Misi Allah Bagi Dunia

Bahan PA Misi Allah Bagi Dunia

Pendahuluan Misi Allah Bagi Dunia

Betapa sering kita mendengar khotbah tentang misi yang hanya menunjuk kepada Amanat Agung, "Pergilah ke seluruh dunia . . ." sebagai dasar kegiatan misionari. Berhubung bagian itu terlalu ditekankan di luar bagian-bagian Alkitab lainnya, timbul kesan bahwa perintah terakhir Yesus kepada murid-murid-Nya itu hanyalah merupakan gagasan yang mendadak, "Ah, sebelum Aku pergi, lebih baik Kukatakan kepada mereka apa yang harus dilakukan sekarang".

Walaupun itu mungkin terlalu dilebih-lebihkan, nampaknya kita mempunyai kesan yang keliru tentang misi Allah untuk dunia karena kita tidak mengetahui betapa luas dan dalamnya bahan yang dijumpai dalam Alkitab mengenai topik yang sangat penting ini. Seperti halnya bangsa Israel tidak yakin Tuhan sungguh-sungguh memerintah atas segala bangsa. Karena itu, pengertian mereka tentang misi sangat dipengaruhi konsep mereka tentang Allah.

Sekarang kita bertanya, apakah Allah cukup besar untuk dapat memperhatikan seluruh isi dunia? Apakah Ia mempunyai pandangan ke depan yang cukup sehingga dapat menyusun rencana untuk segala waktu? Pengertian tentang Allah serta tujuan-tujuan-Nya untuk seluruh dunia juga mempengaruhi konsep kita tentang diri kita sendiri dan tujuan hidup kita di dunia ini. Jelas dibutuhkan pengertian yang benar mengenai hal tersebut bila kita ingin menjadi manusia seperti yang dikehendaki Allah yang menjalankan kehendak-Nya di dunia ini. Karena itulah, rangkaian pelajaran ini dimulai dengan pembahasan tentang Allah di Kej 1:1-31 dan segala sesuatu yang dikehendaki-Nya bagi kita dan bagi seluruh dunia. Kemudian tujuan Allah diuraikan lebih lanjut dalam semua Kitab Perjanjian Lama. Kita dapat mempelajari puji-pujian yang terdapat dalam Kitab Mazmur ("Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya"- Mazm 24:1; "Katakanlah di antara bangsa-bangsa: Tuhan itu Raja! Sungguh tegak dunia, tidak goyang. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran" - Mazm 96:10). Kita juga dapat mempelajari penghakiman Allah yang dinubuatkan para nabi. ("Tuhan akan menengking dari tempat tinggi dan memperdengarkan suara-Nya dari tempat pernaungan-Nya yang kudus; Ia akan mengaum hebat terhadap tempat penggembalaan-Nya, suatu pekik seperti dipekikkan pengirik-pengirik buah anggur, terhadap seluruh penduduk bumi." - Yer 25:30; "Baiklah bangsa-bangsa bergerak dan maju ke lembah Yosafat, sebab di sana Aku akan duduk untuk menghakimi segala bangsa dari segenap penjuru." Yoel 3:12). Sayang tempatnya kali ini tidak memungkinkan pembahasan hal itu.

Namun demikian, kami telah memilih beberapa bagian Alkitab yang memberi gambaran mengenai kehendak dan tujuan Allah bagi seluruh dunia. Anda akan melihat janji-Nya kepada semua bangsa melalui Abraham. Anda juga akan memperoleh pandangan sekilas mengenai kerajaan-Nya dalam kitab Yesaya, serta pandangan yang lebih lengkap lagi dalam kehidupan Yesus sendiri. Dan kami berharap dan berdoa, Anda juga dapat melihat lebih jelas di manakah Allah menghendaki kita masing-masing berada dalam rencananya bagi dunia ini.

Pelajaran ini dapat digunakan baik perorangan maupun kelompok. Jika digunakan kelompok, alangkah baiknya jika setiap anggota mempunyai buku penuntun ini dan mempelajari dulu setiap pelajaran sebelum kelompok tersebut berkumpul untuk mengadakan diskusi. Untuk keperluan pelajaran ini, gunakanlah Alkitab dari beberapa versi, baik bahasa Indonesia maupun asing.

Petunjuk Bagi Pemimpin Kelompok

Bila Anda memimpin sebuah kelompok diskusi, ada dua hal yang perlu Anda persiapkan, yaitu doa dan pelajaran.

Pertama, berdoalah untuk diri Anda. Kemudian pelajarilah bacaan tersebut untuk mendengar yang Allah katakan kepada Anda. Jangan pikirkan dulu kelompok Anda. Pikirkanlah maksud Firman Tuhan untuk diri Anda. Bacalah terus bagian tersebut sampai Anda merasa terbiasa dengannya.

Kemudian pelajarilah kembali bacaan tersebut sambil membayangkan kelompok Anda. Catatlah hal-hal penting yang sangat relevan bagi kelompok Anda. Berlatihlah selalu. Apakah yang Anda lakukan untuk menciptakan suasana yang santai dan terbuka sehingga setiap orang merasa bebas untuk saling bertukar pikiran, mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengganjal dalam hati mereka, dan membagikan hal-hal pribadi mereka sendiri? Berdoalah untuk tiap anggota kelompok Anda. Buku ini, apalagi bila hanya Anda sendiri yang memilikinya, hanyalah berfungsi sebagai penuntun untuk persiapan Anda, dan bukan merupakan pola mekanik yang harus diikuti kelompok Anda. Bersikaplah luwes sekaligus tegas. Artinya, jangan sampai keluwesan Anda menjadi tanpa tujuan, ataupun sebaliknya ketegasan Anda menjadi kaku.

Bila Anda telah mengadakan persiapan dengan baik, dalam pelajaran maupun doa, Anda akan merasa bebas bersikap terbuka terhadap bimbingan Roh Kudus selama studi atau diskusi kelompok berjalan. Anda akan lebih santai dalam memimpin dan dapat mendengarkan dengan lebih baik.

Anda dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan dengan spontan yang tidak terdapat dalam buku penuntun tetapi dibutuhkan oleh kelompok Anda supaya mereka menyelidiki Firman Tuhan dengan lebih teliti serta memikirkan maksudNya dengan lebih mendalam.

Sebelum membahas suatu bagian bacaan, sebaiknya konteksnya dibacakan juga. Konteks tersebut dapat memberikan pandangan mengenai sejarah atau urut-urutan kejadian yang dapat mempengaruhi tafsiran mengenai sesuatu ayat. Tetapi sebelumnya, Andapun perlu memberikan suatu introduksi secara singkat untuk memperlihatkan relevansi dari studi itu dan juga untuk membantu para anggota kelompok agar dapat memperkirakannya lebih dahulu.

Catatan yang diberikan untuk ayat-ayat dimaksudkan untuk menjelaskan kata-kata dan ungkapan-ungkapan yang kurang jelas maupun yang sudah sangat dikenal. Barangkali diskusi Anda tidak memerlukan penjelasan-penjelasan tersebut, tetapi bila seandainya diperlukan buatlah secara sederhana.

Pembagian-pembagian yang dilakukan, dimaksudkan untuk membantu Anda dalam mengingat struktur ayat-ayat dan jalannya perkembangan dari ide-ide pokok menuju ke arah klimaks atau kesimpulannya. Jadi Anda perlu terikat pada catatan-catatan Anda selama diskusi berlangsung.

Kadang-kadang pertanyaannya perlu dirumuskan kembali menurut cara yang Anda anggap baik, supaya sesuai dengan tingkatan kelompok Anda.

Tetapi Anda perlu berhati-hati supaya maksudanya tidak menyimpang dan susunannya secara umum tidak berubah. Dalam mempersiapkan diri Anda, janganlah hanya menjawab pertanyaan- pertanyaan itu secara umum dan tidak jelas, tetapi carilah pengertian atau maksud yang lebih dalam lagi. Tanyakanlah kepada diri Anda, apa lagi yang dapat Anda temukan. Dengan demikian Anda akan merasa mantap untuk menganjurkan orang lain menggali ayat-ayat itu.

Ketika Anda mempersiapkan diri, bayangkanlah diskusi kelompok Anda supaya Anda dapat mengantisipasi jawaban yang mungkin timbul terhadap pertanyaan Anda. Tanyakanlah pada diri Anda, bagaimanakah kira-kira para anggota kelompok akan menjawab pertanyaan itu. Dengan demikian, Anda akan memperoleh pandangan mengenai pertanyaan- pertanyaan mana yang perlu disesuaikan atau dirumuskan kembali. Anda akan mengetahui pula pertanyaan-pertanyaan mana yang akan diajukan selanjutnya ataupun yang sebaliknya jangan diajukan.

Pada akhir setiap studi, selalu diberikan beberapa pertanyaan untuk renungan atau penerapan. Tetapi mungkin waktu yang tersedia bagi kelompok hanya cukup untuk mendiskusikan satu pertanyaan saja. Bila Anda mempelajari semua pertanyaan itu, Anda akan mengetahui pertanyaan mana yang tepat untuk dibahas kelompok.

Selama berlangsung studi itu sendiri, ada beberapa hal dasar yang perlu Anda perhatikan.

Pertama, tujuan dari setiap pemahaman Alkitab adalah untuk memperoleh pengetahuan dan pengertian yang baru tentang Allah yang akan mempengaruhi hidup kita.

Kedua, tanggung jawab Anda yang utama sebagai pemimpin adalah membantu para anggota kelompok menemukan maksud Firman Tuhan bagi diri mereka.

Karena itu, alat Anda yang utama adalah pertanyaan-pertanyaan (dan telinga yang baik), yang bila digunakan secara tepat dan bijaksana, akan memungkinkan anggota kelompok Anda belajar bersama-sama. Koordinirlah diskusi kelompok Anda dengan cara menjalin konstribusi dari para anggota, dan secara berkala membuat kesimpulannya. Tetapi berhati-hatilah agar diri Anda jangan terus menerus dijadikan pedoman atau penentu keputusan akhir. Cobalah untuk tidak hanya membahas bahan studi ini, tetapi juga mengembangkan aktivitas timbal balik yang penuh kasih dan bersahabat di antara para anggota. (Ada orang-orang yang tidak biasa ikut di dalam diskusi kelompok ataupun pemahaman Alkitab. Jangan paksa mereka untuk ikut aktif. Mereka akan ikut dengan sendirinya bila Firman Tuhan telah menggerakkan hati mereka).

Kebanyakan pertanyaan dalam buku ini dimaksudkan untuk memancing beberapa kemungkinan jawaban dari bahan bacaan atau beberapa kemungkinan pendapat yang berdasarkan pertimbangan-pertimbangan, supaya para anggota kelompok ikut aktif secara maksimum supaya tercipta aktivitas timbal balik yang sehat. Setiap konstribusi baik "besar" maupun "kecil", dapat mengubah pemikiran anggota kelompok, sehingga mereka dan Anda bersama-sama melangkah lebih maju dalam menggali kebenaran. Sebagai pemimpin, Anda dapat merangsang kelompok Anda untuk menyelidiki lebih dalam dengan tidak berhenti setelah memperoleh jawaban pertama, tetapi segera mengajukan pertanyaan-pertanyaan "Apalagi yang Anda lihat di sini?" atau "Barangkali ada yang berpendapat lain?"

Terakhir, perhatikanlah waktu Anda dan gunakan seperempat bagian waktu yang terakhir untuk membahas penerapan di dalam praktek. Ini berarti, Anda tidak boleh terlalu lama membahas pertanyaan sebelumnya. Bila ada anggota yang masih kurang mengerti mengenai suatu pertanyaan, Anda boleh mengatakan bahwa pengertiannya akan menjadi lebih jelas lagi bila kelompok telah memperoleh pengertian dari bahan bacaannya secara keseluruhan. Kadang-kadang ada juga pertanyaan yang dapat dilewati, karena secara tak sengaja telah tercakup di dalam diskusi mengenai pertanyaan-pertanyaan sebelumnya. Jadi ringkasnya, seorang pemimpin yang bijaksana haruslah:

  • Menciptakan suasana penerimaan yang jujur dan terbuka.
  • Menganjurkan para anggota agar mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan pernyataan-pernyataan secara bebas, dan biasanya dilakukan dengan mengembalikan pertanyaan dan pernyataan tersebut kepada kelompok.
  • Memberikan waktu kepada anggota untuk berpikir.
  • Menganjurkan para anggota untuk membandingkan pendapat-pendapat mereka dengan isi Alkitab.
  • Mencari beberapa pendapat mengenai pertanyaan-pertanyaan yang terpenting.
  • Membedakan antara pengetahuan umum, pendapat dan fakta Alkitab.
  • Membuat kesimpulan secara singkat.
  • Mengakhiri pertemuan tepat pada waktunya.

