Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereManusia Memberontak Terhadap Penciptanya (Kej 3:1-24)

Manusia Memberontak Terhadap Penciptanya (Kej 3:1-24)



Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan istrinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. (Kej 3:8)

Jika Kej 1:1-31 menceritakan tentang penciptaan secara keseluruhan, Kej 2:1-25 memusatkan uraiannya pada manusia, mahkota dari Ciptaan Allah. Si penulis menguraikan secara terinci tentang bagaimana Allah menciptakan manusia dan menggambarkan unsur-unsur kemanusiaan. Ia juga menunjukkan hubungan kita yang unik dengan Allah dan mahluk-mahluk lainnya. Penciptaan alam dan persiapan yang dilakukan Allah dengan penuh kasih untuk dinikmati dan digunakan oleh kita, sungguh-sungguh bertentangan dengan cerita yang terdapat dalam Kej 3:1-24 .


Catatan Mengenai Ayat-ayat.


Kej 3:1 Ular . . . cerdik : Licik, licin, banyak tipu muslihat; bandingkan dengan ayat 14, yang memberikan kesimpulan bahwa bentuk tubuh ular pada saat itu berbeda dengan yang kita lihat sekarang.
Kej 3:6 Suaminya memakannya : komentar para penulis Perjanjian Baru menunjukkan laki-laki itu dianggap sama bersalahnya dengan si perempuan. Lihat Rom 5:12-14 dan 1Tim 2:13-14.
Kej 3:8 Tuhan Allah berjalan-jalan : Merupakan suatu theofani Allah digambarkan seperti manusia.
Kej 3:14,17 Terkutuk : Bukan manusia yang dikutuk, melainkan si ular dan lingkungan hidup.
Kej 3:15 Ini merupakan isyarat pertama dari kabar baik mengenai Yesus Kristus. Meremukkan kepala mengakibatkan kematian, sedangkan meremukkan tumit tidak.
Kej 3:22, 24 Pohon kehidupan : Wah 2:7 dan Wah 22:2,19 memperkuat pandangan kita bahwa kehidupan kekal adalah pemberian khusus dari Allah, dan bukan merupakan hak kita.

Akibat-akibatnya ( Kej 3:1-7 )


  1. Sambil mempelajari studi ini, bacalah seluruh Kej 3:1-24 untuk memeriksa dan membandingkan catatan-catatan di atas. Pasal ini merupakan salah satu pasal Alkitab yang paling mendalam, yang menceritakan tentang manusia di dalam masa pencobaan, sesaat setelah diciptakan. Pasal ini diawali dengan suatu dialog yang dimulai si ular dengan penuh kelicikan dan manipulasi. Bagaimanakah ia membuat si perempuan menjadi ragu akan kebaikan dan Kekuasaan Allah?
    Jawab:

    Ketika perempuan itu menjawab si penggonda, dalam hal-hal apakah ia mulai menyimpang dari jalur yang benar? (Bandingkanlah jawaban perempuan itu dengan Kej 2:9,16-17).
    Jawab:

    Bagaimanakah hal ini dapat memperingatkan kita terhadap kecenderungan kita untuk memberontak terhadap Allah?
    Jawab:

    Bagaimanakah ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa si laki-laki juga bersalah?
    Jawab:

  2. Si penulis melukiskan secara fisik tentang pemberontakan pasangan manusia itu terhadap Allah dan akibat-akibatnya yang langsung terjadi. Apakah yang ingin disampaikannya kepada kita tentang dosa manusia dan akibat-akibatnya?
    Jawab:

    Apakah Anda berpendapat bahwa ketelanjangan mereka merupakan akibat yang utama? Berikan penjelasan.
    Jawab:



    Konfrontasi Dengan Allah ( Kej 3:8-13 )

  3. Ayat 7 menunjukkan suatu gambaran diri yang hancur dan hubungan kemanusiaan yang terputus. Lihatlah kembali ayat-ayat 3:8-13. Petunjuk-petunjuk apakah yang Anda temukan di sini tentang perpecahan hubungan antara Adam dan Hawa dan Pencipta mereka?
    Jawab:

    Bagaimanakah konsep mereka terhadap Allah berubah?
    Jawab:

  4. Perhatikanlah, siapa yang memprakarsai perdamaian kembali? Menurut Anda, mengapa Allah mengajukan pertanyaan-pertanyaan pada keadaan ini?
    Jawab:

    Apa pentingnya masing-masing makna keempat pertanyaan yang diajukan Allah itu?
    Jawab:

    Apa yang selalu diusahakan Allah bagi kita?
    Jawab:

  5. Kajilah jawaban si laki-laki dan si perempuan. Seperti apakah hubungan diantara mereka ?
    Jawab:



    Penghakiman, Belas Kasihan dan Anugerah ( Kej 3:14-24 )

  6. Bacalah kembali Kej 3:14-24. Penghakiman Allah atas ketiga pemberontak tersebut sangat luar biasa. Apakah inti dari hukuman kepada masing-masing pemberontak itu?
    Jawab:

    Jelaskan, bagaimana sesungguhnya hukuman Allah itu telah diperingan ! (Cobalah pikirkan, bukankah sebenarnya dapat jauh lebih berat?)
    Jawab:

  7. Apa lagi yang Anda lihat di sini mengenai belas kasihan dan anugerah Tuhan?
    Jawab:

  8. Apa kesimpulan Anda tentang sikap Allah dan tujuan (kehendaknya)-Nya terhadap manusia?
    Jawab:



    Renungan/Penerapan

  9. Fakta-fakta apakah yang terdapat dalam bacaan ini mengenai manusia dan Allah, yang seharusnya menjadi dorongan bagi orang-orang Kristen untuk menyebarluaskan kabar baik tentang Yesus?
    Jawab:

  10. Pada suatu hari dalam minggu ini, gunakanlah bahan bacaan ini untuk menceritakan kepada seseorang yang bukan Kristen tentang kebesaran potensi manusia yang direncanakan Allah.
    Jawab: