen yang telah berumur. Ia kemudian dikirim ke sebuah pusat rehabilitasi medis. Hal ini terjadi pada bulan Agustus 2006.

    Pokok Doa

    • Doakan agar Injil dapat disebarluaskan di negara yang masih sangat kurang diinjili ini. Doakan orang-orang percaya yang bersedia hidup di Maladewa, biarlah perlindungan Tuhan menyertai mereka dan Injil bisa disebarkan. Berdoalah juga agar Tuhan menyediakan literatur maupun bahan-bahan kekristenan yang dibutuhkan.
  6. Yaman

    Perundang-undangan Yaman menjamin kebebasan beragama, tetapi juga mengumumkan bahwa agama mayoritas memberlakukan hukum syariah sebagai sumber perundangan. Pemerintah Yaman memberikan kebebasan beragama bagi orang asing, tetapi warga negara Yaman tidak diperbolehkan untuk memeluk agama Kristen atau agama lainnya. Jika diketahui ada penduduk lokal yang meninggalkan keyakinannya, mereka dapat dikenai hukuman mati.

    Selama tahun lalu, beberapa orang yang mengikuti ajaran Kristen ditangkap dan dianiaya karena iman mereka. Setidaknya satu orang dipaksa untuk meninggalkan kekristenan, sampai akhirnya ia menyerah dan meninggalkan kekristenan. Kejadian-kejadian itu dan fakta bahwa kami menerima lebih banyak informasi mengenai keadaan orang-orang Kristen di Yaman membuat posisi negara ini sedikit meningkat dalam daftar WWL.

    Pokok Doa

    • Doakan orang-orang Kristen yang berada di Yaman, yang mengalami aniaya dan tekanan karena iman mereka kepada Kristus, supaya mereka dapat bertahan di tengah situasi yang sangat menekan ini. Doakan juga agar Injil Kristus dapat menjangkau wilayah ini dengan cara-cara terbaik.
  7. Bhutan

    Secara resmi, tidak ada agama Kristen di sana dan orang-orang Kristen tidak diizinkan berdoa atau beribadah di negara itu. Pemerintah juga melarang persekutuan orang-orang Kristen yang melibatkan beberapa keluarga. Visa para misionaris yang akan masuk ke negara ini ditolak. Banyak anak-anak Kristen dapat bersekolah, namun mereka mendapatkan perlakuan diskriminasi di sekolah mereka. Banyak orang Kristen yang tidak dapat masuk ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi ketika ketahuan bahwa mereka beragama Kristen.

    Diskriminasi juga merupakan persoalan utama bagi orang-orang Kristen yang bekerja dalam pemerintahan. Ada juga banyak kasus di mana orang Kristen dicabut haknya untuk bekerja dalam pemerintahan karena imannya.

    Mendatangkan bahan-bahan keagamaan tidak diperbolehkan dan hanya bahan-bahan dari ajaran mayoritas saja yang boleh masuk ke negara ini. Masyarakat dipaksa mengikuti ajaran-ajaran mayoritas. Gangguan dan tekanan dari orang-orang fanatik, khususnya di daerah yang nilai-nilai agamanya sangat kuat, adalah penyebab utama adanya keprihatinan atas orang-orang Kristen.

    Orang-orang percaya tidak hanya mengalami tekanan dari pemerintah setempat, tetapi juga dari golongan pendeta mayoritas dan kadang-kadang mereka dianiaya.

    Pada tahun 2006, ada dua orang percaya lokal yang dipenjara, tapi dibebaskan pada akhir Juli. Pada bulan Desember 2006, sang raja (yang telah berjanji untuk memakai sistem demokrasi sebagai sistem pemerintahan negara Himalaya ini) mengundurkan diri dan digantikan oleh anaknya. Terlalu dini untuk mengatakan bahwa anaknya akan menepati janji ayahnya.

    Pokok Doa

    • Doakan agar melalui pergantian kepemimpinan di Bhutan, janji untuk mempraktikkan sistem demokrasi dapat terwujud dan kebebasan memeluk agama bagi penduduk setempat dapat direalisasikan. Berdoalah untuk orang-orang Kristen yang mengalami diskriminasi (baik di pemerintahan maupun di sekolah-sekolah) supaya diberi kekuatan Tuhan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang ada.
  8. Vietnam

    Vietnam merupakan salah satu negara di dunia yang masih menganut sistem komunis. Meskipun peraturan perundang-undangan memberikan kebebasan beragama, rezim ateis mencoba mengendalikan agama secara ketat dengan sistem pendaftaran wajib. Banyak gereja memilih untuk tidak mendaftarkan diri karena ada sejumlah aturan tak masuk akal yang ditetapkan pemerintah bagi gereja-gereja dan orang-orang percaya yang mendaftar. Dari waktu ke waktu, pemerintah Vietnam melakukan operasi dan menutup gereja-gereja, khususnya di Central Highlands.