Dengan perkataan lain, ia tidak akan:

  • Bersikap fanatik atau suka berdebat.
  • Memborong seluruh pembicaraan.
  • Menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkannya sendiri.
  • Bergantung pada pengalaman pribadi atau pendapat-pendapat subyektif sebagai sumber.
  • Merasa segan menghadapi perbedaan-perbedaan pendapat atau jawaban-jawaban dangkal yang diberikan secara menantang.
  • Menyimpang dari pokok pembicaraan.

Petunjuk Bagi Anggota Kelompok

Tentu saja anggota kelompok pun mempunyai tanggung jawab. Tugas Anda yang utama dalam setiap studi atau diskusi adalah menyelidiki bahan bacaan dan bersama-sama memikirkan arti dan maksudnya. Jadi, kedatangan Anda ke pertemuan kelompok haruslah disertai dengan harapan untuk belajar dan memperoleh pengatahuan baru. Datanglah dengan kerendahan hati untuk mendengarkan dan membagi diri dengan anggota yang lain. Datanglah dengan ketetapan hati untuk mengubah dan diubah. Semakin banyak Anda berpartisipasi, Anda akan dapat semakin menikmati pertemuan tersebut.

Partisipasi para anggota kelompok secara maksimum memang sangat diharapkan. Tetapi, lebih banyak bicara tidaklah selalu menghasilkan kemajuan kelompok, sebab suatu diskusi hanya akan bermanfaat bila bersifat reflektif, yaitu anggota kelompok saling mendengarkan dengan cermat, merenungkan hal-hal yang diucapkan dan kemudian menggabungkan hasil pemikiran bersama mengenai bahan bacaan yang dibahas.

Anda menggabungkan diri dengan teman-teman Anda serta pemikiran-pemikiran mereka, bila Anda menambahkan, mengembangkan, menanyakan, mengkoreksi (dengan bijaksana), menjelaskan atau memperkuat apa yang mereka katakan. Anda memberikan konstribusi, bila Anda melontarkan suatu pendapat baru dan bila Anda mengajukan pertanyaan yang relevan untuk meminta keterangan, penjelasan atau pemikiran yang lebih mendalam. Kadang-kadang Anda juga dapat membantu teman Anda untuk memperbaiki atau merumuskan kembali suatu pertanyaan yang sulit atau kaku. Kembangkanlah kepekaan terhadap teman-teman Anda bantulah meredakan ketegangan-ketegangan yang mungkin terjadi.

Ciri suatu diskusi yang baik adalah bila anggota kelompok melontarkan kata-kata "Saya mempunyai pendapat lain mengenai hal ini" atau "Saya benar-benar tidak mengerti. Dapatkah Anda menjelaskannya dengan cara lain?" atau "Saya pikir, barangkali si penulis mempunyai maksud lain" atau "Hal yang membingungkan saya mengenai ayat ini adalah . . ."

Allah Menyatakan Maksudnya Kepada Manusia (Kej 1:1-2:3)


Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."
(Kej 1:28).


Kadang-kadang Alkitab menggunakan "bahasa rupa", dan hal itu terutama terlihat pada bacaan berikut ini. Si penulis, dengan memperhatikan apa yang tampak oleh mata manusia, memberikan uraian yang tidak kurang seksama jika dibandingkan dengan uraian seorang ilmuwan yang biasa menggunakan istilah-istilah teknis. Hanya caranya saja yang berbeda dan fokus uraiannya bukan pada keterangan yang bersifat ilmiah.


Selidikilah apa yang dikatakan oleh ayat-ayat tersebut. Teruslah bertanya, apakah yang ingin disampaikan penulis kepada pembacanya? Apa tujuannya? (Misalnya dengan menyebut Allah 35 kali dalam ayat tersebut, penulis menunjukkan pusat perhatiannya). Dengan cara demikian, Anda akan mengetahui mengapa (dan juga bagaimana) Allah menciptakan dunia untuk umat manusia.



Catatan mengenai Ayat-ayat



Kejadian 1:1 Menciptakan: Di dalam Kitab Perjanjian Lama, semua subyek kalimat dari kata kerja bara (Kata Ibrani yang diterjemahkan menjadi menciptakan) selalu Allah. Perhatikanlah ayat-ayat 1,21, dan 27, dimana terdapat 3 permulaan yang agung:
l Penciptaan sesuatu dari yang tidak ada
l Penciptaan binatang
l Penciptaan manusia
Kejadian 1:26 Gambar, Rupa. Bukan secara kebetulan, tetapi dengan sengaja dibuat serupa.
Kejadian 1:26 Kita. Istilah orang Ibrani ini kemudian ditulis di dalam Kitab Suci sebagai Allah Tritunggal, untuk menunjukkan bahwa keesaan tersebut bersifat jamak.


Pandangan Mengenai Allah dan Penciptaan (Kej 1:1-31)

  1. Apa yang dapat Anda kemukakan ketika berfikir tentang Allah?
    Jawab:

  2. Bacalah Kej 1:1-31 untuk memeriksa dan membandingkan catatan-catatan di atas. Catatlah
    kata-kata dan ide-ide yang ditulis berulangkali. Hal apakah yang ditekankan?
    Jawab:

  3. Pengertian-pengertian apakah yang dapat disimpulkan dari kalimat "Allah melihat bahwa
    semuanya itu baik"?
    Jawab:

  4. Catatlah berbagai kata kerja dimana Allah menjadi subyeknya. Ide-ide pokok apakah yang
    Anda lihat mengenai Allah?
    Jawab:

  5. Pertentangan-pertentangan apakah yang terdapat di dalam bacaan tersebut? Dan kemajuan
    apakah, bila ada, yang terlihat di sana?
    Jawab:

    Dari hal-hal tersebut, apa lagi yang dapat Anda pelajari tentang Allah?
    Jawab:

    Sekarang tinjaulah jawaban Anda untuk pertanyaan nomor 1. Setelah selesai mempelajari
    bab ini, apakah pengertian Anda tentang Allah perlu diubah atau diperdalam?
    Jawab:

    Pandangan Yang Lebih Dekat Mengenai Manusia (Kej 1:24-31)

  6. Bacalah Kej 1:24-31. Pada hari keenam, Allah menciptakan binatang-binatang darat dan
    manusia. Bagaimanakah ayat tersebut menunjukkan bahwa mahluk-mahluk itu mempunyai
    persamaan?
    Jawab:

    Sebaiknya, bagaimanakah binatang-binatang darat tersebut dan manusia dikatakan berbeda?
    Jawab:

  7. Tanggung jawab apakah yang diberikan kepada manusia (ayat-ayat 26-29)?
    Jawab:

  8. Apakah yang dinyatakan mengenai manusia dan penciptaan, dengan adanya fakta bahwa
    kita memikul tanggung jawab itu?
    Jawab:

    Bagaimanakah hubungan antara kita dengan Allah Pencipta kita?
    Jawab:

    Bila kita memang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, sifat-sifatNya yang manakah
    seharusnya terdapat dalam diri manusia?
    Jawab:

  9. Apa lagi yang dinyatakan bacaan tersebut mengenai manusia?
    Jawab:

    Kebenaran apakah mengenai manusia, yang dinyatakan di dalam bacaan tersebut, yang
    Anda anggap paling penting?
    Jawab:

  10. Gunakanlah waktu selama beberapa menit untuk menulis dengan kata-kata Anda sendiri,
    tujuan Allah menciptakan manusia.
    Jawab:



    Allah Pada Hari Ketujuh (Kej 2:1-3)

  11. Bacalah Kej 2:1-3. Gambaran apakah mengenai Allah yang ditekankan oleh si penulis di
    dalam bagian kesimpulan ini?
    Jawab:

    Bagaimanakah hal itu melengkapi gambaran mengenai Allah dalam Kej 1:1-31?
    Jawab:



    Renungan/Penerapan.

  12. Apakah Anda mempunyai sikap membeda-bedakan orang lain? Selayaknyakah demikian?
    Atau, haruskah Anda mempunyai sikap yang sama terhadap semua orang?
    Berilah alasannya.
    Jawab:

    Sebelum mempelajari ini, bagaimanakah definisi Anda tentang "manusia"? Hal-hal apakah
    yang tidak Anda setujui mengenai apa yang dikatakan kitab Kejadian itu?
    Jawab:

  13. Kita diciptakan menurut gambar Allah. Sebagai seorang Kristen, bagaimanakah Anda
    mencerminkan atau menyimpang dari keagungan Tuhan serta kebaikan dan kemuliaanNya?
    Jawab:

Manusia Memberontak Terhadap Penciptanya (Kej 3:1-24)


Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan istrinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. (Kej 3:8)

Jika Kej 1:1-31 menceritakan tentang penciptaan secara keseluruhan, Kej 2:1-25 memusatkan uraiannya pada manusia, mahkota dari Ciptaan Allah. Si penulis menguraikan secara terinci tentang bagaimana Allah menciptakan manusia dan menggambarkan unsur-unsur kemanusiaan. Ia juga menunjukkan hubungan kita yang unik dengan Allah dan mahluk-mahluk lainnya. Penciptaan alam dan persiapan yang dilakukan Allah dengan penuh kasih untuk dinikmati dan digunakan oleh kita, sungguh-sungguh bertentangan dengan cerita yang terdapat dalam Kej 3:1-24 .


Catatan Mengenai Ayat-ayat.


Kej 3:1 Ular . . . cerdik : Licik, licin, banyak tipu muslihat; bandingkan dengan ayat 14, yang memberikan kesimpulan bahwa bentuk tubuh ular pada saat itu berbeda dengan yang kita lihat sekarang.
Kej 3:6 Suaminya memakannya : komentar para penulis Perjanjian Baru menunjukkan laki-laki itu dianggap sama bersalahnya dengan si perempuan. Lihat Rom 5:12-14 dan 1Tim 2:13-14.
Kej 3:8 Tuhan Allah berjalan-jalan : Merupakan suatu theofani Allah digambarkan seperti manusia.
Kej 3:14,17 Terkutuk : Bukan manusia yang dikutuk, melainkan si ular dan lingkungan hidup.
Kej 3:15 Ini merupakan isyarat pertama dari kabar baik mengenai Yesus Kristus. Meremukkan kepala mengakibatkan kematian, sedangkan meremukkan tumit tidak.
Kej 3:22, 24 Pohon kehidupan : Wah 2:7 dan Wah 22:2,19 memperkuat pandangan kita bahwa kehidupan kekal adalah pemberian khusus dari Allah, dan bukan merupakan hak kita.

