Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereDoa Bagi Misi Dunia / India Tahun 2009

India Tahun 2009


Hampir setahun setelah pecahnya kekerasan anti-Kristen, pemerintah menjatuhkan hukuman empat tahun penjara kepada CM.

Dia dituduh menghasut orang-orang dari agama lain untuk membakar rumah-rumah dan menyerang orang-orang Kristen sebagai balasan atas terbunuhnya pemimpin fundamentalis agamanya. Orang- orang agama lain di Orissa menyalahkan orang-orang Kristen karena membunuh kaum Swami meskipun pemberontak Maois telah mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan itu.

Kekerasan menyebar sejak serangan CM, yang akhirnya menyebar ke beberapa negara dan berlangsung lebih dari 6 bulan; menelantarkan dan merenggut hidup ratusan orang percaya. Seorang pemimpin gereja di Orissa mengatakan bahwa penanganan kasus itu akan mendorong kepercayaan pada sistem peradilan dan pemerintahan. Doakan supaya kekerasan ini segera berakhir dan orang-orang Kristen mendapatkan perlindungan.

Diterjemahkan dari: Mission News, July 2009

Kisah selengkapnya:http://mnnonline.org/article/12894

Pokok doa:

  • Kehidupan orang percaya di India cukup memprihatinkan. Mari doakan mereka yang hidup dalam tekanan dan ancaman karena iman mereka kepada Kristus, agar tetap kuat dan berpengharapan hanya di dalam Kristus.

  • Doakan agar pemerintah setempat dapat bersikap lebih bijaksana dan berupaya melindungi setiap warganya dari tindakan-tindakan anarkis yang dilakukan pihak-pihak tertentu karena alasan SARA.

e-JEMMi 42/2009



Para pengacara dan pekerja sosial Kristen di India melaporkan bahwa orang-orang Kristen sangat takut untuk memberikan kesaksian karena ancaman yang mereka terima. Demikian menurut International Christian Concern.

Pada Agustus 2008, kelompok agama radikal memulai 4 bulan serangan yang sudah diatur terhadap orang-orang Kristen karena mereka dituduh terlibat dalam pembunuhan seorang pemimpin agama mereka. Sebanyak 90 orang meninggal dan 50.000 orang terlantar karena serangan itu.

Sekarang kasus orang-orang Kristen itu telah dibawa ke pengadilan, 3 orang dari kelompok radikal dilaporkan berkeliling mencari saksi-saksi di daerah Sarangarh. Beberapa orang yang telah berjanji untuk bersaksi kemudian diminta datang ke pengadilan, tapi mereka diminta mengaku bahwa mereka tidak tahu apa-apa. Pengadilan mendengar dari sumber yang dapat dipercaya bahwa hidup seseorang sedang dalam bahaya bila dia berani bersaksi menyatakan apa yang benar. Seorang pengacara yang ada hubungannya dengan kasus ini mengatakan bahwa para saksi itu menjadi sangat tidak efektif.

Bila ancaman-ancaman itu terus berlanjut, ada ketakutan bahwa hukuman tidak akan dijatuhkan kepada penyerang. Laporan-laporan tentang ancaman berasal dari berbagai daerah di wilayah itu. Pemerintah telah diberi laporan tentang peristiwa ini.

Berdoalah agar kehidupan orang-orang Kristen dilindungi ketika mereka berani dan bersaksi melawan penyerang mereka. Doakan agar pemerintah menemukan pembunuh tersebut dan menghentikan kegiatan mereka. (t/Ratri) Diterjemahkan dari: Mission News, Juli 2009 Kisah selengkapnya: http://mnnonline.org/article/12918

Pokok doa:

  • Doakan agar Tuhan menjaga dan melindungi keberadaan orang percaya di India, serta memberi kekuatan kepada mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari walaupun diancam dengan penganiayaan.

