Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereDoa Bagi Misi Dunia / Aljazair Tahun 2011

Aljazair Tahun 2011


N adalah seorang penganut agama setempat yang taat. Ia rajin bersembahyang dan berpuasa. Suatu hari saat ia bangun, ia benar-benar tidak dapat mengingat ayat-ayat kitab suci agamanya ini maupun berdoa sebagai seorang penganut agama setempat yang saleh. Hal itu membuatnya panik. Seseorang menyuruhnya untuk masuk ke kamarnya dan berdoa agar Tuhan berkenan menunjukkan jalan kepadanya. Jadi, N pergi ke kamarnya dan pada saat itulah Allah Bapa melawatnya. Melalui peristiwa itu dan kasih yang ditunjukkan oleh saudara dan saudarinya yang telah percaya kepada Kristus, N pun menemukan imannya dalam Yesus Kristus.

Saat ia datang ke gereja, N mengakui imannya kepada Tuhan Yesus dan mereka memberinya sebuah Alkitab sebagai hadiah untuknya. Ia merasa malu menerima Alkitab itu, karena ia berpikir bahwa mereka seharusnya memberikan Alkitab tersebut kepada orang yang dapat membaca, namun N tetap menerimanya dan pulang. Di rumah, N berlutut dalam kepedihan, berdoa kepada Tuhan, dan menyalahkan orang tuanya sebab ia tidak pernah belajar membaca dan menulis.

Pada saat itulah Yesus menampakkan diri kepadanya. Ia menyuruh N mengambil Alkitabnya sambil berkata, "Aku akan mengajarimu membaca." N pun mengambil Alkitabnya dan sejak saat itu ia dapat membaca Alkitab dalam bahasa Arab dengan lancar! (t/Yudo)

Diterjemahkan dari:

Judul Buletin : Body Life, Edisi Mei 2011, Volume 29, No. 5
Nama Kolom : World Christian Report
Judul asli artikel : Algeria: Eyes to Read
Penerbit : 120 Fellowship Adult Class at Lake Avenue Church, Pasadena
Halaman : 4

Pokok doa:

  1. Terpujilah Tuhan atas kebaikan-Nya kepada N! Bersyukur untuk orang-orang di Aljazair yang menemukan Kristus dengan cara-Nya.

  2. Mengucap syukur juga untuk gereja-gereja Tuhan di Aljazair. Doakan agar melalui pelayanan mereka, semakin banyak orang dikuatkan imannya dan bertumbuh dalam Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat mereka.

e-JEMMi 27/2011



Dua penganut agama Kristen dari Aljazair menghadapi ancaman penjara atas tuduhan memurtadkan orang lain, seperti yang dilaporkan oleh kelompok kebebasan beragama pada hari Senin [25 April]. Kedua orang Kristen itu ditahan di Oran, sebuah kota di bagian barat laut Mediterania, pada 14 April setelah menyaksikan iman mereka kepada tetangganya. S ditahan selama satu hari sedangkan K, yang mengadakan persekutuan doa mingguan di rumahnya, ditahan selama tiga hari.

Orang-orang Kristen di Aljazair khawatir pengadilan akan menerapkan hukum yang dibuat pada tahun 2006, yang mengharuskan kelompok-kelompok agama untuk mendapatkan izin dari pemerintah untuk mengadakan ibadah. Apabila hukum tersebut diterapkan dalam kasus ini, maka dua orang tersebut terancam lima tahun penjara dan mendapat denda yang besar.

"Gereja Protestan Aljazair menyewa seorang pengacara untuk membela K dan S, dan kami berharap mereka akan dibebaskan," [ujar seorang pendeta lokal kepada ICC.] "Walaupun konstitusi kami berisi perintah untuk menghormati kepercayaan lain selain kelompok Mayoritas, tetapi pemerintah kami berdasarkan agama Mayoritas dan pasal kedua mengatakan bahwa, 'agama Mayoritas adalah agama negara.'"