Akibat-akibatnya ( Kej 3:1-7 )


  1. Sambil mempelajari studi ini, bacalah seluruh Kej 3:1-24 untuk memeriksa dan membandingkan catatan-catatan di atas. Pasal ini merupakan salah satu pasal Alkitab yang paling mendalam, yang menceritakan tentang manusia di dalam masa pencobaan, sesaat setelah diciptakan. Pasal ini diawali dengan suatu dialog yang dimulai si ular dengan penuh kelicikan dan manipulasi. Bagaimanakah ia membuat si perempuan menjadi ragu akan kebaikan dan Kekuasaan Allah?
    Jawab:

    Ketika perempuan itu menjawab si penggonda, dalam hal-hal apakah ia mulai menyimpang dari jalur yang benar? (Bandingkanlah jawaban perempuan itu dengan Kej 2:9,16-17).
    Jawab:

    Bagaimanakah hal ini dapat memperingatkan kita terhadap kecenderungan kita untuk memberontak terhadap Allah?
    Jawab:

    Bagaimanakah ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa si laki-laki juga bersalah?
    Jawab:

  2. Si penulis melukiskan secara fisik tentang pemberontakan pasangan manusia itu terhadap Allah dan akibat-akibatnya yang langsung terjadi. Apakah yang ingin disampaikannya kepada kita tentang dosa manusia dan akibat-akibatnya?
    Jawab:

    Apakah Anda berpendapat bahwa ketelanjangan mereka merupakan akibat yang utama? Berikan penjelasan.
    Jawab:



    Konfrontasi Dengan Allah ( Kej 3:8-13 )

  3. Ayat 7 menunjukkan suatu gambaran diri yang hancur dan hubungan kemanusiaan yang terputus. Lihatlah kembali ayat-ayat 3:8-13. Petunjuk-petunjuk apakah yang Anda temukan di sini tentang perpecahan hubungan antara Adam dan Hawa dan Pencipta mereka?
    Jawab:

    Bagaimanakah konsep mereka terhadap Allah berubah?
    Jawab:

  4. Perhatikanlah, siapa yang memprakarsai perdamaian kembali? Menurut Anda, mengapa Allah mengajukan pertanyaan-pertanyaan pada keadaan ini?
    Jawab:

    Apa pentingnya masing-masing makna keempat pertanyaan yang diajukan Allah itu?
    Jawab:

    Apa yang selalu diusahakan Allah bagi kita?
    Jawab:

  5. Kajilah jawaban si laki-laki dan si perempuan. Seperti apakah hubungan diantara mereka ?
    Jawab:



    Penghakiman, Belas Kasihan dan Anugerah ( Kej 3:14-24 )

  6. Bacalah kembali Kej 3:14-24. Penghakiman Allah atas ketiga pemberontak tersebut sangat luar biasa. Apakah inti dari hukuman kepada masing-masing pemberontak itu?
    Jawab:

    Jelaskan, bagaimana sesungguhnya hukuman Allah itu telah diperingan ! (Cobalah pikirkan, bukankah sebenarnya dapat jauh lebih berat?)
    Jawab:

  7. Apa lagi yang Anda lihat di sini mengenai belas kasihan dan anugerah Tuhan?
    Jawab:

  8. Apa kesimpulan Anda tentang sikap Allah dan tujuan (kehendaknya)-Nya terhadap manusia?
    Jawab:



    Renungan/Penerapan

  9. Fakta-fakta apakah yang terdapat dalam bacaan ini mengenai manusia dan Allah, yang seharusnya menjadi dorongan bagi orang-orang Kristen untuk menyebarluaskan kabar baik tentang Yesus?
    Jawab:

  10. Pada suatu hari dalam minggu ini, gunakanlah bahan bacaan ini untuk menceritakan kepada seseorang yang bukan Kristen tentang kebesaran potensi manusia yang direncanakan Allah.
    Jawab:


Abraham : Bapa Bangsa Diperbudak (Kej 12:1-20; 22:1-19)


Berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah Bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."(Kej 12:1-3)

Kej 4:11 menceritakan sejarah pemberontakan manusia terhadap Allah menurut urut-urutan peristiwanya, walaupun Allah banyak sekali melimpahkan anugerahNya kepada mereka. Peristiwa air bah pada jaman Nuh dan menara Babel yang angkuh, menunjukkan bahwa Allah terus-menerus melakukan penghakiman dan melimpahkan belas kasihan secara berganti-ganti.

Sekitar tahun 2000 Sebelum Masehi, Allah kembali melakukan campur tangan. Di Ur-Kasdim, ibukota Kerajaan Kaldea yang penuh dengan kemewahan, Ia menemukan seorang laki-laki yang percaya kepadaNya dan visiNya bagi suatu dunia baru. Sejarah dan ilmu purbakala ilmu pengetahuan, arsitektur dan keindahan. Tetapi dilain pihak, juga terdapat kebejatan moral yang amat sangat dan pemujaan berhala. Penyembahan kepada bulan merupakan pemujaan yang paling banyak dilakukan orang.

Ke dalam kegelapan itulah terang cahaya Allah datang melalui laki-laki tersebut. Sejarah kemudian menunjukkan suatu perubahan yang pasti, dan bagian-bagian Alkitab yang selanjutnya adalah catatan mengenai segala kejadian yang disebabkan oleh iman seorang laki-laki dan visi Allah tersebut.

Catatan Mengenai Ayat-ayat



Kej 12:1 Abram: Berarti "bapa yang luhur"; perhatikan juga Kej 17:5 dimana Allah mengubah namanya menjadi Abraham, yang berarti "bapa yang luhur dari sejumlah besar bangsa".
Kej 12:1 Panggilan ini datang kepada Abraham di Haran, tetapi menurut Kisah 7:2-4 Allah sebenarnya telah memanggilnya ketika ia berada di Ur-Kasdim. Mungkin juga Allah telah memanggil ayahnya Terah ("menunda"), tetapi tanpa hasil. Lihatlah Kej 11:31-32.
Kej 12:2-3 Sebenarnya janji ini merupakan pendirian kembali Firman Allah yang mula-mula kepada dunia, yang kemudian di dalam Kej 17:1-8 menjadi suatu perjanjian yang demikian pentingnya, sehingga Allah mengulangnya lagi di dalam Kej 18:18; 22:7-18; 26:3-4; 28:3-4,12-14; 35:11.
Kej. 12:6 Tempat dekat Sikhem: Perhatikanlah juga Betel di dalam ayat 8. Tampaknya kedua tempat tersebut merupakan tempat suci pemujaan berhala bagi kaum kafir pada zaman purba.
Kej 12:13 Adikku: sesungguhnya memang benar (lihatlah Kej 20:12 ); masyarakat Haran sangat menghargai hubungan istri-saudara perempuan, tetapi Abraham jelas bermaksud hendak menipu orang-orang Mesir; dalam usia 65 tahun, Sara masih amat cantik (ia baru menjadi ibu pada usia 90 tahun!).
Kej 22:4 Hari ketiga: Perjalanan selama 3 hari itu menempuh jarak sejauh 50 mil antara pantai Gerar ( Kej 20:1 ) dengan Moria di pedalaman (Kej 22:2)
Kej 22:8 Menyediakan: Berasal dari kata kerja "memperlengkapi"; jadi malaikat "Allah akan menyediakan" merupakan suatu terjemahan yang cocok. Perhatikan juga ayat 14.



Titik Permulaan
( Kej 12:1-3)

  1. Bacalah dahulu Kej 12:1-20 untuk memeriksa dan membandingkan catatan-catatan tersebut di atas. Mengingat faktor-faktor manusiawi yang bekerja menentang panggilan Allah kepada Abraham itu, seperti misalnya lingkungan kebudayaan dan keadaan pribadinya (perhatikan juga Kej 11:30 dan Kej 12:4 ), bagaimanakah kira-kira perjuangan yang harus dilalui oleh Abraham?

    Jawab: __

    Boleh jadi panggilan itu menakutkan. Atau, malah menarik, Mengapa?

    Jawab: __

  2. Allah memberikan hanya satu perintah saja kepada Abraham, namun isinya sangat luas dan meliputi banyak perkara. Disamping itu, Ia juga memberikan beberapa janji. Apakah janji itu?

    Jawab: __

    Cobalah tempatkan diri Anda pada tempat Abraham. Bagaimanakah Anda membayangkan kemungkinan-kemungkinan dari pemenuhan tiap-tiap janji? Hal apakah yang paling Anda ragukan? Mengapa?

    Jawab: __



    Jalan Pencobaan yang Panjang (Kej 12:4-20)

  3. Iman dan visi Abraham serta Sara mengalami cobaan yang makin lama makin berat dalam kurun waktu 25 tahun, berikutnya. Sampai pada akhirnya Ishak dilahirkan oleh Sara yang sebenarnya telah lama mati haid. Kej 12:1-20:18 mencatat perjalanan iman tersebut sebagai suatu pengalaman yang isinya silih berganti antara keraguan manusiawi dan ketaatan yang semakin berkembang. Lihatlah Kej 12:4-20 . Bilakah Abraham merasa bimbang terhadap Allah dan janjiNya?

    Jawab: __

    Sifat apakah yang tampak pada diri Abraham sebagai akibat dari keraguannya itu?

    Jawab: __

    Di manakah Anda menemukan contoh-contoh peristiwa tentang ketaatan Abraham yang semakin bertumbuh kepada Allah?

    Jawab: __

    Ujian Atas Usia Hidup
    (Kej 22:1-19)

  4. Bacalah Kej 22:1-19 untuk memeriksa dan membandingkan catatan mengenai ayat-ayat diatas. Dari awal kita telah dapat mengetahui hasil akhir dari peristiwa yang sangat dramatis itu, tetapi Abraham baru mengetahuinya pada saat terakhir. Bagaimanakah kira-kira pikiran dan perasaannya sepanjang malam setelah ia menerima perintah Allah yang mengejutkan itu dan selama 3 hari dalam perjalannya menuju ke gunung?

    Jawab: __

    Dalam ayat manakah si penulis melukiskan kehangatan hubungan antara Ayah dan anak laki-lakinya itu?

    Jawab: __

  5. Mengapa Allah menguji Abraham sedemikian beratnya?
    Jawab: __

    Hubungan macam apakah di antara mereka yang digambarkan peristiwa tersebut secara keseluruhan?

    Jawab: __

    Apakah yang diinginkan Allah bagi Abraham? Dan kemudian juga bagi seluruh dunia?

    Jawab: __



    Renungan/Penerapan

  6. Dalam seluruh peristiwa tersebut, renungkanlah apa yang dipertaruhkan bagi Allah, bagi Abraham dan bagi dunia! Visi yang diberikan Allah kepada Abraham itu terus berjalan di luar dirinya sebagai seorang pribadi, sampai suatu bangsa yang diperbudak yang menjadi berkat seluruh dunia. Bagaimanakah kita, sebagai gerejaNya, diharapkan oleh Allah melayani dunia?

    Jawab: __

  7. Apakah yang menyulitkan Anda untuk lebih aktif terlibat dalam misi Allah bagi dunia?

    Jawab: __

    Aspek manakah dari Iman Abraham yang dapat membantu Anda?

    Jawab: __

  8. "Allah akan menyediakan!" Adakah kebutuhan-kebutuhan tertentu yang Anda percaya bahwa "Allah akan menyediakannya"?

    Jawab: __

Yesaya : Visi Kerajaan Allah (Yes 11:1-11)


"Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia." (Yes 11:10).

Lebih dari seribu tahun setelah zaman Abraham, kita berada pada zaman Yesaya. Dalam kurun waktu itu, bangsa Yahudi lahir, berkembang dan menjadi sebuah kerajaan (yang tidak taat kepada kehendak Tuhan) yang mengukuhkan batas-batasnya, tetapi kemudian menjadi boneka dari kerajaan-kerajaan tetangganya yang lebih kuat. Kerajaan itu juga kemudian terpecah menjadi dua bagian.


Kerajaan Israel, yang merupakan bagian utara, dan kerajaan Aram telah bersekutu untuk menghadapi ancaman kekuasaan orang-orang Asyur. Mereka juga berusaha, bila perlu dengan menggunakan kekerasan , untuk mendapatkan dukungan kerajaan Yehuda (yang merupakan bagian selatan ( Yes 7:1-9 ). Bukannya berpaling kepada Allah untuk meminta pertolongan, Ahas-raja Yehuda malah meminta bantuan Asyur untuk menghadapi Israel dan Aram. Akibatnya, Yehuda menjadi boneka dari kerajaan Asyur. Nabi Yesaya memperingatkan tindakan yang salah tersebut dan mereka mendesak Yehuda agar bersandar kepada Allah.

Dalam pasal 10, Yesaya menubuatkan penghakiman yang akan datang dari Allah atas Asyur yang congkak. Bangsa yang kuat dan kasar itu digambarkan sebagai sebuah hutan yang dihancurkan. Tetapi Allah juga akan menghakimi bangsa pilihanNya (terlukis sebagai sebuah pohon yang dipotong tetapi tidak mati) karena ketidak-setiaan mereka.

