Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereArtikel Misi / Menjalankan Tim Kepemimpinan Misi yang Efektif di Gereja 1

Menjalankan Tim Kepemimpinan Misi yang Efektif di Gereja 1


Pengantar

Misi adalah satu pekerjaan besar. Ada yang mengatakan bahwa menjalankan misi dalam gereja lokal itu seperti menjalankan " global marketing" dalam dunia bisnis multinasional. Pekerjaan ini sangat kompleks. Beban untuk menguasai kerumitan ini ada pada para pemimpin misi. Keefektifan suatu gereja yang bermisi, sering kali dibatasi oleh pekerjaan mereka. Mengasihi Kristus dan memiliki kecintaan yang besar untuk melakukan pekerjaan misi itu penting, tetapi belum cukup. Perlu adanya pengetahuan ditambah keterampilan dalam kepemimpinan, organisasi, perencanaan, dan komunikasi. Artikel ini dimaksudkan untuk membantu para pemimpin gereja mengembangkan keterampilan dan struktur yang mereka perlukan untuk memimpin misi gereja mereka.

Mengetahui Tugas Anda

Dengan agak ragu, tim setuju untuk melayani dalam komisi misi di Wildcat Creek. Sebelum pertemuan pertama, ia bertanya kepada ketuanya, "Apa yang dilakukan oleh komisi misi?" "Kami hanya melakukan urusan misi," jawabnya. Kelihatannya jawaban ini agak kabur bagi tim, tetapi ia berharap dapat mengerti lebih banyak pada pertemuan pengurus misi yang pertama.

Kelompok kepemimpinan misi di gereja Anda mungkin melakukan apa saja yang dilakukan oleh para pendahulu mereka. Tugas-tugas yang biasa dilakukan adalah: mendistribusikan dana keuangan misi (khususnya di gereja-gereja mandiri) dan merencanakan kegiatan misi selama satu tahun (khususnya dalam gereja-gereja gabungan).

Ada banyak kesempatan bagi satu tim misi. Tim misi yang efektif, akan melakukan sebanyak mungkin untuk melayani gerejanya yang sedang bermisi, sambil membatasi diri kepada apa yang dapat mereka lakukan dengan baik.

Setelah pertemuan pertama, tim merasa pekerjaan itu akan menjadi lebih sederhana, jika mereka memunyai batas-batas yang jelas mengenai definisi misi yang telah dipikirkan dengan baik. Misi telah menjadi sebuah pekerjaan yang mencakup segalanya dari sejumlah besar urusan gereja, termasuk sekolah Alkitab, rumah jompo, pelayanan sosial,pelayanan masyarakat, penginjilan lokal, dan pelayanan lintas budaya. Selanjutnya, kelihatannya tidak ada seorang pun yang tahu apa tujuan dari beberapa pelayanan misi luar negeri yang didukung oleh gereja.

Karena tim pernah memiliki pengalaman dalam satu tim misi yang efektif, ia membuat daftar mengenai tanggung jawab pelayanan misi bagi komisi mereka. Komisi itu setuju bahwa dalam pertemuan yang berikutnya, mereka akan menentukan tugas-tugas mana yang akan mereka ambil, dan mereka akan mencoba untuk mendefinisikan misi, agar ada batasan bagi tugas mereka.

Berikut bidang-bidang tanggung jawab untuk tim kepemimpinan misi.

