Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereTokoh Misi / Tokoh Misi

Tokoh Misi


David Livingstone -- Mahasiswa Kedokteran

David Livingstone dilahirkan tahun 1813 di tengah-tengah situasi gencarnya Revolusi Industri di Inggris. Rumahnya terdiri atas satu ruangan berhadapan dengan pabrik pemintalan kapas -- pabrik tempat di mana ia bekerja empat belas jam sehari sejak usia sepuluh tahun. Meskipun demikian, hal itu tidak mengendurkan semangatnya untuk menuntut ilmu. Dia melanjutkan pendidikannya dengan mengikuti sekolah malam. Membagi waktu antara bekerja dengan belajar tidaklah mudah. Namun David bisa mengatasi kesulitan-kesulitan selama mengenyam pendidikan. Sambil bekerja, ia membaca buku-buku yang ditaruhnya di atas pemintal benang tempatnya bekerja. Ia mengalami pertobatannya di usia belasan tahun. Namun, karena keluarga tidak menganggap pendidikannya sebagai prioritas, maka dia baru memulai kuliahnya di Anderson`s College tahun 1836 di Glasgow. Dia belajar tentang misiologi dan pelayanan medis.

Anugerah Allah Bagi Kelasi yang Tidak Baik : John Newton

Sambil bergumul melawan ombak-ombak yang kuat dan puing-puing yang terapung-apung, John Newton berusaha berjalan sampai ke geladak "Greyhound", kapalnya. Di sana ia membantu agar pompa-pompa bekerja dan ikut serta membantu kelasi lainnya yang menimba air dengan kebingungan serta menyumbat bagian-bagian yang bocor.

Pada jam sembilan pagi semua bagian yang bocor itu telah dijejali selimut, sprei, serta kain-kain yang ditahan oleh papan-papan yang dipaku di atasnya. Laut itu sedang mengganas dan kapal yang bocor itu terombang-ambing dengan hebat. Kelasi-kelasi harus mengikatkan diri ke geladak agar jangan terhempas keluar kapal.

Pdt.Yardin Djoi

Pdt. Yardin Djoi adalah bungsu dari 7 bersaudara yang lahir 36 tahun yang lalu dari keluarga seorang pendeta yang sederhana di dusun Sulewana, Kec. Tentena, Kab. Poso, Sulawesi Tengah. Sejak duduk di kelas dua Sekolah Dasar, ia selalu menjawab akan menjadi pendeta apabila ditanya tentang cita-cita dan harapannya sesudah dewasa nanti. Beliau pernah sebanyak empat kali melamar untuk menjadi guru agama Kristen di berbagai sekolah negeri, setelah menyelesaikan Sekolah Pendidikan Guru Agama (1988), karena satu dan lain hal, semua lamarannya tidak pernah mendapat tanggapan yang jelas dan positif. Selama empat tahun ia pernah bekerja sebagai buruh lepas demi mengumpulkan uang untuk melanjutkan ke Sekolah Teologi seperti yang dicita-citakannya.

Joseph Kam

Joseph Kam adalah seorang pekabar Injil yang memberikan darah segar kepada tubuh para jemaat di Maluku yang ditinggalkan terlantar sesudah bubarnya VOC di Indonesia pada tahun 1799. Oleh jemaat- jemaat di Maluku, Kam diberi gelar Rasul Maluku.

Kam dilahirkan pada September 1769. Ayahnya bernama Joost Kam, seorang tukang pangkas rambut, pembuat rambut palsu, dan pedagang kulit di s´Hertogembosch, Belanda. Kakeknya berasal dari Swiss, Peter Kam, namanya. Ia datang ke Belanda sebagai tentara sewaan dan di Belanda menikah dengan seorang gadis Belanda.

William Cameron Townsend


(Tokoh Penerjemah Alkitab pada Abad ke-20)

Salah seorang individu yang paling memberi pengaruh besar dalam gebrakan penerjemahan Alkitab pada abad ke-20 adalah William Cameron Townsend -- pendiri Wycliffe Bible Translators (WBT) dan Summer Institute of Linguistics (SIL). Cam Townsend adalah seorang pribadi yang berkeyakinan tinggi, dan memiliki sifat kepemimpinan yang tegas dalam kedua organisasi tersebut dan juga dalam memimpin JAARS (Jungle Aviation and Radio Service). Ketegasan itu seringkali mengakibatkan terjadinya kontroversi. Billy Graham menyebutnya sebagai "the greatest missionary of our time," dan pada saat kematiannya di tahun 1982, Ralph Winter (dari United States Center for World Mission) menempatkannya sebagai salah seorang misionaris yang paling menonjol selama dua abad terakhir ini -- sejajar dengan William Carey dan Hudson Taylor.

William Booth Mendirikan Bala Keselamatan (1865)

Sementara industri bertumbuh, perlakuan semena-mena terhadap kelas- kelas pekerja pun meningkat.