Catatan Mengenai Ayat-ayat

Yes 11:1 Tunas : Lihatlah juga Yes 11:10 dan Wah 22:16 Yes 11:1 Tunggul Isai : Isai adalah ayah Raja Daud dan juga nenek moyang Yesus. Yes 11:2-3 Takut : Ketaatan yang timbul dari rasa hormat terhadap kekuasaan Allah. Yes 11:4 Tongkat : Suatu alat untuk mengadakan disiplin dan melaksanakan hukuman. Yes 11:5 Ikat pinggang : sabuk upacara yang dipakai oleh imam- imam besar. Yes 11:10 Panji : Dalam ketentaraan, sebuah bendera yang menandakan kebangsaan.

Tanda-tanda pengharapan (Yes 11:1-11)


  1. Isi bacaan ini merupakan salah satu nubuat mengenai Mesias yang terkenal, yang akan mulai digenapi oleh Yesus 750 tahun kemudian, serta akan disempurnakanNya pada saat kedatanganNya kembali. Tetapi Yesaya juga memberikan gambaran tentang saat kehancuran yang akan segera tiba bila sisa-sisa umat Allah berputus harapan. Bacalah Yes 11:1-11 untuk memeriksa dan membandingkan catatan-catatan di atas.

Tulislah tanda-tanda harapan yang diberikan Yesaya kepada Yehuda.


Jawab: __

Menurut Yesaya, apakah sumber pokok dari pengharapan yang disebutkannya itu?


Jawab: __

Sifat Mesias (Yes 11:1-3)


  • Lihatlah kembali ayat-ayat 1-3. Walaupun Sang Mesias adalah seorang keturunan raja, tetapi sifat apakah yang lebih penting dan mendasar pada diriNya yang menjadikanNya cocok untuk menjalankan peranNya?


    Jawab: __

  • Bakat-bakat kepemimpinan apakah yang timbul dari sifat tersebut?


    Jawab: __


  • Bagaimanakah hubungan Mesias dengan Allah digambarkan?

    Jawab: __

    Dapatkah hubungan Anda dengan Allah digambarkan seperti itu? Mengapa?

    Jawab: __


  • Bakat atau karunia kepemimpinan apakah pada diri Sang Mesias yang paling Anda butuhkan dalam kelompok persekutuan Anda? Mengapa?


    Jawab: __

  • Sifat Pemerintahan Mesias (Yes 11:3-5)


  • Bacalah sekali lagi ayat-ayat 1-5. Kualitas pemerintahan Mesias terjadi karena kualitas sifat-sifatNya (ayat 1-3). Tuliskanlah hal-hal yang menunjukkan kualitas pemerintahanNya.


    Jawab: __


  • Melihat dasar-dasar serta metode-metode yang digunakan Mesias untuk menghakimi, hal-hal apakah yang membedakan pemerintahanNya dari pemerintahan para pemimpin duniawi?


    Jawab: __


  • Ingatlah sifat-sifat pemerintahan Mesias sementara Anda membaca bagian berikutnya yang membicarakan hasil-hasil pemerintahanNya.


    Jawab: __

  • Hasil-hasil PemerintahanNya (Yes 11:6-11)


  • Sekarang bacalah kembali Yes 11:6-11. Yesaya menceritakan tentang hasil-hasil pemerintahan Mesias. Berikanlah judul untuk uraiannya itu.


    Jawab: __


  • Hewan-hewan dibagi dalam dua kelompok. Sebutkan kelompok-kelompok tersebut.


    Jawab: __

  • Apakah yang telah terjadi dengan mereka?


    Jawab: __

    Hubungan-hubungan apa lagi yang berubah menurut gambaran dalam ayat-ayat 8-11?


    Jawab: __

    Apakah yang menimbulkan kehidupan rukun tersebut?


    Jawab: __

    Bayangkan suasana yang damai dan tentram itu. Gambarkan apa lagi yang ingin Anda tambahkan pada suasana tersebut sehubungan dengan harapan Anda mengenai perbaikan hubungan, perubahan karakter atau peningkatan kepercayaan terhadap orang-orang lain?


    Jawab: __


  • Gambaran apakah yang diberikan oleh ketiga ayat terakhir mengenai Allah? Mencakup apakah gambaran tersebut?


    Jawab: __

  • Renungan/Penerapan


  • Kerajaan Allah akan disempurnakan pada saat Tuhan Yesus datang kembali. Sementara itu, teladan apakah yang diberikanNya kepada kita untuk memikul tanggung jawab sosial di dunia?


    Jawab: __

  • Apakah yang dapat dan seharusnya kita lakukan untuk orang-orang miskin, orang-orang lemah dan orang-orang berdosa?


    Jawab: __

    Yunus: Misionaris Yang Enggan (Yunus 3:1-4:11)



    Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya,
    demikian: "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan
    sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu."
    (Yun 3:1-2.)


    Bangsa Israel, yang dipilih Allah untuk menjadi hambaNya bagi
    semua bangsa lainnya, makin lama makin tidak setia. Untuk memanggil
    kembali dan mengingatkan mereka akan kedudukan mereka yang tiada
    taranya itu, seringkali Allah harus menghukum mereka melalui tangan
    musuh, yaitu bangsa asing. Di samping itu, Ia juga memperingatkan
    mereka melalui nabi-nabiNya. Tetapi kadang-kadang, orang yang
    ditunjuk menjadi jurubicara khusus itupun sulit untuk mengerti bahwa
    perhatian Allah sebenarnya tercurah untuk seluruh dunia dan bukan
    hanya untuk bangsa Yahudi saja. Kisah Yunus ini menjadi contoh yang
    jelas mengenai masalah tersebut.

    Bagian depan dari kitab Yunus, dengan kisah ikan besarnya, lebih
    banyak dikenal orang dari pada bagian belakangnya. Fakta-faktanya
    sangat mudah dipahami : Allah memanggil Yunus untuk menyampaikan
    firmanNya kepada orang-orang Niniwe, yang bukan merupakan bangsa
    Yahudi, karena dosa dan kejahatan mereka sangat besar. Tetapi Yunus
    tidak mentaati perintah Allah dan malah melarikan diri ke arah
    Tarsis (mungkin di Spanyol) yang berlawanan. Untuk membuat Yunus
    menjadi taat, Allah menggunakan angin ribut, kepanikan yang amat
    sangat dan seekor ikan yang sangat besar.

    Catatan Mengenai Ayat-ayat.



    Yun 3:3 Niniwe : Ibukota kerajaan Asyur yang amat besar.
    Kerajaan ini adalah sebuah kerajaan kafir yang kuat,
    yang dalam usahanya untuk menguasai, tak henti-hentinya
    mengganggu Israel secara ganas.
    Yun 3:6 Kain kabung dan abu : Tanda berduka-cita atas kematian,
    atau atas bencana yang dialami oleh pribadi maupun
    seluruh bangsa, atau menunjukkan pertobatan dari
    dosa-dosa.
    Yun 3:7-8 Perhatikan Yun 4:11, ternakpun termasuk ciptaan yang
    disayangi dan dikasihani!
    Yun 3:10 Menyesallah Allah : Ini merupakan anthropomorfise
    (menggambarkan sikap atau tindakan Allah dengan
    menggunakan istilah-istilah seperti pada manusia) yang
    berarti berubah pikiran. Bila Alkitab menyebutkan
    bahwa Allah menyesal, maka hal itu selalu
    bersangkutpaut langsung dengan sikap manusia yang
    merasa menyesal ataupun, sebaliknya, secara mutlak
    menolak untuk bertobat. Lihatlah juga Yoel 2:13-14
    dan Yer 18:6-10.
    Yun 4:6 Pohon : Barangkali yang dimaksud adalah pohon minyak
    jarak yang berdaun lebar dan tebal.
    Yun 4:11 Tak tahu : orang Niniwe tidak tahu tentang hukum Allah
    (sebagai mana bangsa Yahudi mengetahuinya)



    Yunus dan Musuh-musuhnya Yang Kafir
    (Yun 3:1-10)


    1. Bacalah pasal 3 untuk memeriksa dan membandingkan catatan-catatan
      di atas. Mengingat hubungan antara orang-orang Niniwe dan Israel
      yang demikian buruk, sejauh manakah kira-kira simpati Yunus
      terhadap kota itu?

      Jawab: __

      Lalu, mengapa ia dapat menyampaika khotbahnya kepada mereka
      sedemikian penuh kuasa dan efektif? Hasil apakah yang kira-kira
      diharapkannya dari Allah?

      Jawab: __

    2. Pertobatan manusia jarang terjadi pada masa kini, walaupun banyak
      sekali penginjilan dilakukan. Padahal Yesus Kristus menjadikan
      hal itu sebagai prioritas utama dalam penginjilanNya. Apakah yang
      dapat kita pelajari dari bacaan ini tentang sifat dari pertobatan
      yang sungguh-sungguh?
    3. Jawab: __

      Dan apa pula yang kita pelajari tentang peranan Allah dalam
      pertobatan itu?

      Jawab: __

      Yunus dan Allahnya (Yun 4:1-11)


    4. Pasal 4 ini sangat menyenangkan serta mengandung pengajaran,
      bersifat terus terang, menunjukkan sifat manusiawi yang
      mengharukan, tetapi juga mengandung kelucuan. Bacalah pasal ini
      untuk memeriksa dan membandingkan catatan-catatan di atas.
      Apakah Anda bersimpati terhadap Yunus di sini? Mengapa ya atau
      mengapa tidak?

      Jawab: __

      Apa alasan sesungguhnya kemarahan Yunus? (pikirkanlah pengertian
      theologi dari ayat-ayat 2-3)

      Jawab: __

    5. Buatlah ringkasan tentang sifat-sifat Yunus sebagai seorang
      misionaris atau utusan Injil. Apakah sifat-sifatnya yang kuat?
    6. Jawab: __

      Apakah kekurang-kekurangannya?

      Jawab: __

      Apakah kelemahannya yang sangat menyolok sebagai seorang Yahudi?

      Jawab: __

    7. Bagaimanakah Allah menasehati nabiNya yang sedang marah itu?
    8. Jawab: __

      Pengajaran pokok apakah yang diberikanNya kepada Yunus?

      Jawab: __

      Sifat-sifat Allah yang manakah yang menonjol dengan kuat di sini?

      Jawab: __

    9. Kitab ini diakhiri secara menarik (atau lucu?). Barangkali juga
      si pengarang bermaksud mengajukan pertanyaan kepada para
      pembacanya : Berapa banyakkah belas kasihan yang telah Anda
      terima dari Allah? Sejauh manakah Anda bersedia untuk mendatangi
      orang-orang dan menyampaikan pesanNya supaya berbuat dan percaya
      kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan?
    10. Jawab: __


      Renungan/Penerapan


    11. Renungkanlah bagaimana sifat Allah yang kita layani. Apakah yang
      diinginkanNya agar kita perbuat bagi dunia pada saat ini?
      Siapakah "musuh yang kafir" yang perlu kita datangi untuk
      menyampaikan pesanNya?

      Jawab: __

      Mengapa sulit untuk merasa kasihan terhadap mereka?

      Jawab: __

    12. Dalam hal itu, sebenarnya Allah dapat bekerja tanpa pelayanan
      misi kita. Lalu, mengapa Ia Menuntut bila kita menghindari
      perintahNya?
    13. Jawab: __

    14. Berkhotbah dengan penuh kuasa tanpa rasa kahisan terhadap
      orang-orang - begitulah Yunus! Karena itu, biarkanlah Allah
      menyelidiki hati Anda, dan berdoalah kepadaNya agar pengertian
      anda tentang isi Alkitab benar-benar tepat seperti yang
      dimaksudkanNya, dan hati Anda juga dipenuhi dengan kasih terhadap
      sesama manusia.
    15. Jawab: __

    Yesus Menghantar Kerajaan Allah (Mar 1:14-20; Luk 4:16-44)


    Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kataNya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" (Mar 1:14-15)



    Sejak zaman nabi Yunus, bangsa Ibrani telah berkali-kali menghadapi peperangan dan mengalami pembuangan, dan sekarang mereka sedang dijajah pemerintah Romawi. Mereka telah lama menanti-nantikan kedatangan Mesias (Dia Yang diurapi) yang dijanjikan Allah untuk membebaskan mereka. Dalam bacaan ini dilukiskan tentang Yesus, yang baru saja melewati pencobaan selama 40 hari di padang gurun, memulai pelayananNya di Galilea yang merupakan kampung halamanNya. Penduduk di daerah itu beraneka ragam, tetapi memiliki rasa kebangsaan yang kuat. Mereka dikelilingi oleh orang-orang Yahudi dan Kafir yang bersikap tidak bersahabat terhadap mereka. Jadi orang-orang Galilea itu melambangkan umat Allah yang sedang menjadi tawanan (Yes 9:1-2), dan merekalah yang pertama-tama di datangi oleh Yesus.

