Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

You are hereEditorial / Editorial

Editorial


Bukti Profil Diri Yesus 2 (Editorial Edisi 50-2012)

Shalom,

Pada edisi sebelumnya, kita telah membahas salah satu atribut yang menunjukkan bahwa Yesus memiliki kesetaraan dengan Allah. Saat ini, kita mungkin telah mengantongi salah satu alasan mengapa Yesus dapat disejajarkan dengan Allah. Dengan sedikit menambahkan batasan dalam memikirkan tentang ke-Allah-an Yesus, edisi lanjutan kami kali ini masih membahas tentang atribut Yesus yang menunjukkan ke-Allah-an-Nya. Kiranya pengenalan kita akan jati diri-Nya yang sesungguhnya, semakin menguatkan iman kita kepada-Nya. Selamat membaca.

Bukti Profil Diri Yesus 1 (Editorial Edisi 49-2012)

Shalom,

Jati diri seseorang merupakan sebuah papan pemberitahuan yang menjelaskan siapakah orang tersebut. Dalam berinteraksi, sangat penting untuk membaca papan pemberitahuan tersebut, sehingga kita yakin orang seperti apakah yang sedang berinteraksi dengan kita itu. Demikianlah juga interaksi kita dengan Yesus. Yesus merupakan Tokoh fenomenal yang tidak lekang oleh waktu. Begitu hebatnya sosok Yesus ini sehingga eksplorasi terhadap jati diri-Nya dilakukan sepanjang waktu, baik oleh orang yang beriman kepada-Nya maupun yang tidak. Klaim kesetaraan-Nya dengan Allah selalu saja mengundang seseorang untuk menyelidiki kebenarannya. Mungkin kita sendiri juga pernah memiliki pertanyaan-pertanyaan tentang Yesus dalam pertumbuhan iman kita. Tentu saja, Allah tidak akan keberatan jika kita menyelidiki-Nya; semakin dalam kita menyelidiki, semakin dalam kita mengenal Dia. Apa sajakah yang membuat kita yakin bahwa Yesus memiliki kesetaraan dengan Allah sehingga kita beriman kepada-Nya? Apakah kita sudah benar-benar menemukan alasan yang membuat Yesus bisa disejajarkan dengan Allah? Kiranya artikel berikut dapat menolong kita menemukan alasan tersebut. Selamat membaca.

Melayu Brunei di Brunei (Editorial Edisi 48-2012)

Shalom,

Menyadari keberadaan kita sebagai wakil Allah di dunia, perlu diikuti dengan kesadaran bahwa kemurnian predikat tersebut akan melewati berbagai ujian. Kehidupan merupakan sebuah tes yang harus dijalani setiap orang dan hasil tes itulah, yang akan menentukan siapakah diri kita. Sebagai anak-anak Tuhan, setiap tes kehidupan yang akan kita kerjakan perlu kita cari jawabannya dalam firman Tuhan, sehingga kita tidak salah bertindak. Firman Tuhanlah yang akan membuat kita menjadi wakil Allah yang "siap menjawab" setiap tes yang diperhadapkan kepada kita. Pelayanan misi akan selalu menuntut kesiapan orang-orang yang terlibat di dalamnya, untuk siap sedia dengan segala kondisi yang dihadapi. Kiranya kita semua dapat menjadi utusan Kristus yang benar-benar teruji kualitas iman dan kasihnya. Selamat membaca.

Penglihatan Malam di Iran (Editorial Edisi 47-2012)

Shalom,

Setiap orang yang mencari Allah tidak akan pernah dikecewakan ketika ia melakukannya dengan sungguh-sungguh. Karena, Yesus sendiri telah berfirman bahwa setiap orang yang mencari akan mendapat, dan setiap orang yang mengetuk, baginya pintu dibukakan (Matius 7:7). Allah senang jika kita memiliki keinginan untuk mengenal-Nya. Jika kita sedang dalam masa pencarian, pengenalan, maupun penyelidikan tentang Allah, ingatlah janji Tuhan bahwa Ia akan memuaskan dahaga kita akan kebenaran; bahkan sekalipun kita bukan orang percaya. Kisah perjumpaan seorang wanita dengan Yesus dalam artikel kali ini, kiranya dapat menambah semangat kita untuk terus mencari Allah.

Terlibat dalam Misi 2 (Editorial Edisi 46-2012)

Shalom,

Sering kali, kita memiliki kerinduan yang besar untuk melayani Tuhan. Namun, karena kurang yakin pelayanan apa yang dapat kita lakukan, kita hanya melibatkan diri dalam banyak kegiatan gereja ataupun aksi-aksi sosial, yang kita anggap sebagai salah satu bentuk kepedulian gereja kepada masyarakat. Memulai sebuah pelayanan mungkin memang memerlukan sebuah alur yang akan meyakinkan kita pada panggilan pelayanan kita. Jika Anda merasa ladang misi adalah panggilan Anda, artikel berikut ini kiranya dapat menolong Anda untuk melangkah menuju panggilan pelayanan Anda. Selamat membaca.