  1. Menyediakan pemimpin bagi misi dalam gereja.
  2. Membantu para pemimpin gereja dalam menaati Amanat Agung.
  3. Mengembangkan struktur organisasi tim dan syarat-syaratnya.
  4. Merekrut, memberi pengarahan, dan mendidik tim tersebut.
  5. Menetapkan batasan-batasan bagi pelayanan misi.
  6. Mengembangkan dan mengikuti kebijakan, serta langkah-langkah yang sesuai bagi pelayanan misi.
  7. Mengembangkan prioritas pelayanan dan strategi misi bagi gereja.
  8. Menetapkan tujuan, membuat rencana, dan menjalankan rencana tersebut.
  9. Meningkatkan dukungan doa bagi para utusan Injil dan proyek pelayanan mereka bagi orang-orang, bangsa-bangsa, dan bagi gereja yang miskin dan tertindas.
  10. Memastikan bahwa para utusan Injil yang diutus gereja mendapat perhatian, dukungan, bimbingan, dan perhatian.
  11. Mendidik jemaat mengenai mandat Alkitab, perkembangan sejarah misi, dan tokoh-tokoh pahlawan misi.
  12. Memberikan informasi yang jelas dan teratur mengenai pelayanan misi gereja, perkembangan, dan pelayanan misi yang penting, serta kebutuhan-kebutuhan misi dunia.
  13. Merencanakan dan melaksanakan promosi misi, pengajaran, dan peka terhadap peristiwa-peristiwa misi yang sedang terjadi.
  14. Mengembangkan dan mengurus anggaran keuangan misi.
  15. Mendampingi dan membantu para pemimpin gereja mengembangkan pelayanan misi.
  16. Memperlengkapi dan memampukan anggota jemaat untuk dapat terlibat secara langsung dalam pelayanan misi.
  17. Merencanakan dan menyelenggarakan perjalanan misi.
  18. Merekrut dan membantu mempersiapkan, serta membimbing calon utusan Injil dari jemaat setempat.
  19. Mengumpulkan, menyaring, mengevaluasi, menyetujui, mengatur, melaksanakan, dan membantu proyek dana misi.
  20. Mengembangkan dan memelihara hubungan dengan gereja-gereja lain atau organisasi misi lain, dan mendukung para utusan Injil yang melayani di bawah organisasi misi tersebut.

Merekrut

Dalam pertemuan kedua yang dihadiri oleh tim, kelompok itu memakai beberapa waktu lamanya untuk merumuskan definisi misi yang sesuai, kemudian mulai mempertimbangkan bidang-bidang tanggung jawab yang akan mereka jalankan. Walaupun mereka belum bekerja dalam beberapa bidang ini, kelihatannya semua bidang ini penting tetapi mereka sulit mengesampingkan satu bidang pun yang selama ini biasa mereka lakukan.

Setelah beberapa saat, seorang anggota berseru, "Kita tidak memunyai cukup orang dan waktu untuk melakukan semua hal ini. Kita membutuhkan lebih banyak orang."

"Barangkali seperti yang Anda ketahui," kata ketua itu, "Komisi ini terdiri dari beberapa ketua, yang memimpin beberapa departemen lainnya. Ini sudah ditentukan oleh peraturan gereja kita. Karena kita melakukan sebagian besar dari pelayanan komisi-komisi lainnya, kita tidak memunyai cukup waktu untuk menjalankan tugas-tugas pelayanan misi ini.""Dapatkah kita menambang orang lain?" tanya tim.

"Tidak ada seorang pun yang mau menjadi sukarelawan. Semua orang sibuk, dan direktur pendidikan Kristen mengalami kesulitan untuk mendapatkan cukup guru. Memang tidak cukup orang," komentar salah satu anggota.

Bapak ketua memunyai satu gagasan. "Mungkin sukarelawan bukan cara terbaik. Mari kita mendoakan hal ini," katanya. "Ini adalah pekerjaan Allah, dan tentu saja Allah akan menyediakan orang-orang dengan kualitas yang tepat untuk menjalankan tugas ini."

"Saya teringat pada seorang sahabat saya Craig, yang masih bujangan. Ia sedang mempersiapkan diri untuk menggembalakan jemaat, dan para penatua gerejanya beranggapan bahwa ia harus menikah. Kapan saja mereka bertanya padanya mengenai kapan ia menikah, Craig menjawab, "Saya sedang mendoakan hal itu." Akhirnya salah seorang penatua yang agak kesal berkata, "Craig, Alkitab berkata berjaga-jagalah dan berdoalah! Saya percaya itulah yang harus kita lakukan -- berjaga- jaga dan berdoa."

"Selanjutnya saya bertanya-tanya, apakah kita harus berubah dari sebuah komisi yang membuat keputusan menjadi sebuah tim, di mana setiap anggota memunyai tugas untuk dikerjakan. Dengan demikian, kita dapat menyelesaikan lebih banyak pekerjaan tanpa memberi beban yang berlebihan kepada beberapa orang saja."

"Jika kita mau menambah orang, orang seperti apa atau kualitas atau kemampuan seperti apa yang kita inginkan?" tanya tim. Bolehkah saya membagikan satu pengalaman?" tanya tim. "Dua tahun yang lalu, ketika saya menginginkan agar ada orang yang membantu mengajar satu kelas dewasa pelajaran misi yang telah dipilih, saya berdoa agar Allah menunjukkan kepada saya siapa yang harus saya minta. Saya berdoa setiap hari selama beberapa minggu, dan menuliskan beberapa nama dan orang-orang yang terlintas dalam pikiran saya, yang saya rasa dapat melakukan pekerjaan itu dengan baik."

