- 29/09/2008 - 02:20
India Tahun 2008
Pada tanggal 27 Februari yang lalu, sekitar empat puluh orang Kristen diculik oleh kaum ekstrimis di Himachal Pradesh, India. Secara terang-terangan, mereka menangkap orang-orang Kristen yang sedang berada di tempat ibadah dan mencoba memaksa mereka untuk menyangkal Kristus dan kembali kepada keyakinan mayoritas negara itu.
Laporan awal dari tempat kejadian menunjukkan bahwa beberapa korban penculikan adalah jemaat gereja GFA yang ada di daerah tersebut. Para gembala GFA di Himachal Pradesh meminta dukungan doa bagi mereka yang ditangkap supaya mereka tetap teguh dalam iman, terlebih dalam situasi sulit seperti yang sedang terjadi. Mereka juga meminta dukungan doa atas situasi yang terjadi atas orang-orang Kristen yang berada di wilayah barat daya India.
Menculik orang-orang percaya dan memaksa mereka untuk menyembah patung yang melambangkan dewa tradisional mereka merupakan hal yang biasa bagi kaum ekstrim. Apabila orang-orang Kristen tidak mau menyembah patung tersebut, mereka akan dikucilkan oleh masyarakat Berdasarkan budaya timur, hidup seperti itu mendatangkan rasa malu yang luar biasa. (t/Setyo)
Diterjemahkan dari:
| Judul buletin | : | Body Life, Edisi Maret 2008, Volume 26, No. 3 |
| Judul asli artikel | : | Christians Kidnapped in Himalaya Pradesh |
| Penerbit | : | 120 Fellowship adult class at Lake Avenue Church, Pasadena 2008 |
| Halaman | : | 3 |
Pokok doa:
- Mari kita doakan orang-orang Kristen yang diculik, agar iman mereka tetap kuat dalam Kristus. Doakan juga kiranya Tuhan melepaskan mereka dari tangan si jahat.
- Situasi yang tidak aman di India Barat, diwarnai dengan ancaman dan penculikan oleh kelompok ekstrimis terhadap orang-orang Kristen, membuat keselamatan mereka terancam. Mari kita berdoa agar Tuhan senantiasa menjaga dan melindungi iman mereka.
Rochunga and Mawii Pudaite of Bibles for World baru saja kembali dari India. Selama di sana, mereka mengunjungi beberapa kota di India dan juga negara Bhutan. Tujuan mereka adalah menghadiri ibadah tahunan gereja mereka di Manipur, India.
Tema ibadah tahun ini adalah "Nyatakan Kemuliaan Tuhan di antara Bangsa-bangsa". Inilah waktunya untuk menginspirasi gereja-gereja dan menguatkan satu sama lain, memfokuskan diri secara khusus pada program penjangkauan. "Diungkapkan dalam ibadah itu bahwa gereja di India Timur Laut telah mengirimkan para misionaris ke Birma, Kamboja, Nepal, dan Bangladesh. Kami juga memunyai lebih dari 120 misionaris yang melayani di daerah yang tak terjangkau di India," kata Mawii Pudaite.
Selama tiga hari ibadah, Mawii mengatakan bahwa ada dua hal penting yang terjadi. Yang pertama, hadirnya biksu-biksu Budha yang baru-baru ini bertobat menjadi Kristen. "Luar biasa bagaimana mereka menyerap firman Tuhan yang kami bagikan kepada mereka secara pribadi dan di dalam ibadah umum. Tuhan menggunakan firman-Nya yang hidup untuk mengubah dan mentransformasi kehidupan," katanya.
Peristiwa penting kedua adalah pertunjukkan paduan suara misi dari Chipura. Mawii mengungkapkan bahwa itu adalah bukti kegerakan dan pertumbuhan rohani. "Dalam Kongres Lausanne Billy Graham, tahun 1974, Chipura dinyatakan sebagai salah satu daerah yang tidak terjangkau di dunia. Setelah kongres tersebut, kami mengirim beberapa misionaris lokal ke daerah itu. Puji Tuhan, kini Chipura tidak lagi menjadi daerah yang paling tidak terjangkau. Mereka benar-benar dikuatkan. Sungguh ada semangat dan kegerakan yang luar biasa yang sedang terjadi selama beberapa waktu." (t/Setyo)
| Diterjemahkan dari | : | Mission News Network, Mei 2008 |
| Alamat URL | : | http://www.MNNonline.org/article/11094 |
Pokok doa:
-
Doakan kegerakan luar biasa yang sedang terjadi di Manipur, India. Kiranya Tuhan terus gerakkan orang-orang untuk pergi ke berbagai tempat di dunia untuk memberitakan Injil ke tempat-tempat yang belum terjangkau oleh Kabar Baik.
-
Mengucap syukur karena Tuhan telah membuka pintu bagi masuknya Injil ke wilayah Chipura, India. Doakan agar Tuhan mengirim lebih banyak lagi pekerja di Chipura. Doakan juga keberadaan orang percaya di sana, agar Tuhan menjaga dan memelihara pertumbuhan iman mereka melalui firman-Nya.
Beberapa orang memerkirakan bahwa terdapat sekitar sepertiga orang Kristen di antara 300.000 orang yang tinggal di bekas daerah pertambangan, Kolar Gold Fields, di bagian selatan kota Karnataka, India. Banyaknya kelompok penginjil yang datang setelah daerah tambang milik pemerintah itu ditutup pada tahun 2001, membuat jumlah orang Kristen di sana meningkat 50%. Namun menurut data pemerintah, jumlah orang Kristen kurang dari 10% dibandingkan jumlah populasi yang ada di daerah itu. "Dalam catatan pemerintah, kebanyakan beragama Hindu, bukan Kristen," kata relawan gereja, Vasanti Selvaraj yang menjelaskan perbedaan antara stastistik pemerintah dengan pendapat masyarakat mengenai jumlah orang Kristen di daerah itu.
Adanya perbedaan itu, kata Selvaraj, berdasar pada fakta bahwa mayoritas populasi yang ada di daerah itu adalah kaum Dalit, kasta rendah yang tak tersentuh oleh sistem kasta India. Jika kaum Dalit berpindah agama menjadi Kristen atau Islam, maka mereka kehilangan perlidungan atas pekerjaan yang diberikan oleh hukum kepada mereka, dan mereka juga akan lebih didiskriminasikan daripada sebelumnya. Alhasil, banyak kaum Dalit yang secara resmi beragama Hindu, tapi beribadah sebagai orang Kristen. Di banyak tempat, mereka merayakan baik hari raya Hindu maupun Kristen, dan hampir setiap dusun kecil di daerah tambang itu memiliki sebuah kuil Hindu dan sebuah gereja Kristen, dan sering kali keduanya berdampingan letaknya. (t/Novita)
Diterjemahkan dari:
| Judul buletin | : | Body Life, Edisi Desember 2007, Volume 25, No. 12 |
| Judul asli artikel | : | Dual-Faith Dalits |
| Penulis | : | Tidak dicantumkan |
| Halaman | : | 4 |
Pokok doa:
-
Doakan umat Kristen yang berada di pertambangan, Kolar Gold Fields, di bagian selatan kota Karnataka, India, agar pengenalan mereka akan Tuhan sungguh-sungguh mendalam dan mereka dapat menyaksikan kehidupan Kristen mereka dengan berani.
-
Usaha penginjilan sedang dilakukan di wilayah tersebut. Berdoalah agar Tuhan melindungi, memberi hikmat, dan membimbing para penginjil di sana agar dapat menjadi murid-murid Kristus yang sejati.
-
Biarlah para petobat baru yang berasal dari kaum Dalit, yaitu kasta terendah di sana, mendapatkan penghidupan, perlindungan hukum, serta kebebasan melakukan kegiatan beribadah tanpa adanya intimidasi dari pihak-pihak tertentu.
