Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereTokoh Misi / Tokoh Misi

Tokoh Misi


Florence Nightingale (1820 -- 1910)

Dua bayi perempuan dilahirkan di tengah keluarga William (W.E.N) dan Fanny Nightingale dalam suatu perjalanan panjang keliling Eropa. Parthenope, anak pertama, lahir di Napoli, Yunani. Putri kedua diberi nama sesuai dengan nama sebuah kota di Italia, tempat dia dilahirkan pada tanggal 12 Mei 1820: Florence.

Terpanggil Bagi Kaum Miskin: Kisah Singkat Pelayanan Bunda Teresa

"By blood, I am Albanian. By citizenship, an Indian. By faith, I am a Catholic nun. As to my calling, I belong to the world. As to my heart, I belong entirely to the Heart of Jesus."

Dr. C. Everett Koop -- Dokter Misionaris

Setelah bekerja selama tiga puluh tahun sebagai dokter bedah anak terkemuka, Dr. C. Everett Koop mendekati masa pensiun pada pertengahan tahun 1970-an ketika beliau memutuskan bahwa perjuangan melawan aborsi itu sepenting usaha menyelamatkan nyawa di meja operasi. Koop adalah seorang Kristen taat yang mencurahkan hasratnya dalam menentang aborsi ke dalam dua buku, lima film pendidikan, dan tur ceramah ke berbagai kota di negaranya. Gaya argumentasinya netral: dalam satu bagian film, Koop memandangi lautan boneka telanjang yang melambangkan janin-janin korban aborsi dan berkata, "Saya berdiri di Sodom, tempat terjadinya kejahatan dan kematian."

C.I. Scofield dan Central American Mission (CAM)

Pada dekade yang sama ketika A.B. Simpson menugaskan para misionaris ke seluruh penjuru bumi, ada seorang warga negara Amerika yang sedang meletakkan dasar kerja untuk kesaksian Injil di Amerika Tengah. C.I. Scofield bukanlah penginjil pertama yang menangkap visi untuk melayani Amerika Tengah. Pada akhir tahun 1880-an Amerika Tengah menarik perhatiannya, akan tetapi pada saat itu, hanya ada "satu orang saksi Injil berbahasa Spanyol" yang ada di wilayah itu, berdasarkan penuturan ahli sejarah CAM (Central American Mission). Para misionaris Amerika yang melakukan penginjilan di sebagian wilayah dunia telah melupakan "wilayah tetangga" mereka! Dengan mendasarkan strateginya pada prinsip misionaris yang terdapat dalam Kisah Para Rasul 1:8, Scofield merasa yakin untuk memperbaiki yang kesalahan yang telah dilakukan: " ... di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria .... -- Amerika Tengah adalah wilayah terdekat yang belum pernah dijangkau oleh umat Kristen di Amerika dan Canada! Kami telah mengabaikan wilayah ´Samaria´!"

Marianna Slocum

Marianna dibesarkan di Philadelphia, di mana ia menyelesaikan kuliahnya untuk kemudian mengambil kursus di Sekolah Alkitab Philadelphia. Ayahnya adalah seorang profesor dan penulis yang produktif. Meski demikian, kecintaan Marianna pada bahasa dan menulis tampaknya memang muncul secara alamiah. Ketika baru mulai menjadi mahasiswi, ia merasa bahwa Tuhan menuntunnya untuk terlibat dalam pelayanan penerjemahan bahasa suku. Ketika lulus, ia mengikuti Camp Wycliffe dan bergabung dengan pelayanan Wycliffe Bible Translation pada musim panas tahun 1940. Tugas pertamanya adalah menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa suku Chol yang tinggal di ujung selatan wilayah Chiapas di Meksiko. Jarak wilayah tersebut hanya satu hari mendaki ke wilayah suku Tzeltal tempat Bill Bentley, seorang pemuda yang pernah dikenal Marianna di Camp Wycliffe, mengerjakan proyek terjemahan juga.

