Tugas Gereja memiliki dua fungsi utama: fungsi ke dalam (memelihara pertumbuhan rohani dan persekutuan antar anggota jemaat) dan fungsi ke luar (pelayanan terhadap dunia luar). Fungsi ke luar ini terbagi menjadi tugas pemberitaan Injil (kerygma) dan pelayanan sosial (diakonia). Pemberitaan Injil adalah tugas utama gereja yang bersifat permanen, yang didasarkan pada fakta bahwa semua manusia telah terpisah dari Allah karena dosa. Tugas penginjilan ini adalah perintah mutlak dari Allah dan harus dilakukan melalui manusia yang telah diperbaharui secara rohani. Meskipun pelayanan sosial sangat penting untuk membantu kebutuhan fisik manusia, hal ini harus selalu waspada agar tidak mengorbankan tugas utama gereja, yaitu memberitakan Injil, karena tujuan utama gereja bukanlah mengubah struktur sosial, melainkan menyelamatkan jiwa.
- Tugas Gereja
- Penginjilan (Kerygma)
- Pelayanan Sosial (Diakonia)
- Persekutuan (Koinonia)
- Injil
- Mandat Allah
- Tugas gereja secara fundamental meliputi dua aspek: menjaga pertumbuhan rohani internal jemaat (koinonia) dan menjalankan pelayanan eksternal (terhadap dunia).
- Tugas utama dan inti gereja adalah penginjilan (kerygma), yaitu memberitakan kabar mahabaik tentang penebusan dosa melalui Yesus Kristus, sesuai mandat perintah Allah.
- Pelayanan sosial (diakonia) merupakan tugas yang penting, tetapi harus berada di bawah tugas utama pemberitaan Injil, dan tidak boleh menjadi fokus utama yang mengaburkan misi penyelamatan jiwa.
- Fondasi teologis tugas gereja adalah pengakuan bahwa semua manusia telah terpisah dari Allah karena dosa, sehingga memerlukan Injil sebagai jalan kembali kepada-Nya.
- Pelaksanaan tugas gereja harus fleksibel dan bijaksana (kebijaksanaan, kecerdasan, dan keluwesan) sesuai dengan kondisi dan situasi lokal, namun tetap harus setia pada mandat abadi penginjilan.