Georgi Vins (1928 -- 1998)

Pada tahun 1960, sekelompok pemimpin gereja (di Soviet, sebelum negara itu pecah) dipengaruhi penguasa Komunis agar mereka mau menerima sebuah undang-undang tertulis yang isinya menguatkan larangan terhadap gereja. Georgi Vins, Gennadi Kryuchkov, dan para pemimpin gereja lainnya segera membentuk satu kepanitiaan yang isinya menolak kebijakan baru pemerintah tersebut.

Pada tahun 1964, tanpa izin pemerintah setempat, Vins, Kryuchkov dan beberapa pemimpin lainnya mengadakan rapat supaya gerakan mereka melakukan kampanye "hak asasi manusia" di negara komunis itu. Para anggota gerakan ini mengirimkan daftar 170 orang Baptis yang dijebloskan ke penjara karena iman kepada Kristus -- daftar itu ditujukan kepada pemimpin pemerintahan, organisasi internasional, dan sebagainya.

Georgi Vins

Sebuah pelayanan dan orang-orang percaya mulai menghimpun bantuan, untuk menolong keluarga dari orang-orang yang dipenjarakan tersebut, selain untuk menolong orang-orang percaya lainnya yang menderita akibat kediktatoran komunis. Tahun 1965, Vins dan kelompoknya mengirimkan sepucuk surat kepada Leonid Brezhnev, ketua komite yang merancang konstitusi baru tersebut, tetapi surat imbauan itu diabaikan.

Pada tanggal 16 Mei 1966, mereka mengadakan demonstrasi yang tidak ada bandingannya. Lima ratus orang Baptis berkumpul di halaman gedung Komite Pusat Komunis di Moskwa. Beberapa pemimpin membacakan surat yang berisi seruan agar para pejabat komite menghentikan campur tangan pemerintah dalam masalah gereja, membebaskan orang-orang percaya dari penjara, dan memberi warga Soviet kebebasan untuk mengajar dan diajar tentang iman. Para pemimpin demonstrasi ini berharap mereka dapat bertemu dengan Brezhnev, tetapi mereka hanya disambut oleh resepsionis. Para demonstran itu tetap bertahan di pelataran gedung sepanjang hari hingga malam.

Pada pagi hari, mereka dikepung tentara dan petugas keamanan KGB (badan intelijen Rusia - Red.). Siang harinya, seorang petugas mengizinkan sepuluh pemimpin memasuki gedung itu. Sedangkan yang lain diperintahkan untuk meninggalkan lokasi, tetapi mereka menolak. Tiba-tiba, sejumlah bus bergerak mendekati para demonstran dan petugas mendorong mereka masuk ke dalam bus itu. Para demonstran segera bergandengan tangan erat-erat sambil menyanyikan himne. Sepuluh orang pemimpin itu ternyata ditahan di dalam.

Pada tanggal 19 Mei, Georgi Vins dan seorang Kristen lainnya pergi menemui resepsionis di kantor pusat Komite untuk menanyakan keadaan para demonstran. Ketika mereka akan pergi, polisi menangkap kedua orang itu. Kemudian, Vins dan Kryuchkov dihadapkan ke pengadilan dengan dakwaan mendalangi demonstrasi di Moskwa, menerbitkan dan menyebarkan publikasi "ilegal", dan mengadakan pengajaran rohani kepada anak-anak. Dua orang percaya ini masing-masing dihukum tiga tahun penjara.

Berita dan laporan tentang kondisi Vins menggugah perhatian dunia Barat. Presiden Jimmy Carter menyerukan agar pemerintah Soviet membebaskan tahanan politik dan keagamaan. Akhirnya, karena tekanan pemerintah Amerika Serikat (AS) dan negara demokrasi lainnya, pemerintah Soviet pun memberikan respons. Pada tahun 1979, pemerintah Soviet mengusir Vins dan keluarganya ke AS. Seperti Pastor Wurmbrand, setelah ia tiba di AS, Vins memulai pelayanan yang memberikan bantuan kepada keluarga-keluarga orang Kristen di Rusia yang menderita karena iman kepada Kristus. Pelayanan Vins terus berlanjut hingga hari ini bersama dengan Pelayanan Injil Rusia (Russian Gospel Ministries) di Elkhart, Indiana.

Diambil dari:
Judul buku : Batu-batu Tersembunyi dalam Pondasi Kita
Judul buku asli : The Hidden Stones in Our Foundation
Penulis : Tidak dicantumkan
Penerjemah : Ivan Haryanto
Penerbit : Kasih dalam Perbuatan, Surabaya 2005
Halaman : 129 -- 131
Sumber : e-JEMMi 17/2010

Kategori

Kolom Publikasi

  • Georgi Vins
  • Uni Soviet
  • Kebebasan Beragama
  • Komunisme
  • Demonstrasi Moskwa (1966)
  • Penahanan Politik
  • Pelayanan Kristen
  • Pada era Komunisme Uni Soviet, Georgi Vins memimpin perlawanan terorganisasi terhadap undang-undang yang semakin membatasi kebebasan beragama.
  • Perlawanan Vins mencapai puncaknya pada demonstrasi 16 Mei 1966 di Moskwa, menuntut penghapusan campur tangan pemerintah dalam masalah gereja dan kebebasan beriman.
  • Aksi protes ini berujung pada penangkapan Vins dan rekan-rekannya, yang kemudian didakwa dan dijatuhi hukuman penjara oleh pemerintah Soviet.
  • Tekanan dan sorotan dari dunia internasional, terutama Amerika Serikat, berperan penting dalam memaksa pemerintah Soviet untuk mengusir Vins ke AS pada tahun 1979.
  • Setelah di AS, Vins melanjutkan pelayanannya, memberikan bantuan kepada keluarga umat Kristen di Rusia yang masih menderita akibat iman mereka.

Georgi Vins adalah tokoh gereja yang gigih melawan penindasan agama di Uni Soviet pada tahun 1960-an. Ketika pemerintah Komunis mencoba menguatkan larangan gereja, Vins bersama para pemimpin gereja lainnya merespons dengan membentuk kepanitiaan penolakan, melakukan kampanye hak asasi manusia, dan yang paling terkenal, mengadakan demonstrasi besar-besaran di Moskwa pada tahun 1966. Akibat aksi perlawanan ini, Vins dan rekan-rekannya ditangkap, diadili, dan dihukum penjara. Namun, berita penahanan mereka menarik perhatian dunia Barat, termasuk Presiden Jimmy Carter. Tekanan internasional ini akhirnya memaksa Uni Soviet mengasingkan Vins dan keluarganya ke Amerika Serikat pada tahun 1979, tempat ia melanjutkan pelayanan bantuan untuk umat Kristen Rusia yang tertindas hingga kini.