Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereProfil Bangsa / Apakah Penginjilan Sama Dengan Pertumbuhan Gereja?

Apakah Penginjilan Sama Dengan Pertumbuhan Gereja?


Walaupun penginjilan dan pertumbuhan gereja mempunyai hubungan yang sangat erat, keduanya tidak boleh saling dicampuradukkan. Dalam lingkungan akademis di Amerika, keduanya mempunyai wadah keilmuan yang berbeda: Academy of Evangelism in Theological Education (Akademi Penginjilan dalam Pendidikan Teologi) dan North American Society for Church Growth (Lembaga Amerika Utara untuk Perkembangan Gereja). Di tempat saya mengajar, Fuller Theological Seminary, terdapat profesor di bidang penginjilan dan juga profesor di bidang pertumbuhan gereja, masing-masing menyajikan serangkaian mata kuliah yang sesuai dengan bidangnya.

"Pertumbuhan gereja meliputi segala sesuatu yang ada sangkut-paut- nya dalam usaha membawa orang-orang yang tidak mempunyai hubungan pribadi dengan Yesus Kristus kepada persekutuan dengan-Nya dan kepada keanggotaan gereja yang bertanggung jawab." Inilah salah satu definisi operasional yang baku tentang pertumbuhan gereja yang telah menjadi semakin populer. Tetapi definisi di atas tidaklah cukup terinci untuk dapat menjelaskan perbedaan-perbedaan yang terdapat antara pertumbuhan gereja dan penginjilan. Definisi formal tentang pertumbuhan gereja yang paling banyak diterima adalah definisi yang tertulis dalam anggaran dasar North American Society for Church Growth, yang berbunyi:

"Pertumbuhan gereja adalah suatu disiplin ilmu yang menyelidiki sifat-sifat, perluasan, perintisan, pelipatgandaan, fungsi, dan kesejahteraan gereja-gereja Kristen dalam hubungannya dengan penerapan yang efektif dari amanat Allah untuk "menjadikan semua bangsa murid-Nya" (Matius 28:18-20). Para penyelidik pertumbuhan gereja berusaha keras untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip teologi yang abadi dari firman Allah perihal perluasan gereja dengan wawasan-wawasan yang mutakhir di bidang ilmu-ilmu sosial maupun ilmu-ilmu perilaku. Hal di atas dilakukan dengan menggunakan sebagai kerangka acuan awal, landasan-landasan tentang pertumbuhan gereja yang telah dikembangkan oleh Donald McGavran."

Dari definisi di atas dapat diketahui bahwa hal-hal yang dibahas dalam pertumbuhan gereja tidak secara otomatis berhubungan dengan penginjilan. Perintisan gereja biasanya bukan merupakan bagian dari penginjilan. Proses mendiagnose kesehatan/kesejahteraan suatu gereja biasanya juga bukan termasuk bagian dari penginjilan. Banyak tentang pendewasaan warga jemaat dan penerimaan anggota-anggota baru dibahas dalam pertumbuhan gereja. Hal-hal yang berhubungan dengan karunia- karunia rohani maupun teori-teori dinamika kelompok kecil sangatlah penting bagi pertumbuhan gereja.

Gereja memperoleh anggota-anggota baru melalui tiga macam cara. Pertumbuhan gereja bisa terjadi secara biologis, melalui perpindahan anggota gereja maupun karena pertobatan jiwa-jiwa baru. Pertumbuhan secara biologis terjadi dari anak-anak dari keluarga-keluarga Kristen yang tumbuh menjadi dewasa, dilayani oleh gereja, dibawa kepada Kristus dan dipersiapkan untuk menjadi anggota gereja yang bertanggung jawab. Sebagian besar dari gereja-gereja di seluruh dunia tumbuh dengan cara yang seperti ini. Pertumbuhan karena perpindahan anggota gereja terjadi ketika orang-orang yang telah menjadi percaya meninggalkan keanggotaan mereka pada suatu gereja dan beralih ke gereja lainnya. Pertumbuhan karena pertobatan jiwa- jiwa baru merupakan hasil pemberitaan Injil kepada "orang-orang yang belum masuk gereja" sehingga mereka dapat dibawa kepada Kristus dan menjadi anggota gereja.

Penginjilan terutama berhubungan dengan perkembangan gereja karena pertobatan jiwa-jiwa baru. Tetapi, penginjilan juga berhubungan dengan pertumbuhan gereja secara biologis karena dalam arti yang sesungguhnya anak-anak dari orang-orang yang telah percaya itu juga perlu diinjili. Tetapi penginjilan pada hakikatnya tidak ada sangkut-pautnya dengan pertumbuhan gereja karena perpindahan anggota gereja. Ketiga macam pertumbuhan gereja itu, termasuk yang disebabkan perpindahan anggota gereja, sangat penting bagi pertumbuhan suatu gereja. Misalnya, jika anggota-anggota suatu gereja berpindah dalam jumlah besar, maka hal itu dibicarakan dalam pertumbuhan gereja. Pertumbuhan gereja juga membahas hal-hal yang menyebabkan suatu gereja banyak menerima pindahan dari gereja lain setiap tahunnya. Dalam hal ini, ruang lingkup pertumbuhan gereja lebih luas dibandingkan dengan penginjilan.

