Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereArtikel Misi / Mengembangkan Situs Gereja Menjadi Situs Penginjilan

Mengembangkan Situs Gereja Menjadi Situs Penginjilan


Oleh: Yulia Oeniyati

Belakangan ini, ada semacam tren yang mengasumsikan bahwa gereja yang maju harus memiliki situs. Maka tidak heran jika situs-situs gereja mulai bermunculan bak jamur di musim hujan. Memang merupakan suatu kebanggaan tersendiri ketika kita melihat nama dan foto gereja kita terpampang di internet.

Jika ditanya, mengapa gereja perlu punya situs, alasan paling klise yang muncul adalah supaya komunikasi antara gereja dan jemaat menjadi lebih lancar. Tapi ada juga alasan lain, yaitu sarana situs akan membuka kesempatan bagi masyarakat luar untuk mengenal gereja kita. Alasan-alasan tersebut tentu tidak salah, walaupun sebenarnya tidak cukup.

Fakta membuktikan bahwa usia situs-situs gereja seperti ini sangat pendek. Beberapa bulan setelah diluncurkan, situs-situs ini tak ubahnya seperti kota mati. Bagi Anda yang sering mengamati perkembangan situs-situs Kristen mungkin sudah biasa melihat situs-situs baru yang muncul dan "mati" hampir pada saat yang bersamaan. "Mati" di sini bukan berarti adanya masalah teknis sehingga situs tidak bisa diakses. Situs-situs ini masih ada dan bisa dilihat, tapi tidak lagi memiliki tanda-tanda kehidupan karena selain sepi pengunjung, situs ini juga tidak punya relevansi dengan dunia sekitarnya. Mengapa bisa seperti itu?

Yang menjadi masalah adalah banyak gereja yang membuat situs hanya untuk tujuan internal saja, yaitu untuk kepentingan kalangan gereja sendiri. Jika situs ini dibangun hanya untuk memperkenalkan gereja saja, keberadaan situs ini tak ubahnya seperti sebuah brosur (elektronik) yang hanya perlu dilihat sekali setelah itu diabaikan. Tidak ada orang yang akan melihat visi, misi dan foto gereja berkali-kali (kecuali arsiteknya, mungkin) karena informasi-informasi itu jarang sekali berubah. Kalau situs gereja hanya berisi informasi seputar gereja dan kegiatannya, situs ini hanya akan dikunjungi sekali dan setelah itu "good luck".

Bagaimana menghindarkan diri dari keadaan seperti ini? Mengapa gereja perlu memiliki situs? Apa yang membuat situs gereja hidup?

Membangun sebuah situs, baik itu situs gereja ataupun situs lain, tidaklah sulit, tapi membuat situs Anda hidup dan terus dikunjungi orang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Untuk itu, pertama-tama kita harus mengetahui sifat media situs/internet dan bagaimana komunitas situs terbentuk.

Tidak seperti media TV, video, radio, atau literatur cetak yang mengomunikasikan pesannya secara linear ke suatu arah, cara media situs adalah dengan menarik pengunjung. Dibandingkan dengan pemakai media lain yang pasif (tidak ada pilihan lain kecuali apa yang sudah disajikan), pengunjung situs memiliki peran yang jauh lebih aktif dalam memilih halaman-halaman situs mana yang ingin mereka kunjungi. Mereka hanya akan berkunjung ke halaman yang mereka cari dan minati. Halaman-halaman lain yang tidak diminati tidak akan dibuka meskipun menurut Anda halaman-halaman tersebut lebih menarik. Pengunjung memiliki kuasa (kontrol) penuh untuk melanjutkan "jalan-jalan" (browsing) mereka di situs Anda atau tidak.

Perbedaan lain antara internet dan media-media lain adalah dalam hal interaktivitasnya. Pengunjung tidak hanya dapat memilih halaman mana yang ingin dikunjungi, tapi mereka juga dapat mengirim umpan balik atau masukan kepada webmasternya secara langsung. Mereka bisa mengajukan pertanyaan, meminta nasihat, atau memberi komentar dengan sangat mudah. Dari menemukan bahan dan informasi yang mereka cari, mereka mulai membangun interaksi/hubungan dengan pemilik situs. Hubungan demi hubungan semakin terjalin, bahkan tidak hanya dengan webmasternya, tapi juga antarpengunjung. Ketertarikan para pengunjung untuk saling mengenal dan berhubungan adalah hal yang wajar walaupun mereka tidak pernah bertatap muka. Terutama jika melalui situs itu mereka menemukan menemukan minat, hobi, dan kepentingan yang sama. Hubungan-hubungan inilah yang akhirnya menciptakan suasana komunitas yang hidup yang kemudian menjadi unsur penting bagi kelangsungan situs ini. Pengunjung menjadi sangat betah karena mendapat tanggapan, pelayanan, dan perhatian yang kemudian menimbulkan perasaan saling memiliki, termasuk rasa memiliki situs tersebut.