    Pada tahun 2006, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, mengeluarkan Vietnam dari daftar negara yang membutuhkan perhatian (Countries of a Concern, CPC) dan memberikan sejumlah data untuk mendukung keputusan itu. Informasi yang ada pada data-data itu kebanyakan mengenai gereja-gereja yang terdaftar di kota-kota besar. Tim kami yang ada di sana melaporkan bahwa wilayah dengan suku minoritas hampir tidak mengalami kemajuan. Penangkapan yang sewenang-wenang, penahanan, dan denda masih terjadi di sana-sini.

    Pada bulan-bulan menjelang sidang APEC di Hanoi bulan November 2006, Vietnam mencoba memperbaiki citra diri mereka -- membebaskan beberapa orang Kristen, dan jumlah kasus penganiayaan agama di negara ini menurun. Setelah pertemuan itu terselenggara dan Vietnam berhasil mencapai tujuannya untuk diakui WTO, orang-orang Kristen itu dipenjara lagi.

    Pada bulan November 2006, Solidaritas Umat Kristen Sedunia (Christian Solidarity Worldwide) menerbitkan dokumen pemerintah (dalam bentuk buku panduan) yang berisi catatan-catatan untuk "mengatur, membatasi, dan menghalangi pertumbuhan Protestanisme di daerah pegunungan barat daya, dengan pura-pura memberikan kebebasan beragama". Karena laporan yang masih baru tersebut, kami menjadi sangat berhati-hati dalam menyimpulkan keadaan kebebasan beragama di Vietnam. Namun, kami pikir, kami bisa menyatakan sekarang bahwa pemerintah Vietnam sangat pintar berpura-pura dalam menghargai hak-hak manusia dan kebebasan beragama, dan bahwa negara-negara Barat terlalu terburu-buru menerima apa yang mereka perlihatkan. Karena kenyataannya hak asasi manusia dibedakan dalam banyak aspek, dan penganiayaan terhadap pemeluk agama masih sering terjadi di wilayah terpencil, sekarang bukan waktunya untuk duduk dan bersantai. Pada Januari 2007, Human Rights Watch melaporkan hasil penyelidikan mereka atas Vietnam, dan menyatakan bahwa tidak ada peningkatan hak asasi manusia di negara ini.

    Pokok Doa

    • Doakan aparat pemerintahan di Vietnam agar mau membuka diri dan tidak hanya berpropaganda memberi kebebasan beragama, tapi benar-benar mempraktikkannya. Doakan juga agar ada kesaksian yang hidup dari orang-orang Kristen yang dianiaya dan dipenjarakan karena iman mereka. Biarlah melalui kesaksian mereka, nama Tuhan dimuliakan.
  9. Laos

    Laos merupakan sebuah negara komunis, seperti Vietnam dan Cina. Peraturan perundang-undangan memberi kebebasan beragama. Namun, oleh karena tidak adanya peraturan hukum dan peraturan undang-undang yang spesifik yang mengatur keagamaan, aparat pemerintahan menafsirkan dan menerapkan peraturan perundang-undangan itu sekehendak mereka sendiri.

    Pemerintah Laos membatasi kekristenan dan menekan orang-orang percaya. Pemerintah Laos membatasi jumlah gereja dan secara rutin menutup gereja-gereja, khususnya yang berada di pedesaan. Gereja di Laos mengalami tekanan dan pengawasan dari para penyembah arwah, pengawasan dalam segala tingkat pemerintahan, dan kendali sosial. Masih ada banyak kegiatan yang tidak memiliki izin, dan gereja tampaknya bertumbuh meski dianiaya.

    Dilaporkan bahwa pada tahun 2006, situasi umat Kristen di sana membaik: penganiayaan yang terjadi, tidak sekejam dan sebrutal yang terjadi sebelumnya. Tahun ini, tidak ada laporan mengenai orang Kristen yang dibunuh karena iman mereka. Namun, pemerintah Laos masih menahan puluhan orang Kristen karena iman mereka. Kabar baiknya, gereja Katolik dapat menahbiskan seorang pendeta untuk pertama kalinya dalam kurun waktu tiga puluh tahun terakhir.