"Suatu malam di gereja, saya masuk ke dalam sebuah ruangan kosong untuk mencari sesuatu, dan Duane sedang berada di ruangan itu. Sementara kami berbincang-bincang, saya teringat bahwa ia ada dalam daftar doa saya, sebagai salah seorang yang bisa mengajar di sana. Apakah Duane adalah orang yang saya minta? Saya memikirkan hal itu lebih banyak lagi, sementara kami berbicara dan kemudian saya menanyakan hal itu kepadanya. Dengan bersemangat, ia sangat ingin membantu mengajar kelas itu. Sejak saat itu, ia terus berada dalam kepemimpinan misi."

"Pengalaman itu sangat membesarkan hati," kata ketua itu. " Maukah masing-masing kalian memasukkan permohonan ini dalam daftar doa harian kalian, dan kemudian menuliskan nama dan orang-orang yang Allah ingatkan kepada kalian? Mari kita saksikan dan lihat bagaimana Allah memimpin. Kita akan mendekati orang-orang yang kita setujui dan meminta mereka untuk melayani."

"Satu hal lagi," tim menambahkan. "Saya percaya bahwa kita harus menjelaskan sebelumnya, peran apa yang kita harapkan agar mereka ambil. Mari kita menuliskan apa yang kita harapkan agar mereka lakukan, dan kira-kira berapa lama waktu yang dibutuhkan. Mari kita meminta mereka untuk memberikan komitmen, agar menyediakan jangka waktu tertentu dalam pelayanan misi."

Sementara tim misi itu berdoa, mereka menjadi yakin bahwa orang- orang tertentu memunyai keterampilan khusus yang diperlukan oleh tim itu. Yang mengejutkan, beberapa orang ini belum banyak terlibat dalam program-program gereja; ada dua orang yang masih sangat muda --berusia dua puluhan; dan ada beberapa yang lain masih baru terlibat dalam gereja.

Dengan mengikuti pimpinan Tuhan, anggota-anggota tim mendekati orang-orang ini untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan khusus di dalam misi gereja. Syukurlah, beberapa orang itu setuju.

Berikut ini adalah persyaratan yang harus dimiliki anggota-anggota tim misi.

  1. Kehidupan rohani yang sehat dan bertumbuh.
  2. Memiliki komitmen yang kuat kepada Allah, gereja, dan doa.
  3. Menaruh perhatian pada orang-orang yang belum diselamatkan.
  4. Memiliki semangat kerja sama, hubungan kerja sama yang baik.
  5. Fleksibel, terbuka pada perubahan.
  6. Positif dan optimis.
  7. Mewakili jemaat kita, bukan jemaat di luar.
  8. Haus untuk belajar kebenaran firman Tuhan.
  9. Pendoa yang setia.
  10. Dapat diandalkan, setia untuk taat sampai akhir.
  11. Memiliki keterampilan kepemimpinan dan berorganisasi.
  12. Pemikir yang strategis.
  13. Memiliki keterampilan berkomunikasi.
  14. Memiliki kreativitas.
  15. Memiliki keterampilan desain grafis.
  16. Memahami bidang keuangan.
  17. Memiliki waktu untuk menjalankan tanggung jawab.
  18. Memahami misi.
  19. Memiliki keterampilan mengajar dan melatih.

Harapan anggota-anggota tim

  1. Mengadakan pertemuan dua kali sebulan dengan tim atau kelompok-kelompok yang memiliki tugas.
  2. Terus mempelajari dan mendalami misi.
  3. Menghadiri pelatihan misi yang diadakan setiap tahun.
  4. Memimpin satu bidang tanggung jawab pelayanan.
  5. Memunyai komitmen untuk dua tahun jabatan.
  6. Memasukkan perspektif global (wawasan yang luas) ke dalam bidang pelayanan lainnya.

Diambil dari:

Judul buku : Bagaimana Menjalankan Tim Kepemimpinan Misi yang Efektif di Gereja Anda
Judul artikel : Menjalankan Tim Kepemimpinan Misi yang Efektif di Gereja
Penulis : David Mays
Penerjemah : Hennuwati
Penerbit : Yayasan Mitra Pengembangan Desa, Bandung 1999
Halaman : 3 -- 11

e-JEMMi 43/2011