Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

You are heree-JEMMi No. 05 Vol.21/2018 / Penginjilan: Suatu Tanda Kasih kepada Allah dan Sesama

Penginjilan: Suatu Tanda Kasih kepada Allah dan Sesama


e-JEMMi

DARI REDAKSI:

Penginjilan: Suatu Tanda Kasih kepada Allah dan Sesama

Apa bukti kasih kita kepada Allah? Dalam 1 Yohanes 5:2 dengan jelas dikatakan bahwa kita mengasihi Allah jika kita melakukan perintah-Nya. Dan, Amanat Agung adalah perintah yang Kristus berikan kepada kita. Ketika kita tidak melakukan apa yang menjadi amanat-Nya, bukan saja berarti kita tidak mengasihi Allah, tetapi sekaligus juga berarti bahwa kita tidak mengasihi sesama yang akan binasa. Dengan demikian, kita pun melanggar hukum kasih karena tidak mengasihi Allah dan sesama. Namun, kenyataan yang terjadi adalah gaung penginjilan malah terdengar semakin lemah dalam gereja dan di antara orang-orang percaya saat ini. Kita tidak lagi merasakan kepentingan untuk memberitakan Kristus dan anugerah keselamatan-Nya kepada mereka yang terhilang. Kasih kita menjadi semakin dingin terhadap Allah dan sesama. Apa yang menyebabkan hal ini? Mengapa sekarang orang percaya tidak lagi giat untuk melakukan misi dan penginjilan? Untuk lebih dalam mengulas hal ini, edisi e-JEMMi pada bulan Mei akan menyajikan artikel yang ditulis oleh Daniel Darling tentang mengapa orang-orang percaya tidak menginjili. Harapan kami, dengan membaca artikel ini, kita akan diingatkan kembali bahwa hidup orang-orang percaya memiliki misi, dan itu bukanlah untuk mengasihi diri dan tujuan-tujuan kita sendiri. Selamat membaca dan bermisi.


N. Risanti

Pemimpin Redaksi e-JEMMi,
N. Risanti