    Catatan Mengenai Ayat-ayat:



    Mar 1:14 Yohanes : pembabtis ini telah memberitakan tentang kedatangan Allah yang sudah dekat.
    Mar 1:15 Ini adalah inti dari berita yang disampaikan Yesus, dan merupakan kunci dari misiNya.
    Luk 4:19 Tahun rahmat : Masa yang dipilih Allah untuk melimpahkan kemurahanNya kepada manusia.
    Mar 4:26 Janda di Sarfat : Seorang Kafir (1 Raj 17:8-16)
    Mar 4:27 Naaman orang Siria : Seorang Kafir lainnya(2 Raj 5:1-14)



    Ikutlah Aku (Mar 1:14-20)


    1. Bacalah Mar 1:14-20 untuk memeriksa dan membandingkan catatan-catatan di atas. Dalam inti berita yang disampaikanNya pada ayat 14-15, Anda dapat memperhatikan bahwa Yesus mempunyai rasa tanggung jawab yang mendalam atas misi yang harus dilaksanakanNya.
      Apakah yang telah dilakukan Allah?
    2. Jawab: __

      Bagaimanakah seharusnya tanggapan manusia?
      Jawab: __

    3. Lihatlah ayat-ayat 16-20. Bagaimanakah kira-kira pandangan dan perasaan keempat nelayan itu terhadap Yesus sehingga mereka mau mengikutiNya?
    4. Jawab: __

    5. Hubungan apakah yang diharapkan Yesus dari keempat orang tersebut ketika Ia memanggil mereka?
    6. Jawab: __

      Perubahan-perubahan apakah yang kira-kira diharapkanNya pada diri mereka?

      Jawab: __



      Roh Tuhan Ada padaKu (Luk 4:16-30)


    7. Sekarang bacalah Luk 4:16-30 untuk memeriksa dan membandingkan catatan-catatan diatas. Bagaimanakah Yesus mulai mengungkapkan bahwa diriNya adalah Mesias yang dijanjikan Allah?
    8. Jawab: __

      Bagaimanakah mula-mula reaksi terhadap pernyataan itu?

      Jawab: __

      Mengapa kemudian berubah menjadi kemarahan dan tindakan kekerasan?

      Jawab: __

      Aku Harus Memberitakan Injil (Luk 4:31-44)

    9. Bacalah Luk 4:31-44. Inilah kehidupan sehari-hari Yesus dalam pelayananNya. Catatlah orang-orang yang dijumpai Yesus, waktu serta tempat-tempat yang didatangiNya.
    10. Jawab: __

      Dengan cara-cara apakah Yesus memberitakan dan mendemonstrasikan Injil?

      Jawab: __

      Bagaimanakah sikapNya terhadap kebutuhan manusia yang berbeda-beda?

      Jawab: __

      Kapan Yesus bersikap keras? Dan bilakah Ia beriba hati dan menaruh belas kasihan?

      Jawab: __

    11. Yesus diutus oleh Allah dengan maksud untuk melaksanakan hal-hal seperti yang disebut di dalam ayat 18-19. Apakah hal tersebut sesuai dengan apa yang benar-benar dilakukanNya menurut ayat 31-44?
    12. Jawab: __

      Apakah sifat-sifat kerajaan Allah yang diberitakan Yesus?

      Jawab: __



      Untuk itulah Aku Diutus (Luk 4:16-44)

    13. Lihatlah kembali ayat 42-44. Disiplin pribadi apakah yang dapat Anda lihat dalam kehidupan Yesus?
    14. Jawab: __

      Mengapa hal itu diperhatikan Yesus sebelum Ia melaksanakan hal-hal yang terdapat di dalam ayat 43-44?

      Jawab: __

    15. Bayangkanlah diri Anda menjadi salah seorang pengikut Yesus yang pertama dan sungguh-sungguh mengamati Dia sambil berjalan bersamaNya melalui Galilea dan Yudea. Apakah yang kira-kira Anda pikirkan, rasakan atau ragukan mengenai identitas dan misi Mesias yang dinyatakanNya?
    16. Jawab: __

    17. Apakah yang Anda anggap sebagai sifat Yesus yang paling menonjol yang terlihat dalam peristiwa-peristiwa permulaan tersebut? Dimanakah Anda melihatnya paling jelas?
    18. Jawab: __



      Renungan/Penerapan:

    19. Kita telah merenungkan apa yang menjadi misi hidup Yesus dan bagaimana Ia mulai melaksanakanNya. Sekarang tuliskanlah secara singkat apa yang menjadi misi hidup Anda.
    20. Jawab: __

      Apakah Anda berpendapat bahwa misi Anda tersebut merupakan suatu tujuan yang bermanfaat? Bagaimanakah bila dibandingkan dengan misi Yesus?

      Jawab: __

      Pikirkanlah kembali apa yang menjadi tujuan Allah semula dengan menciptakan manusia dan apa rencanaNya untuk kerajaanNya. Bagaimanakan Anda dapat menjadikan tujuan hidup Anda sejalan dengan kedua hal tersebut?

      Jawab: __

    Yesus Mendidik Pengikutnya Untuk Misi Dunia (Luk 9:57-10:12)


    Kemudian daripada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahuluiNya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjunginya. KataNya kepada mereka: "Tadinya memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuhan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu." (#Luk 10:1-2)



    Masa pelayanan Yesus di dunia hampir berakhir. Secara terus menerus Ia mempersiapkan murid-muridNya untuk menghadapi saat-saat penderitaan dan kematianNya. Kerumunan orang-orang yang sangat berminat semakin bertambah, namun tetap tidak memahami maksud-maksudNya dan tetap mengharapkan Dia datang ke Yerusalem sebagai Mesias mereka dalam hal politik. Gambaran mereka tentang Yesus Kristus dan motivasi mereka untuk mengikuti Dia berbeda-beda seperti yang terlihat pada bagian pertama bacaan kita.



    Catatan Mengenai Ayat-ayat.



    Luk 9:58 Anak manusia : Sebutan yang disenangi Yesus bagi diriNya sendiri sebagai Mesias sekaligus manusia dan Raja Kekal. Lihatlah Dan 7:13-14.
    Luk 9:60 Orang mati menguburkan orang mati : Tidak jelas tradisi orang Timur manakah yang dinyatakan disini; penguburan jenasah orang tua menjadi tanggung jawab putera pertama, dan menjadi kewajibannya pula untuk tetap tinggal di rumah untuk melaksanakan segala kehendak almarhum ayah sang ayah. Pelaksanaan hal-hal tersebut pasti akan memakan waktu dan berarti penundaan untuk mengikuti Yesus.
    Luk 10:6 Orang yang layak menerima damai sejahtera: Seseorang yang mempunyai sifat damai.
    Luk 10:11 Kebaskan di depanmu: tanda memutuskan hubungan.
    Luk 10:12 Sodom : terkenal karena penghakiman Allah atas kejahatan manusia.

    Calon-calon Untuk Pemuridan :

    1. Di mana Yesus berjumpa dengan orang-orang, Ia selalu melayani mereka. Sekarang kita melihat Dia berbicara kepada tiga laki-laki dan menantang mereka untuk berfikir lebih dalam mengenai apa yang mereka katakan.

    Bacalah Luk 9:57-62 untuk memeriksa dan membandingkan catatan-catatan di atas. Pelajarilah percakapan-percakapan yang singkat dan padat antara Yesus dengan masing-masing orang tersebut. Bagaimanakah gambaran Anda mengenai tiap-tiap orang?

    Jawab: __

    Apakah persamaan di antara mereka?

    Jawab: __

    Dan apakah perbedaan di antara mereka?

    Jawab: __

  • Menurut Anda, sejauh manakah orang yang pertama telah memikirkan pengertian yang lebih dalam dari perkataan "Aku akan mengikuti Engkau, kemana saja Engkau pergi"?
  • Jawab: __

    Dengan mengkaji jawaban Yesus kepadanya, apakah yang dapat kita ketahui mengenai harapan-harapan pribadinya?

    Jawab: __

  • Jawaban Yesus kepada kedua orang lainnya juga menunjukkan betapa dangkalnya pengertian mereka tentang arti mengikuti Dia. Menurut Anda, apakah yang mereka pikir tentang mengikut?
  • Jawab: __

    Apa yang kurang dari pengertian mereka masing-masing?

    Jawab: __



    Misi Yesus Untuk Tujuh Puluh Murid (Luk 10:1-12)

  • Bacalah Luk 10:1-12 untuk memeriksa dan membandingkan catatan-catatan di atas. Setelah mendefinisikan tentang pemuridan dengan lebih seksama, Yesus menunjuk tujuh puluh orang untuk pergi mendahuluiNya ke setiap kota yang hendak dikunjungiNya. Suasana telah menjadi genting. Hal apakah yang telah mendesak? Bagaimanakah Kristus mengutarakan hal itu?
  • Jawab: __

    Mengapa perumpamaan mengenai panen itu amat cocok?

    Jawab: __

  • Bandingkan tantangan Yesus terhadap tiga orang calon pengikut tersebut di atas dengan perintah yang diberikanNya kepada tujuh puluh orang itu. Apakah yang diharapkan Yesus dari kedua kelompok itu?
  • Jawab: __

  • Yesus meletakkan dasar-dasar yang keras dan seksama bagi utusan-utusanNya yang pertama. Syarat-syarat apakah yang dituntutNya dari mereka?
  • Jawab: __

    Coba Anda pikirkan mengenai Yesus memberikan instruksi-instruksi yang praktis tersebut?

    Jawab: __

  • Apakah hubungan yang Anda lihat antara menjadi seorang pengikut Yesus dan menjadi seorang utusan?
  • Jawab: __



    Renungan/Penerapan :

  • Dalam kelompok manakah Anda berada dalam hal kesiap-sediaan untuk mengikuti Tuhan Yesus, kelompok tiga orang atau kelompok tujuh puluh orang itu? Apa alasan Anda?
  • Jawab: __

    Adakah sifat-sifat Anda yang manakah yang sama dengan sifat ketiga orang calon pengikut tersebut? Sebutkan!

    Jawab: __

    Apakah Anda merasa siap untuk menjadi bagian dari ketujuh puluh murid tersebut? Mengapa?

    Jawab: __

  • Melihat tujuan, metode dan berita dari misionaris yang pertama itu, hal-hal apakah, bila ada, yang telah berubah pada misionaris abad kedua puluh sekarang?
  • Jawab: __

    Lakukanlah diskusi mengenai dasar-dasar misionaris Tuhan Yesus yang universil dan abadi itu!

    Jawab: __

  • Tuliskan serangkaian instruksi untuk misionaris pada abad modern ini dengan menggunakan dasar-dasar yang diberikan Tuhan Yesus. Kemudian bagaimanakah dalam kelompok Anda.
  • Jawab: __

    Yesus Mati Bagi Dunia (Yoh. 12:20-26)


    "Dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepadaKu" (Yoh 12:32)



    Dalam pasal ini, Yohanes mengakhiri laporannya tentang pembukaan rahasia diri Yesus kepada bangsa Yahudi. Kerumunan orang yang sangat banyak masih mengikutiNya. Mereka telah mendengar peristiwa tentang dibangkitkannya Lazarus dari kematian. Sebagian orang sungguh-sungguh percaya akan hal itu, tetapi pemimpin-pemimpin bangsa menolaknya. Pada hari raya itu, Ia datang untuk beribadah di rumah ibadah Yerusalem, dimana Ia menyampaikan pengajaranNya yang terakhir kepada orang banyak. Di antara orang-orang yang beribadah itu, terdapat orang-orang yang latar belakang dan kebudayaannya sama sekali berbeda dari bangsa Yahudi.

