Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMi No.31 Vol.12/2009 / e-JEMMi No.31 Vol.12/2009

e-JEMMi No.31 Vol.12/2009


Laos Tahun 2009

Pada 12 Juni yang lalu, polisi berpakaian preman di Laos menahan 13 orang Kristen, demikian laporan dari Voice of the Martyrs Kanada.

Watchman Fellowship

Watchman Fellowship merupakan pelayanan penelitian dan apologetika Kristen yang fokus mengamati pergerakan agama baru dan okultisme.

Apakah Okultisme?

Okultisme berasal dari kata "occultus" (Lat) yang artinya tersembunyi, rahasia, gaib, misterius, gelap, atau kegelapan. Dengan demikian, okultisme dapat diartikan sebagai paham yang menganut dan mempraktikkan kuasa dan kekuatan dari dunia kegelapan atau dunia roh-roh jahat. Okultisme secara garis besar dapat dibagi menjadi dua, yaitu tipe lunak (takhayul, ramalan seperti astrologi, palmistri, spiritisme, astromantik, chronomancy, dan geomansi) dan tipe keras (sihir putih dan sihir hitam dalam berbagai bentuk, seperti pelet, gendam, tenung, santet, satanisme, dan tenaga dalam). Melalui okultisme, kemampuan adikodrati dapat dilakukan manusia yang mengandalkan kuasa iblis.

Sudan Tahun 2009

Christian Solidarity International (CSI) melaporkan bahwa mereka mampu membebaskan 232 budak -- orang-orang dari suku Dinka yang beragama non-Muslim dan berkulit hitam -- dari juragan-juragan Arab di Darfur dan sekitar Kordofan. Budak yang sudah bebas itu kemudian dikembalikan ke tanah kelahiran mereka di Sudan bagian selatan. Perbudakan orang-orang Sudan itu terjadi saat aksi-aksi agama dilakukan oleh milisi Arab yang disokong oleh pemerintahan Sudan pada masa setelah perang sipil Utara dan Selatan (1983 -- 2005). Para budak yang bebas itu mengatakan bahwa mereka selama ini menjadi sasaran pemukulan, ancaman pembunuhan, perkosaan, dan pemaksaan untuk berpindah agama. Beberapa mengatakan bahwa mereka menyaksikan sesama mereka dieksekusi. CSI menyatakan bahwa kira-kira 35 ribu orang Afrika dari suku Dinka masih diperbudak hingga hari ini. (t/Dian)

Srilanka Tahun 2009

Konflik berkepanjangan yang terjadi di Sri Lanka telah membuat 300 ribu orang Tamil mengungsi. Sebanyak 90 ribu dari jumlah tersebut adalah anak-anak, wanita hamil, para lansia, dan banyak orang lainnya yang menderita luka-luka dan trauma, yang tinggal di kamp pengungsian penuh sesak di daerah utara dan sangat membutuhkan makanan, bantuan kesehatan, dan kebutuhan pokok lain. Meski menjadi kaum minoritas, komunitas Kristen dengan penuh pengorbanan memberi demi memenuhi kebutuhan tersebut. Meski demikian, mereka juga mengharapkan bantuan internasional. Tim relawan mengatakan bahwa kamp tersebut bisa menjadi sumber penyakit. Ancaman terjangan hujan muson dan tidak cukupnya sanitasi membuat puluhan ribu orang berrisiko terkena penyakit. Tidak jelas kapan pemerintah akan mengizinkan mereka kembali ke rumah masing-masing. (t/Dian)

India Tahun 2009

Hampir setahun setelah pecahnya kekerasan anti-Kristen, pemerintah menjatuhkan hukuman empat tahun penjara kepada CM.

Dia dituduh menghasut orang-orang dari agama lain untuk membakar rumah-rumah dan menyerang orang-orang Kristen sebagai balasan atas terbunuhnya pemimpin fundamentalis agamanya. Orang- orang agama lain di Orissa menyalahkan orang-orang Kristen karena membunuh kaum Swami meskipun pemberontak Maois telah mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan itu.

Kekerasan menyebar sejak serangan CM, yang akhirnya menyebar ke beberapa negara dan berlangsung lebih dari 6 bulan; menelantarkan dan merenggut hidup ratusan orang percaya. Seorang pemimpin gereja di Orissa mengatakan bahwa penanganan kasus itu akan mendorong kepercayaan pada sistem peradilan dan pemerintahan. Doakan supaya kekerasan ini segera berakhir dan orang-orang Kristen mendapatkan perlindungan.

Diterjemahkan dari: Mission News, July 2009

Kisah selengkapnya:http://mnnonline.org/article/12894

Pokok doa:

  • Kehidupan orang percaya di India cukup memprihatinkan. Mari doakan mereka yang hidup dalam tekanan dan ancaman karena iman mereka kepada Kristus, agar tetap kuat dan berpengharapan hanya di dalam Kristus.

  • Doakan agar pemerintah setempat dapat bersikap lebih bijaksana dan berupaya melindungi setiap warganya dari tindakan-tindakan anarkis yang dilakukan pihak-pihak tertentu karena alasan SARA.

e-JEMMi 42/2009



Para pengacara dan pekerja sosial Kristen di India melaporkan bahwa orang-orang Kristen sangat takut untuk memberikan kesaksian karena ancaman yang mereka terima. Demikian menurut International Christian Concern.

