Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereEditorial / Editorial

Editorial


Terlibat dalam Misi 1 (Editorial Edisi 45-2012)

Shalom,

Banyak orang Kristen terpanggil dalam pelayanan misi ke berbagai daerah, bahkan sampai ke luar negeri. Tentu ada faktor pendorong yang sangat kuat, yang mampu "memindahkan" mereka ke tempat yang bahkan tidak mereka ketahui apakah ada jaminan keselamatan atas hidup mereka di sana atau tidak. Hal ini juga yang mendorong kami untuk menyajikan pembahasan tentang dasar-dasar pekerjaan misi. Dengan membaca artikel ini, kami berharap kita dapat mengetahui bagaimanakah Alkitab, khususnya PL, memandang pekerjaan misi ini. Selamat membaca.

Betawi di Indonesia (Editorial Edisi 44-2012)

Shalom,

Selain telah menerima anugerah keselamatan, setiap orang tebusan Kristus pun mendapat panggilan untuk menderita bagi Kristus. Sukacita karena telah diselamatkan oleh Kristus, tentunya menjadi berkat yang indah dalam hidup orang percaya. Namun, bagaimana jika penderitaan datang di tengah giatnya kita melayani Tuhan? Banyak respons berbeda muncul dari setiap orang percaya ketika menghadap penderitaan. Respons seperti apakah yang seharusnya orang Kristen miliki terhadap penderitaan? Bagaimanakah kita seharusnya memandang dan memosisikan diri dalam penderitaan? Dan, mengapa Allah mengizinkan penderitaan dialami anak-anak-Nya? Kiranya artikel berikut ini dapat menambahkan perbendaharaan "cara menghadapi penderitaan" dalam kehidupan kita. Selamat membaca.

Christian David dan Hans Egede (Editorial Edisi 43-2012)

Shalom,

Hans Egede dan Christian David adalah misionaris yang berasal dari dua negara berbeda. Hans Egede adalah misionaris senior dari Norwegia, sementara Christian David merupakan misionaris muda dari Moravia, Ceko. Meski berasal dari tempat yang berbeda, mereka berada dalam pelayanan yang sama, yaitu Tanah Hijau. Mereka memiliki cara yang berbeda dalam menyebarkan Injil kepada orang-orang Eskimo, sehingga mereka sering mengalami konflik. Namun, di tengah konflik itu, mereka masih saling memerhatikan ketika salah satu dari mereka mengalami kesusahan. Sesuatu yang menarik dan bisa kita pelajari. Selamat membaca.

Supremasi Allah dalam Misi Melalui Doa 2 (Editorial Edisi 42-2012)

Shalom,

Pada edisi 41 telah dibahas peranan doa dalam menghadirkan kuasa Allah untuk pelayanan misi. Sebagai kelanjutannya, pada edisi 42 ini kita akan melihat tokoh-tokoh misi yang melandaskan pengharapan mereka pada doa. Sebuah perjuangan tak kenal lelah, yang pada akhirnya melahirkan misionaris-misionaris baru, tentu sangat perlu untuk diteladani. Lalu, bagaimanakah mereka memercayakan pelayanannya dalam doa? Bagaimanakah mereka menghadirkan hadirat Allah dalam 'peperangannya'? Juga, bagaimanakah mereka melihat sebuah pelayanan misi dalam kehidupannya? Kita akan belajar kehidupan doa dari beberapa tokoh kekristenan awal. Selamat membaca, Tuhan memberkati.

Supremasi Allah dalam Misi Melalui Doa 1 (Editorial Edisi 41-2012)

Shalom,

Tuhan memberikan suatu misi kepada anak-anak-Nya untuk memberitakan Injil sampai ke ujung bumi. Ini merupakan misi yang tidak mudah mengingat dunia berada dalam pengaruh si jahat. Namun tentu saja, Tuhan tidak membiarkan kita menjalankan misi itu seorang diri, Dia berjanji akan menyertai kita. Kenyataannya, hanya ketika ada kuasa Allah itulah misi itu dapat terselesaikan. Tetapi bagaimana menghadirkan kuasa Allah itu? Sebenarnya, Tuhan telah menyediakan 'transmiter' rohani supaya kita dapat menghubungi-Nya kapan saja. Itulah doa. Mengingat begitu pentingnya kuasa Allah yang dapat dihadirkan melalui doa dalam kehidupan Kristen, kami mempersembahkan dua edisi untuk mengupas topik ini. Dalam edisi yang pertama ini, kita akan melihat peran doa dalam kaitannya dengan kuasa Allah: bagaimana doa itu bisa sangat bermanfaat dan bilamana doa itu tidak berfungsi. Selamat membaca, Tuhan memberkati.

Doa dan Misi (Editorial Edisi 40-2012)

Shalom,

Permasalahan yang terjadi pada orang Kristen ketika berbicara tentang doa bukanlah tentang apakah mereka berdoa atau tidak, tetapi seberapa seringkah mereka melakukannya. Frekuensi doa seseorang sangat dipengaruhi oleh pandangannya terhadap kepentingan doa dalam hidupnya. Saat seseorang melihat doa hanya sebagai 'pelengkap' iman Kristen, hampir bisa dipastikan bahwa frekuensi doanya hanya sedikit. Salah seorang tokoh Alkitab yang memandang doa dengan benar adalah Rasul Paulus. Tidak ada orang Kristen yang menyanggah 'kehebatan' Paulus dalam pelayanannya, namun sayang hanya sedikit yang meniru kehidupan doanya. Seperti apakah kehidupan doa Paulus? Silakan menyimak sajian kami kali ini.