    Catatan Mengenai Ayat-ayat


    Yoh 12:20 Hari raya : Hari raya Paskah adalah hari raya utama bangsa Yahudi pada awal musim semi untuk memperingati pembebasan nenek moyang mereka dari perbudakan bangsa Mesir oleh Allah secara ajaib.
    Yoh 12:20 Beberapa orang Yunani : Orang-orang Kafir yang baru menganut agama. Mereka tertarik kepada agama yang beribadat kepada satu Allah dan berakhlak tinggi. Mereka kemudian mengikuti Iman Kepercayaan orang Yahudi, tetapi tidak menjalankan sunat, sehingga tidak memenuhi syarat untuk menjadi penganut baru secara penuh.
    Yoh 12:21 Di sebut-sebutnya nama Filipus (sebuah nama Yunani) dan Betsaida (Sebuah kota dekat perkampungan orang Yunani) menunjukkan bahwa orang Yunani menghubungi dia sebagai orang yang bersimpati kepada orang-orang bukan Yahudi.
    Yoh 12:23 Telah tiba saatnya : Saat yang ditentukan Allah untuk kematian Yesus bagi dosa-dosa dunia. Bandingkanlah dengan Yoh 12:27,37; 13:1; dan Yoh 17:1.
    Yoh 12:24 Sesungguhnya : (Bahasa Yunani: amen, amen). Seringkali digunakan oleh Yesus untuk menekankan betapa pentingnya hal yang dikatakanNya.
    Yoh 12:30 Bukan oleh karena Aku, melainkan oleh karena kamu: Dalam bahasa Semit, ungkapan ini lebih merupakan suatu perbandingan daripada suatu pertentangan yang tegas, yaitu "lebih banyak untuk kepentinganmu dari pada untuk kepentinganKu". Seperti dalam peristiwa pembaptisan Yesus dan peristiwa perubahan wajahNya, suara Allah juga merupakan jaminan pribadi bagiNya.
    Yoh 12:34 Anak Manusia : Lihatlah catatan mengenai Luk 9:58 dalam pelajaran 7.

    Orang Kafir Mencari Yesus (Yoh 12:20-22)

    1. Bacalah Yoh 12:20-36 untuk memeriksa dan membandingkan catatan-catatan di atas. Peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelum ini (Yoh. 12:9-19) telah membuat suasana di Yerusalem menjadi amat hangat. Lihatlah Yoh 12:20-22. Setiap orang sedang membicarakan tentang Yesus. Dari wajah-wajah yang terlihat dalam adegan itu, wajah-wajah siapakah yang telah Anda kenal? Dan siapakah yang merupakan wajah-wajah baru?

      Jawab: __

      Sikap-sikap apakah yang dinyatakan terhadap Yesus? Buatlah ringkasan mengenai sikap-sikap tersebut, masing-masing dengan sepatah atau beberapa patah kata.

      Jawab: __

  • Mengapa orang-orang Yunani datang ke pesta itu?

    Jawab: __

    Apakah yang ditunjukkan oleh Allah itu mengenai keinginan rohaniah mereka?

    Jawab: __

    Mengapa mereka ingin bertemu dengan Yesus? (Perhatikanlah keadaan di sekitarnya dan sikap orang-orang Yunani itu)

    Jawab: __

    Menurut Anda, mengapa mereka tidak mendatangi Yesus secara langsung?

    Jawab: __

  • Mati Untuk Hidup (Yoh 12:23-26)

  • Yohanes tidak menceritakan, apakah orang-orang Yunani itu pada akhirnya dapat bertemu dengan Yesus atau tidak. Tetapi, sebagai tanggapan atas permohonan mereka itu, pokok persoalan apakah yang dibicarakan oleh Yesus? (Lihatlah juga ayat-ayat 27,31-33)

    Jawab: __

  • Apakah hubungan antara pokok persoalan itu dengan keinginan orang Yunani itu untuk bertemu dengan Yesus?

    Jawab: __

  • Apakah prinsip rohaniah yang disampaikan Yesus melalui perumpamaan tentang tanaman?

    Jawab: __

    Apakah demostrasi yang nyata dari kebenaran yang terkandung dalam tiap-tiap kalimat pada ayat 24 dan 25?

    Jawab: __

  • Dalam ayat 25 dan 26, kita melihat bagaimana Yesus secara khusus menerapkan prinsip "mati untuk hidup" itu pada pengikut-pengikutNya. Sebagai contoh, dengan berbuat hal-hal apakah Anda telah "mencintai nyawa Anda" dan akhirnya kehilangan nyawa Anda?

    Jawab: __

    Sebaliknya, dengan melakukan hal apakah Anda "tidak mencintai nyawa Anda" dan akhirnya dapat memeliharanya?

    Jawab: __

    Apakah "melayani" dan "mengikuti" merupakan kegiatan-kegiatan yang sama atau kegiatan-kegiatan yang terpisah? Jelaskan maksud Yesus.

    Jawab: __

    Perhatikanlah satu biji yang ditaburkan-hidup dan kematian Yesus -- dan hasil-hasilnya yang kekal dan universal. AjaranNya itu terasa demikian mustahil. Kita baru dapat memahaminya setelah melihat hidup, kematian dan kebangkitanNya sebagai satu kesatuan!

  • Mati Untuk Menyelamatkan (Yoh 12:27-36)

  • Bacalah Yoh 12:27-36. Bagaimanakah sikap Yesus dalam doa?

    Jawab: __

  • Pilihan-pilihan apakah yang dihadapiNya, dan apakah akibat dari masing-masing pilihan itu?

    Jawab: __

    Bayangkanlah, betapa beratnya pergumulan Yesus. Hal apakah yang paling mengharukan Anda?

    Jawab: __

    Bagaimanah sifat hubungan antara Yesus dengan Bapa?

    Jawab: __

  • Yesus telah menyinggung tentang kematianNya dalam tanggapanNya kepada orang-orang Yunani di dalam ayat-ayat 23-24 dan 27. Sekarang Ia menjelaskannya kepada orang banyak. Apakah yang dikatakannNya (secara eksplisit dan implisit) tentang kematianNya yang akan segera tiba (ayat 31-33)?

    Jawab: __

    Mengapa orang banyak itu tidak mengerti Dia?

    Jawab: __

  • Apakah yang digambarkan Yohanes tentang orang banyak itu?

    Jawab: __

    Apakah yang ditambahkan Yesus pada gambaran tersebut (ayat 35 dan 36)?

    Jawab: __

  • Renungan/Penerapan :

  • Mengapa orang-orang yang Anda kenal tidak dapat memahami makna dari kematian Yesus bagi mereka sebagai pribadi? Atau maknanya bagi dunia?

    Jawab: __

  • Bagaimanakah Yesus dapat dijadikan contoh bagi kita untuk tidak mencintai nyawa kita sehingga orang-orang lain juga dapat diselamatkan kematian dan kebangkitanNya?

    Jawab: __

  • Yesus Bangkit Nyatakan Ketuhanannya (Mat 28:1-20)


    Yesus mendekati mereka dan berkata: "KepadaKu telah diberikan segala kuasan di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus." (Mat 28:19-20)



    Pemimpin-pemimpin Yahudi yang haus darah Yesus telah berhasil menggagalkan usaha setengah hati yang dilakukan oleh Gubernur Romawi untuk mencegah pelaksanaan hukuman matiNya. Dan di tengah-tengah penghinaan paling keji yang dilakukan oleh orang banyak, Yesus telah disalibkan. Sang gubernur kemudian mengijinkan Yusuf, orang kaya dari Arimatea yang secara diam-diam menjadi muridNya, untuk mengambil mayat Yesus dan membaringkannya di dalam kuburNya yang baru. Imam-imam kepala dan orang-orang Farisi telah menjaga kubur tersebut secara istimewa, karena mereka kuatir murid-murid Yesus akan mencuri mayat itu dan kemudian mengatakan kepada rakyat bahwa Ia telah bangkit dari dunia orang mati. Hanya beberapa perempuan miskin yang meratapi Dia.



    Catatan Mengenai Ayat-ayat:


    Mat 28:1 Setelah hari sabat: Minggu pagi menjelang fajar.
    Mat 28:7 Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu : "Itulah yang harus kuberikan kepadamu."
    Mat 28:9 Memeluk kakiNya : cara orang Timur Tengah menyatakan hormat kepada raja atau keluarga raja.
    Mat 28:19 Jadikanlah murid : Jadikanlah murid-murid yang setia.

    Orang Percaya dan Orang Tidak Percaya (Mat 28:1-15)

    1. Betapa berbedanya reaksi orang terhadap suatu peristiwa! Bacalah dengan teliti tentang peristiwa kebangkitan itu pada ayat 1-15. Perhatikan dan catatlah semua orang yang terlibat di situ serta apa yang menjadi masing-masing pusat perhatian mereka? Perhatikan kedua wanita yang pergi menengok kubur itu. Perasaan-perasaan apakah yang menghinggapi mereka?
    2. Jawab: __

      Bukti-bukti apakah yang dapat mereka berikan kepada para murid, bahwa Yesus telah bangkit dari kematian?

      Jawab: __

    3. Galilea adalah kampung halaman murid-murid Yesus. Dapatkah Anda memperkirakan mengapa Yesus menunjuk tempat tersebut sebagai tempat untuk bertemu denganNya? (perhatikanlah Mat 26:32 )
    4. Jawab: __

      Bandingkanlah reaksi dan tindakan penjaga-penjaga itu dengan reaksi dan tindakan kedua wanita tersebut.

      Jawab: __

    5. Bagaimanakah penjelasan Anda mengenai perbedaan-perbedaan itu?
    6. Jawab: __

    7. Apakah dampak dari kebangkitan Yesus itu terhadap para penguasa? (Perhatikan Mat 27:62-66)
    8. Jawab: __

      Kembali ke Galilea (Mat 28:16-17)
    9. Perhatikanlah ayat 16-17. Sementara terjadi kepanikan di Yerusalem, Yesus secara diam-diam mengadakan pertemuan dengan muridNya di atas bukit di Galilea. Bagaimanakah tanggapan para murid yang berbeda-beda terhadap Yesus?

      Jawab: __

      Bagaimanakah penjelasan Anda mengenai tanggapan yang bermacam-macam itu?

      Jawab: __

      Seandainya Anda adalah salah seorang dari mereka, bagaimanakah reaksi Anda, merasa sangsi atau menyembah Dia! Jelaskanlah alasan Anda!

      Jawab: __

    10. Mengapa pertemuan itu demikian penting bagi Yesus dan murid-muridnya?
    11. Jawab: __

      Amanat Agung dari Yesus Kristus (Mat 28:18-20)

    12. Ayat 18-20 biasanya disebut sebagai "Amanat Agung". Menurut Anda, mengapa demikian?
    13. Jawab: __

      Dalam ayat 18, bagaimanakah sesungguhnya Tuhan Yesus meletakkan dasar untuk amanat itu sendiri?

      Jawab: __

      Seberapa jauhkah murid-murid itu memahami Amanat Agung tersebut : Apakah kira-kira yang menjadi pertanyaan mereka?

      Jawab: __

    14. Kajilah kembali ayat 19. Tata bahasa Yunani harus mempunyai satu perintah: "Jadikanlah murid". Semua kata kerja lainnya adalah kata kerja yang dimodifikasi. Tindakan-tindakan apakah yang harus dilakukan untuk menjadikan murid?
    15. Jawab: __

      Apakah ajaran-ajaran pokok dari Yesus yang harus kita bagikan dalam menjadikan murid?

      Jawab: __

    16. Pemikiran tentang persekutuan kita dengan Kristus dalam melaksanakan misiNya untuk dunia adalah membingungkan! Bagaimanakah caranya Tuhan Yesus turut serta dengan muridNya dalam melaksanakan tugas dunia itu?
    17. Jawab: __

      Apakah hubungan langsung antara kebangkitan Yesus dengan Amanat yang disampaikanNya kepada muridNya?