Kekerasan nampaknya terus terjadi meskipun jam malam telah diberlakukan menyusul terjadinya penyerangan terhadap orang-orang Kristen di Orissa, India bagian timur, yang berlangsung selama dua hari. Setidaknya ada dua belas gereja telah dibakar atau dirusak saat kerusuhan terjadi saat perayaan Natal. Todd Nettleton dari Voice of the Martyrs bertanya-tanya, "Akankah polisi benar-benar menangkap dan menyapu bersih para penghasut? Orissa adalah negara yang memiliki sejarah melakukan kekerasan terhadap orang Kristen, jadi keadilan sepertinya akan sulit untuk diwujudkan. Yang jelas orang-orang Kristen di sana akan terus berusaha menjangkau orang- orang bagi Kristus." Pemimpin-pemimpin Kristen meminta pemerintah untuk melindungi orang-orang Kristen setelah penyerangan tersebut terjadi. Nettleton mengatakan bahwa ketika kita berdoa, kedamaian akan tercipta. "Voice of the Martyrs sangat aktif di India. Staf kami yang berada di sana akan segera berbicara kepada orang-orang percaya di sana untuk melihat bantuan terbaik apa yang bisa kami berikan pada mereka, dan untuk membesarkan hati mereka."
| Diterjemahkan dari | : | Mission News, Desember 2007 | Selengkapnya | : | http://www.MNNonline.org/article/10728 |
Pokok doa
- Tekanan dan aniaya dari pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab sedang dialami oleh orang-orang percaya di Orissa. Berdoalah agar Tuhan memberi kekuatan sehingga iman mereka tidak goyah di tengah kondisi yang tidak bersahabat ini.
- Kiranya pemerintah setempat lebih memerhatikan dan melindungi keberadaan orang percaya di Orissa, agar setiap orang percaya yang berada di sana dapat menikmati kehidupan dengan lebih tenang.
- Biarlah setiap jemaat yang gerejanya telah dirusak dan dibakar, tidak menaruh rasa dendam kepada mereka yang telah melakukan tindakan anarkis tersebut. Berdoalah agar mereka dapat tetap mengampuni dan mengasihi pihak-pihak yang tidak bersahabat tersebut dengan kasih Kristus.
Pudaite dari Bibles for the World menjadi saksi pembaptisan dua puluh lima orang non-Kristen Ortodoks pada perjalanan ke India baru-baru ini. Mereka adalah bagian kecil dari 1,5 juta orang Meitei yang bertobat di daerah Manipur.
Beberapa tahun yang lalu, ketika Alkitab telah diterjemahkan ke dalam bahasa Meitei, Bibles for the World menyediakan lima ratus ribu cetakan Perjanjian Baru untuk orang Meitei. Pudaite mengatakan, "Benih yang baik telah disebar dan kami mulai melihat tuaian. Ini sangat mendatangkan sukacita." Ia juga berkata bahwa biasanya orang percaya akan dibuang dari keluarganya, kecuali jika orang percaya baru itu adalah kepala rumah tangga. "Ketika kami pertama kali memulainya, setiap orang yang bertobat akan dibuang oleh keluarganya. Jadi, salah satu pendeta kami membeli tanah yang luas dan membiarkan mereka yang dibuang keluarganya, tinggal di sana." Orang-orang Meitei yang baru bertobat itu pun mengolah tanah tersebut dan terbiasa dengan keadaan maupun komunitas barunya. Kiranya orang Meitei yang percaya mau dan terbeban membagikan pengharapan baru mereka di dalam Yesus kepada sesama mereka.
| Diterjemahkan dari | : | Mission News, Desember 2007 | Selengkapnya | : | http://www.MNNonline.org/article/10560 |
Pokok Doa
- Biarlah para petobat baru di India semakin memiliki pengenalan akan Tuhan yang semakin bertumbuh dan setia hidup dalam ajaran Kristus.
- Kiranya penyebaran kitab Perjanjian Baru yang disebarkan di antara orang-orang Meitei dapat membawa semakin banyak orang mengenal Kristus dan banyak jiwa yang dimenangkan.
- Doakan para petobat baru yang dibuang oleh keluarga mereka supaya mereka tetap kuat di dalam Tuhan dan tetap mengasihi keluarga mereka.
Posted in : |
- Printer-friendly version
- 363 reads

sabda.org