Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereEditorial / Editorial

Editorial


Campalagian di Indonesia (Editorial Edisi 04-2013)

Shalom,

Banyak orang yang belum percaya mengatakan bahwa pengurbanan Tuhan Yesus di kayu salib merupakan sebuah 'kebodohan'. Bagaimana mungkin Tuhan mau mati bagi manusia? Karena cinta-Nya yang begitu besar bagi manusia, Ia rela mengurbankan diri-Nya agar kita bisa selamat. Melalui renungan kali ini, kita akan belajar untuk melakukan perintah Tuhan, walaupun untuk melakukannya kadang kita harus mengurbankan sebagian dari kepentingan kita sendiri. Simak juga profil Suku Campalagian yang tinggal di Sulawesi Selatan. Selamat membaca.

Las Casas (Editorial Edisi 03-2013)

Shalom,

Penyebaran Injil dan humanisme tidak dapat dipisahkan. Sebab, dari pelayanan kepada masyarakatlah orang-orang dapat melihat kasih Yesus dalam diri penyebar Injil. Inilah yang dilakukan Las Casas, seorang Spanyol yang menjadi penasihat hukum gubernur daerah koloni di Meksiko, yang kemudian menjadi seorang misionaris. Ia melihat bahwa banyak kaum kolonial yang bertindak tidak manusiawi kepada orang-orang Indian. Ketika melihat hal ini, ia menentang kaum kolonial dan membela kasus orang-orang Indian itu. Seperti apa kisahnya? Silakan simak sajian yang telah kami persiapkan berikut ini. Tuhan Yesus memberkati.

Misi dan Antropologi 1 (Editorial Edisi 01-2013)

Shalom,

Pemahaman antropologi sangat membantu para utusan Injil dalam pelayanan mereka. Lalu, apa kontribusi dan implikasi antropologi bagi para utusan Injil yang melayani masyarakat dalam konteks sejarah dan budaya yang berbeda? Dalam e-JEMMi edisi 01, kita akan melihat sejauh mana antropologi membantu kita memahami berita Alkitab. Selamat menyimak, Tuhan Yesus memberkati.

Misi dan Antropologi 2 (Editorial Edisi 02-2013)

Shalom,

Mengintegrasikan sudut pandang teologis dan antropologis tentang manusia merupakan hal yang sangat penting karena jika kita hanya menitikberatkan pada satu sisi saja, maka dapat menimbulkan suatu konflik. Bagaimana agar keduanya bisa berjalan sinergis? Silakan menyimak artikel di bawah ini, yang juga merupakan lanjutan artikel dari edisi sebelumnya. Tuhan Yesus memberkati.

Kebajikan Bukan Milik Kita (Editorial Edisi 51-2012)

Shalom,

Adakalanya peristiwa dalam kehidupan membuat kita mengambil keputusan untuk "menutupi" cahaya yang kita miliki dari Kristus. Peristiwa-peristiwa yang menyisakan luka dalam hidup, sering kali mengaburkan pesan Allah untuk menjadi terang bagi dunia. Kita lebih memilih untuk menenggelamkan hidup dalam keterlukaan: menutup diri terhadap kebaikan orang lain dan juga tidak menyampaikan kebaikan kepada orang lain. Tetapi, tentu saja bukan demikian maksud ujian yang diizinkan Tuhan untuk kita hadapi. Mungkin kita pernah mengalami kepahitan hidup seperti yang terjadi pada tokoh dalam kesaksian berikut ini. Kiranya kesaksian ini dapat membuat kita mengambil keputusan yang benar, saat menghadapi masa-masa sulit dalam hidup kita. Selamat membaca.

Bukti Profil Diri Yesus 2 (Editorial Edisi 50-2012)

Shalom,

Pada edisi sebelumnya, kita telah membahas salah satu atribut yang menunjukkan bahwa Yesus memiliki kesetaraan dengan Allah. Saat ini, kita mungkin telah mengantongi salah satu alasan mengapa Yesus dapat disejajarkan dengan Allah. Dengan sedikit menambahkan batasan dalam memikirkan tentang ke-Allah-an Yesus, edisi lanjutan kami kali ini masih membahas tentang atribut Yesus yang menunjukkan ke-Allah-an-Nya. Kiranya pengenalan kita akan jati diri-Nya yang sesungguhnya, semakin menguatkan iman kita kepada-Nya. Selamat membaca.

