Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereArtikel Misi / Menjalankan Tim Kepemimpinan Misi yang Efektif di Gereja 2

Menjalankan Tim Kepemimpinan Misi yang Efektif di Gereja 2


Belajar dan Bertumbuh

Dalam pertemuan tim misi, sering kali masuk beberapa tanggung jawab baru dalam tim menghabiskan banyak waktu. Akhirnya, jelas bahwa ada banyak hal yang belum diketahui oleh tim.

Di tengah-tengah pertemuan, ketua menginterupsi: "Teman-teman, mari kita mengakui bahwa kita belum mengetahui banyak mengenai bidang pelayanan ini. Kita tidak memiliki semua informasi yang kita butuhkan. Allah tidak dapat memimpin kita berdasarkan fakta yang tidak kita ketahui. Kita perlu memulai satu proses belajar. Mari daftarkan beberapa hal yang perlu kita ketahui, dan menelusuri di mana kita bisa mendapatkan informasi tersebut." Lalu mereka mendaftarkan beberapa bidang, kemudian mulai membicarakan sumber-sumber informasi.

Tim mendapat banyak masukan dan pendidikan misi, yang berkaitan dengan gereja mereka melalui Advancing Churshes in Mission Commitment (ACMC). Tim menasihati agar gereja mereka menjadi anggota ACMC. Akan tetapi, anggota lain dalam tim itu membutuhkan lebih banyak informasi, dan akhirnya mereka setuju menerima wakil ACMC di gereja mereka, untuk melayani sebagai pemberi gagasan dalam program pelayanan baru mereka, dan menjelaskan bagaimana ACMC dapat membantu gereja mereka.

Setelah kunjungan wakil tersebut, beberapa anggota tim menghadiri sebuah konferensi regional, dan ada dua orang yang ikut bersama dengan ketua menghadiri konferensi nasional ACMC, di mana mereka melihat contoh-contoh yang mengagumkan dan beberapa bidang pelayanan, serta mereka menjalin hubungan dengan orang-orang dari gereja-gereja lain, yang juga mencoba melakukan apa yang mereka coba lakukan dalam pelayanan.

Melalui keanggotaan ACMC, mereka menerima beberapa sumber informasi yang berguna. Salah satunya adalah majalah triwulan -- "Mobilizer", yang fokus pada berbagai topik pelayanan yang sesuai bagi mereka. Yang lainnya adalah "World Pulse" -- laporan berkala dwi mingguan, yang membantu mereka mengetahui perkembangan pelayanan misi di berbagai bagian dunia. Selain ACMC, mereka mengutus beberapa orang ke Konferensi Urbana Student Missions, dan mendaftarkan orang-orang yang bisa mengikuti kursus yang disebut Perspektif pada Gerakan Kristen Dunia.

Berikut bidang-bidang pelajaran untuk tim kepemimpinan misi

  1. Apa yang Alkitab katakan mengenai misi.
  2. Geografi.
  3. Yayasan/organisasi misi.
  4. Persekutuan dan gerakan misi.
  5. Singkatan-singkatan misi.
  6. Sejarah misi.
  7. Strategi, tugas, dan keterlibatan purna waktu dalam pelayanan misi.
  8. Ladang dan strategi misi denominasi.
  9. Para utusan Injil yang diutus dan didukung.
  10. Kebudayaan, perbedaan-perbedaan budaya, dan pelayanan lintas budaya.
  11. Negara-negara dan bangsa-bangsa.
  12. Peristiwa-peristiwa internasional dalam berita.
  13. Perkembangan dan status misi, serta kebutuhan misi dunia.
  14. Bagaimana membantu seseorang untuk menjadi seorang utusan Injil.
  15. Pendidikan, pelatihan, dan pokok doa misi.
  16. Filosofi dan kebijakan gereja.
  17. Budaya gereja setempat, dalam kaitannya dengan mengomunikasikan pelayanan misi.

