Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

You are herePenginjilan / Penginjilan

Penginjilan


Injil yang Tidak Menyinggung Perasaan Bukanlah Injil Sama Sekali

“Kita jangan terlalu agresif dalam usaha penginjilan kita. Kita jangan menyinggung perasaan orang. Bagaimanapun, Anda menangkap lebih banyak lalat dengan madu daripada dengan cuka.”

Sembilan Alasan Orang Kristen Tidak Menginjili

Chuck Lawless adalah Profesor Penginjilan dan Misi and Dekan Studi Program Pasca Sarjana di Southeastern Seminary.

Saya telah menjadi seorang profesor penginjilan selama hampir dua puluh tahun. Selama tahun-tahun ini, saya terus-menerus memperhatikan dan bertanya mengapa sebagian besar orang percaya tidak pernah melakukan penginjilan.

Enam Langkah Mudah untuk Menginjili dalam Perjalanan Misi Anda Tanpa Menjadi Canggung

Bayangkan seseorang yang berasal dari negara lain bertemu dengan Anda di sekolah atau tempat Anda bekerja hari ini. Dia menemukan Anda saat istirahat makan siang dan seketika mulai berbicara dengan Anda. Bahasa Inggrisnya tidak bagus, tapi akhirnya Anda tahu bahwa dia mencoba memberi tahu kamu tentang Yesus dan itu yang Anda butuhkan pengampunan untuk menghapus dosa-dosa Anda ....

Misi Allah adalah Misiku

Ditulis oleh: Roma

Apa Itu Yesus?

Masih ada tempat-tempat di bumi di mana seseorang belum pernah mendengar tentang Yesus.

Tahun lalu, saya mengunjungi sebuah tempat di mana orang-orang tidak tahu nama Yesus. Maksud saya bukan bahwa mereka tidak “mengenal Yesus”. Saya mengatakan bahwa mereka tidak tahu bahwa Dia benar-benar ada.

Memprioritaskan Pekerjaan Tuhan

Ditulis oleh: Lena N.

Empat Alasan Banyak Orang Tidak Bersaksi Secara Efektif

Mengapa begitu banyak orang percaya yang menganggap sangat sulit untuk berbicara tentang Yesus? Sebagian alasannya berasal dari cara kita membentuk tipe pemimpin gereja yang telah mengajarkan orang untuk bersaksi tentang Kristus. Izinkan saya mengatakan betapa bersyukurnya saya untuk begitu banyak orang yang telah mengajarkan saya banyak hal mengenai bagaimana memberitakan kabar baik.

Penginjilan: Diciptakan untuk Sebuah Misi

"Seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikianlah Aku mengutus mereka ke dalam dunia." Yohanes 17:18 (AYT) "Namun, aku tidak menganggap hidupku berharga bagi diriku sendiri sehingga aku dapat menyelesaikan tugasku dan pelayanan yang aku terima dari Tuhan Yesus ..." Kisah Para Rasul 20:24

Perbuatan dan Firman: Mengapa Anda Tidak Dapat Mengkhotbahkan Injil melalui Perbuatan

Ketika muncul pertanyaan abadi mengenai perkataan versus perbuatan dalam panggilan orang Kristen, persoalannya selalu tentang keseimbangan. Bagaimana seharusnya orang Kristen memikirkan tentang peran yang saling bertalian antara perkataan (memberitakan Injil) dan perbuatan (tindakan kasih) dalam panggilan Kristus bagi pengikut-Nya untuk diwujudkan dan dilakukan? Kita perlu menetapkan ukuran-ukuran untuk mencapai keseimbangan yang cocok dengan Alkitab.

Penginjilan: Suatu Perintah yang Harus Dilakukan

Tuhan, Engkau memerintahkan saya untuk pergi dan memberitakan Injil. Kiranya Engkau berbelas kasihan kepada saya yang malang ini, dan memberi hati yang mengasihi orang berdosa serta ketaatan untuk melakukan perintah-Mu ini.

Saya bersyukur untuk kesempatan yang diberikan untuk menulis artikel mengenai penginjilan ini. Dalam kesempatan ini saya ingin membagikan pengalaman pergumulan melakukan penginjilan pribadi dalam kehidupan pekerjaan di Singapura. Setelah tujuh belas tahun hidup di negara ini, saya makin menyadari bahwa kehidupan di sini sangat dipenuhi dengan ambisi untuk mengejar hal-hal materi. Suatu kehidupan yang menawarkan bahwa tujuan hidup manusia yang tertinggi adalah mencari uang sebanyak-banyaknya. Dosa perjudian telah ditutupi dengan bangunan-bangunan yang mewah, dosa homoseks telah menjadi suatu kewajaran yang harus diterima atas nama hak asasi manusia, dan dosa gaya hidup duniawi seperti sesuatu yang harus dilakukan sebagai syarat mutlak untuk diterima menjadi orang modern. Memang benarlah apa yang Kitab Suci katakan, ”Lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kebinasaan itu.”Celakalah kita yang masuk pintu dan ikut jalan itu!