Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMI No.39 Vol.14/2011 / e-JEMMI No.39 Vol.14/2011

e-JEMMI No.39 Vol.14/2011


Doa: Senjata Strategis Dalam Mencapai Suku-Suku yang Belum Terjangkau 1

Diringkas oleh: Novita Yuniarti

Allah Menginginkan dan Mendorong Doa Syafaat Bagi Pelaksanaan Maksud Penyelamatan-Nya untuk Manusia di Bumi

Syria dan Mesir Tahun 2011

Menurut beberapa sumber, kelompok teroris Hamas telah memindahkan markas mereka dari Syria ke Mesir. Perdana Menteri Israel, Binyamin Netanyahu mengatakan bahwa Persaudaraan Radikal, yang memiliki hubungan yang dekat dengan Hamas juga semakin kuat di Mesir. Syria telah menjadi medan pertumpahan darah dahsyat, yang disebabkan oleh diberlakukannya perlakuan keras terhadap kekerasan dan kerusuhan yang dilakukan oleh golongan anti pemerintah. Meskipun perpindahan Hamas ini dapat membuat ketidakstabilan yang lebih jauh lagi di Timur Tengah, namun hal itu dapat menjadi kabar baik bagi orang-orang percaya di Syria, yang menghadapi penganiayaan yang lebih hebat dari yang mereka alami selama berpuluh-puluh tahun. TD dari E3 Partners mengatakan, "Beberapa orang berasumsi bahwa (penganiayaan) hanya dilakukan oleh pemerintah, akan tetapi penganiayaan ternyata juga diakibatkan oleh kelompok teroris yang ada di negara itu. Jadi, jika salah satu dari penganiaya itu pergi, maka akan membuat keadaan menjadi sedikit lebih baik bagi umat Kristen. (t/Yudo)

Aljazair Tahun 2011

N adalah seorang penganut agama setempat yang taat. Ia rajin bersembahyang dan berpuasa. Suatu hari saat ia bangun, ia benar-benar tidak dapat mengingat ayat-ayat kitab suci agamanya ini maupun berdoa sebagai seorang penganut agama setempat yang saleh. Hal itu membuatnya panik. Seseorang menyuruhnya untuk masuk ke kamarnya dan berdoa agar Tuhan berkenan menunjukkan jalan kepadanya. Jadi, N pergi ke kamarnya dan pada saat itulah Allah Bapa melawatnya. Melalui peristiwa itu dan kasih yang ditunjukkan oleh saudara dan saudarinya yang telah percaya kepada Kristus, N pun menemukan imannya dalam Yesus Kristus.