    Pokok Doa

    • Doakan umat Kristen dan gereja di Laos yang mendapat tekanan dan aniaya dari pemerintah setempat, supaya mereka tetap mengasihi orang-orang yang telah menganiaya mereka. Doakan agar pertumbuhan yang dialami gereja di sana memberi dampak positif bagi masyarakat Laos.
  10. Afganistan

    Afganistan merupakan negara republik. Di negara ini tidak terdapat gereja dan jumlah orang Kristen hanya 0,01%. Setelah dikuasai oleh golongan radikal, negara ini sekarang ada di bawah pemerintahan koalisi. Di negara ini masih banyak terjadi tindakan anarki dan pemerintah pusat tidak mengendalikan seluruh negara. Kekerasan masih sering terjadi karena golongan radikal masih aktif dan sering melakukan perlawanan.

    Undang-undang yang mengatur kebebasan beragama masih ditentang karena hukum syariah adalah hukum negara ini. Meskipun ada jaminan kebebasan beragama bagi orang nonmayoritas, kelompok mayoritas sering melanggar hukum mereka sendiri. Oleh karena itu, orang-orang Kristen harus sangat berhati-hati. Orang-orang asing dipenjara dan biasanya dipulangkan ke negara asalnya.

    Penduduk lokal Afganistan yang meninggalkan keyakinannya dan mengikuti Kristus sering mendapat tekanan dari keluarga mereka dan masyarakat sekitar untuk kembali ke agama lama. Orang yang menjadi Kristen akan terus-menerus mengalami aniaya dan intimidasi, pukulan, kehilangan pekerjaan, dan bahkan dipenjara. Penangkapan di antara orang Kristen menunjukkan kerasnya hidup sebagai orang Kristen karena dianggap murtad. Mereka kadang dibebaskan setelah kondisi kejiwaannya dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk menjalani persidangan. Pemberitaan media mengenai kasus seperti ini mengungkapkan penangkapan dan penganiayaan orang-orang Kristen Afganistan yang semakin menjadi-jadi.

    Pokok Doa

    • Doakan umat Kristen di Afganistan, khususnya mereka yang saat ini memutuskan untuk menerima dan mengikuti ajaran Kristus, supaya iman mereka kepada Kristus tetap teguh bagai batu karang. Doakan juga agar pemerintah dan golongan mayoritas mengakui keberadaan agama Kristen dan memberikan kebebasan kepada mereka untuk beribadah. (t/Novita)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Open Doors
Judul artikel : WWL: Focus on the Top Ten
Penulis : Tidak dicantumkan
Alamat URL : http://sb.od.org/index.php?

e-JEMMi 48/2007



Ada beberapa pilot yang sedang berlatih di New Tribes Mission. Tim dari New Tribes berkata, "Biasanya kami hanya melatih dua atau tiga orang dalam satu tahun ajaran. Namun dua tahun terakhir ini, kami bisa melatih hingga enam pilot. Kini kami sedang melatih enam orang pilot dan kami berharap tahun depan pun demikian." Butuh waktu delapan sampai sembilan bulan untuk menyelesaikan pelatihan tersebut, namun untuk mengirim pilot yang benar-benar terlatih ke ladang misi, dibutuhkan delapan sampai sembilan tahun. Kurangnya sumber daya pilot dapat membuat proyek-proyek misi terancam gagal. "Kami telah berusaha selama 2 -- 3 tahun mengadakan dan menjalankan pelatihan untuk pilot misionaris. Sulit sekali; banyak faktor yang menyebabkan kesulitan itu. Dalam situasi itu, setidaknya kami harus menarik para misionaris yang bertugas di suatu suku karena kami tidak memiliki pilot yang dapat mengantar mereka bepergian dengan aman," tandasnya.

Diterjemahkan dari : Mission News, Agustus 2007
Berita selengkapnya : http://www.MNNonline.org/article/10272

Pokok Doa

  • Berdoa untuk enam pilot yang saat ini sedang berlatih di New Tribes Mission. Biarlah Tuhan terus membentuk dan menambahkan mereka dengan kemampuan yang dibutuhkan sebagai seorang pilot yang handal.
  • Berserulah terus kepada Tuhan untuk mengirimkan lebih banyak anak-anak-Nya untuk terjun dalam pelayanan udara ini mengingat keberadaan mereka sangat dibutuhkan untuk pelayanan misi yang sulit dijangkau dari darat.

