misionaris

Mengapa Misi Tetap Merupakan Pekerjaan Penting

Membaca pesan teks dari putri saya, seorang mahasiswi keperawatan berusia 21 tahun, membuat saya bingung: "Mereka menempatkan saya di ICU COVID hari ini, tetapi berita lainnya adalah saya mendapatkan nilai 98 untuk makalah saya." Sambil merayakan pencapaiannya (bersama dengan suntingan tata bahasa saya untuk makalahnya!), saya benar-benar khawatir tentang risiko peker

Enam Mitos Umum Tentang Misi

Orang Kristen Injili berkomitmen untuk menyebarkan kabar baik tentang Yesus Kristus sampai ke ujung bumi. Itu amanat bagi kita. Selama dua ribu tahun, orang Kristen telah melintasi budaya yang tidak sempurna untuk membawa kabar baik ini. Dan, saat ini ada orang percaya yang berasal dari lebih banyak bahasa dan bangsa daripada sebelumnya.

Misionaris Asing di Indonesia

Indonesia telah menjadi ladang pekerjaan misi semenjak abad ke-16. Hal itu terjadi seiring dengan kedatangan pedagang-pedagang Portugis ke wilayah nusantara untuk mencari rempah-rempah. Maluku menjadi wilayah pertama yang menghasilkan petobat baru, dengan dibaptisnya orang Katolik pertama, Kolano Mamuya (seorang kepala kampung), beserta seisi kampungnya setelah menerima pemberitaan Injil dari Gonzalo Veloso pada tahun 1534. Lalu, terjadilah gelombang kedatangan biarawan-biarawan Fransiskan dan Fransiskus Xaverius untuk menginjili Kepulauan Ambon, Saparua, dan Ternate. Indonesia Timur, dengan demikian, menjadi wilayah Indonesia yang pertama-tama mengenal terang keselamatan dari Tuhan. Sebagai dampak dari hal tersebut, Indonesia Timur saat ini menjadi wilayah yang memiliki jumlah populasi dengan angka kekristenan tertinggi di Indonesia. Kemudian, setelah VOC, yang dikuasai oleh golongan Protestan, memukul mundur kekuasan Portugis di Indonesia, gereja Katolik dilarang berkarya di berbagai wilayah, kecuali di wilayah Flores dan Timor, yang tidak termasuk dalam wilayah VOC.

Misi Itu tentang Perkataan ataukah Perbuatan?

Generasi kita menjadikan keadilan sosial sebagai fokus misi. Akan tetapi, apakah kita sudah melupakan Yesus?

Saya benar-benar menyukai sebuah kolom artikel yang ditulis oleh Brad Greenberg (dari The God Blog) beberapa minggu yang lalu dalam kolom Houses of Worship di Wall Street Journal. Tulisan itu, dengan judul Bagaimana Misionaris Kehilangan Kereta Pertempuran Api Mereka, membahas tentang tren dalam misi Kristen beberapa tahun belakangan ini ?├Â?├º?? sangat terlihat adanya pergeseran di antara para penginjil yang lebih muda dari pemberitaan dan pengajaran, menjadi melakukan banyak pekerjaan yang berorientasi pada keadilan sosial sebagai pelayanan misi. Pergeseran yang tadinya berfokus pada perkataan sekarang berfokus pada perbuatan.

Tiga Cara untuk Mendoakan Para Misionaris

Para misionaris membutuhkan dukungan doa dari Anda. Saat ini juga, ada orang-orang yang bekerja bagi Tuhan di tempat-tempat yang sulit di setiap penjuru bumi ini, mereka berusaha menyebarkan Injil. Hasil dari upaya mereka itu sangat terkait erat dengan doa-doa yang ditujukan bagi mereka, dari orang-orang yang tidak berada di garis depan. Tentu saja, Allah kita adalah Allah yang berdaulat atas perkembangan pekabaran Injil, tetapi Ia tidak hanya merencanakan hasil akhir dari kehendak-Nya itu; Ia merencanakan bagaimana kehendak-Nya itu akan terlaksana, dan Ia memilih perkembangan pekabaran Injil melalui kuasa doa.

Subscribe to misionaris