Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

You are hereEditorial / Editorial

Editorial


Semangat untuk Menjadi Pelaku Firman

Salam hangat untuk semua Pembaca e-JEMMi,

Apa yang menjadi harapan dan impian Anda pada 2018 ini? Apakah menjangkau orang-orang bagi Kristus juga menjadi agenda Anda pada tahun ini? Memberitakan Kabar Baik tentang keselamatan yang dari Tuhan bukanlah pilihan. Apa pun peran dan pekerjaan yang kita jalani saat ini, kita masing-masing dipanggil untuk memberitakan Kabar Baik tentang Injil dan keselamatan kepada mereka yang belum mengenal-Nya.

Mengikuti Jejak Sang Misionaris Pertama

Mengikuti Jejak Sang Misionaris Pertama

Shalom,

Yesus adalah misionaris yang Allah utus ke dalam dunia untuk menggenapi janji keselamatan Allah bagi manusia. Ia tidak hanya datang untuk membuat mukjizat dan kesembuhan dalam pelayanan misi-Nya, tetapi terlebih untuk menyerahkan diri sebagai korban penebusan dosa manusia.

Menyalakan Semangat untuk Menjangkau

Shalom,

Amanat Agung adalah perintah Allah untuk umat-Nya. Allah memiliki hati untuk menjangkau mereka yang terhilang melalui kita umat-Nya. Karena itu, misi senantiasa menjadi jantung pelayanan bagi gereja dan orang-orang percaya. Apa pun pekerjaan dan profesi kita, masing-masing kita harus siap sedia mewartakan Injil-Nya, terutama berita keselamatan dalam Kristus bagi mereka yang belum percaya kepada-Nya. Namun, bagaimana menyalakan semangat menjangkau orang-orang yang masih terhilang, khususnya mereka yang berada di tempat yang belum terjangkau? Bagaimana gerakan misi dapat menjadi inti pelayanan gereja pada era modern ini?

Menjangkau Dunia Melalui Teknologi

Shalom,

Martin Luther mengungkapkan rasa syukurnya atas penemuan teknologi mesin cetak dengan mengatakan bahwa penemuan baru ini merupakan anugerah Tuhan yang tertinggi karena Kabar Baik akan dapat menjangkau lebih banyak orang. Martin Luther sangat memanfaatkan kemajuan teknologi bagi Kerajaan Allah. Bagaimana dengan kita saat ini?

Mendukung Tujuan Misi

Shalom,

Meski tidak semua orang terpanggil untuk menjadi misionaris sepenuh waktu, setiap orang percaya seharusnya tetap mengambil bagian dalam pelayanan misi. Bentuk keterlibatan yang paling banyak diberikan bagi pelayanan misi adalah dukungan doa dan dana. Selain itu sebenarnya masih ada cara lain yang juga bisa dilakukan, yaitu melakukan misi jangka-pendek. Paulus dalam suratnya kepada Jemaat di Filipi menyebutkan bahwa pelayanan misi jangka pendek bisa menjadi salah satu upaya untuk mendukung kegiatan misi.

Mendoakan Bangsa

DARI REDAKSI:

Mendoakan Bangsa

Panggilan untuk Memberitakan Injil

Shalom,

Sering kali, seseorang melawan ketidaknyamanan terhadap sesuatu dengan mengeluarkan banyak alasan yang akan membuatnya memiliki kesempatan untuk aman. Bagaimana dengan pemberitaan Kabar Baik bagi jiwa-jiwa terhilang? Apakah hal ini menjadi sesuatu yang nyaman bagi Saudara? Kebanyakan tidak sehingga kegiatan ini sering kali dihindari. Banyak sekali alasan yang akan diutarakan untuk menolaknya, mulai dari anggapan bahwa itu bukan bagiannya, bukan panggilan, sampai ada yang terus terang dan berkata, "Saya takut ditolak jika harus menyampaikan tentang kekristenan, apalagi menyampaikan Injil."

Persiapan Spiritual Bermisi

Shalom,

Ketika Nabi Yesaya menjawab pertanyaan Tuhan dalam Yesaya pasal 6, "Siapakah yang mau pergi untuk Aku?" saya yakin, dengan penuh kesiapan, Yesaya menjawab, "Ini aku, utuslah aku!" Yesaya mengetahui bahwa panggilan yang diterimanya berasal dari TUHAN yang hidup. Yesaya telah dipersiapkan oleh Tuhan sejak lama sebagai seorang yang hidup beriman kepada TUHAN, sampai pada suatu ketika Tuhan memberi panggilan melalui penglihatan khusus kepadanya.

Gerakan Masa Depan Misi

Shalom,

Bagaimana keadaan kegerakan misi pada 5 atau 10 tahun mendatang? Mengenai keadaan kekristenan mendatang, bisa kita lihat dari keadaan gereja dan kegerakan misi pada hari ini. Kegerakan misi Kristen terus bergerak di berbagai celah yang terbuka dalam banyak bidang. Sikap beberapa gereja yang mulai membuka mata menjadi faktor pendukung penting untuk mengerjakan misi dari Tuhan. Misionaris-misionaris muda terus dilatih dan dikirim menuju daerah-daerah yang begitu terpencil dan sulit dijangkau untuk mewartakan Kabar Baik.

Kematian yang Menggerakkan

Shalom,

Salib Kristus yang dipandang hina di Bukit Kalvari merupakan puncak tertinggi kasih Tuhan bagi manusia berdosa, paradoks yang Tuhan munculkan dalam sejarah peradaban manusia. Salib-Nya menjamin keberadaan Kabar Baik yang kekal bagi dunia, para pendosa beroleh kesempatan untuk menerima pengampunan total dari Tuhan yang hidup karena kasih-Nya yang begitu besar. Namun, penggenapan anugerah-Nya tidak berhenti ketika Ia mati. Melalui kebangkitan-Nya, setiap orang yang diampuni beroleh bagian kemenangan dalam kebangkitan Kristus.