Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

You are hereArtikel Misi / Sembilan Alasan Orang Kristen Tidak Menginjili

Sembilan Alasan Orang Kristen Tidak Menginjili


By admin - Posted on 01 August 2018

Chuck Lawless adalah Profesor Penginjilan dan Misi and Dekan Studi Program Pasca Sarjana di Southeastern Seminary.

Saya telah menjadi seorang profesor penginjilan selama hampir dua puluh tahun. Selama tahun-tahun ini, saya terus-menerus memperhatikan dan bertanya mengapa sebagian besar orang percaya tidak pernah melakukan penginjilan.

Berikut adalah 9 alasan yang saya temukan, disebutkan tidak dalam urutan tertentu.

1. Banyak yang tidak tahu apa itu “penginjilan”.

Ketika melakukan konsultasi gereja, saya meminta orang-orang percaya untuk memberi penilaian tentang penginjilan di gereja mereka. Saya biasa mendengar jawaban seperti, “Kami mengirim banyak orang untuk melakukan perjalanan misi” atau “Kami melayani tuna wisma di kota.” Kedua pelayanan ini adalah signifikan (dan sepertinya berkontribusi untuk penginjilan), tetapi itu bukanlah penginjilan kecuali pesan Injil diberitakan.

2. Kita memiliki sedikit contoh orang yang menginjili.

Dua pria dalam hidup saya menjadi contoh penginjilan bagi saya. Dengan kedua orang itu, saya jarang bersama mereka tanpa mengabarkan Injil kepada seseorang. Ketika saya bertanya kepada mahasiswa-mahasiswa saya hari ini tentang orang-orang yang bisa dijadikan contoh, ternyata, banyak yang tidak memilikinya.

3. Beberapa anggota gereja tidak yakin tentang ketersesatan.

Saya mendorong Anda mempertimbangkan untuk melakukan survei teologis tanpa nama di gereja Anda. Saya tidak akan terkejut jika Anda mendapati jemaat yang percaya bahwa orang-orang yang baik mungkin pergi ke surga tanpa sebuah relasi dengan Kristus. Jemaat yang percaya hal seperti itu berpendapat bahwa penginjilan tidak diperlukan.

4. Beberapa gereja tidak memberikan pelatihan penginjilan.

Saya masih terkejut dengan jumlah gereja yang tidak memiliki rencana dan strategis khusus untuk menolong para pengikut Kristus melakukan penginjilan. Idealnya, tentu saja, orang-orang percaya secara alami akan berbicara tentang Yesus, tetapi bahkan orang-orang yang bersemangat pun terkadang membutuhkan arahan dan pembekalan.

5. Rasa takut pada sesuatu yang tidak diketahui menghentikan usaha kita.

Anda mungkin pernah mendengar rasa takut yang diungkapkan. “Dia mungkin tidak mendengarkan saya.” “Bagaimana jika melakukan ini akan mengakhiri pertemanan saya?” “Dia mungkin akan mengajukan pertanyaan yang tidak bisa saya jawab...” “Mereka mungkin menolak apa yang saya katakan.” Sebagian besar ketakutan-ketakutan ini, saya yakin, lebih banyak merupakan perasaan daripada kenyataan di dalam budaya Amerika Utara, tetapi persepsi itu penting.

6. Kita sudah “menganggap lalu” keselamatan kita.

Dalam beberapa hal, isu ini adalah fokus di buku saya, berjudul Nobodies for Jesus. Ketika Yesus menjadi sesuatu yang rutin bagi kita – saat itulah, gairah kita untuk Dia telah menetap di dalam keadaan yang biasa saja – kita tidak siap sedia memberitahu kepada orang lain tentang Dia.

7. Para pendeta berinisiatif dalam penginjilan.

Saya tidak bisa mengingat pernah melihat sebuah gereja yang kuat penginjilannya yang dipimpin oleh seorang pendeta yang tidak menginjili. Pendeta yang menginjili secara teratur akan lebih banyak berbicara tentang pengalamannya dalam menginjili, menantang gerejanya untuk lebih bersemangat dalam menginjili, dan pastilah gerejanya menyediakan pelatihan penginjilan.

8. Bagaimanapun, kita tidak benar-benar tahu banyak orang yang terhilang.

Banyak anggota gereja yang begitu menutup diri di dalam dunia gereja sehingga mereka tidak bisa menyebutkan nama-nama orang tidak percaya yang mereka kenal dengan baik. Jika seluruh dunia kita hanya dikelilingi oleh orang-orang Kristen, kita tidak akan melakukan penginjilan.

9. Kita tidak peduli dengan orang tidak percaya.

Saya kira kita tidak bisa menghindari kemungkinan ini. Jika kita benar-benar percaya bahwa orang-orang membutuhkan relasi pribadi dengan Yesus, tetapi kita masih menyimpan pesan itu untuk diri kita sendiri, bagaimana kita dapat menyimpulkan yang sebaliknya? (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Christian Post
URL : https://www.christianpost.com/news/pastors-evangelism-christians-church-christians-dont-evangelize-151236/
Judul asli artikel : 9 Reasons Christians Don't Evangelize
Penulis artikel : Chuck Lawless
Tanggal akses : 4 Januari 2018