e-JEMMi 44/2007



"Kami berharap bisa mencetak seluruh Alkitab dalam waktu lima tahun dari sekarang." Itulah yang dikatakan David dari World Bible Translation Center (WBTC) mengenai proyek Alkitab ERV (Easy-To-Read Version) dalam bahasa Swahili yang dimulai sejak Juli 2007 lalu. Beberapa pejabat pemerintah di Afrika Timur mempertimbangkan untuk menjadikan bahasa Swahili sebagai bahasa resmi negara. "Salah satu tujuan kami menerjemahkan Alkitab dalam bahasa ini tidak hanya untuk membuat alat penjangkau orang-orang yang tidak memiliki latar belakang kekristenan yang kuat, tapi juga karena para ahli bahasa menganggap bahasa Swahili akan berpengaruh pada perkembangan Afrika pada tahun-tahun mendatang," tambah David. Meski WBTC telah menyebarkan Alkitab ERV dalam bahasa Inggris, versi bahasa Swahili akan lebih banyak menjangkau orang-orang di sana. David berkata bahwa mereka membutuhkan dukungan.

Diterjemahkan dari : Mission News, Juli 2007
Berita selengkapnya : http://www.MNNonline.org/article/10191

Pokok Doa

  • Doakan agar Alkitab ERV dalam bahasa Swahili di Afrika dapat segera terwujud. Doakan agar tim penerjemah dapat konsisten dalam mengomunikasikan Injil ke dalam bahasa Swahili. Kiranya penyertaan Tuhan ada bersama dengan tim penerjemah dari awal hingga akhir.
  • Doakan pula agar pelayanan penerjemahan Alkitab yang dilakukan WBTC dapat menjangkau setiap orang yang belum mengenal kebenaran. Berdoalah agar Tuhan memberi kecukupan dana dan SDM bagi proyek ini.

e-JEMMi 39/2007



Saat ini, wabah HIV/AIDS terus membinasakan seluruh generasi. Menurut World Health Organization (WHO), sebelas ribu orang terkena virus yang mematikan itu setiap harinya. Dale dari Worldwide Christian Schools mengatakan bahwa mereka merespons keadaan itu dengan kurikulum berbasis Injil, terutama yang diperuntukan bagi anak-anak umur sekolah dasar. "Sekolah-sekolah Kristen tidak dapat memalingkan muka dari masalah ini. Kita harus ada di garis depan, bahkan dengan membuat kurikulum yang benar-benar masuk akal dari perspektif seorang `anak yang utuh`, dari perspektif `manusia utuh`: tubuh, jiwa, dan roh," ujar Dale. Dengan nama Hope for Today`s Generation, kurikulum ini diharapkan bisa memberi dampak bagi lebih dari lima juta anak dan keluarganya. Kurikulum ini juga telah diterima dengan baik, sampai-sampai Dale mengatakan bahwa ruang lingkup pelayanan mereka meluas. "Tujuan kami adalah menerjemahkannya ke dalam bahasa Perancis saat edisi kedua telah selesai dikerjakan pada awal tahun 2008. Lalu kurikulum itu akan tersedia dalam bahasa Perancis, juga Afrika. Jadi sebenarnya, itulah yang rindu kami lakukan."

Diterjemahkan dari : Mission News, Agustus 2007
Berita selengkapnya : http://www.MNNonline.org/article/10166

Pokok Doa

  • Berdoa bagi Worldwide Christian Schools dalam usahanya yang ingin memberi dampak bagi masyarakat umum, dimulai dari anak-anak, agar lebih waspada terhadap bahaya penyakit HIV/AIDS.

  • Doakan tim pembuat kurikulum sekolah dasar yang memasukkan usaha-usaha pencegahan penularan HIV/AIDS bagi anak-anak sekolah agar dapat menyelesaikan edisi kedua. Doakan juga agar penerjemahan kurikulum tersebut ke dalam bahasa Perancis dapat segera diselesaikan.

e-JEMMi 37/2007



GE Healthcare dan International Aid baru saja mengumumkan kerja sama yang sangat baik. Myles dari International Aids mengatakan bahwa GE menyumbangkan peralatan medis yang masih layak pakai dan International Aid yang menyalurkannya. "Mereka ingin memastikan bahwa peralatan itu sampai ke tangan orang-orang yang tahu cara menggunakannya dan kami akan memberikan suku cadang dan pelatihan mengenai cara memperbaiki peralatan itu jika mengalami kerusakan. Sebagai gantinya, GE memilih kami untuk menjadi penampung alat-alat medis itu, dan mengirimkannya ke daerah-daerah yang sulit dijangkau." Kami mengirim peralatan medis ke sebuah rumah sakit di Korea Utara bulan ini. Tidak ada orang yang pergi ke Korea Utara, tapi karena kami memunyai peralatan itu, kami diundang untuk berpartisipasi dengan mereka untuk mengatasi masalah TBC." Myles menjelaskan tujuan mereka yang lebih besar. "Tujuan kami adalah membantu organisasi-organisasi yang juga melayani demi kebesaran nama Tuhan. Kami akan menggunakan peralatan itu sebagai bentuk pelayanan untuk menjangkau masyarakat di sana. Semakin banyak peralatan yang dibawa ke sana, semakin banyak jiwa yang akan terjangkau."

