Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereArtikel Misi / Merindukan Terobosan dan Tuaian yang Lebih Besar?

Merindukan Terobosan dan Tuaian yang Lebih Besar?


Waktu-waktu yang telah kita lalui dengan bertekad untuk berdoa dan berpuasa bagi keselamatan kaum Muslim pada saat doa bulan puasa telah membuahkan beberapa hal seperti:

  1. Kesadaran untuk mendoakan kaum Muslim dengan fokus doa yang jelas,

  2. Banyak orang Muslim yang telah percaya Tuhan Yesus,

  3. Ada utusan Injil yang bekerja di masyarakat Muslim yang terabaikan.

Kita bersyukur, namun semuanya ini belum berarti bahwa tugas telah selesai. Kita perlu berkomitmen untuk lebih meningkatkan intensitas doa-doa kita. Kaum Muslim dengan disiplin yang tinggi setiap harinya menunaikan sembahyang lima waktu yang dilakukan dari subuh sampai tengah malam. Mereka sangat bersungguh-sungguh dan terbuka memanggil nama Allah, dan mengharapkan jawaban dari Allah. Kesungguhan mereka diekspresikan dengan ketekunan dan berseru dengan suara yang keras. Keadaan ini menunjukkan mereka sangat membutuhkan Allah, sekaligus mendeklarasikan keyakinan iman mereka. Sebagian besar dari kita hidup dikelilingi oleh mereka, setiap hari lima kali dalam sehari kita dapat mendengar suara sembahyang mereka dengan jelas. Seringkali kita merasa terusik, dan merasakan suatu suasana yang tak nyaman kala mereka mulai memperdengarkan suara mereka, terlebih pada petang hari menjelang sembahyang "Maghrib". Sholat atau sembahyang lima waktu adalah salah satu pilar dari lima rukun iman dalam agama Islam. "Pilar Lima Waktu" ini mengandung kekuatan khusus bagi setiap orang Muslim dalam kehidupan setiap harinya.

Seirama dengan berputarnya bola bumi, waktu yang berbeda antara tempat dan negara yang satu dengan yang lainnya, maka dalam 24 jam sehari, lebih dari 14 abad suara deklarasi umat Islam yang mengatakan "Allahku besar, tiada Tuhan selain Allah", telah sambung- menyambung bagaikan gelombang yang membentuk suatu "lapisan awan kelabu" yang menyelimuti bumi, dan menutupi mata dan telinga rohani saudara sepupu dari sang Kebenaran itu. (Yohanes 14:6)

Untuk dapat menembus awan kelabu dan membuka selubung yang menutupi mata dan telinga rohani saudara sepupu kita tidaklah sulit. Mengapa? Karena kita tidak berperang sendiri.

"Tuhan Allahmu, ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan." (Zefanya 3:17)
"... sebab Roh yang ada di dalam kamu lebih besar dari roh yang ada di dalam dunia." (1Yohanes 4:4)
dan berbagai janji Tuhan yang telah diberikan kepada kita sebagai orang-orang yang percaya Tuhan Yesus.

Yang diperlukan dari kita adalah komitmen dan tekad, lebih disiplin dan berani berkorban waktu. Apa yang akan kita lakukan? Kita hanya perlu mengambil waktu untuk berdoa lebih awal mendahului kaum Muslim sembahyang. Isi dari waktu doa kita selain "pujian, penyembahan dan Firman Tuhan", maka ditambahkan "Doa peperangan rohani" yang bertujuan mengadakan: "pengikatan, penerobosan dan pembersihan suasana rohani" sehingga saat kaum Muslim bersembahyang, mata dan telinga rohani mereka akan terbuka.

Mintalah Tuhan Yesus berkenan menampakkan diri-Nya secara supranatural kepada mereka, sehingga mereka akan memilih untuk percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan. (Mazmur 149:1-9; Matius 18:18-19, Matius 28:8; 2Korintus 4:3-4, 2 Korintus 10:3-5; Efesus 6:10-12, Efesus 1:16-29).

Lebih dalam lagi perhatikan penjelasan dalam artikel "Doa 5 Patok". Setiap kita dapat memulai dengan lingkungan dimana kita berada. Sebagai anak- anak Tuhan kita dapat berdoa kapan saja, di mana saja, tanpa dibatasi oleh posisi tubuh, "Allah itu Roh ...." (Yohanes 4:24), dan melalui Roh-Nya yang menyatu dengan roh kita, kita dapat berdoa kepada-Nya (Roma 8:26). Marilah kita menjadikan "doa, pujian, penyembahan dan peperangan rohani sebagai jubah dan gaya hidup kita".

Diambil dari:

Judul Buku : "40 Hari Doa Bangsa-bangsa"
Penerbit : Doa Bangsa-bangsa, Jakarta, 2002
Alamat URL : http://www.sabda.org/publikasi/40hari/

Subscribe: [subscribe-i-kan-buah-doa@xc.org]

e-JEMMi 44/2002