      Jawab: __

      Renungan/Penerapan

    18. Amanat Agung telah diberikan kepada murid-murid Yesus sebagai tubuh dari orang-orang percaya. Dalam Kisah Para Rasul, amanat tersebut dilaksanakan oleh suatu kelompok kerja. Tindakan apakah yang harus dilakukan oleh gereja atau persekutuan Anda untuk lebih mentaati Amanat Agung itu?
    19. Jawab: __

    20. Dapatkah Anda membayangkan bagaimana melaksanakan Amanat Agung itu bila Yesus tidak bangkit dari kematian? Mengapa hal itu akan merupakan suatu yang mustahil?
    21. Jawab: __

      Renungkanlah: Percaya kepada kebangkitan Kristus berarti taat kepada Amanat AgungNya.

      Jawab: __

    Para Rasul Dan Misi (Kisah 10:1-48)


    Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepadaNya." (Kisah 10:34-35)



    Kisah 1:1-9:43 secara gamblang menyoroti kelahiran dan penyebaran gerakan Kristen yang mula-mula di dunia, yang berlangsung sangat menakjubkan. Tetapi orang-orang Kristen Yahudi tetap percaya bahwa penyelematan Allah itu tidak diperuntukkan bagi orang bukan Yahudi yang dianggap lebih rendah. Mereka kurang memahami isi pernjanjian yang mula-mula maupun ulangan antara Allah dengan umatNya, dan juga kurang memahami amanat Yesus sendiri. Maka Allah harus melakukan sesuatu yang tegas dan jelas untuk mendorong mereka pergi kepada bangsa-bangsa lainnya di dunia, sebagaimana yang telah diperbuatNya terhadap Yunus. Jadi jelaslah, bahwa Kisah 10:1-48 ini adalah Pernjanjian Baru yang merupakan pasangan dari Kitab Yunus.



    Catatan Mengenai Ayat-ayat:


    Kisah 10:1 Kaisarea : Kota pelabuhan yang besar dan sangat indah, yang dibangun oleh penguasa Romawi sebagai markas besar mereka di Yudea.
    Kisah 10:1 Perwira . . . pasukan Italia : Seorang pemimpin regu tentara yang terdiri dari 100 orang yang dianggap sebagai tulang punggung tentara Roma; satu pasukan terdiri dari 10 regu.
    Kisah 10:2 Ia saleh : "Orang yang takut akan Allah"; seorang simpatisan yang tidak bersunat, jadi bukan merupakan pemeluk agama secara penuh : lihatlah catatan mengenai Yohanes.
    Kisah 12:20 Tentang orang Yunani dalam pelajaran 8.
    Kisah 10:5 Yope : Kota pelabuhan di Mediterania untuk Yerusalem yang terletak kira-kira 56 kilometer jauhnya dipedalaman ; sehari perjalanan dari Kaisarea.
    Kisah 10:9 Pukul duabelas : waktu tengah hari menurut perhitungan Yahudi ; waktu tetap untuk bersembahyang.
    Kisah 10:14 Haram dan yang tidak lahir : Dalam Mar 7:14 dan seterusnya, Yesus dengan tegas telah menghapuskan adat istiadat Yahudi mengenai soal makan yang didasarkan atas Imamat 11:1-47.
    Kisah 10:34 Tidak membedakan : Ini merupakan hal yang revolusioner bagi Petrus!
    Kisah 10:36 Kristus : Kata Yunani untuk "Mesias" (Ibrani) atau "Dia Yang Diurapi"
    Kisah 10:42 ditentukan . . . menjadi Hakim : Mungkin Petrus telah mempunyai visi dalam pikirannya tentang "Anak Manusia" sebagai hakim dalam Kitab Dan 7:9-14

    Kornelius : Orang Kafir yang Takut akan Allah ( Kisah 10:1-8; 22-24; 30-33 )

    1. Bacalah Kisah 10:1-48 sambil memeriksa dan membandingkan catatan-catatan di atas. Dengan menunjuk kepada peristiwa itu sampai tiga kali, Lukas ingin menunjukkan hal itu sebagai suatu persimpangan jalan yang amat penting dalam sejarah umat manusia : Kisah pasal 10:1-48 merupakan kesaksiannya, sedangkan Kisah 11:1-18 merupakan pertanggungjawaban Petrus atas tindakan-tindakannya, dan Kisah pasal 15:1-41 merupakan kisah di mana Petrus menunjuk kepada peristiwa itu ketika ia berbicara di depan sidang majelis di Yerusalem. Dengan sekian banyak fakta yang dicatat Lukas, berikanlah suatu uraian singkat mengenai karakter Kornelius.
    2. Jawab: __

      Apakah tanda-tanda (yang nyata dan tersembunyi) yang menjadi petunjuk dari kerinduannya kepada Allah?

      Jawab: __

      Siapakah di antara teman-teman Anda yang sedang mencari Allah? Apakah alasan Anda menyatakan hal itu?

      Jawab: __

      Petrus : Utusan Injil Orang Yahudi (Kisah 10:9-29)

    3. Marilah kita perhatikan Petrus dalam Kisah 10:9-29 . Walaupun kebanyakan dari Anda orang-orang Kristen yang bukan bangsa Yahudi, cobalah Anda uraikan apa yang sedang dialami Petrus secara psikologis.
    4. Jawab: __

      Apakah yang Anda pelajari tentang Allah dari caraNya menghadapi Petrus dan prasangka-prasangkanya sebagai orang Yahudi?

      Jawab: __

      Mengapa Allah menggunakan cara yang begitu dramatis?

      Jawab: __

      Menjelaskan Injil (Kisah 10:34-43)

    5. Pelajarilah ringkasan dari khotbah Petrus dalam Kisah 10:34-43. Itulah yang menjadi intisari dari Injil. Dibandingkan dengan enam atau tujuh berita Injil lainnya yang terdapat dalam Kisah Para Rasul, bagian ini memuat fakta-fakta pokok paling lengkap mengenai Yesus dari Nazaret. Sebutkanlah fakta-fakta tersebut menurut urutan yang disampaikan Petrus kepada mereka!
    6. Jawab: __

      Mengapa tiap-tiap fakta tersebut mempunyai arti yang sangat penting pada saat kita menceritakan tentang Yesus Kristus kepada orang-orang yang bukan Kristen?

      Jawab: __

      Bangsa-bangsa Lain Juga (Kisah 10:44-48)

    7. Kisah 10:44-48 merupakan catatan Lukas yang kedua mengenai petobat-petobat baru yang menunjukkan tanda-tanda lahiriah dari Roh Kudus (Lihatlah juga Kisah 2:4; 19:6 ). Mengapa Allah berkenan memberikan karunia itu terutama dalam peristiwa tersebut?
    8. Jawab: __

      Apakah yang membuat takjub orang-orang Kristen Yahudi yang menyaksikan kejadian itu?

      Jawab: __

      Apakah kesimpulan yang diperoleh Petrus dari peristiwa itu?

      Jawab: __

      Renungan/Penerapan

    9. Petrus dan Yunus adalah wakil dari bangsa mereka. Allah menjadikan kisah mereka untuk mengajar kita sebagai gerejaNya, dan bukan sebagai individu belaka. Apakah persekutuan kita masih sempit dan terbatas dalam hal penginjilan dan missi keluar?
    10. Jawab: __

      Prinsip-prinsip khusus apakah tentang penginjilan yang terdapat dalam kisah ini, yang sepatutnya mendorong kita untuk bergerak keluar dengan lebih berani dan mendatangi orang-orang yang sedang mencari Allah di sekitar kita?

      Jawab: __

      Dalam minggu ini, dengan menggunakan ringkasan dari khotbah Petrus, jelaskanlah kepada seseorang yang mencari Allah fakta-fakta penting Yesus Kristus yang akan membantu menyadarkannya, mengapa Ia harus menjadi seorang Kristen.

      Jawab: __

    Kelompok Rasul Dalam Tindakan (Kisah 17:1-15; 1Tes 1:1-2:8)



    Tetapi ketika mereka tidak menemukan keduanya, mereka
    menyeret Yason dan beberapa saudara ke hadapan pembesar-pembesar
    kota, sambil berteriak, katanya : "Orang-orang yang mengacaukan
    seluruh dunia telah datang juta ke mari." (Kisah 17:6)


    Paulus, Silas dan Timotius baru saja meninggalkan Filipi
    tempat sebuah gereja yang baru berdiri yang telah mengalami ujian
    dalam pertumbuhannya. Berjalan menuju ke arah barat daya, mereka tiba
    di Tesalonika. Ceritanya sederhana saja. Mereka mencari pokok-pokok
    dasar untuk pekerjaan pekabaran Injil. Surat pertama Paulus untuk
    jemaat di Tesalonika, ditulis setelah ia diusir dari kota itu, juga
    memberikan penjelasan mengenai hal itu.


    Catatan Mengenai Ayat-ayat:

    Kisah 17:1 Tesalonika : Sebuah pusat perdagangan antar bangsa di
    Makaedonia (Negeri Yunani bagian utara) yang terletak
    pada Jalan Raya Ignatia yang termasyhur. Menonjol
    sebagai sebuah pelabuhan yang baik sekali.
    Kisah 17:2 Tiga hari Sabat : Setiap hari Sabat selama tiga minggu berturut-turut.
    Kisah 17:3 Kristus : Lihatlah catatan mengenai Kisah 10:36 dalam pelajaran 10.
    Kisah 17:4 Orang Yunani yang takut kepada Allah : Orang Kafir "yang takut akan Allah" yang mengikuti ibadat cara Yudaisme, tetapi tidak menjadi penganut secara penuh. Lihatlah catatan mengenai Yoh 12:20 dalam pelajaran 8 dan mengenai Kisah 10:2 dalam pelajaran 10.
    Kisah 17:5 Yason : Rupanya seorang petobat baru dan Paulus menginap dirumahnya.
    Kisah 17:10 Berea : Sebuah kota makmur yang terletak 88 kilometer
    di sebelah barat daya Tesalonika.

    Strategi Penginjilan (Kisah 17:1-15)

    1. Studi perbandingan mengenai penginjilan di Tesalonika dan Berea
      dapat diperluas sehingga mencakup juga kota-kota dan
      daerah-daerah lainnya yang disebutkan di dalam kitab Kisah Para
      Rasul. Pada dasarnya, rasul-rasul itu menginjili mereka sendiri,
      yaitu Kerajaan Romawi dalam satu generasi selama 33 tahun.
      Tesalonika dan Berea menggambarkan pekerjaan penginjilan mereka.
      Sebelumnya, bacalah Kisah 17:1-15 untuk memeriksa dan
      membandingkan ayat-ayat di atas. Di kedua kota tersebut, tempat
      apakah yang pertama-tama di datangi Paulus dan rekan-rekannya?
    2. Jawab: __

      Mengapa hal ini menjadi strategi yang masuk akal?

      Jawab: __

      Persamaan-persamaan apa lagi yang dapat terlihat pada cara-cara
      yang digunakan Paulus serta rekan-rekannya dalam menginjili
      Tesalonika dan Berea?

      Jawab: __

      Penekanan apakah yang ditunjukkan oleh persamaan-persamaan
      tersebut dalam hal mengabarkan Injil?

      Jawab: __

      Perbedaan apakah yang Anda lihat?

      Jawab: __

      Bagaimanakah penjelasan Anda mengenai perbedaan-perbedaan
      tersebut?

      Jawab: __

    3. Hampir semua kota, misalnya antara lain Tesalonika, yang diinjili
      Paulus dan rasul-rasul lainnya ialah kota-kota besar yang
      terletak pada sebuah jalan raya atau pelabuhan. Pelajaran apa
      lagi yang dapat kita tarik dari hal tersebut mengenai strategi
      penginjilan?
    4. Jawab: __

      Berita Penginjilan (Kisah 17:1-9)

    5. Hal-hal apakah mengenai "Kristus" yang ditekankan Paulus kepada
      orang-orang Tesalonika?
    6. Jawab: __

      Mengapa hal itu perlu dilakukannya?

      Jawab: __

      Metode Penginjilan (Kisah 17:1-15; 1Tes 1:1-2:8)

    7. Sebutkanlah kata-kata kerja yang melukiskan berbagai cara yang
      digunakan oleh para pekabar Injil itu dalam menyajikan
      pemberitaan mereka (Kisah 17:-3,11)!
    8. Jawab: __

      Bagaimanakah kegiatan-kegiatan rohaniah itu dihubungkan dengan
      fakta, bahwa beberapa orang dari mereka "menjadi yakin (ayat 4)
      dan menjadi percaya" (ayat 12)?