Diterjemahkan dari : Mission News, Juli 2007
Berita selengkapnya : http://www.MNNonline.org/article/10045

Pokok Doa

  • Berdoa untuk GE Healthcare dan International Aid yang bekerja sama menyalurkan alat-alat medis ke negara-negara lain yang masih sulit dijangkau. Biarlah usaha ini dapat membuka peluang terjalinnya komunikasi antarnegara.

  • Doakan agar tujuan rohani kerja sama ini dapat tercapai pula, yaitu nama Tuhan boleh dikenal di masyarakat penerima bantuan.

e-JEMMi 34/2007



Pertanyaan yang sekarang sangat memegang peranan penting dalam pelayanan WordWinds International adalah, "Mengapa kita harus menciptakan ulang?" Dari tujuh ribu bahasa di dunia, baru tersedia Alkitab dalam 422 bahasa. Kenyataan ini memberikan misi yang jelas untuk WordWinds. JA dari WordWinds menjelaskan tentang kepercayaan akan pekerjaan mereka, "Kami tidak harus mengirim misionaris, seperti organisasi-organisasi penerjemah Alkitab lainnya. Kami bekerja berdampingan dengan organisasi-organisasi penerjemah Alkitab yang sudah mengirim utusannya ke lapangan atau yang sudah memiliki orang lokal dari negara yang dituju. Kami banyak menemukan proyek-proyek yang sebenarnya sedang betul-betul macet atau yang tidak jalan karena kekurangan dana." Tim WordWinds bekerja di Amerika untuk menumbuhkan kesadaran akan kebutuhan-kebutuhan dari proyek-proyek tersebut, sekaligus mengumpulkan dana untuk membuat proyek-proyek itu bisa berjalan terus dan tidak macet. Seperti saat ini, WordWinds sedang memberi perhatian ke Brazil dan melihat pertumbuhan yang menggembirakan di sana. "Kami bekerja bersama untuk organisasi Wycliffe Bible Translators. Kami juga sedang mengarahkan perhatian ke India dan satu lagi di Pakistan."

Diterjemahkan dari : Mission News, Juli 2007
Berita selengkapnya : http://www.MNNonline.org/article/10067

Pokok Doa

  • Misi WordWinds untuk menjadi penopang bagi organisasi-organisasi penerjemah Alkitab perlu mendapat dukungan agar proyek-proyek penerjemahan Alkitab di berbagai negara tidak lagi macet.
  • Berdoalah untuk organisasi-organisasi penerjemahan Alkitab yang saat ini sedang macet dan memerlukan bantuan. Kiranya WordWinds bisa menolong supaya pelayanan bisa berjalan terus.

e-JEMMi 31/2007



Kapal rumah sakit swasta terbesar di dunia, Africa Mercy, telah berhasil menyelesaikan "pelayaran uji cobanya" sehingga dapat melaksanakan pelayaran resminya menuju Afrika. Kapal yang dulunya adalah "kapal api" Danish ini diubah menjadi kapal medis terbaik yang menghabiskan dana 30 juta poundsterling. Kapal ini direncanakan akan bertolak dari Inggris pada awal bulan Mei dengan membawa empat ratus kru relawan yang akan memberikan perawatan medis gratis, menyediakan tempat penampungan, bantuan kebutuhan hidup (uang, pakaian, pangan) dan program pengembangan komunitas untuk para korban perang di Liberia. Africa Mercy adalah kapal keempat yang dioperasikan oleh Mercy Ships, sebuah lembaga pelayanan internasional, yang telah menghabiskan lebih dari 350 juta poundsterling untuk pelayanannya sejak berdiri pada tahun 1978. Statistik menunjukkan lembaga ini telah memberikan perawatan medis untuk lebih dari 200.000 jiwa melalui klinik medis di pedesaan, menjalankan lebih dari 26.000 operasi bedah, 162.000 perawatan gigi, serta merampungkan lebih dari 800 proyek pembangunan, pertanian, dan proyek pengembangan air.