Pada Agustus 2008, kelompok agama radikal memulai 4 bulan serangan yang sudah diatur terhadap orang-orang Kristen karena mereka dituduh terlibat dalam pembunuhan seorang pemimpin agama mereka. Sebanyak 90 orang meninggal dan 50.000 orang terlantar karena serangan itu.

Sekarang kasus orang-orang Kristen itu telah dibawa ke pengadilan, 3 orang dari kelompok radikal dilaporkan berkeliling mencari saksi-saksi di daerah Sarangarh. Beberapa orang yang telah berjanji untuk bersaksi kemudian diminta datang ke pengadilan, tapi mereka diminta mengaku bahwa mereka tidak tahu apa-apa. Pengadilan mendengar dari sumber yang dapat dipercaya bahwa hidup seseorang sedang dalam bahaya bila dia berani bersaksi menyatakan apa yang benar. Seorang pengacara yang ada hubungannya dengan kasus ini mengatakan bahwa para saksi itu menjadi sangat tidak efektif.

Bila ancaman-ancaman itu terus berlanjut, ada ketakutan bahwa hukuman tidak akan dijatuhkan kepada penyerang. Laporan-laporan tentang ancaman berasal dari berbagai daerah di wilayah itu. Pemerintah telah diberi laporan tentang peristiwa ini.

Berdoalah agar kehidupan orang-orang Kristen dilindungi ketika mereka berani dan bersaksi melawan penyerang mereka. Doakan agar pemerintah menemukan pembunuh tersebut dan menghentikan kegiatan mereka. (t/Ratri) Diterjemahkan dari: Mission News, Juli 2009 Kisah selengkapnya: http://mnnonline.org/article/12918

Pokok doa:

  • Doakan agar Tuhan menjaga dan melindungi keberadaan orang percaya di India, serta memberi kekuatan kepada mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari walaupun diancam dengan penganiayaan.

  • Doakan juga agar orang percaya di India tetap dapat menjadi berkat dan memberitakan kasih serta keselamatan dari Tuhan dengan efektif.

e-JEMMi 31/2009



Kelompok ekstrimis agama mayoritas India menawarkan uang, makanan, dan minuman beralkohol kepada setiap orang yang membunuh orang Kristen dan menghancurkan rumah mereka. Partai komunis India memperkirakan lebih dari lima ratus orang Kristen telah dibunuh oleh gerombolan ekstrimis di Orissa sejak akhir Agustus. Jumlah tersebut dua belas kali lebih banyak daripada klaim pemerintah bahwa yang dibunuh hanya berjumlah empat puluh orang. Tetapi sekarang jumlahnya bahkan lebih tinggi -- kepala para pendeta dihargai dengan sejumlah uang.

FR, ketua organisasi Kabar Baik India, mengatakan bahwa kaum militan mayoritas sedang menjadikan para pemimpin Kristen target mereka, seperti yang dilaporkan Christian Post. Harga yang diberikan untuk membunuh seorang pendeta adalah Rp 2,5 juta. FR, ketua beberapa rumah yatim di Orissa, mengatakan bahwa ia telah menolong 25 pendeta meninggalkan kamp pengungsi, tetapi 250 pemimpin Kristen masih dalam perlindungan. "Semua pendeta adalah target yang bernilai tinggi, kita harus mengeluarkan mereka dari kamp pengungsian."

Seorang juru bicara Christian Council berkata, "Orang-orang ditawari upah untuk membunuh dan menghancurkan gereja-gereja dan harta milik orang-orang Kristen. Mereka ditawari minuman keras impor dan senjata. Mereka diberikan bensin dan minyak tanah." Mari berdoa bagi orang-orang Kristen di Orissa dan yang menganiaya mereka.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Nama buletin : Kasih Dalam Perbuatan (KDP), Edisi Mei -- Juni 2009
Penulis : Tim KDP
Penerbit : Yayasan Kasih Dalam Perbuatan, Surabaya
Halaman : 10

Pokok doa:

  • Doakan untuk pendeta-pendeta dan keluarganya yang hidup dalam tekanan kaum ektrimis di India, agar Tuhan memberi kekuatan dan ketabahan kepada mereka. Doakan juga agar mereka tidak berhenti berpengharapan pada Tuhan.

  • Doakan agar pemerintah India menerapkan keadilan untuk menjaga keselamatan orang-orang percaya yang sering mendapat ancaman dan tekanan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

e-JEMMi 24/2009



Menurut informasi terpercaya, militan agama mayoritas menawarkan imbalan bagi mereka yang membunuh orang-orang Kristen di Orissa ketika politisi mayoritas meningkatkan tekanan atas orang-orang Kristen dengan pembahasan undang-undang nasional anti perpindahan agama. Kontak KDP di India berkata bahwa gerombolan mayoritas bersenjata telah menawarkan uang, minuman keras, dan makanan untuk menyerang rumah-rumah orang Kristen dan membunuh mereka. Makin penting target, makin besar imbalannya.

Indonesia Tahun 2009

PERSIAPAN NATAL DI INDONESIA

Tanpa terasa kita telah sampai di penghujung tahun 2009, itu berarti sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 2009 dan memasuki tahun yang baru -- 2010. Kami percaya banyak rencana yang sudah Anda persiapkan untuk memasuki tahun yang baru. Namun sebelum kita memasuki tahun baru, kita akan terlebih dahulu melewati perayaan Natal yang saat ini kita nantikan bersama. Apa yang Anda harapkan untuk Natal tahun ini? Mari kita bersatu dalam doa agar Natal tahun ini membawa sukacita surga.