Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereArtikel Misi / Menjembatani Kesenjangan Budaya

Menjembatani Kesenjangan Budaya


Diringkas oleh: Novita Yuniarti

Yesus memiliki banyak hal untuk disampaikan perihal anak muda.

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga." (Matius 18:3)

"Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku." (Markus 9:37)

"Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah." (Lukas 18:16)

Ayat-ayat di atas mewakili perasaan Tuhan terhadap anak muda. Anak-anak dilahirkan seutuhnya tanpa maksud jahat, belum tercemar oleh sinisme, dan mereka telah menjadi rusak tanpa memahaminya. Mereka merupakan tolok ukur masyarakat. Mereka menyingkapkan maksud jahat yang ada di dalam pikiran orang dewasa dan mendorong kita untuk memeriksa alasan dan perbuatan kita. Ketika dilecehkan, mereka menyerap esensi kejahatan ke dalam diri mereka sendiri; ketika ditinggalkan, mereka menjadi gambaran dunia yang sudah mati. Inilah gambaran anak muda masa kini:

  1. Sebanyak 500 juta anak tidur tanpa atap dan tanpa makanan yang cukup di perut mereka.

  2. Ada 100 juta anak tidak memiliki keluarga. Mereka hidup di jalanan dan saat menginjak umur 8 tahun mereka sudah belajar bagaimana mempertahankan hidup. Beberapa di antaranya akan mahir dalam merampok dan membunuh sebelum anak-anak lain bisa menulis nama mereka.

  3. Beberapa juta anak terpaksa menjerumuskan diri ke dalam prostitusi saat mereka masih remaja, melayani para pria dan wanita dewasa dari Bombay sampai ke Brazil, dari Los Angeles sampai ke Laos. Berjuta-juta industri pornografi anak memperburuk keadaan ini.

  4. Lebih dari setengah anak muda di dunia ini belum bisa membaca.

  5. Beberapa juta anak tidak akan pernah dapat menggunakan pikiran mereka selayaknya orang dewasa karena kekurangan gizi sejak usia 5 tahun yang mengakibatkan kerusakan otak yang sulit dipulihkan.

  6. Beberapa juta anak lainnya tidak akan pernah menggunakan pikiran seperti orang dewasa karena pemakaian narkoba telah merusak kemampuan mereka untuk berpikir.

Bagaimana peran gereja terhadap remaja sekarang ini? Gereja semakin lama semakin tidak relevan dengan generasi saat ini. Terjadi kesenjangan yang cukup lebar antara generasi saat ini dan generasi tahun 60-an dan gereja belum melihat hal tersebut dengan jelas. Kita perlu mencari cara untuk menjembatani kesenjangan ini karena masa depan dunia serta gereja berada di pundak mereka. Namun, upaya-upaya gereja untuk memahami anak muda nampaknya sangat kurang dan tidak pada tempatnya. Rasul Yakobus mengatakan bahwa ibadah yang murni dilihat dari kepedulian kita terhadap anak yatim piatu dan para janda (Yakobus 1:27). Banyak budaya anak muda sekarang yang secara efektif menjadi yatim piatu karena dunia. Inilah saatnya bagi gereja untuk mengasuh dan ikut merasakan kepedihan yang mereka rasakan, seolah-olah mereka adalah darah daging kita sendiri.

Menyeberangi Perbedaan Budaya

Jika seseorang ingin terlibat dalam pelayanan anak muda, mereka harus paham betul dunia anak muda. Mereka harus tahu bagaimana menggunakan musik, media, dan humor supaya penginjilan menjadi relevan bagi anak muda. Mereka harus berani menggabungkan cara-cara baru dalam mengekspresikan diri, serta menolerir tingkah laku anak muda yang dianggap aneh. Selain itu, anak muda harus dilibatkan untuk peduli terhadap orang-orang yang tidak termasuk komunitas mereka. Seperti ungkapan seorang hamba Tuhan, "Anda tidak boleh membiarkan anak-anak memandang kekristenan semata-mata hanyalah suatu doktrin. Doktrin akan membinasakan mereka. Mereka harus memahami bahwa Yesus tidak mengharuskan kita menjadi orang Kristen seperti orang tua kita. Mereka harus menemukan Yesus di lingkungan mereka sendiri." Saat kita tidak bisa memahami dunia mereka, ini sama artinya kita menciptakan kesenjangan budaya yang semakin lebar antara gereja dengan anak-anak muda. Berikut merupakan beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk memahami keinginan anak muda:

  1. Dengarkanlah musik-musik anak muda. Akrabkan diri dengan musik mereka agar Anda bisa mengikuti jenis musik semacam itu. Cobalah untuk mengerti aspirasi yang disampaikan melalui media itu.