Sumber: Mercy Ships, News Bytes, April 2007

Pokok Doa

  • Bersyukur untuk kapal Africa Mercy dan empat ratus kru relawan yang membantu program perawatan medis gratis. Berdoalah agar Tuhan memberikan semangat dan dana yang cukup bagi Mercy Ships untuk terus menjalankan program ini.
  • Doakan agar program perawatan medis ini dapat dipakai Tuhan untuk menjangkau mereka yang membutuhkan, khususnya penduduk Afrika yang tinggal di daerah-daerah yang jauh dari fasilitas pengobatan.

e-JEMMi 25/2007



Lima belas organisasi yang melayani gereja-gereja teraniaya, mengadakan pertemuan di Amsterdam, Belanda pada bulan Maret lalu, dan membentuk suatu jaringan yang diberi nama Religius Liberty Partnership. Tujuannya adalah mengoordinasi upaya-upaya untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebutuhan gereja-gereja teraniaya dan pelayanan organisasi, serta berdoa bersama. Anggotanya meliputi Open Doors, Voice of the Martyrs, Christian Solidarity International, Christian Solidarity Worldwide, World Evangelical Alliance, dan sekitar sepuluh lembaga serupa lainnya. "Ini merupakan peristiwa bersejarah, karena untuk pertama kalinya, kesepuluh organisasi ini berkumpul bersama dan bergandengan tangan," kata Johan dari World Evangelical Alliance. "Pemenang yang sesungguhnya adalah saudara-saudara kita yang menderita. Perkembangan ini juga memberikan sinyal positif kepada gereja dunia mengenai semangat persatuan yang ada dalam pertemuan di Amsterdam itu," tambahnya.

Sumber: Assist News Service, Maret 2007

Pokok Doa:

  • Mari mendukung pengoordinasian semua lembaga Kristen yang terbeban untuk melayani gereja-gereja teraniaya dalam doa. Berdoalah agar pertemuan di Amsterdam tersebut mengefektifkan pelayanan mereka.
  • Doakan juga agar gereja-gereja sedunia memiliki semangat yang sama untuk menolong gereja-gereja teraniaya. Biarlah semangat ini juga bisa ditularkan kepada seluruh jemaat, sehingga jemaat pun bisa berbagian di dalamnya.

e-JEMMi 20/2007



THE AMERICAN TRACT SOCIETY -- IDE KREATIF UNTUK MEMBAGIKAN BERITA PASKAH

American Tract Society (ATS), sebuah yayasan Amerika yang memproduksi dan menjual traktat, memiliki lebih banyak ide kreatif untuk tahun ini. Dalam rangka perayaan Paskah mereka mengadakan program membuat beberapa paket traktat yang berfokus menjelaskan isi Injil. Traktat-traktat tersebut bisa dibagikan selama kebaktian di gereja-gereja, selama melakukan pelayanan atau di pintu rumah-rumah yang mereka lalui. Fern dari ATS berkata, banyak orang suka membeli traktat-traktat tersebut untuk dibagi-bagikan. Khususnya untuk anak-anak karena mereka sangat terbuka untuk mengetahui berita Injil melalui kisah-kisah Paskah yang telah mereka ketahui. Ide kreatif ini memberi kesempatan kepada orang-orang percaya untuk lebih berani membagikan makna Paskah yang sesungguhnya dengan cara yang belum pernah terpikirkan oleh mereka sebelumnya. Mereka bisa memberikan paket traktat tersebut kepada tetangga mereka atau anak-anak di sekitar mereka.

[Sumber: Mission Network News, Maret 2007

Kisah selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/9688]

Pokok Doa:

  • Berdoa untuk American Tract Society yang menyediakan traktat-traktat untuk dibagikan selama masa Paskah. Kiranya makna Paskah bisa diterima oleh orang-orang yang menerima paket traktat tersebut.
  • Berdoalah bagi pemberitaan kabar kasih Kristus dalam masa paskah. Biarlah Kabar Baik ini bisa sampai kepada mereka yang membutuhkannya.

e-JEMMi 14/2007



HERE`S LIFE INNER CITY`S -- KESEMPATAN MENGABARKAN INJIL MELALUI TAS PASKAH

Sebuah tas yang sederhana bisa menjadi alat untuk membawa seluruh anggota keluarga datang kepada Kristus. Dengan memanfaatkan momen Paskah tahun ini, Here`s Life Inner City`s akan membagikan 29 ribu tas yang berisi makanan untuk anak-anak yang membutuhkan. Ted dari Here`s Life Inner City`s mengatakan bahwa tas-tas itu merupakan langkah awal tindakan nyata bagi orang-orang Kristen yang memedulikan sesamanya untuk menjalin hubungan sebagai sesama. Dari situ, keluarga ini dapat mulai ditolong untuk memenuhi kebutuhan fisik, emosional, dan spiritual sehingga sedikit demi sedikit mereka bisa keluar dari lingkaran kemiskinan yang membelenggu mereka. Seorang wanita telah membawa beberapa orang datang kepada Kristus melalui "gelang keselamatan" yang dimasukkan ke dalam tas-tas ini. Ted mengatakan bahwa gereja dapat menggunakan cara-cara lain sesuai dengan kepentingan pelayanan gereja itu. Misalnya, cara menyelipkan "gelang" dalam tas Paskah dapat menjadi alat yang sangat berpengaruh untuk memperkenalkan Kristus. Konsep keseluruhannya adalah untuk menolong gereja-gereja yang ada di komunitas padat penduduk untuk selama waktu tertentu (misalnya, 24 jam) menjangkau orang-orang miskin di sekitar mereka.