Bergembiralah

Selagi tim misi mengembangkan dasar pengetahuan dan pekerjaan mereka dalam bidang-bidang yang baru, mereka mendapati bahwa ada keputusan-keputusan baru yang perlu diambil dan arah-arah baru untuk ditetapkan. Sementara mereka mendiskusikan hal-hal ini, beberapa anggota mengeluarkan pendapat yang cenderung menguasai diskusi dan pengambilan keputusan. Anggota-anggota lainnya dalam tim mengalah dan membiarkan yang lain yang memutuskan. Akan tetapi, tidak berarti mereka nyaman dengan situasi tersebut. Kelihatannya ada kepentingan tersembunyi, emosi yang tidak dapat dijelaskan, kemarahan yangdisembunyikan, dan kurang ada tukar pendapat yang positif.

Tim berbicara dengan Brad, seorang dari gereja lain. Brad berkata bahwa tim misi mereka adalah sahabat-sahabat yang baik. Mereka sering bertukar pikiran tentang masalah-masalah sosial, dan istri-istri mereka sering berhubungan melalui telepon. Ketika mereka sudah bergumam, maka saya tahu bahwa pekerjaan akan segera selesai, kata Brad. Tim juga berbicara dengan Carol, seorang yang dikenal melalui ACMC. Carol melaporkan bahwa mereka saling mendoakan dan berdoa untuk setiap pertemuan yang akan dilakukan. Carol berkata bahwa ketika mereka berdoa untuk program mereka, kelihatannya diskusi dalam pertemuan memakan waktu yang jauh lebih singkat.

Lalu salah seorang anggota tim membaca materi mengenai dinamika kelompok kecil, dan mengatakan bahwa mereka perlu membentuk satu kelompok. Ada anggota yang mengutip perkataan Carl George, "Ketika satu kelompok memusatkan perhatian pada kesibukan aktivitas pelayanan dan mengambil keputusan, serta tidak dapat bersatu dalam kasih dan saling belajar, maka sikap orang-orangnya akan kacau. Mereka akan memancarkan segala hal, kecuali perhatian terhadap orang lain."

"Mari kita adakan perjamuan kasih," usul Sara. Setelah itu, tim mulai mencari alasan-alasan lain untuk bekerja sama. Dalam beberapa bulan, tim ini jauh lebih menikmati saat-saat kebersamaan, saling mendoakan, dan bekerja sama dengan lebih baik. Salah satu penatua berkata, "tim misi ini adalah sebuah kelompok yang menyenangkan." Tidak lama kemudian, dilakukan penyelidikan mengenai apa yang dilakukan oleh tim misi itu, dan bagaimana caranya agar bisa menjadi bagian di dalam tim itu.

Membangun Kelompok Kepemimpinan Misi

  1. Belajar bersama.
  2. Berdoa bersama sebagai satu tim.
  3. Saling mendoakan secara teratur.
  4. Bersikap terbuka; bagikan apa yang Allah ajarkan kepada Anda.
  5. Sekali-kali buatlah acara santai untuk bergembira dan bersekutu.
  6. Lakukan perjalanan misi bersama.
  7. Hadiri konferensi ACMC bersama.
  8. Kunjungi tempat-tempat organisasi misi.
  9. Lakukan tur ke sebuah area miskin di kota Anda.
  10. Melayani bersama dalam sebuah peristiwa nonmisi di gereja.
  11. Adakan pertemuan di satu rumah.
  12. Nikmati minuman atau makanan sebelum, sesudah, atau selama pertemuan.
  13. Tambahkan lelucon dalam diskusi, laporan, dan acara.
  14. Lakukan sesuatu secara spontan dan istimewa bagi anggota tim.

Teladan Misi

Tim senang atas kemajuan yang dibuat oleh tim misi. Anggota-anggotanya saling memerhatikan, bergembira, dan membangun persatuan. Mereka mulai mempelajari lebih banyak hal mengenai misi dan mengambil bidang-bidang tanggung jawab yang baru. Tetapi ada sesuatu yang kurang dan tim tidak bisa menunjukkan apa kekurangan itu.

Ketika sedang berbicara di telepon dengan Dan pada suatu malam, maka hal itu dibukakan. Dan, salah seorang penatua, mulai menjadi semakin yakin akan prioritas misi bagi gereja. Ia bertanya kepada tim, bagaimana caranya agar mereka dapat memunyai pengaruh yang lebih besar secara perorangan, terhadap sahabat-sahabat dan rekan-rekan mereka dalam kedudukan kepemimpinan lain di dalam jemaat.