  • Doakan juga agar orang percaya di India tetap dapat menjadi berkat dan memberitakan kasih serta keselamatan dari Tuhan dengan efektif.

e-JEMMi 31/2009



Kelompok ekstrimis agama mayoritas India menawarkan uang, makanan, dan minuman beralkohol kepada setiap orang yang membunuh orang Kristen dan menghancurkan rumah mereka. Partai komunis India memperkirakan lebih dari lima ratus orang Kristen telah dibunuh oleh gerombolan ekstrimis di Orissa sejak akhir Agustus. Jumlah tersebut dua belas kali lebih banyak daripada klaim pemerintah bahwa yang dibunuh hanya berjumlah empat puluh orang. Tetapi sekarang jumlahnya bahkan lebih tinggi -- kepala para pendeta dihargai dengan sejumlah uang.

FR, ketua organisasi Kabar Baik India, mengatakan bahwa kaum militan mayoritas sedang menjadikan para pemimpin Kristen target mereka, seperti yang dilaporkan Christian Post. Harga yang diberikan untuk membunuh seorang pendeta adalah Rp 2,5 juta. FR, ketua beberapa rumah yatim di Orissa, mengatakan bahwa ia telah menolong 25 pendeta meninggalkan kamp pengungsi, tetapi 250 pemimpin Kristen masih dalam perlindungan. "Semua pendeta adalah target yang bernilai tinggi, kita harus mengeluarkan mereka dari kamp pengungsian."

Seorang juru bicara Christian Council berkata, "Orang-orang ditawari upah untuk membunuh dan menghancurkan gereja-gereja dan harta milik orang-orang Kristen. Mereka ditawari minuman keras impor dan senjata. Mereka diberikan bensin dan minyak tanah." Mari berdoa bagi orang-orang Kristen di Orissa dan yang menganiaya mereka.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Nama buletin : Kasih Dalam Perbuatan (KDP), Edisi Mei -- Juni 2009
Penulis : Tim KDP
Penerbit : Yayasan Kasih Dalam Perbuatan, Surabaya
Halaman : 10

Pokok doa:

  • Doakan untuk pendeta-pendeta dan keluarganya yang hidup dalam tekanan kaum ektrimis di India, agar Tuhan memberi kekuatan dan ketabahan kepada mereka. Doakan juga agar mereka tidak berhenti berpengharapan pada Tuhan.

  • Doakan agar pemerintah India menerapkan keadilan untuk menjaga keselamatan orang-orang percaya yang sering mendapat ancaman dan tekanan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

e-JEMMi 24/2009



Menurut informasi terpercaya, militan agama mayoritas menawarkan imbalan bagi mereka yang membunuh orang-orang Kristen di Orissa ketika politisi mayoritas meningkatkan tekanan atas orang-orang Kristen dengan pembahasan undang-undang nasional anti perpindahan agama. Kontak KDP di India berkata bahwa gerombolan mayoritas bersenjata telah menawarkan uang, minuman keras, dan makanan untuk menyerang rumah-rumah orang Kristen dan membunuh mereka. Makin penting target, makin besar imbalannya.

Uskup-uskup di Orissa telah menyurati kepala pejabat pemerintahan tentang apa yang mereka gambarkan sebagai sebuah "rancangan besar" dari orang-orang garis keras mayoritas yang ingin menyapu bersih kekeristenan dari negara itu. Luapan kekerasan anti-Kristen yang tiba-tiba ini dimulai di Orissa pada bulan Agustus 2008 setelah terbunuhnya seorang pimpinan mayoritas -- meskipun pengikut Mao mengakui bertanggung jawab atas kematiannya. Kekerasan lalu menyebar ke negara bagian lain. Kekerasan yang pecah itu merupakan yang kedua di tahun 2008.