[Sumber: Mission Network News, Maret 2007

Kisah selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/9677]

Pokok Doa:

  • Doakan Her`s Life Inner City`s yang akan melakukan pelayanan besar dengan membagikan tas-tas yang berisi makanan. Biarlah kasih Tuhan tersalur kepada mereka yang membutuhkan bantuan makanan selama masa Paskah ini.
  • Doakan tindak lanjut dari pelayanan ini dengan menolong memenuhi kebutuhan spiritual orang-orang yang telah mendapat tas-tas Paskah.

e-JEMMi 14/2007



HARI AIR SEDUNIA 22 MARET

Setiap hari, setidaknya ada 13 ribu orang yang meninggal karena kekurangan air minum yang bersih dan sehat. Living Water International (LWI) mengundang Anda untuk melakukan sesuatu di hari istimewa tanggal 22 Maret, yang ditetapkan sebagai Hari Air Sedunia. LWI meminta Anda untuk mendoakan 1,1 milyar orang yang kekurangan air bersih. LWI juga meminta Anda untuk menjadikan air sebagai satu-satunya minuman Anda pada tanggal 22 Maret itu sehingga Anda dapat mengirimkan bantuan dana. Dengan demikian, LWI dapat mendirikan lebih banyak lagi gereja yang didasarkan pada program air bersih ini. Bantuan dana tersebut tidak hanya akan membantu mereka menyediakan air secara fisik saja, namun juga Air Kehidupan yang hanya bisa didapatkan di dalam Yesus Kristus.

[Sumber: Mission Network News, Maret 2007
Untuk info selengkapnya:http://www.MNNonline.org/article/9710 ]

Pokok Doa:

  • Doakan pelayanan Living Water International dalam penggalangan dana yang akan dipakai untuk menyediakan air bersih, khususnya bagi mereka yang hidup di daerah-daerah yang sulit mendapatkan air bersih dan sehat.
  • Berdoalah agar Hari Air Sedunia ini dapat menjadi salah satu kesempatan untuk menjangkau orang-orang yang membutuhkan Air Kehidupan Yesus Kristus.

e-JEMMi 12/2007


Bob dari Wycliffe Bible Translators memberi kita kabar terbaru tentang perkembangan Visi 2025. "Visi 2025 adalah suatu rencana untuk melihat suatu kemajuan penerjemahan Alkitab dalam setiap bahasa komunitas yang akan diperlukan sampai tahun 2025 nanti," jelas Bob. Sejarah berharga selama 75 tahun telah menciptakan kemampuan untuk mendiskusikan bagaimana mereka bisa bekerja dalam beberapa proyek kelompok bahasa, dan bagaimana mereka bisa meraih tujuan mereka dengan berpikir di luar penerjemahan Alkitab tradisional. "Sudah ada 539 bahasa komunitas yang sudah mulai diterjemahkan sejak kami berkomitmen pada Visi 2025, yang mewakili sekitar 160 juta orang yang setidaknya sekarang memiliki akses untuk menerima firman Tuhan." Semua itu hanya masalah membangun kerja sama. Semakin luas dasarnya, semakin cepat kerjanya. Bob menambahkan, "Kami butuh sebanyak mungkin orang Amerika Utara untuk terlibat dalam penerjemahan Alkitab. Tuhan memang belum memanggil orang-orang Amerika Utara. Tapi fakta di lapangan menunjukkan bahwa semakin banyak orang di luar Amerika Utara dan di luar Eropa yang terlibat dalam penerjemahan Alkitab, yang menciptakan kapasitas yang benar-benar kami perlukan untuk meneruskan langkah yang sudah kami tempuh sekarang ini."