  2. Bacalah majalah-majalah anak muda. Pergilah ke perpustakaan di kota Anda kemudian tanyakanlah contoh majalah yang paling populer di kalangan anak muda. Berhentilah di rak majalah untuk mengikuti apa yang dibaca anak muda.

  3. Tontonlah acara-acara televisi malam yang "aneh" yang sangat populer di kalangan generasi muda.

  4. Bacalah beberapa buku petunjuk yang akan menolong Anda menyesuaikan diri dengan anak-anak muda ini. Buku berjudul "Thirteenth Gen" yang ditulis oleh Neil Howe dan William Strauss (Vintage Books, 1993) bisa jadi awal yang tepat.

  5. Pahamilah bahwa anak muda zaman sekarang biasanya tidak terkesan dengan program-program yang kita tawarkan. Institusi dan kepengurusan tidak penting bagi mereka. Mereka memberi nilai tinggi pada hubungan.

Bawalah Anak Muda Anda Menuju ke Budaya yang Berbeda

Ritual keagamaan yang mengikat bagaikan sebuah penjara bagi anak muda yang suka dan ingin mencoba hal-hal baru. Hal ini menyebabkan anak-anak muda berani menentang, bahkan meninggalkan gereja. Agar hal ini tidak terjadi, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan. Salah satunya Anda dapat merencanakan kegiatan perjalanan lintas budaya untuk anak muda di gereja Anda. Berikut ini beberapa kemungkinan yang dapat Anda jajaki:

  1. Youth With a Mission (YWAM) (Anak Muda Dengan Sebuah Misi) memiliki program "Small Half" (Separuh Kecil) yang melibatkan anak-anak yang berusia 7 dan 8 tahun. Program ini biasanya berlangsung selama sebulan pada musim panas. Kegiatan ini mencakup pembelajaran Alkitab, doa, dan pelatihan bermusik. YWAM pun mengajak anak-anak untuk tampil di negara lain.

  2. Jalinlah hubungan dengan Teen Missions (Misi [Untuk] Anak Muda) di Florida. Mereka memiliki program yang sangat bagus untuk siswa SMP dan SMU, mulai dari bekerja selama musim panas, bersenang- senang, dan pengenalan budaya. Program ini juga memasukkan komponen dasar pemuridan. Minggu pertama dibagi dengan 2000 anak muda lainnya, yang datang dengan tujuan yang sama. Semangat dari para anak muda yang ada dalam satu tempat, yang semuanya memfokuskan diri pada Yesus, merupakan hal yang luar biasa dan sangat menginspirasi semua yang hadir.

  3. Bergabunglah dengan Short-Term Evangelical Ministries (STEM) -- (Pelayanan Penginjilan Jangka Pendek) yang khusus menangani perjalanan anak muda dan mahasiswa yang berlangsung selama 1 atau 2 minggu. Perjalanan mereka bisa disesuaikan untuk memperkuat tim Anda, biayanya pun terjangkau. Semua program tersebut diselenggarakan di Karibia.

  4. Dengan bantuan Evangelical Association for the Promotion of Education (EAPE) (Asosiasi Injili Untuk Mempromosikan Pendidikan), Anda bisa bergabung dengan 300 mahasiswa lain dalam satu kota, melakukan penginjilan lintas budaya, dan mengikuti program pemuridan.

  5. Rencanakan perjalanan Anda. Mintalah gereja Anda untuk menghubungi negara lain atau daerah di sekitar Anda. Padukan antara cara bersenang-senang yang sehat dan bekerja.