David Livingstone -- Mahasiswa Kedokteran

David Livingstone dilahirkan tahun 1813 di tengah-tengah situasi gencarnya Revolusi Industri di Inggris. Rumahnya terdiri atas satu ruangan berhadapan dengan pabrik pemintalan kapas -- pabrik tempat di mana ia bekerja empat belas jam sehari sejak usia sepuluh tahun. Meskipun demikian, hal itu tidak mengendurkan semangatnya untuk menuntut ilmu. Dia melanjutkan pendidikannya dengan mengikuti sekolah malam. Membagi waktu antara bekerja dengan belajar tidaklah mudah. Namun David bisa mengatasi kesulitan-kesulitan selama mengenyam pendidikan. Sambil bekerja, ia membaca buku-buku yang ditaruhnya di atas pemintal benang tempatnya bekerja. Ia mengalami pertobatannya di usia belasan tahun. Namun, karena keluarga tidak menganggap pendidikannya sebagai prioritas, maka dia baru memulai kuliahnya di Anderson`s College tahun 1836 di Glasgow. Dia belajar tentang misiologi dan pelayanan medis.

Anugerah Allah Bagi Kelasi yang Tidak Baik : John Newton

Sambil bergumul melawan ombak-ombak yang kuat dan puing-puing yang terapung-apung, John Newton berusaha berjalan sampai ke geladak "Greyhound", kapalnya. Di sana ia membantu agar pompa-pompa bekerja dan ikut serta membantu kelasi lainnya yang menimba air dengan kebingungan serta menyumbat bagian-bagian yang bocor.

Pada jam sembilan pagi semua bagian yang bocor itu telah dijejali selimut, sprei, serta kain-kain yang ditahan oleh papan-papan yang dipaku di atasnya. Laut itu sedang mengganas dan kapal yang bocor itu terombang-ambing dengan hebat. Kelasi-kelasi harus mengikatkan diri ke geladak agar jangan terhempas keluar kapal.

Pdt.Yardin Djoi

Pdt. Yardin Djoi adalah bungsu dari 7 bersaudara yang lahir 36 tahun yang lalu dari keluarga seorang pendeta yang sederhana di dusun Sulewana, Kec. Tentena, Kab. Poso, Sulawesi Tengah. Sejak duduk di kelas dua Sekolah Dasar, ia selalu menjawab akan menjadi pendeta apabila ditanya tentang cita-cita dan harapannya sesudah dewasa nanti. Beliau pernah sebanyak empat kali melamar untuk menjadi guru agama Kristen di berbagai sekolah negeri, setelah menyelesaikan Sekolah Pendidikan Guru Agama (1988), karena satu dan lain hal, semua lamarannya tidak pernah mendapat tanggapan yang jelas dan positif. Selama empat tahun ia pernah bekerja sebagai buruh lepas demi mengumpulkan uang untuk melanjutkan ke Sekolah Teologi seperti yang dicita-citakannya.

Joseph Kam

Joseph Kam adalah seorang pekabar Injil yang memberikan darah segar kepada tubuh para jemaat di Maluku yang ditinggalkan terlantar sesudah bubarnya VOC di Indonesia pada tahun 1799. Oleh jemaat- jemaat di Maluku, Kam diberi gelar Rasul Maluku.

Kam dilahirkan pada September 1769. Ayahnya bernama Joost Kam, seorang tukang pangkas rambut, pembuat rambut palsu, dan pedagang kulit di s´Hertogembosch, Belanda. Kakeknya berasal dari Swiss, Peter Kam, namanya. Ia datang ke Belanda sebagai tentara sewaan dan di Belanda menikah dengan seorang gadis Belanda.

William Cameron Townsend


(Tokoh Penerjemah Alkitab pada Abad ke-20)

Salah seorang individu yang paling memberi pengaruh besar dalam gebrakan penerjemahan Alkitab pada abad ke-20 adalah William Cameron Townsend -- pendiri Wycliffe Bible Translators (WBT) dan Summer Institute of Linguistics (SIL). Cam Townsend adalah seorang pribadi yang berkeyakinan tinggi, dan memiliki sifat kepemimpinan yang tegas dalam kedua organisasi tersebut dan juga dalam memimpin JAARS (Jungle Aviation and Radio Service). Ketegasan itu seringkali mengakibatkan terjadinya kontroversi. Billy Graham menyebutnya sebagai "the greatest missionary of our time," dan pada saat kematiannya di tahun 1982, Ralph Winter (dari United States Center for World Mission) menempatkannya sebagai salah seorang misionaris yang paling menonjol selama dua abad terakhir ini -- sejajar dengan William Carey dan Hudson Taylor.