Mengembangkan Situs Gereja Menjadi Situs Penginjilan

Nah, bagaimana mengaplikasikannya untuk pengembangan situs gereja? Pikirkan kembali tujuan dibangunnya sebuah situs gereja. Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, situs gereja yang hanya memiliki tujuan internal (untuk kalangan jemaat sendiri saja), jangan harap dapat berkembang (kecuali gereja Anda memiliki jemaat di atas 20.000 orang). Silakan simak beberapa pemikiran tentang tujuan dibangunnya situs gereja di bawah ini.

Gereja yang mengikuti prinsip Alkitab, seharusnya tidak menutup diri. Karena di mana pun mereka berada, mereka merupakan perpanjangan tangan Tuhan untuk menjangkau dunia. Oleh karena itu, tujuan membangun sebuah situs gereja seharusnya dikaitkan erat dengan misi penginjilan yang Tuhan utuskan bagi gereja. Melalui situs gereja, dengan metode yang tepat, Anda juga bisa menjangkau orang-orang di luar gereja secara efektif. Mungkin Anda akan berkata, "Bukankah orang-orang non-Kristen yang berkunjung ke situs kami belum tentu akan berkunjung ke gereja kami?" Tentu saja tidak! Gereja Anda bukan satu-satunya gereja yang ada di dunia ini, bukan? Di sinilah masalah terbesar. Orang Kristen seharusnya memiliki pola pikir Allah, bukan pola pikir manusia. Pola pikir Allah adalah memenangkan orang-orang non-Kristen untuk menjadi pengikut Kristus. Pola pikir manusia adalah membawa orang-orang non-Kristen untuk menjadi anggota gerejanya.

Mari kita perluas pandangan dan jangkauan kita. Gereja lokal adalah bagian dari Gereja Tuhan yang am (universal). Gereja lokal dipanggil untuk memberitakan Kabar Sukacita Kristus kepada dunia yang belum diselamatkan. Pelayanan situs gereja Anda, yang tidak dibatasi oleh tempat dan waktu, dapat menjangkau dunia kapan pun dan di mana pun mereka berada. Dengan memakai strategi yang tepat, situs gereja Anda dapat menarik orang datang dan mengenal kasih Kristus. Jika memerlukan pelayanan lanjutan, mereka bisa dibimbing atau digembalakan di gereja terdekat di mana mereka berada.

Bagaimana membuat situs gereja Anda menjadi situs yang memiliki misi penginjilan? Apa saja yang bisa disajikan dalam situs gereja untuk menarik orang non-Kristen datang dan berkunjung dan mengenal kasih Kristus? Berikut beberapa ide dasar yang bisa Anda pakai untuk memikirkan perkembangan situs gereja Anda sesuai dengan keadaan dan visi gereja Anda saat ini.

  1. Informasi Pariwisata

    Kota di mana gereja Anda berada pasti memiliki tempat-tempat menarik untuk dikunjungi orang-orang dari kota lain (tempat rekreasi, museum, "shopping mall", tempat pembuatan kerajinan tangan, sekolah khusus, dll.). Sediakan informasi yang cukup tentang tempat-tempat tersebut di sudut situs Anda sehingga jika ada orang yang tertarik, mereka bisa menemukannya. Tambahkan tautan (link) ke situs-situs pariwisata jika mereka ingin mendapatkan informasi lebih banyak lagi. Masukkan juga informasi gereja Anda sebagai salah satu tempat yang patut dikunjungi untuk berbakti di hari Minggu kalau kebetulan mereka berkunjung ke kota Anda pada hari Minggu. Ini bisa menjadi cara efektif untuk mempromosikan gereja Anda, bukan?

