Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

You are hereArtikel / Teknologi Tidak Netral

Teknologi Tidak Netral


Sebuah jam tangan berubah-ubah membagi waktu menjadi unit-unit, yang menentukan panjang sesi ini atau durasi sebuah program televisi. Sebuah kuesioner survei sederhana menentukan apa yang relevan dan menyingkirkan segala sesuatu yang lain. Kita dibentuk oleh alat yang kita gunakan. Penelitian tentang pengaruh radikal belajar menulis atau kontras antara masyarakat yang berbahasa lisan dan melek huruf, menunjukkan seberapa mendalam kompetensi teknis dan alat yang kita gunakan memengaruhi cara kita melihat hal-hal, cara kita berpikir, dan hubungan kita satu sama lain.

Dalam dunia media, kata-kata seperti "tele-pon" atau "tele-visi" menunjuk pada suatu sebab. Kata depan "tele" adalah bahasa Yunani untuk jarak. Media ini memperpanjang mata manusia atau telinga, meruntuhkan ruang dan waktu, memisahkan informasi dari sumbernya, dan memberikan nilai independen konteks sosial dan politik. Distorsi sensorium manusia ini memiliki konsekuensi yang mendalam. Sebagian besar hidup kita dijalani dalam interaksi langsung dengan orang lain. Lama-kelamaan informasi yang olehnya kita hidup berasal dari luar lingkungan terdekat kita. Sebagaimana telah dikatakan oleh Marshall McLuhan pada tahun 1960, "Konsekuensi dari media teknologi baru dalam dirinya sendiri lebih penting daripada isi program-programnya."

Hal ini memiliki konsekuensi sosial dan budaya yang penting.

1. Efek Sosial dari Media

Sarana komunikasi membentuk kehidupan sosial. Masyarakat berbahasa oral menikmati kehidupan bersama, cenderung eksklusif, dan mendorong keintiman dan loyalitas. Masyarakat melek huruf menikmati teks bersama atau norma dan pusat hubungan mereka di sekitar mereka yang telah menguasai isinya. Masyarakat media memusatkan pengalaman mereka di sekitar gambar terbaru, klip atau kepribadian, dan kurang memiliki fokus atau identitas yang jelas. Sulit untuk menyebut mereka "komunitas".

Produser program diharapkan memfokuskan produksinya pada audiens tunggal meskipun dia berada di bawah tekanan komersial untuk membuat ini sebesar mungkin. Tidak dapat dimungkiri bahwa individualitas ditekan. Perbedaan (keragaman) yang dilindas menjadi kategori terhomogenisasi. Masalah media dan solusi pasti universal, tidak khusus. McLuhan menyebutnya "desa global", tetapi itu adalah sebuah desa tanpa nama atau tempat. Penduduknya terputus dari individualitas dan ritme kehidupan adat. Perhatian mereka teralihkan dari sini dan sekarang, tergoda, dimanipulasi, dan diatur.

Ini adalah tantangan untuk pemahaman kita tentang gereja. Praktik media injili belum ahli dalam hubungan ini. Konferensi Media Kristen Internasional Pertama pada tahun 1986 menyimpulkan dengan pengakuan:

Kita menyadari bahwa terlalu sering kita telah:

  1. Gagal melibatkan gereja dalam pelayanan kita melalui dialog dan akuntabilitas, mengadopsi sikap kritis, dan menghakimi terhadap gereja, menyimpan kecurigaan dan ketidakpercayaan.
  2. Menggunakan keunggulan ekonomi kita untuk bertindak secara independen dari gereja dan mengesampingkan/menolak kekhasan budaya.
  3. Merebut peran gereja sebagai manifestasi dari tubuh Kristus yang ditetapkan Tuhan.
  4. Gagal memainkan peran kita dalam kehidupan gereja dengan partisipasi dan dukungan pribadi dan bersama.

Kita tidak membuat banyak kemajuan dalam 10 tahun terakhir. Gereja radio terus dirintis di Amerika Latin dan India. Pelayanan siaran memilih pembicara berkualitas yang terbaik dari konteks, menciptakan otoritas mengajar independen dari gereja lokal, dan mengubah keseimbangan karunia dalam komunitas Kristen (Efesus 4).

Media Kristen perlu mendengarkan lebih cermat apa yang Roh katakan kepada gereja-gereja dan menyelaraskan pelayanan mereka untuk panggilan itu. Anda, sebagai pemimpin gereja, harus membantu kami membentuk agenda media dengan berpikir bersama kami tentang bagaimana media dapat mendukung pekerjaan Anda di antara orang miskin, kaum muda, dan perempuan, dan bagaimana komitmen Anda untuk keadilan dan perdamaian dapat diterjemahkan ke dalam kebijakan media.

Teknologi baru memiliki konsekuensi sosial yang tak terelakkan. Pertanyaan pentingnya bukanlah bagaimana kita dapat menyesuaikan teknologi baru untuk bentuk-bentuk tradisional dari kehidupan jemaat kita, tetapi bagaimana, dalam terang media, Injil dapat dikabarkan dan diterima sehingga habitat otentik iman terbentuk.

2. Efek Budaya

Setiap teknologi membawa caranya sendiri yang unik dalam berekspresi, sumber daya simboliknya sendiri. Era media adalah era klip dan gambar sekilas. Satelit penyiaran sekarang membuat program untuk "penonton tujuh menit" -- rentang perhatian rata-rata pemirsa. Kritikus berpendapat bahwa dengan membuat seni diakses, media telah menurunkan harganya. Aura transendensi hilang. Alih-alih menjadi instrumen pencerahan, mereka mencemari -- menyebarkan kegelapan dalam kecepatan cahaya.

Budaya itu dibuat dan rapuh. Kekuatan sim-bolik dan dia-bolik bersaing untuk memberikan pengaruh. Perhatikan akar etimologis dari dua kata ini -- menyatukan dan memisahkan. Sim-bolik memelihara kehidupan, mendorong masyarakat, dan membawa kesehatan dan keutuhan. Dia-bolik berjalan di bawah hukum kematian, mendorong individualisme dan penggunaan baku kekuasaan. Di mana pun budaya kehilangan kemampuannya untuk kebersamaan dan keutuhan, antibudaya yang dia-bolik akan terjadi.

Ini merupakan tantangan besar bagi komunikator Kristen. Media cenderung memiliki kecenderungan dia-bolik yang kuat. Injil Kristus adalah satu-satunya pesan sim-bolik yang mampu mengatasi dia-bolik. Kita perlu imajinasi dan keberanian untuk berkontribusi di media dengan ekspresi budaya dari Injil yang menghasilkan kehidupan dan keutuhan. (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dan disunting dari:

Judul asli buku : Global Crossroads (Focusing the strength of local churhes)
Judul bab : Technology and Ministry
Judul asli artikel : Technology is Not Neutral
Penulis : David Adams
Penerbit : OMF Literature Inc (Philippines, 1998)
Halaman : 268 -- 271