Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMI No.34 Vol.11/2008 / e-JEMMI No.34 Vol.11/2008

e-JEMMI No.34 Vol.11/2008


Polandia Tahun 2008

Respons terhadap kampanye penginjilan ProChrist di Polandia membanjiri panitia pelaksana. Sekitar 80.000 orang ikut serta dalam kegiatan yang berlangsung dari tanggal 6 -- 13 April. Kira-kira 20.000 orang memutuskan untuk memulai hidup baru dalam Kristus. Beberapa program telah disiarkan melalui satelit televisi dari Katowice di Polandia Selatan ke 103 daerah di seluruh negara. Lebih dari 26.700 jiwa mendatangi arena olahraga Spondek di Katowice untuk menyaksikan program penginjilan ini. Dan di tempat itu sendiri, tercatat ada kurang lebih 10.600 jiwa yang memutuskan bertobat. Penginjil UP dari Jerman memuji kerja sama yang dilakukan beberapa gereja di Katowice saat 52 gereja lokal di kota yang berpenduduk 320.000 orang menyelenggarakan pelajaran rohani lanjutan yang diperuntukkan bagi jiwa-jiwa baru. ProChrist di Polandia merupakan buah kerja sama antara gereja Lutheran, Presbiterian, Metodis, dan Baptis dengan Dewan Gereja regional, Catholic Fokolar Movement, serta Light and Life. (t/Setyo)

Serving in Mission (SIM)

SIM (disebut sebagai Serving In Mission di negara-negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar) merupakan sebuah organisasi yang terbentuk pada tahun 1980-an sebagai gabungan beberapa organisasi misi yang saat itu juga telah mulai terbentuk, yakni AEM (Africa Evangelical Fellowship), ICF (International Christian Fellowship), dan SIM (Soudan Interior Mission). Mereka berkeyakinan bahwa alat utama untuk menghubungkan dan mengubah dunia adalah gereja. Jadi, di mana tidak ada gereja, mereka akan mulai mendirikan gereja. Di mana ada gereja, mereka akan bekerja sama dengan gereja tersebut dan memperlengkapinya. Hal tersebut diupayakan untuk menginjili semua orang, khususnya mereka yang belum mendengar Kabar Sukacita. Tidak hanya itu, mereka juga berusaha menjangkau orang-orang yang belum percaya dengan memberikan bantuan kemanusiaan. Kemudian, mereka juga memuridkan orang-orang percaya dan membantu mereka menemukan talenta, mendewasakan, dan memampukan mereka untuk melayani sesamanya. Mengunjungi situsnya adalah langkah pertama yang baik untuk Anda mengenal organisasi ini.

Thailand Tahun 2008

Di tengah keadaan politik yang gelap, biarawan dan biarawati agama mayoritas Birma mulai mengundang para misionaris Kristen untuk berkunjung dan menceritakan Injil secara pribadi di biara mereka. Meskipun hal ini membahayakan, para misionaris tetap datang ke beberapa biara dan mengunjunginya satu per satu selama beberapa kali. Sebagian besar biarawan berasal dari orang-orang Bama yang pada dasarnya menentang Injil.

Hubungan Antara Gereja dengan Lembaga-Lembaga Penginjilan

PENDAHULUAN

Gereja, ditinjau secara teologis, adalah "sarana besar penyalur anugerah" yang melalui karya Roh Kudus, dipakai Kristus untuk mengumpulkan umat pilihan, memperlengkapi orang-orang saleh, dan membangun tubuh rohani-Nya. Agar gereja mampu melaksanakan tugas mulia ini, maka Ia mengaruniakan berbagai karunia rohani serta menetapkan jabatan untuk pelayanan firman dan sakramen yang adalah sarana untuk menuntun umat pilihan itu kepada tujuan akhir mereka, yaitu Rumah Bapa. Tentu saja, gereja secara teologis adalah himpunan umat yang dipanggil Allah ke luar dari kegelapan untuk masuk ke dalam kerajaan Anak-Nya (1 Petrus 2:9). Namun, tidak dapat disangkali maupun dihindari bahwa eksistensi gereja di tengah dunia tidak dapat dipisahkan dari aspek organisatoris, sehingga "gereja yang am" itu ditemukan dalam struktur yang berbeda-beda. Dengan meminjam istilah Ralph Winter, maka "sarana penyalur anugerah Allah" itu dapat dikategorikan ke dalam dua struktur misi penyelamatan ilahi: gereja atau modalitas dan lembaga-lembaga misi/penginjilan (sodalitas). Sesungguhnya, kedua struktur ini sudah ribuan tahun ada dalam sejarah Kerajaan Allah. Berikut ini adalah contoh-contoh alkitabiah dan historis mengenai eksistensi kedua struktur misi penyelamatan Allah atas manusia.

Indonesia Tahun 2008

PERSIAPAN NATAL 2008

Tanggal 25 Desember 2008 sudah di ambang pintu. Seluruh umat Kristen dan gereja Tuhan di seluruh dunia pasti sudah dan sedang akan memperingati hari kelahiran Sang Juru Selamat. Mari kita pakai kesempatan perayaan Natal ini untuk merenungkan makna Natal bagi iman kita. Kedatangan Kristus ke dunia sungguh merupakan peristiwa terbesar dalam sejarah kehidupan manusia. Karena jika Ia tidak datang ke dunia, maka sia-sialah hidup kita di dunia ini. Jika Ia tidak datang, maka hancurlah semua harapan akan masa depan manusia. Jika Ia tidak datang, maka manusia tidak akan pernah mengalami kasih yang sejati yang pernah ada di dunia ini. Melalui Natal tahun ini, biarlah kita semakin mengerti akan arti dan tujuan mengapa Ia rela datang ke dalam dunia mengambil rupa seperti manusia.