  2. Berita-berita Lokal atau Nasional

    Tidak ada salahnya situs gereja menampilkan berita-berita aktual untuk mereka yang sedang mencari berita-berita terkini. Jika perlu, pasang sindikasi dari situs-situs berita terkenal sehingga Anda selalu mendapatkan berita terbaru. Semakin banyak fasilitas umum dan sumber-sumber bahan tersedia, situs Anda akan semakin menarik orang non-gereja untuk datang.

  3. Berbagai Tips Kesehatan

    Banyak orang di luar gereja yang bertanya kepada orang-orang Kristen tentang tips kesehatan. Celakanya, orang-orang Kristen hanya bisa menjawab dengan satu kata, yaitu "berdoa", sehingga membuat orang-orang non-Kristen tidak lagi ingin melanjutkan pembicaraan. Jika kesehatan adalah topik yang banyak menarik orang non-Kristen, mengapa Anda tidak menyediakan informasi tersebut di situs Anda? Sediakan juga tempat konsultasi kesehatan secara tersambung (lewat e-mail), maka akan ada banyak orang yang bisa Anda layani secara personal dan membuat hubungan yang perlu didoakan supaya akhirnya dapat membawa mereka kepada Kristus.

  4. Halaman untuk Anak

    Ada banyak alasan mengapa para orang tua kurang percaya menyerahkan anak-anak mereka pada situs-situs anak umum. Selain masalah kurangnya nilai-nilai moralitas, juga masalah etika, kekerasan, dll.. Keberadaan halaman anak pada situs-situs Kristen atau gereja akan membuat mereka merasa lebih aman menyarankan anak-anak mereka untuk berkunjung. Alasannya, situs-situs Kristen tidak mungkin mengajarkan kekerasan dan bahasa-bahasa vulgar kepada anak-anak. Kedatangan anak-anak ini ke situs gereja Anda akan menjadi jembatan bagi orang tua untuk mendapatkan bahan-bahan lain yang tersedia di situs Anda, juga untuk mengenal gereja Anda, serta membuat hubungan yang lebih dekat kepada Kristus.

  5. Masalah Pernikahan dan Keluarga

    Ketika seseorang mengalami masalah pernikahan dan keluarga, siapa pun mereka: orang Kristen atau non-Kristen, tidak akan segan-segan datang ke situs apa saja untuk mendapatkan pertolongan. Menyediakan berbagai nasihat dan saran-saran bagaimana membangun rumah tangga yang sukses, akan menarik banyak pengunjung ke situs Anda. Apalagi kalau Anda menyediakan ruang konseling tersambung (lewat e-mail). Ini menjadi kesempatan luar biasa untuk menolong mereka dan mengenalkan mereka pada Kristus, Perancang dan Pemelihara pernikahan.

  6. Kesaksian Hidup Para Jemaat

    Banyak petobat baru yang tidak ingin langsung mendengarkan khotbah yang panjang tentang kekristenan, tapi lebih senang mendengar kisah nyata dari orang-orang Kristen yang mengalami berbagai masalah hidup. Selain tidak merasa digurui, mereka juga merasa lebih aman untuk mengetahui kekristenan dari orang-orang yang telah mengalaminya. Oleh karena itu, kisah-kisah nyata, seperti kesaksian dari jemaat di gereja, dapat menarik orang-orang non-Kristen atau petobat baru untuk mengenal kasih Kristus. Pakailah bahasa yang bersahabat, non-formal, dan hindarkan jargon-jargon Kristen agar pengunjung tidak merasa kaku.

Masih banyak ide lain yang bisa Anda kembangkan sendiri. Beberapa contoh di atas kiranya dapat menjadi inspirasi bagaimana Anda dapat mengubah situs gereja Anda yang dulunya hanya untuk kalangan sendiri, menjadi situs yang hidup dan ramai dikunjungi karena memberi relevansi kepada dunia yang membutuhkan kasih Kristus.

Catatan:

  1. e-JEMMi 37, juga menyajikan artikel yang akan menolong Anda membangun situs penginjilan yang baik. Jika Anda belum mendapatkannya, silakan berkunjung ke arsip e-JEMMi di:

    ==> < http://www.sabda.org/publikasi/misi/2007/37/ >

  2. Silakan simak juga kolom Tips Misi "Tips Mengembangkan Situs Gereja" di edisi ini.

e-JEMMi 38/2007