[Sumber: Mission Network News, Februari 2007]

Pokok Doa:

  • Bapa yang telah memberikan pelayanan dan Ia juga yang akan menyediakan para penggarap untuk mengerjakan pekerjaan di ladang dan menuai hasil tuaian. Marilah memohon kepada-Nya agar mengirim orang-orang Amerika Utara untuk turut berbagian dalam penerjemahan Alkitab.
  • Dukung dalam doa agar visi 2025 dapat tercapai dan Injil dalam berbagai bahasa memenuhi dunia sehingga semua suku bangsa memuji dan mengagungkan namanya.

e-JEMMi 10/2007



Kondisi geografis yang terisolir merupakan penghalang utama pengabaran Injil kepada suku-suku. Jika memungkinkan, barulah tim dan barang-barang perbekalan dibawa masuk. Dave dari New Tribes Mission (NTM) mengatakan bahwa inilah saatnya untuk mengganti kapal laut. Mereka berencana membeli pesawat terbang Kodiak, yang sebagian besar telah dibayar pada akhir tahun 2006. Pembelian ini dianggap penting karena, "Ketika Anda memasuki suatu daerah baru, diperlukan banyak usaha dan dana. Ini akan membantu Anda untuk mengatur lebih cepat dan Anda dapat lebih cepat mempelajari bahasa dan budaya sehingga Injil dapat lebih cepat disampaikan kepada orang-orang ini," demikian ujar Dave. Ia juga menyebutkan, donatur NTM memahami bahwa proyek tersebut membutuhkan efisiensi dan kebutuhan mendadak yang lain. "Kami bersyukur bahwa pesawat terbang ini berbahan bakar minyak tanah, yang bisa didapat dengan mudah di semua negara. Pesawat Cessna yang lama berbahan bakar gas AV, yang sangat sulit didapat. Bahkan hampir mustahil ditemukan di beberapa negara."

[Sumber: Mission Network News, Januari 2007]

Pokok Doa:

  • Untuk menjangkau daerah-daerah pedalaman dan memudahkan akses, para misionaris, NTM melengkapi pelayanan mereka dengan pesawat. Naikkan syukur atas pesawat yang sudah ada. Berdoalah bagi rencana NTM untuk membeli pesawat Kodiak, doakan juga agar dana yang dibutuhkan untuk membeli pesawat baru tercukupi.

  • Doakan pilot-pilot NTM, petugas mekanik, dan petugas lain yang terlibat dalam perawatan pesawat. Mohonkanlah keselamatan dan ketelitian dalam mengoperasikan dan merawat pesawat yang dipercayakan kepada mereka.

e-JEMMi 06/2007



Kathy dari Operation Moblization (OM) mengatakan bahwa mereka berharap meluncurkan kapal ketiga di tahun 2007. Tapi pengabdian Logos Hope tidak akan untuk sementara waktu. "Kami memperkirakan kapal itu tidak akan mendukung pekerjaan penginjilan untuk saat ini. Kini, Logos Hope masih berada di galangan kapal dan akan di bawa ke galangan kapal lain di mana pengerjaannya akan diselesaikan. Penyelesaiannya akan memakan beberapa bulan, bahkan setahun." Kathy menambahkan bahwa antara pengumpulan dana dan waktu yang dibutuhkan untuk mengubah kapal untuk kepentingan OM, semua itu merupakan perjalanan yang panjang. Meskipun demikian, ketika kapal ini siap, Logos Hope akan menampung lima ratus orang yang sebagian besar melakukan perjalanan misi jangka pendek. "Kapal ini merupakan kapal feri dari Kepulauan Farrow yang dapat mengangkut orang-orang dan mobil-mobil mereka. Sekarang mereka ada di aula, di mana film JESUS atau The Passion bisa dilihat dalam bahasa lokal. Akan ada aula-aula untuk melangsungkan konferensi; kedai kopi di mana orang-orang bisa duduk dan berbagi iman mereka; semua itu merupakan tambahan bagi toko buku kami yang besar yang menjadi pintu masuk bagi kami di banyak negara karena buku-buku bagus yang kami bawa." Sekarang mereka siap untuk pelayanan pada pertengahan tahun 2007.
[Sumber: Mission Network News, Januari 2007]

Pokok Doa:

  • Sebelumnya, OM sudah memiliki dua buah kapal misi, Logos dan Doulos. Mari bersyukur atas kapal-kapal misi yang telah ada dan telah Tuhan pakai untuk mendukung pemberitaan Injil-Nya kepada bangsa-bangsa. Berdoalah agar kapal yang ketiga ini, Logos Hope dapat segera selesai dan membawa pekerja-pekerja-Nya mengabarkan Injil.
  • Berdoalah agar segala sesuatu yang diperlukan untuk penyelesaian kapal misi Logos Hope dapat terpenuhi.

e-JEMMi 02/2007