Jangkaulah Anak-anak Muda yang Bermasalah

Banyak anak muda di sekitar kita yang kelihatannya tidak memiliki harapan. Mereka sudah terlanjur memiliki kebiasaan menggunakan obat-obatan terlarang, suka membolos sekolah, seks bebas (aktif dalam hubungan seksual), dan tidak begitu terlibat dengan gereja. Menjangkau anak muda bukan tantangan yang kecil. Sejumlah program yang ditargetkan untuk anak muda (Pramuka, Big Brothers-Big Sister, YMCA, YWCA, Pioneer Girls, Boys Brigade, AWANA, Boys and Girls Club, dan National Youth Sports), bukan merupakan program-program untuk menggantikan kebaikan, kesabaran, dan ketulusan cinta orang tua terhadap anak-anak mereka. Namun, program-program tersebut setidaknya bisa menambah pengarahan dan dukungan yang tidak mereka dapatkan di rumah. Berikut adalah beberapa cara agar gereja bisa menjangkau anak muda yang bermasalah:

  1. Jalinlah kerja sama yang baik dengan gereja lain dan libatkan para pemimpin dan orang tua yang merasakan bahwa hal ini adalah panggilan Tuhan dalam hidup mereka. Usaha-usaha ini harus disertai dengan doa yang terus-menerus dan kesatuan hati dari beberapa kelompok yang melayani bersama-sama.

  2. Bergabunglah dalam kegiatan yang sudah ada. Jika di kota Anda memiliki kegiatan pemuda yang kokoh, ikutlah terlibat di dalamnya dan dukunglah kegiatan itu. Hal ini tidak hanya menghindari pelipatgandaan yang tidak perlu tapi menjadi sumber pelayanan yang baik dan memberi kesempatan untuk membangun jembatan dengan orang lain yang memiliki kesamaan ide dan yang mungkin berbeda iman. Sangat baik bagi mereka untuk melihat bahwa orang Kristen memiliki perhatian dan keinginan yang sama untuk membantu.

  3. Bergabunglah dengan program Drug Abuse Resistance Education (DARE) (Pendidikan Penanggulangan Penyalahgunaan Obat Terlarang) setempat. Program ini dapat membantu anak muda berhati-hati terhadap penyalahgunaan narkoba, sama seperti kelompok-kelompok pecinta lingkungan yang menanamkan kepada anak-anak kepedulian yang mendalam terhadap alam. Apabila di kota Anda belum ada program semacam ini, cobalah untuk mengaplikasikannya di gereja Anda.

  4. Berikan bantuan bagi anak-anak yang berjuang di sekolah. Temuilah pengurus sekolah dan guru lokal untuk mempelajari mengapa beberapa anak muda tidak dapat mengikuti kurikulum sekolah. Tanyakanlah kepada mereka tentang cara terbaik untuk membantu anak-anak ini mengatasi kesulitannya, misalnya, menyediakan guru sukarelawan dari jemaat Anda atau adakanlah kelompok belajar matematika seusai sekolah atau klub membaca. Karena beberapa orang tua ragu-ragu untuk menyerahkan anak-anak mereka ke gereja, maka carilah lokasi yang netral untuk melakukan kegiatan ini.

  5. Tinjaulah lingkungan sekitar Anda untuk mengetahui apakah di daerah tersebut membutuhkan program kelompok belajar. Jutaan anak setiap sore hari pulang sekolah ke rumah yang tanpa orang tua ataupun bentuk pengawasan lainnya. Kenyataan ekonomi memaksa mereka pada pilihan sulit; orang tua seharusnya ada di rumah bersama anak-anak mereka, tetapi faktanya mereka harus bekerja keras untuk mencukupi biaya hidup. Kebanyakan orang tua pasti sangat senang jika gereja lokal mengadakan kegiatan belajar kelompok seusai sekolah pada sore hari untuk anak-anak sampai ayah dan ibu mereka pulang. Kegiatan semacam ini tidak hanya membangun persahabatan di antara jemaat tapi juga membantu untuk mencegah anak-anak agar tidak terlibat dalam perbuatan yang tidak baik.

  6. Lakukanlah kegiatan olahraga. Beberapa gereja mengakui bahwa kegiatan semacam ini bisa menarik banyak anak muda. Kegiatan ini tidak membutuhkan banyak peralatan ataupun pengaturan -- bermain basket dan hula hop cukup bagus. Mintalah agar anggota jemaat Anda yang sudah dewasa atau mahasiswa untuk mengawasi, melatih, atau menjadi wasit. Meneliti lingkungan sekitar Anda juga dapat membantu menemukan banyaknya atlet yang sedang naik daun yang mencari lomba ketangkasan fisik yang baik.

