Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

You are hereEditorial / Editorial

Editorial


Generasi Yosua (Editorial Edisi 09-2013)

Shalom,

Sebagai pembuka edisi ini, redaksi menyajikan sebuah Renungan Misi yang berjudul "Generasi Yosua". Yosua sendiri adalah sosok pemimpin hebat yang menjadi panutan Bangsa Israel. Namun, sebelum menjadi seorang pemimpin yang hebat, ia terlebih dahulu menjadi pengikut Musa yang setia. Dari waktu ke waktu, ketaatannya kepada pemimpin, kerendahan hati, kepemimpinan, dan imannya kepada Allah terus meningkat. Ketika saatnya tiba, Musa menyerahkan kepemimpinan kepada Yosua dan ia siap untuk itu. Di sini, kita belajar bahwa untuk menjadi pemimpin yang baik, kita harus menjadi pengikut yang baik terlebih dahulu.

Menjadi Penyelundup Alkitab di Penjara (Editorial Edisi 08-2013)

Shalom,

Kita patut bersyukur karena hidup di negara yang memperbolehkan kita untuk bersekutu dengan saudara seiman dan membaca Alkitab dengan leluasa. Namun, ingatkah Anda bahwa masih banyak saudara-saudara kita di negara lain, yang tidak memiliki kebebasan seperti kita? BK adalah salah satu dari sekian banyak umat percaya, yang kebebasannya untuk bersekutu bersama umat percaya lain dan mengenal Tuhan melalui firman-Nya dibatasi. Namun, apakah kondisi tersebut membuat ia undur dari imannya kepada Kristus? Tidak. Ia tahu bahwa mengikut Kristus merupakan harta yang sangat berharga dalam hidupnya. Hal inilah yang mendorongnya giat dalam menyampaikan Kabar Baik kepada mereka yang belum percaya di negaranya. Semoga kesaksian hidupnya menguatkan kita semua. Tuhan Yesus memberkati.

Misi di Pulau Jawa 2 (Editorial Edisi 07-2013)

Shalom,

Pada masa pemerintahan Inggris, yang diwakili oleh Thomas Stamford Raffles, penyebaran Injil di Tanah Jawa tidak lagi dibatasi seperti pada pemerintahan Belanda. Pada saat itu, misionaris-misionaris, khususnya dari British Missionary Society, diizinkan untuk menyebarkan kekristenan dengan leluasa. Akan tetapi, keadaan itu tidak berlangsung lama. Ketika Belanda kembali menguasai Pulau Jawa, larangan menyebarkan Injil dengan alasan demi mempertahankan status quo pun muncul kembali. Namun, Tuhan selalu bekerja dengan cara-Nya yang ajaib. Ketika pintu-pintu pelayanan misi seakan tertutup, muncullah sebuah karya yang nantinya menjadi pilar yang menopang pelayanan misi di Pulau Jawa. Siapa hamba Tuhan yang menjadi alat-Nya? Dan, apa karyanya? Simaklah dalam artikel yang telah kami siapkan di edisi ini. Selamat membaca, Tuhan Yesus memberkati kita sekalian.

Misi di Pulau Jawa 1 (Editorial Edisi 06-2013)

Shalom,

Sejarah perkembangan kekristenan di Indonesia selalu menarik untuk disimak dan dipelajari. Dalam dua edisi pertama bulan ini, kami akan mengajak pembaca setia e-JEMMi untuk menyusuri sejarah penyebaran agama Kristen di Pulau Jawa, khususnya pada masa penjajahan Belanda dan Inggris. Seperti apa kondisi ladang misi yang harus dihadapi para misionaris pada saat itu? Dan, sejauh apa pengaruh kebijakan politis terhadap perkembangan pelayanan misi? Temukan jawabannya dalam artikel yang kami sajikan ini. Selamat membaca, Tuhan Yesus memberkati.