      Jawab: __

      Apakah adu debat dan akal budi dapat turut berperan dalam membawa
      seseorang kepada Kristus? Mengapa ya dan mengapa tidak?

      Jawab: __

    9. Bacalah 1Tes 1:1-2:8. Apa lagi yang dikatakan oleh
      Paulus mengenai cara ia membawa diri di antara orang-orang
      Tesalonika?
    10. Jawab: __

      Pada bagian manakah teladan dan pengajaran Paulus menunjukkan
      dengan jelas masalah-masalah yang Anda hadapi dalam penginjilan?

      Jawab: __

      Mengapa Anda menghadapi kesulitan-kesulitan tersebut?

      Jawab: __

      Disiplin-disiplin pribadi apakah yang perlu Anda tegakkan guna
      mengatasi kesulitan-kesulitan itu? (Lihatlah juga 1 Tes 1:4-5; 2:1-8)

      Jawab: __

      Hasil Penginjilan (Kisah 17:1-15; 1Tes 1:6-10)

    11. Menurut Kisah 17:1-34 itu, orang-orang macam apakah
      yang menerima baik berita Injil?
    12. Jawab: __

      Mengapa Lukas menyediakan waktu untuk menulis catatan tentang
      mereka?

      Jawab: __

    13. Bagaimanakah pertobatan yang begitu banyak dihasilkan dan
      penganiayaan yang berulang kali dialami oleh para rasul itu
      menunjukkan betapa efektifnya penginjilan mereka?
    14. Jawab: __

      Menurut Anda, hal-hal apakah yang mulai dipelajari oleh Yason dan
      teman-temannya yang baru bertobat itu tentang mengikuti Yesus
      Kristus? (Lihatlah juga 1 Tes 1:6-10)

      Jawab: __

    15. Sejauh manakah Anda bersedia menderita bagi Yesus dalam merintis
      penginjilan?
    16. Jawab: __

      Bagaimanakah Anda dapat terpanggil untuk menderita di dalam
      situasi Anda sekarang?

      Jawab: __


      Lanjutan Penginjilan (Kisah 17:1-15; 1Tes 1:1-10)

    17. Masalah-masalah apakah yang dihadapi oleh orang-orang Kristen
      baru itu, sebagaimana yang dilukiskan atau disyaratkan di dalam
      Kisah 17:4-9, 13-15 dan 1Tes1:6-10?
    18. Jawab: __

      Dengan cara-cara khusus apakah Paulus membantu mereka terus
      bertumbuh, sebagaimana yang dibahas di dalam Kisah 17:9-10,14-15
      dan 1Tes 1:1-3,6-10?

      Jawab: __

      Renungan/Penerapan

    19. Bagian-bagian manakah dari pekerjaan penginjilan para rasul itu
      yang langsung dapat Anda terapkan dalam menginjili kampus atau
      lingkungan Anda?

      Dan bagian manakah yang hanya dapat diterapkan secara tidak
      langsung? Berilah penjelasan!
    20. Jawab: __

    21. Mengapa penting menghasilkan penginjil-penginjil sekaliber para
      rasul?
    22. Jawab: __

    Kembalinya Sang Raja (Wah 21:1-8; 22:6-21)


    "Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman : "Ya, Aku datang segera!" Amin Datanglah, Tuhan Yesus!" (Wah 22:20)


    Yohanes telah dibuang ke pulau Patmos di Laut Aegia oleh karena imannya. Tetapi Allah masih terus menerus berbicara kepada gereja-gerejaNya melalui pelayananNya yang setia itu. Dalam kedudukanNya sebagai Raja Agung Yang Kekal, Yesus Kristus menampakkan rangkaian peristiwa sejarah yang terjadi sampai dengan terwujudnya kerajaanNya yang baru. Pada visi yang terakhir, Yohanes melihat suatu pemandangan alam pada masa akhir sejarah yang sangat indah, ketika langit serta bumi yang lama berlalu dan langit serta bumi yang baru tercipta. Itulah tujuan Allah yang terakhir untuk manusia yang telah diselamatkan.

    Tentu saja Yohanes menggunakan bahasa manusia untuk melukiskan atau menceritakan kenyataan-kenyataan rohaniah itu, karena hanya bahasa manusialah yang dapat kita mengerti ! Jadi, tafsirkanlah uraian-uraian yang bersifat jasmaniah itu sebagai simbol-simbol saja, dengan mengingat bahwa realitas rohaniah selalu lebih besar daripada simbolnya.

    Catatan Mengenai Ayat-ayat:


    Wah 21:2 Kota yang kudus, Yerusalem yang baru : Gereja; menyatakan kelangsungan hidup jemaat di antara orang-orang percaya dari Perjanjian Lama dan Baru. Perhatikanlah Wah 21:10-14; 22:14.
    Wah 21:2 Pengantin perempuan : Gereja, tubuh Kristus. Perhatikan Wah 22:17.
    Wah 21:6 Alfa dan Omega : Huruf-huruf pertama dan terakhir dalam abjad Yunani; sebutan yang dikenakan pada Yesus Kristus sebagai Yang mengawali dan mengakhiri segala sesuatu. Lihatlah juga Wah 1:8,17; 2:2,8; 22:13.
    Wah 21:8 Kematian yang kedua : Terpisah selamanya dari Allah. Lihatlah Mat 25:41,46.
    Wah 22:14 Mereka yang membasuh jubahnya : mereka yang memandang (Wah 6:11 dan 21:7).
    Wah 22:14 Pohon-pohon kehidupan : Lihatlah Kej 2:9; 3:22-24; Wahyu 22:2.
    Wah 22:16 Tunas, ............keturunan Daud : Penggenapan dari Yes 11:1 Lihatlah pelajaran 4.
    Wah 22:16 Bintang timur yang gilang gemilang : Lambang dari suatu hari yang baru.
    Wah 22:19 Kitab nubuat ini : Kitab Wahyu kepada Yohanes.

    Aku Menjadikan Segala Sesuatu Baru (Wah 21:1-8)


    1. Bacalah Wah 21:1-8 untuk memeriksa dan membandingkan catatan-catatan di atas. Pengulangan suatu gambaran atau bagian kalimat menunjukkan pentingnya gambaran atau bagian kalimat tersebut. Catatlah istilah-istilah yang disebutkan berulang kali mengenai ide-ide yang serupa yang Anda jumpai dalam bacaan itu.
    2. Jawab: __

      Bagaimanakah hubungan antara Allah dengan manusia di dalam dunia yang baru itu?

      Jawab: __

    3. Dalam gambaran yang amat jelas mengenai dunia baru itu, kita dapat melihat maksud Allah telah terpenuhi untuk manusia. Sebutkanlah gambaran-gambaran yang berbeda tentang Allah yang Anda lihat!
    4. Jawab: __

      Bagaimanakah perbedaan antara dunia baru itu dengan dunia dimana kita hidup sekarang?

      Jawab: __

    5. Kalimat-kalimat manakah yang menggambarkan orang-orang yang memenuhi syarat untuk kehidupan kekal di dalam duniaNya yang baru?
    6. Jawab: __

      Apakah kalimat-kalimat itu menggambarkan tentang diri Anda sendiri? Jika demikian jelaskanlah?

      Jawab: __

      Siapakah yang tidak memenuhi syarat? Apa alasannya?

      Jawab: __

      Aku Datang Segera (Wah 22:6-15,20)

    7. Apakah yang dapat kita pelajari tentang Tuhan Yesus dari ayat-ayat Wahy 22:6-15,20?
    8. Jawab: __

      Fakta apakah yang menonjol tentang Yesus Kristus yang disebutkan berulang kali di dalam bacaan itu?

      Jawab: __

      Subjek-subjek apakah yang dihubungkan dengan masing-masing sebutan dari fakta tersebut?

      Jawab: __

      Bagaimanakah seharusnya pengharapan akan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali mempengaruhi kehidupan Anda secara pribadi?

      Jawab: __

      Datanglah, Tuhan Yesus! (Wah 22:16-21)

    9. Di samping dua pokok utama mengenai saat kedatangan kembali Tuhan kita yang sudah dekat dan pengertian-pengertian morilnya bagi umatNya, masih ada pokok ketiga seperti yang dapat kita lihat pada ayat-ayat Wah 22:16-21. Sebutkan pokok tersebut, yang uraiannya dimulai pada ayat-ayat 6-7, lalu dilanjutkan dengan ayat-ayat 9-10 dan akhirnya mencapai pada ayat-ayat 18-19!
    10. Jawab: __

      Mengapa Tuhan sendiri begitu menekankan hal tersebut?

      Jawab: __

    11. Bila Tuhan kita telah demikian menekankan kepastian dari nubuat-nubuatNya, bukankah orang-orang percaya juga melihat penggenapanNya? Perhatikan ayat-ayat 17-19. Siapakah yang secara bersama-sama mendesak Tuhan Yesus untuk datang kembali ke bumi?
    12. Jawab: __

      Siapa lagi yang diajak untuk bersama-sama memohon kedatanganNya?

      Jawab: __

    13. Sebutkanlah beberapa kebenaran penting tentang Tuhan Yesus dan kerajaanNya serta diri Anda sendiri selama mempelajari rangkaian pelajaran ini!
    14. Jawab: __

      Apakah kebenaran-kebenaran itu telah menguasai diri Anda, sehingga tidak sabar lagi Andapun dapat berkata seperti Yohanes : "Datanglah, Tuhan Yesus"?

      Jawab: __

      Renungan/Penerapan

    15. Bagaimanakah gereja masa kini mungkin juga melakukan kesalahan dengan menambahkan atau mengurangi sesuatu dari nubuat yang terdapat di dalam kitab Wahyu?
    16. Jawab: __

    17. Tumpangkanlah gambaran yang kita lihat pada Yes 11:1-16 (pelajaran 4) diatas gambaran yang terdapat pada ayat-ayat Wah 21:3-7. Dengan melihat hal itu, bagaimanakah sambutan Anda terhadap sang Raja Dunia Baru?
    18. Jawab: __

    19. Apakah yang selanjutnya masih harus dilakukan gereja sebelum pengantin laki-lakinya, Tuhan Yesus, datang kembali? Bagaimanakah seharusnya gereja mempersiapkan diri?
    20. Jawab: __

    Hak Cipta

    JUDUL : Misi Allah bagi Dunia
    PENULIS : Ada dan Ginny Lum
    COPYRIGHT : PERKANTAS
    DIPROSES OLEH : Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)

    DESKRIPSI :
    Buku yang berisi bahan PA ini bertujuan untuk menolong setiap orang Kristen yang telah mengalami keselamatan menyadari panggilan dan tugasnya di tengah-tengah dunia ini, yaitu untuk memberitakan kabar sukacita kepada seluruh bangsa.

    PERHATIAN!!!
    Pemegang Hak Cipta utama bahan ini adalah Persekutuan Kristen Antar Universitas. YLSA memproses teks bahan ini ke dalam VERSI ELEKTRONIK untuk digunakan dalam program SABDA/OLB. Pengguna program SABDA dilarang mengutip, menerbitkan kembali atau memperbanyak sebagian ataupun seluruh teks bahan ini dalam bentuk dan cara apapun juga untuk tujuan komersil tanpa ijin tertulis dari pemegang Hak Cipta bahan ini.

    - YLSA -

    DUA BELAS BAHAN PA

    MISI ALLAH BAGI DUNIA

    Oleh:
    Ada dan Ginny Lum

    PERKANTAS
    (Persekutuan Kristen Antar Universitas)
    Jl. Kramat VII/29 Jakarta 10430
    PO BOX 2912 Jakarta 10001

    Buku asli diterbitkan Inter-Varsity Press
    dengan judul "World Mission" yang ditulis Ada & Ginny Lum

    © 1976 by Inter-Varsity Christian Fellowship of the USA Diterbitkan oleh Perkantas dengan ijin Ada & Ginny Lum
    Penerjemah: Tim Literatur Perkantas

    Dilarang mengutip dan memperbanyak atau menyalin isi buku ini, baik secara menyeluruh maupun dengan sebagian dengan mencetak, fotocopy, dll. tanpa seijin Perkantas

    Cetakan II: 1992

    Desain sampul: Yahya Ramali