Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMI No.25 Vol.06/2003 / Ralph Winter

Ralph Winter


Pelayanan misi adalah hidupnya. Namun bukan dia saja yang memiliki pelayanan misi, tetapi juga Roberta, istrinya -- yang menjadi partner sepadan dan sepenuh waktu dalam setiap pelayanannya, dan juga keempat putrinya bersama para suaminya. Semua keluarganya mendedikasikan hidup mereka dalam pelayanan misi. Ralph Winter adalah seorang motivator, innovator, ahli yang strategis dan penuh antusiasme. Banyak orang saat ini yang menyebut Ralph Winter sebagai seorang yang paling innovatif dan penuh visi dalam pelayanan misi.

Ralph Winter lahir di Los Angeles pada tahun 1924. Orang tuanya adalah pemimpin di gereja Presbiterian lokal, namun International Society of Christian Endeavor (yang sampai sekarang masih menjadi gerakan pemuda Kristen terbesar di dunia) memberikan pengaruh yang kuat dalam kehidupan keluarga ini, terutama dalam diri Ralph. Latar belakang Injili dan interdenominasi inilah yang mengakar kuat dalam diri Ralph di tahun-tahun ke depan.

Setelah lulus SMA, Ralph kuliah di California Institute of Technology. Namun karir di bidang mesin kurang menarik minatnya. Karena itu setelah lulus dari CalTech, dia melanjutkan kuliahnya di Cornell University untuk mendapatkan gelar Ph.D. dan di Princeton Theological Seminary untuk mendapatkan gelar teologia.

Sebelum menyelesaikan semua pendidikan formalnya, Ralph menikah dengan Roberta Helm yang baru saja lulus dari pelatihan perawat. Roberta mendampingi Ralph sampai dia menyelesaikan pendidikannya. Kemudian mereka berdua memulai pelayanan overseas kepada salah satu suku Mayan Indian di Guatemala. Roberta menjadi partner sepadan yang mendukung pelayanan Ralph.

Setelah 10 tahun melayani di Guatemala, Ralph mengajar di Fuller School of World Mission memenuhi undangan McGavran. Saat itu merupakan kesempatan bagi Ralph untuk memberikan kesan yang tidak terlupakan bagi ratusan misionaris yang mengikuti kelasnya.

Memutuskan untuk meninggalkan Fuller School of Mission bukanlah hal yang mudah. Setelah 10 tahun mengajar, pada tahun 1976 Ralph memutuskan untuk keluar dari Fuller School of Mission dan mendirikan U.S. Center for World Mission (USCWM). Bertahun-tahun semenjak didirikan, USCWM mengalami kesulitan keuangan. Meskipun demikian, fokus pelayanan mereka tidak bergeser yaitu 17.000 suku terabaikan yang tinggal di wilayah dimana gereja Kristen belum dirintis. USCWM menggalang energi dari 300.000 lebih pekerja, dari 64 organisasi misi dan menghubungkan organisasi misi ini dengan gereja-gereja dan organisasi-organisasi mahasiswa.

USWCM merupakan suatu wadah dimana organisasi-organisasi misi bisa mengirim utusannya untuk bekerja sama guna meneliti dan memobilisasi hal-hal yang dibutuhkan untuk menjangkau suku-suku terabaikan.

USWCM bukan satu-satunya pelayanan yang dirintis oleh Ralph Winter. Ralph juga ikut aktif dalam pendirian William Carey Library (badan penerbitan yang khusus menerbitkan buku-buku pelayanan misi Kristen); the American Society of Missiology; Theological Education by Extension; Frontier Fellowship; dan the William Carey International University.

Melalui beragam organisasi dan kontak pribadi yang dijalinnya, Ralph telah mendorong banyak orang untuk mengembangkan ide dan program- program untuk mempromosikan penginjilan dunia. Hal ini menjadi kontribusinya yang paling abadi. Banyak orang, salah satunya adalah Don Richardson, yang berhutang padanya untuk dorongan semangat dan antusiasme yang ditunjukkan Ralph dalam setiap pelayanan yang mereka lakukan sebelum kontribusi Don Richardson di dunia misi dikenali orang banyak. (2006-08-18)

Diterjemahkan dan diringkas dari:

Judul buku : From Jerusalem to Irian Jaya -- A Biographical History of Christian Missions
Penulis : Ruth A. Tucker
Penerbit : Zondervan Corporation, Grand Rapids, Michigan
Halaman : 479 -- 481

Catatan Redaksi:
Dr. Ralph Winter (1924-2009)
Pada tanggal 20 Mei 2009, Dr. Ralph Winter dipanggil pulang ke surga setelah mengalami komplikasi 'multiple myeloma' (sejenis penyakit kanker) -- penyakit yang juga diderita oleh Roberta Winter, yang akhirnya menyebabkan kematian istri yang dikasihinya itu. (Obituari oleh Christian Post)

e-JEMMi 25/2003