Orang-orang Kristen Aljazair mengeluh sebab tidak terdapat prosedur yang jelas bagi gereja untuk mendaftar dan menerima izin dengan cepat dari pemerintah. (t/Yudo)

Diterjemahkan dari:

Judul Buletin : Body Life Vol. 29, No. 5 May 2011
Nama Kolom : World Christian Report
Judul asli artikel : Algeria: Christian May Face Prison
Penerbit : 120 Fellowship Adult Class at Lake Avenue Church, Pasadena
Halaman : 4

Pokok Doa:

  1. Doakan agar tekanan yang di alami oleh orang-orang percaya di Aljazair tidak membuat iman mereka menjadi lemah, melainkan melalui tekanan ini, mereka bisa menjadi berkat bagi orang-orang di sana.

  2. Berdoa untuk urusan perizinan mendirikan gereja dan melaksanakan pertemuan keagamaan di Aljazair, agar Tuhan melembutkan hati pihak-pihak yang terkait, sehingga tidak membuat atau mempersulit proses birokrasi.

e-JEMMi 32/2011



Tujuh gereja di Aljazair menghadapi penyegelan minggu ini, setelah gubernur provinsi mereka mengirimkan peringatan tertulis bahwa mereka beroperasi secara "ilegal".

Surat peringatan yang diberikan pada hari Minggu (22 Mei 2011) dari Kepala Polisi Ben Salma, mengutip dekrit 8 Mei yang dibuat oleh gubernur provinsi Bejaia, yang juga menyatakan bahwa setiap gereja "di seluruh wilayah Aljazair", akan ditutup karena kurang menyesuaikan dengan regulasi pendaftaran. Para pemimpin Kristen menolak untuk menerima ini, karena seorang pejabat provinsi tidak memiliki kewenangan atas seluruh negara.

Salma menyatakan dalam surat peringatan itu bahwa, "Semua bangunan yang sudah dirancang atau masih dalam proses perancangan untuk praktik keagamaan selain agama Mayoritas, akan ditutup di seluruh wilayah negara, begitu pula dengan bangunan yang tidak menerima persetujuan dari Komisi Nasional."

Pada tanggal 22 Mei 2011, gubernur Bejaia mengirim pernyataan kepada ketua Protestant Church of Algeria (EPA), dan menginformasikan bahwa setiap gereja di provinsi tersebut adalah gereja-gereja ilegal sebab mereka tidak terdaftar. Pendaftaran itu diatur oleh Peraturan 06-03 yang kontroversial, tetapi orang-orang Kristen melaporkan bahwa pemerintah menolak untuk merespon atau mengabulkan permohonan pendaftaran mereka. (t/Yudo)

Diterjemahkan dari:

Judul Buletin : Body Life Vol. 29, No. 6 June 2011
Nama Kolom : World Christian Report
Judul asli artikel : Algeria: Churches Ordered Closed
Penerbit : 120 Fellowship Adult Class at Lake Avenue Church, Pasadena
Halaman : 5

Pokok doa:

  1. Doakan untuk jemaat Tuhan di tujuh gereja di Aljazair yang menghadapi penyegelan, agar tetap kuat di dalam Tuhan dan tidak melakukan hal-hal yang dapat mengancam keberadaan umat percaya di Aljazair.

  2. Berdoa agar Tuhan menjamah hati para pejabat pemerintahan di Aljazair, sehingga mereka mengizinkan umat percaya untuk bisa memiliki tempat ibadah yang resmi.