Adakan Seminar Pemimpin Muda

Salah satu cara untuk mendapatkan "bantuan" yang Anda perlukan dalam melayani anak muda adalah dengan cara mengundang serang pemimpin muda untuk menjadi pembicara dalam sebuah seminar. Adakanlah seminar sehari atau seminar pada akhir pekan untuk melatih para pelayan muda di gereja-gereja sekitar Anda. Kegiatan ini dapat memberikan keuntungan bagi Anda. Pertama, kegiatan tersebut akan bisa memperlengkapi para pelayan muda Anda sendiri. Kedua, Anda bisa mengumpulkan pemimpin lokal yang dapat diajak bertukar pikiran dan memberi dukungan. Ketiga, Anda bisa membuat dasar jaringan pelayanan pada masa yang akan datang dengan gereja-gereja di daerah tersebut. Keempat, Anda juga bisa mengajak ahli tersebut untuk tinggal pada hari berikutnya untuk secara khusus berbicara dengan pengurus kaum muda Anda.

Berikan kepada Anak Muda

Bagaimana awalnya seorang anak muda belajar tentang pelayanan di gereja? Pada umumnya, setiap anak muda memiliki kemauan untuk belajar. Berikut merupakan beberapa saran yang dapat Anda lakukan. Pertama, ajaklah pemimpin pemuda dan guru sekolah minggu Anda untuk berkumpul bersama dan membicarakan tentang ide ini. Kedua, pimpinlah suatu acara untuk menggali ide kreatif yang bisa mendorong anak muda untuk memberi. Ketiga, pertimbangkanlah berbagai bentuk pelayanan untuk anak jalanan yang diperoleh dari imajinasi kaum muda di gereja Anda. Tentu saja, Anda pun akan perlu mencari berbagai ide untuk menyatukan berbagai kelompok usia. Pikirkanlah ide-ide dengan lingkup lokal dan non-lokal. Akan sangat menyenangkan bila mereka bisa mendapatkan pengalaman langsung yang bisa membuat mereka merasa kebutuhan tersebut semakin berarti bagi mereka.

Sebarkan Visi kepada Anak Muda

Setiap tahun sisipkan hari pemuda di kalender gereja Anda. Berikut ini beberapa hal yang bisa dimasukkan.

  1. Sampaikan khotbah dan pelajaran pengajaran yang berfokus pada kaum muda. Anda bisa menggunakan berbagai pendekatan dari Alkitab seperti cerita tentang bagaimana Allah berkarya melalui anak-anak, pengajaran Yesus tentang anak kecil, serta beberapa contoh tentang iman anak-anak.

  2. Libatkan kaum muda dalam ibadah. Mungkin ada beberapa orang yang bisa menceritakan tentang perjalanan pelayanannya atau pengalaman penjangkauan mereka. Mereka yang berbakat dalam musik atau drama boleh ditampilkan. Anda bahkan bisa memberikan waktu 10 menit kepada seorang pemuda untuk menyampaikan khotbah di mimbar.

  3. Jika Anda menerapkan rencana khusus pelayanan kaum muda, minggu ini bisa menjadi kesempatan yang baik untuk melaporkan ke mana uang akan disalurkan dan untuk mendoakan pelayanan tersebut. Undanglah perwakilan dari masing-masing kelompok umur untuk memimpin doa bagi pelayanan yang telah mereka dukung.

  4. Buatlah buletin sisipan yang menggambarkan kondisi mengerikan anak muda di seluruh dunia. Sertakan tips praktis tentang "Apa yang dapat Anda lakukan melihat hal ini".

  5. Coba adakan seminar khusus kaum muda pada hari Sabtu atau Minggu sore bagi mereka yang ingin tahu lebih jauh tentang pelayanan ini. Ini bisa menjadi kesempatan untuk mendukung Seminar Pemimpin Muda yang telah disebutkan di awal dan mengadakan konser kaum muda. (t/Setya)

Diterjemahkan dan diringkas dari:

Judul buku : 101 Ways Your Church Can Change the World
Judul asli artikel : Youth: Bridging the Cultural Gap
Penulis : Tony Campolo dan Gordon Aeschliman
Penerbit : Regal Books, California 1993
Halaman : 50 -- 62

e-JEMMi 02/2010