Sadhu Sundar Singh (Editorial Edisi 05-2013)

Shalom,

Siapa pun dapat dipakai Tuhan untuk melaksanakan rencana-Nya, tidak terkecuali anak-anak. Sundar Singh adalah salah satu tokoh misi yang dipakai Tuhan sejak ia masih kanak-kanak. Simaklah riwayat pelayanannya dalam kolom Tokoh Misi kali ini.

Campalagian di Indonesia (Editorial Edisi 04-2013)

Shalom,

Banyak orang yang belum percaya mengatakan bahwa pengurbanan Tuhan Yesus di kayu salib merupakan sebuah 'kebodohan'. Bagaimana mungkin Tuhan mau mati bagi manusia? Karena cinta-Nya yang begitu besar bagi manusia, Ia rela mengurbankan diri-Nya agar kita bisa selamat. Melalui renungan kali ini, kita akan belajar untuk melakukan perintah Tuhan, walaupun untuk melakukannya kadang kita harus mengurbankan sebagian dari kepentingan kita sendiri. Simak juga profil Suku Campalagian yang tinggal di Sulawesi Selatan. Selamat membaca.

Las Casas (Editorial Edisi 03-2013)

Shalom,

Penyebaran Injil dan humanisme tidak dapat dipisahkan. Sebab, dari pelayanan kepada masyarakatlah orang-orang dapat melihat kasih Yesus dalam diri penyebar Injil. Inilah yang dilakukan Las Casas, seorang Spanyol yang menjadi penasihat hukum gubernur daerah koloni di Meksiko, yang kemudian menjadi seorang misionaris. Ia melihat bahwa banyak kaum kolonial yang bertindak tidak manusiawi kepada orang-orang Indian. Ketika melihat hal ini, ia menentang kaum kolonial dan membela kasus orang-orang Indian itu. Seperti apa kisahnya? Silakan simak sajian yang telah kami persiapkan berikut ini. Tuhan Yesus memberkati.

Misi dan Antropologi 1 (Editorial Edisi 01-2013)

Shalom,

Pemahaman antropologi sangat membantu para utusan Injil dalam pelayanan mereka. Lalu, apa kontribusi dan implikasi antropologi bagi para utusan Injil yang melayani masyarakat dalam konteks sejarah dan budaya yang berbeda? Dalam e-JEMMi edisi 01, kita akan melihat sejauh mana antropologi membantu kita memahami berita Alkitab. Selamat menyimak, Tuhan Yesus memberkati.

Misi dan Antropologi 2 (Editorial Edisi 02-2013)

Shalom,

Mengintegrasikan sudut pandang teologis dan antropologis tentang manusia merupakan hal yang sangat penting karena jika kita hanya menitikberatkan pada satu sisi saja, maka dapat menimbulkan suatu konflik. Bagaimana agar keduanya bisa berjalan sinergis? Silakan menyimak artikel di bawah ini, yang juga merupakan lanjutan artikel dari edisi sebelumnya. Tuhan Yesus memberkati.

Kebajikan Bukan Milik Kita (Editorial Edisi 51-2012)

Shalom,

Adakalanya peristiwa dalam kehidupan membuat kita mengambil keputusan untuk "menutupi" cahaya yang kita miliki dari Kristus. Peristiwa-peristiwa yang menyisakan luka dalam hidup, sering kali mengaburkan pesan Allah untuk menjadi terang bagi dunia. Kita lebih memilih untuk menenggelamkan hidup dalam keterlukaan: menutup diri terhadap kebaikan orang lain dan juga tidak menyampaikan kebaikan kepada orang lain. Tetapi, tentu saja bukan demikian maksud ujian yang diizinkan Tuhan untuk kita hadapi. Mungkin kita pernah mengalami kepahitan hidup seperti yang terjadi pada tokoh dalam kesaksian berikut ini. Kiranya kesaksian ini dapat membuat kita mengambil keputusan yang benar, saat menghadapi masa-masa sulit dalam hidup kita. Selamat membaca.