Nasionalis agama mayoritas dari BPJ (Partai Bharatiya Janata) berkata bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk memperkenalkan undang-undang nasional larangan "pemaksaan atas individu untuk memeluk keyakinan yang tidak diinginkan" jika mereka memenangkan pemilihan umum yang akan datang. Sejauh ini, tujuh negara bagian India telah melegalkan peraturan antiperpindahan keyakinan. Penerapan peraturan yang abu-abu ini (tidak jelas), yang mana mengundang terjadinya pelecehan, meningkatnya tekanan tidak hanya pada kelompok-kelompok Kristen yang terlibat pada pelayanan amal, tetapi juga gereja-gereja yang menjalankan ibadah.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Judul buletin : Kasih Dalam Perbuatan (KDP), Edisi Maret -- April 2009
Penulis : Tim KDP
Penerbit : Yayasan Kasih Dalam Perbuatan, Surabaya
Halaman : 10

Pokok doa:

  • Doakan orang-orang percaya di India yang saat ini hidup dalam tekanan, agar Tuhan memberi kekuatan dan perlindungan kepada mereka. Doakan juga agar situasi ini tidak membuat mereka mengambil keputusan yang salah, yaitu menyangkal keyakinan mereka.

  • Berdoa bagi para pemimpin gereja di India, agar Tuhan memberi hikmat, kemampuan, dan keberanian kepada mereka untuk tetap menggembalakan umat percaya di India.

e-JEMMi 18/2009

Menjelang Pemilu April, Orrisa memutuskan bahwa partai BJD telah mengakhiri aliansinya dengan partai ekstrimis, BJP.

Para pemimpin gereja di wilayah tersebut meyakini bahwa kekerasan terhadap orang-orang Kristen di Orrisa oleh aktivis kelompok agama mayoritas sayap kanan tahun lalu merupakan salah satu penyebab di balik putusnya aliansi BJD-BJP di negara itu.

"Hal ini merupakan sesuatu yang baik bagi gereja," kata JP kepada sebuah yayasan audio Injil di India (ASM). "Jika mereka bersatu, apa pun yang mereka lakukan, tidak akan ada yang dapat menghalangi mereka. Tetapi ketika mereka terpisah, mereka akan bersaing satu sama lain untuk mendapatkan suara."

Lima tahap pemilihan anggota parlemen akan diadakan bersamaan dengan pemilihan anggota DPR (Lok Sabha) mulai dari 16 April sampai 13 Mei mendatang.

Dalam atmosfer yang relatif tenang ini, benih Injil yang ditanam dapat mengakar. "Ini merupakan masa subur untuk gereja," kata JP. Tim ASM baru saja kembali setelah membagikan audio Injil kepada orang-orang Mundari -- salah satu kelompok yang paling menderita selama masa-masa kerusuhan.

Meski aniaya menantang, JP berkata, "Di ASM, kami menyadari bahwa jika kami tidak menderita aniaya, kami tidak akan melihat pertumbuhan yang sudah terjadi. Dengan kuasa-Nya, Allah terus berkarya di wilayah ini."

Terus doakan ASM agar diberkati dengan hikmat Tuhan. "Meski kedua partai tersebut telah terpisah dan tidak saling bentrok, ancaman kekerasan terhadap orang-orang Kristen belumlah berakhir. Sesungguhnya ada lebih banyak bahaya, karena jika Anda tahu bahwa sedang ada masalah, orang-orang cenderung berhati-hati. Namun sekarang ini, saya pikir, sudah ada tentara-tentara penjaga. Doakan sehingga mereka dapat melindungi kami semua, karena ini belum berakhir. (t/Novi)

Diterjemahkan dari: Mission News, Maret 2009

Kisah selengkapnya: http://mnnonline.org/article/12406

Pokok doa:

  • Mengucap syukur untuk keberadaan ASM di India yang rela membayar harga untuk menyampaikan Kabar Baik di India, doakan agar Tuhan memberi perlindungan dan pertolongan kepada setiap staf ASM yang melayani di India.

  • Berdoa untuk keberadaan orang percaya di India yang sering menderita aniaya dan ancaman karena iman mereka, agar mereka tetap mempertahankan iman dan keyakinan mereka kepada Kristus, serta tetap berpengharapan dan menyerahkan setiap persoalan yang sedang mereka hadapi saat ini kepada Tuhan.

e-JEMMi 15/2009