Inggris sedang bergerak dari kehidupan pertanian ke kehidupan yang berorientasi pabrik, dan daerah-daerah kumuh di London pun bertumbuh. Ribuan orang dari dusun membanjiri London, mencari pekerjaan, dan sering kali mereka tinggal serta bekerja dalam kondisi-kondisi yang amat buruk.

Gereja seharusnya menjadi pelopor pertama meringankan penderitaan, namun Gereja sendiri dalam keadaan kekurangan. Seperti di seluruh Inggris, London telah terbagi-bagi dalam jemaat-jemaat, garis-garis yang tidak pernah berubah berabad-abad lamanya. Meskipun penduduk kota kian bertambah, namun Gereja Inggris tidak mempunyai cukup persediaan untuk menambah kaum rohaniwan bagi gereja. Untuk membangun jemaat baru dibutuhkan undang-undang parlemen, yang prosesnya lamban dan panjang.

Rochunga Pudaite

Rochunga Pudaite adalah seorang misionaris yang sangat dihargai dan memberikan pengaruh besar di negara-negara Dunia Ketiga (Third World). Keterlibatan Ro memberikan dampak yang luas sekali bagi penerjemahan dan pendistribusian Alkitab. Perhatiannya bagi kelompok sukunya sendiri, Suku Hmar, dan juga bagi penginjilan dunia telah menuntunnya untuk melalui jalan-jalan panjang yang sulit dan seringkali mengecewakan dari sebuah desa terpencil di pedalaman hutan bagian timur laut India menuju Wheaton, Illinois. Di Wheaton inilah pelayanan misi dari Ro -- mendirikan Bibles for the World -- membangun kantor pusatnya.

Ralph Winter

Pelayanan misi adalah hidupnya. Namun bukan dia saja yang memiliki pelayanan misi, tetapi juga Roberta, istrinya -- yang menjadi partner sepadan dan sepenuh waktu dalam setiap pelayanannya, dan juga keempat putrinya bersama para suaminya. Semua keluarganya mendedikasikan hidup mereka dalam pelayanan misi. Ralph Winter adalah seorang motivator, innovator, ahli yang strategis dan penuh antusiasme. Banyak orang saat ini yang menyebut Ralph Winter sebagai seorang yang paling innovatif dan penuh visi dalam pelayanan misi.

Ralph Winter lahir di Los Angeles pada tahun 1924. Orang tuanya adalah pemimpin di gereja Presbiterian lokal, namun International Society of Christian Endeavor (yang sampai sekarang masih menjadi gerakan pemuda Kristen terbesar di dunia) memberikan pengaruh yang kuat dalam kehidupan keluarga ini, terutama dalam diri Ralph. Latar belakang Injili dan interdenominasi inilah yang mengakar kuat dalam diri Ralph di tahun-tahun ke depan.

Nate Saint -- Montir Pesawat Bagi Allah

Pentingnya kebutuhan akan pilot mekanik yang ahli telah menjadi kerinduan bagi para pekerja MAF di bulan-bulan pertama mereka merintis pelayanan misinya. Pesawat pertamanya yang jatuh mengakibatkan MAF untuk sementara menghentikan pelayanannya karena tidak ada seorang pun dari pilotnya yang mempunyai keahlian untuk memperbaiki kerusakan pesawat tersebut. Dia adalah Nate Saint yang diutus ke Meksiko untuk melakukan perbaikan yang diperlukan, dan akhirnya Nate Saint menjadi salah satu pilot mekanik yang paling ahli dan inovatif sepanjang sejarah pelayanan misi penerbangan. Meskipun pernah suatu saat muncul perasaan bahwa "menjadi montir pesawat bagi Allah merupakan suatu panggilan yang kurang bermutu", Nate dan para misionaris yang bergantung pada dia mulai menyadari pentingnya pelayanan mekanik yang mereka lakukan itu.

Martin Luther King, Jr.

"Saya mempunyai impian ...." Inilah seorang yang memiliki impian, dan ia telah menghabiskan seluruh hidupnya untuk mengejar impiannya dan menyerahkan nyawanya bagi impiannya tersebut.

Namanya ialah Martin Luther King, Jr., dan impiannya adalah bahwa "Keempat anak saya yang masih kecil pada satu hari akan hidup di dalam suatu bangsa, di mana mereka tidak akan dinilai dari warna kulit mereka tetapi dari kandungan karakternya ...." Kata-kata tersebut mengguncang Amerika. Martin Luther King Jr. dikenal sebagai Pembela Hak dan Martabat Manusia (HAM) tanpa kekerasan.

Martin Luther King, Jr., pendeta muda ini, dilahirkan pada tanggal 15 Januari 1929 dalam keluarga pendeta Baptis. Dia dididik di Morehouse College dan Crozer Theological Seminary. Dia meraih gelar Ph.D. dari Boston University. Pada tahun 1954 ia menjadi pendeta Gereja Baptis Dexter Avenue di Montgomery, Alabama.