Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereEditorial / Editorial

Editorial


Gerakan Masa Depan Misi

Shalom,

Bagaimana keadaan kegerakan misi pada 5 atau 10 tahun mendatang? Mengenai keadaan kekristenan mendatang, bisa kita lihat dari keadaan gereja dan kegerakan misi pada hari ini. Kegerakan misi Kristen terus bergerak di berbagai celah yang terbuka dalam banyak bidang. Sikap beberapa gereja yang mulai membuka mata menjadi faktor pendukung penting untuk mengerjakan misi dari Tuhan. Misionaris-misionaris muda terus dilatih dan dikirim menuju daerah-daerah yang begitu terpencil dan sulit dijangkau untuk mewartakan Kabar Baik.

Kematian yang Menggerakkan

Shalom,

Salib Kristus yang dipandang hina di Bukit Kalvari merupakan puncak tertinggi kasih Tuhan bagi manusia berdosa, paradoks yang Tuhan munculkan dalam sejarah peradaban manusia. Salib-Nya menjamin keberadaan Kabar Baik yang kekal bagi dunia, para pendosa beroleh kesempatan untuk menerima pengampunan total dari Tuhan yang hidup karena kasih-Nya yang begitu besar. Namun, penggenapan anugerah-Nya tidak berhenti ketika Ia mati. Melalui kebangkitan-Nya, setiap orang yang diampuni beroleh bagian kemenangan dalam kebangkitan Kristus.

Hati dan Pikiran untuk Bermisi

Shalom,

Tuhan melihat hati Anda, menelisik jauh sampai ke kedalaman batin Anda, dan tidak akan pernah ada yang tersembunyi di hadapan Tuhan. Banyak orang akan tertipu dan mencoba menipu diri, seolah memiliki kerinduan besar untuk melayani-Nya, yang mereka wujudkan dengan aktif dalam kegiatan di gereja. Memang, di satu sisi, melayani adalah hal yang ingin dilakukan oleh kebanyakan orang Kristen, dan gereja jelas akan mendukung mereka. Namun, jika tidak berhati-hati, pelayanan dalam gereja bisa membuat jemaat terlena untuk tidak melakukan Amanat Agung karena jemaat hanya diperlengkapi untuk melayani kegiatan dan program-program internal gereja.

Misi-Nya di Milenium Ketiga

Shalom,

Dalam perkembangan dunia saat ini, kita sedang dan akan terus melihat banyak kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Manusia semakin bergantung pada teknologi, nilai-nilai budaya tradisional mulai tergerus oleh gelombang kemajuan era digital ini. Begitu pun dengan kehidupan gereja dan aktivitasnya, mau tidak mau akan mengikuti perubahan zaman ini. Satu hal yang tinggal tetap adalah firman-Nya. Firman Tuhan tidak akan pernah berubah dari dahulu, sekarang, dan sampai selamanya. Agar tidak terseret oleh arus perubahan zaman, gereja harus berdiri di atas dasar firman Tuhan yang benar sehingga gereja sanggup beradaptasi dengan perubahan tersebut tanpa bergeser dari dasar firman Tuhan.

Panggilan untuk Memberitakan Injil

Shalom,

Sebelum memasuki tahun yang baru, banyak orang percaya yang berdoa kepada Allah agar makin jelas mendengar dan melakukan panggilan Tuhan dalam hidup mereka pada tahun yang baru. Secara khusus, banyak yang bergumul mengenai bagaimana melaksanakan Amanat Agung Tuhan. Hal ini penting karena Tuhan memberi mandat yang bernilai kekal, tidak ada tahun tanpa menggumuli hal ini. Memberitakan Kabar Baik kepada jiwa yang terhilang, jiwa yang berada dalam kegelapan, jiwa yang dicekam oleh iblis. Apakah Saudara sudah menggumulinya?

Kabar yang Dinanti

Shalom,

Motif Menginjil

Shalom,

Pekerjaan dan Misi

Shalom,

Ketika hadir dalam ibadah di gereja, kita sering mendengar perbincangan entah itu dalam sesi khotbah atau sekadar obrolan biasa bila "pekerjaan sekuler berbeda dengan pekerjaan/pelayanan". Ada gap besar di antara keduanya, seakan pelayanan rohani lebih baik daripada pekerjaan orang biasa.

Apakah Anda Peduli?

Shalom,

Ladang Tuhan begitu luas dan begitu banyak tuaian, sedang pekerja yang ada sangat terbatas, bahkan begitu sedikit. Jika kita mau membuka mata, kita akan melihat banyak dari utusan misi mulai lelah, menyerah dengan keadaan, bahkan undur dari panggilan, bukankah pekerja akan semakin sedikit dan pemberitaan Injil terhambat?

Pemuda dan Misi

Shalom,

Saya ingat pertama kali saya belajar untuk benar-benar berani memberitakan kabar sukacita yang telah saya imani adalah ketika saya masih menjadi seorang mahasiswa, hati yang begitu menggebu bagi Injil, karena masa-masa itu saya bertemu dengan banyak pemuda seusia saya yang memiliki api besar dalam pemberitaan Injil. Saya pun turut terbakar, dan sejak itu saya mulai belajar lebih baik dan bijak untuk memberitakan kabar baik bagi banyak jiwa.