Bukti Profil Diri Yesus 1 (Editorial Edisi 49-2012)

Shalom,

Jati diri seseorang merupakan sebuah papan pemberitahuan yang menjelaskan siapakah orang tersebut. Dalam berinteraksi, sangat penting untuk membaca papan pemberitahuan tersebut, sehingga kita yakin orang seperti apakah yang sedang berinteraksi dengan kita itu. Demikianlah juga interaksi kita dengan Yesus. Yesus merupakan Tokoh fenomenal yang tidak lekang oleh waktu. Begitu hebatnya sosok Yesus ini sehingga eksplorasi terhadap jati diri-Nya dilakukan sepanjang waktu, baik oleh orang yang beriman kepada-Nya maupun yang tidak. Klaim kesetaraan-Nya dengan Allah selalu saja mengundang seseorang untuk menyelidiki kebenarannya. Mungkin kita sendiri juga pernah memiliki pertanyaan-pertanyaan tentang Yesus dalam pertumbuhan iman kita. Tentu saja, Allah tidak akan keberatan jika kita menyelidiki-Nya; semakin dalam kita menyelidiki, semakin dalam kita mengenal Dia. Apa sajakah yang membuat kita yakin bahwa Yesus memiliki kesetaraan dengan Allah sehingga kita beriman kepada-Nya? Apakah kita sudah benar-benar menemukan alasan yang membuat Yesus bisa disejajarkan dengan Allah? Kiranya artikel berikut dapat menolong kita menemukan alasan tersebut. Selamat membaca.

Melayu Brunei di Brunei (Editorial Edisi 48-2012)

Shalom,

Menyadari keberadaan kita sebagai wakil Allah di dunia, perlu diikuti dengan kesadaran bahwa kemurnian predikat tersebut akan melewati berbagai ujian. Kehidupan merupakan sebuah tes yang harus dijalani setiap orang dan hasil tes itulah, yang akan menentukan siapakah diri kita. Sebagai anak-anak Tuhan, setiap tes kehidupan yang akan kita kerjakan perlu kita cari jawabannya dalam firman Tuhan, sehingga kita tidak salah bertindak. Firman Tuhanlah yang akan membuat kita menjadi wakil Allah yang "siap menjawab" setiap tes yang diperhadapkan kepada kita. Pelayanan misi akan selalu menuntut kesiapan orang-orang yang terlibat di dalamnya, untuk siap sedia dengan segala kondisi yang dihadapi. Kiranya kita semua dapat menjadi utusan Kristus yang benar-benar teruji kualitas iman dan kasihnya. Selamat membaca.

Penglihatan Malam di Iran (Editorial Edisi 47-2012)

Shalom,

Setiap orang yang mencari Allah tidak akan pernah dikecewakan ketika ia melakukannya dengan sungguh-sungguh. Karena, Yesus sendiri telah berfirman bahwa setiap orang yang mencari akan mendapat, dan setiap orang yang mengetuk, baginya pintu dibukakan (Matius 7:7). Allah senang jika kita memiliki keinginan untuk mengenal-Nya. Jika kita sedang dalam masa pencarian, pengenalan, maupun penyelidikan tentang Allah, ingatlah janji Tuhan bahwa Ia akan memuaskan dahaga kita akan kebenaran; bahkan sekalipun kita bukan orang percaya. Kisah perjumpaan seorang wanita dengan Yesus dalam artikel kali ini, kiranya dapat menambah semangat kita untuk terus mencari Allah.

Terlibat dalam Misi 2 (Editorial Edisi 46-2012)

Shalom,

Sering kali, kita memiliki kerinduan yang besar untuk melayani Tuhan. Namun, karena kurang yakin pelayanan apa yang dapat kita lakukan, kita hanya melibatkan diri dalam banyak kegiatan gereja ataupun aksi-aksi sosial, yang kita anggap sebagai salah satu bentuk kepedulian gereja kepada masyarakat. Memulai sebuah pelayanan mungkin memang memerlukan sebuah alur yang akan meyakinkan kita pada panggilan pelayanan kita. Jika Anda merasa ladang misi adalah panggilan Anda, artikel berikut ini kiranya dapat menolong Anda untuk melangkah menuju panggilan pelayanan Anda. Selamat membaca.