Terlibat dalam Misi 1 (Editorial Edisi 45-2012)

Shalom,

Banyak orang Kristen terpanggil dalam pelayanan misi ke berbagai daerah, bahkan sampai ke luar negeri. Tentu ada faktor pendorong yang sangat kuat, yang mampu "memindahkan" mereka ke tempat yang bahkan tidak mereka ketahui apakah ada jaminan keselamatan atas hidup mereka di sana atau tidak. Hal ini juga yang mendorong kami untuk menyajikan pembahasan tentang dasar-dasar pekerjaan misi. Dengan membaca artikel ini, kami berharap kita dapat mengetahui bagaimanakah Alkitab, khususnya PL, memandang pekerjaan misi ini. Selamat membaca.

Betawi di Indonesia (Editorial Edisi 44-2012)

Shalom,

Selain telah menerima anugerah keselamatan, setiap orang tebusan Kristus pun mendapat panggilan untuk menderita bagi Kristus. Sukacita karena telah diselamatkan oleh Kristus, tentunya menjadi berkat yang indah dalam hidup orang percaya. Namun, bagaimana jika penderitaan datang di tengah giatnya kita melayani Tuhan? Banyak respons berbeda muncul dari setiap orang percaya ketika menghadap penderitaan. Respons seperti apakah yang seharusnya orang Kristen miliki terhadap penderitaan? Bagaimanakah kita seharusnya memandang dan memosisikan diri dalam penderitaan? Dan, mengapa Allah mengizinkan penderitaan dialami anak-anak-Nya? Kiranya artikel berikut ini dapat menambahkan perbendaharaan "cara menghadapi penderitaan" dalam kehidupan kita. Selamat membaca.

Christian David dan Hans Egede (Editorial Edisi 43-2012)

Shalom,

Hans Egede dan Christian David adalah misionaris yang berasal dari dua negara berbeda. Hans Egede adalah misionaris senior dari Norwegia, sementara Christian David merupakan misionaris muda dari Moravia, Ceko. Meski berasal dari tempat yang berbeda, mereka berada dalam pelayanan yang sama, yaitu Tanah Hijau. Mereka memiliki cara yang berbeda dalam menyebarkan Injil kepada orang-orang Eskimo, sehingga mereka sering mengalami konflik. Namun, di tengah konflik itu, mereka masih saling memerhatikan ketika salah satu dari mereka mengalami kesusahan. Sesuatu yang menarik dan bisa kita pelajari. Selamat membaca.

Supremasi Allah dalam Misi Melalui Doa 2 (Editorial Edisi 42-2012)

Shalom,

Pada edisi 41 telah dibahas peranan doa dalam menghadirkan kuasa Allah untuk pelayanan misi. Sebagai kelanjutannya, pada edisi 42 ini kita akan melihat tokoh-tokoh misi yang melandaskan pengharapan mereka pada doa. Sebuah perjuangan tak kenal lelah, yang pada akhirnya melahirkan misionaris-misionaris baru, tentu sangat perlu untuk diteladani. Lalu, bagaimanakah mereka memercayakan pelayanannya dalam doa? Bagaimanakah mereka menghadirkan hadirat Allah dalam 'peperangannya'? Juga, bagaimanakah mereka melihat sebuah pelayanan misi dalam kehidupannya? Kita akan belajar kehidupan doa dari beberapa tokoh kekristenan awal. Selamat membaca, Tuhan memberkati.

Supremasi Allah dalam Misi Melalui Doa 1 (Editorial Edisi 41-2012)

Shalom,

Tuhan memberikan suatu misi kepada anak-anak-Nya untuk memberitakan Injil sampai ke ujung bumi. Ini merupakan misi yang tidak mudah mengingat dunia berada dalam pengaruh si jahat. Namun tentu saja, Tuhan tidak membiarkan kita menjalankan misi itu seorang diri, Dia berjanji akan menyertai kita. Kenyataannya, hanya ketika ada kuasa Allah itulah misi itu dapat terselesaikan. Tetapi bagaimana menghadirkan kuasa Allah itu? Sebenarnya, Tuhan telah menyediakan 'transmiter' rohani supaya kita dapat menghubungi-Nya kapan saja. Itulah doa. Mengingat begitu pentingnya kuasa Allah yang dapat dihadirkan melalui doa dalam kehidupan Kristen, kami mempersembahkan dua edisi untuk mengupas topik ini. Dalam edisi yang pertama ini, kita akan melihat peran doa dalam kaitannya dengan kuasa Allah: bagaimana doa itu bisa sangat bermanfaat dan bilamana doa itu tidak berfungsi. Selamat membaca, Tuhan memberkati.