Tetapi masalah-masalah yang dibahas dalam penginjilan tidak selalu berhubungan dengan pertumbuhan gereja. Seperti yang segera kita lihat, ada beberapa definisi yang sangat populer tentang penginjilan yang hanya sedikit atau bahkan sama sekali tidak berhubungan dengan pertumbuhan gereja. Banyak penginjil profesional yang hanya tertarik untuk membawa banyak jiwa kepada Kristus, tetapi mereka tidak begitu mempersoalkan apakah nantinya orang-orang yang telah bertobat di bawah pelayanan mereka itu menjadi anggota gereja atau tidak. Metode-metode penginjilan yang khusus lebih banyak dibicarakan secara terinci dalam bidang penginjilan dibandingkan dengan pertumbuhan gereja. Sehubungan dengan hal-hal di atas, ruang lingkup penginjilan lebih luas daripada pertumbuhan gereja.

Perlambang yang populer tentang penginjilan dan pertumbuhan gereja menunjukkan kesamaan-kesamaan penting yang terdapat di antara keduanya.

PENGINJILAN dapat diklasifikasikan sebagai:

E-0 atau penginjilan nol

Proses membimbing orang-orang yang telah menjadi anggota gereja kepada suatu penyerahan hidup kepada Yesus Kristus. Sewaktu hal ini terjadi, jumlah keanggotaan gereja tidaklah bertambah, melainkan kualitasnya yang meningkat.

E-1 atau penginjilan satu

Membawa orang-orang dari kelompok budaya yang sama kepada Kristus. Untuk dapat melakukan hal ini saudara tidak perlu mempelajari suatu bahasa asing atau membiasakan diri dengan makanan yang asing ataupun mengadaptasi adat istiadat yang baru.

E-2 atau penginjilan dua dan E-3 atau penginjilan tiga

Keduanya menunjuk kepada penginjilan antarbudaya. Untuk melakukan hal ini, saudara harus melayani orang-orang dalam budaya yang berbeda dengan budaya saudara sendiri. E-2 adalah penginjilan yang ditujukan kepada orang-orang yang budayanya serupa dengan budaya saudara, seperti misalnya seorang Indonesia menginjili orang-orang Malaysia. Dalam E-3, budaya orang-orang yang saudara injili berbeda cukup jauh dengan budaya saudara. Contohnya ialah jika saudara (seorang Indonesia) menginjili orang-orang Jepang.

PERKEMBANGAN GEREJA dapat diklasifikasikan sebagai:

Perkembangan Internal

Yang dimaksud adalah peningkatan kualitas suatu gereja. Orang Kristen dapat bertumbuh dalam penyembahan, pemahaman Firman Allah, kasih terhadap satu sama lain, buah Roh, kehidupan doa dan dalam hal-hal lainnya. E-0 termasuk dalam perkembangan internal, karena kualitas gereja akan meningkat jika anggota-anggota gereja yang belum bertobat dilahirkan kembali.

Perkembangan Ekspansi

Gereja melakukan perkembangan ekspansi dengan memperluas jangkauan pelayanan ke luar dan membawa orang-orang baru dari luar ke dalam persekutuan dengan gereja, baik kedatangan mereka itu dikarenakan pertobatan ataupun karena berpindah gereja. Karena anggota-anggota baru dalam gereja itu berasal dari budaya yang sama, maka perekembangan ekspansi itu termasuk dalam E-1.

Perkembangan Ekstensi

Perkembangan ekstensi mempunyai arti yang sama dengan pembukaan atau perintisan gereja. Orang-orang yang baru bertobat itu dikumpulkan dalam jemaat-jemaat yang baru. Perkembangan ekstensi juga termasuk dalam E-1 karena tidak ada perbedaan budaya antara penginjil dan orang-orang yang diinjili.

Perkembangan Antarbudaya

Perkembangan antarabudaya juga mengacu pada pembukaan gereja-gereja baru, tetapi dalam hal ini gereja-gereja itu berada dalam budaya yang berbeda. Baik E-2 maupun E-3 termasuk dalam kategori ini, bergantung dari jauhnya perbedaan budaya antara si penginjil dengan orang-orang yang diinjilinya.

Karena adanya kesamaan-kesamaan ini, penginjilan haruslah ditangani secara sangat serius dalam merencanakan strategi perkembangan gereja.

Dikutip dari:

Judul Buku : Strategi Perkembangan Gereja
Penulis : C. Peter Wagner
Penerbit : Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang 1996
Halaman : 100 -- 101

e-JEMMi 22/2002