Sementara tim merenungkan pertanyaan itu, mereka sadar bahwa mereka harus menjadi teladan-teladan yang baik. Tim ingat rumus agar memunyai pengaruh atas orang lain. "Pengaruh = teladan + hubungan + pengajaran." Ketika seseorang menjadi teladan yang baik, maka ketika ia menjalin hubungan dengan orang lain, maka mereka akan melihat teladan tersebut. Memberi penjelasan pada saat-saat yang tepat, akan membantu orang lain mengerti mengapa Anda bisa menjadi sebagaimana Anda sekarang.

Pada pertemuan misi berikutnya, tim memperkenalkan gagasan mengenai menjadi keteladanan misi. Tim itu membahas beberapa hal mengenai cara menjadi seorang teladan misi bagi gereja dan orang-orang yang dikenal sebagai teladan yang baik, mereka berdoa bersama dan masing-masing berjanji untuk mengambil satu langkah khusus secara pribadi dalam komitmen misi. Mereka juga menyetujui untuk memerhatikan dan mendoakan, agar ada kesempatan untuk menularkan teladan-teladan baik tersebut kepada kelompok-kelompok lainnya di gereja.

Teladan Pelayanan Misi bagi Gereja Anda

  1. Tempatkan Kristus lebih dahulu dari tugas. Berkomitmen untuk mengenal dan menyembah-Nya terlebih dahulu. Penyembahan adalah yang terutama. Jadikan Allah prioritas pertama Anda. Penuhi kehidupan Anda dengan kehendak-kehendak-Nya.
  2. Kembangkan satu kelompok Kristen yang saling mengasihi dan memerhatikan. Luangkan waktu untuk bergembira dan bersekutu. Belajar untuk menerima perbedaan pendapat.
  3. Berkomitmen untuk menjadikan misi sebagai tanggung jawab gereja Anda yang utama. Dukunglah seluruh program gereja, tetapi hindari agar tidak terlalu terlibat dalam banyak aktivitas yang berlebihan. Lakukan satu hal dengan sungguh-sungguh.
  4. Mengupayakan kehidupan doa yang nyata. Saling mendoakan satu dengan yang lain. Berdoalah untuk gereja Anda, agar Allah mengembangkan visi gereja Anda, para utusan Injil gereja, negara, dan bangsa.
  5. Terlibat dalam kehidupan orang-orang non-Kristen. Bertemanlah dengan tetangga. Mulailah sebuah pemahaman Alkitab di lingkungan tempat tinggal Anda. Kembangkan persahabatan dengan semua orang di tempat kerja, bank, tempat berbelanja.
  6. Berikan perhatian kepada orang-orang di belahan dunia lain. Amati berita internasional dan berdoa bagi orang-orang yang diberitakan/dilayani. Bacalah laporan pelayanan misi berkala dan majalah misi. Peliharalah hubungan dengan seorang utusan Injil.
  7. Dukung dan berdoalah bagi pendeta Anda, keluarganya, impiannya, dan kepemimpinannya. Berdoa untuk hubungan pribadinya dengan Allah, gereja, dan dunia. Doronglah ia setiap kali ada kesempatan.
  8. Ubahlah gaya hidup Anda sesuai dengan sudut pandang Allah. Kurangi keterlibatan yang terlalu banyak. Sederhanakan kehidupan Anda dan luangkan lebih sedikit waktu dan perhatian pada diri sendiri. Berikan usaha dan perhatian yang lebih banyak kepada orang lain. Berikan persembahan dengan murah hati dan bijaksana untuk pekerjaan Kerajaan Surga.

Diambil dari:

Judul buku : Bagaimana Menjalankan Tim Kepemimpinan Misi yang Efektif di Gereja Anda
Judul artikel : Menjalankan Tim Kepemimpinan Misi yang Efektif di Gereja
Penulis : David Mays
Penerjemah : Hennuwati
Penerbit : Yayasan Mitra Pengembangan Desa, Bandung 1999
Halaman : 13 -- 27

e-JEMMi 44/2011