e-JEMMi 36/2011



Seorang penganut Kristen yang bernama SK, divonis penjara selama lima tahun setelah membagikan imannya, dan memberi sebuah CD Kristen kepada seorang tetangganya yang beragama lain -- vonis itu lebih berat tiga tahun dari tuntutan jaksa. Tekanan yang meningkat terhadap orang-orang percaya juga tampak sangat jelas pada bulan Mei ketika Kepala Asosiasi Gereja Protestan Aljazair (EPA), menerima surat pemberitahuan dari Komisaris Besar Polisi -- yang kemudian diralat, oleh seorang pejabat pengadilan senior -- yang menyatakan keputusan untuk menutup semua bangunan ibadah umat Kristen yang tidak dirancang untuk kegiatan keagamaan. Kebanyakan gedung gereja bukanlah gedung yang dirancang khusus untuk kegiatan ibadah, karena sudah terbukti bahwa sangat mustahil untuk mendapatkan izin dari pihak yang berwenang. Di Aljazair terdapat sekitar 60.000 orang Kristen yang kebanyakan dari mereka merupakan orang-orang yang berasal dari agama lain. (t/Yudo)

Diterjemahkan dari:

Judul Buletin : Body Life Vol. 29, No. 7 July 2011
Nama Kolom : World Christian Report
Judul asli artikel : Algeria:Pressure Intensifies on Church
Penerbit : 120 Fellowship Adult Class at Lake Avenue Church, Pasadena
Halaman : 1

Pokok Doa:

  1. Doakan SK agar ia diberi kekuatan oleh Allah untuk tetap mempertahankan imannya, dan tetap menjadi saksi bagi Kristus sekalipun di dalam penjara.

  2. Doakan pemerintah Aljazair, agar mereka tidak mempersulit pengadaan izin pembangunan gereja, sehingga orang-orang percaya dapat memiliki tempat beribadah kepada Tuhan.

e-JEMMi 39/2011



Sebuah gereja telah diberi batas waktu selama 48 jam untuk menghentikan kegiatan mereka pada tanggal 23 April. Walaupun gembala gereja itu mengajukan beberapa dokumen kepada departemen kepolisian setempat, tetapi komisaris polisi berkata bahwa dokumen yang ditunjukkan itu tidak cukup untuk membuat gereja tersebut dapat beroperasi kembali. Namun demikian, jemaat tersebut masih tetap bersekutu setiap minggu.

Pada tanggal 29 Mei, ketika ibadah pagi, pengumuman mengenai perintah penutupan gereja itu tetap tidak dapat memaksa gereja-gereja di Bejaia untuk menutup pintu mereka. "Inilah kami, Tuhan, kami memuji nama-Mu!" demikianlah lagu yang dinaikkan oleh ratusan jemaat, ketika Pendeta N melangkah ke mimbar untuk membacakan Mazmur 23, dan mengingatkan kepada jemaat tentang kasih setia Tuhan kepada mereka, bahkan ketika mereka berada di tengah-tengah kesesakan.

"Kami tidak mengerti alasan keputusan [pemerintah] itu," ujar salah seorang anggota jemaat gereja kepada La Depeche de Kabliye. "Kami menyembah dalam iman kami, kami tidak takut sebab kami tidak melakukan kesalahan apa pun. Kami tidak pernah dipaksa mengikut Yesus, kami melakukan itu secara sukarela. Apa pun yang terjadi, kami akan terus berkata: kami di sini siap untuk memuji nama-Mu, Tuhan." (t/Yudo)

Diterjemahkan dari:

Judul Buletin : Body Life Vol.29, No.7 July 2011
Nama Kolom : World Christian Report
Judul asli artikel : Algeria: Christians Defy Order
Penerbit : 120 Fellowship Adult Class at Lake Avenue Church, Pasadena
Halaman : 4 -- 5

Pokok Doa:

  1. Doakan seluruh orang percaya di Aljazair untuk bersatu hati dan saling mendukung dalam kesulitan ini. Mohonlah agar Allah melindungi mereka dan menopang iman mereka untuk mempertahankan iman mereka, sekalipun mendapat banyak tekanan dari pemerintah.

  2. Berdoalah bagi pemerintah Aljazair, agar mereka memerhatikan kesejahteraan dan kebebasan beragama, terutama orang-orang Kristen sebagai kaum minoritas di negara itu. Doakan agar pemerintah tidak lagi mempersulit izin pembangunan gereja di Aljazair.

e-JEMMi 44/2011