Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereArtikel Misi / Membagikan Terang Kristus

Membagikan Terang Kristus


"Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Matius 5:16)

Tuhan Yesus menegaskan bahwa Dia adalah terang dunia dan setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak akan berjalan dalam kegelapan (Yohanes 8:12). Artinya, setiap orang yang percaya dan menerima Tuhan Yesus dalam hidupnya telah dibebaskan dari kegelapan dosa, dunia, dan iblis. Dengan demikian setiap pengikut Kristus seharusnya menjadi orang yang berbeda dan harus mengalami perubahan karakter dalam hidupnya. Dulu hamba dosa sekarang jadi hamba Tuhan. Walaupun demikian masih ada orang yang meskipun sudah keluar dari "Mesir" (hidup lama), tetapi "Mesir" belum keluar dalam hidupnya. Atau sudah keluar dari "Mesir", tetapi belum melangkah masuk ke tanah Kanaan dan masih berputar-putar di padang gurun yang gersang.

Kata "membagikan" berarti memberikan apa yang kita miliki kepada orang yang membutuhkan, sedangkan kata "terang Tuhan" adalah setiap hal yang kita terima dari Tuhan dan merupakan kesaksian hidup yang dapat dilihat dan dirasakan oleh orang lain. Orang percaya adalah terang dunia dan garam dunia yang harus mewarnai kehidupan masyarakat dengan kesaksian hidupnya. Alkitab banyak mengisahkan tentang orang-orang yang mampu memberikan transformasi bagi orang yang melihat dan mendengar kesaksian mereka sehingga percaya kepada Tuhan Yesus. Ada empat hal yang berkaitan dengan terang:

1. Terang berarti nyata, jelas, dan sudah terbukti kebenarannya (Lukas 5:27-32; 19:1-10).

Matius pemungut cukai adalah orang yang merasakan kehidupan baru di dalam Tuhan. Ia merespons panggilan Tuhan dengan sungguh-sungguh sekalipun harus membayar harga yang mahal dengan mengorbankan pekerjaannya yang selama ini menjadi tumpuan hidupnya. Karena pekerjaannya sebagai pemungut cukai, maka wajar kalau orang Farisi dan ahli Taurat mengategorikannya sebagai orang berdosa. Perubahan karakter, sikap hidup, dan cara hidupnya tidak luput dari perhatian orang-orang yang ada di sekelilingnya termasuk Zakheus, atasannya. Kesaksian hidup yang nyata dari Matius membuat Zakheus menjadi penasaran untuk melihat sendiri seperti apakah Tuhan Yesus itu, sehingga akhirnya Zakheus pun percaya dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat hidupnya.

2. Terang berarti bersih karena telah disiangi. (Yohanes 4:1-42)

Perempuan itu mengambil air pada tengah hari -- waktu yang tidak lazim bagi seorang perempuan untuk mengambil air. Biasanya orang mengambil air pada pagi hari atau sore hari. Perempuan itu berbuat demikian karena ia adalah orang berdosa yang hidup dalam dosa perzinahan. Percakapan dengan Tuhan Yesus merubah paradigma dalam hidupnya. Pertama, Tuhan Yesus telah merobohkan dinding pemisah yang selama ini memisahkan Samaria dengan Yerusalem (Tuhan tidak membedakan orang berdasarkan kekayaan, suku bangsa, atau pendidikan, tetapi berdasarkan benar dan salah).

Kedua, Tuhan sebagai Pribadi yang Mahatahu telah membuat perempuan itu tersadar akan dosanya dan dengan siapa ia berbicara seperti tanah yang telah dibersihkan dan siap untuk ditanami. Setelah perjumpaan dengan Tuhan, ada perubahan yang luar biasa dalam pribadi perempuan itu. Dengan radikal ia meninggalkan hidup dosa, pikiran dosa, dan berpaling kepada hidup bagi Kristus. Sekarang, ia berani menampakkan diri kepada masyarakat di kampungnya dan menceritakan apa yang telah dia alami dalam hidupnya. Alkitab mencatat bahwa terang Kristus yang telah diterima perempuan itu mampu menerangi orang lain sehingga banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan. Berani bertindak, merespons panggilan Tuhan, dan melakukan firman Tuhan akan menjadikan hidup laksana surat pujian yang terbuka dan dapat dibaca oleh semua orang.

3. Terang Berarti Cerah dan Tidak Muram. (Yohanes 5:1-18)

Kita bisa membayangkan penderitaan orang tua yang sudah 38 tahun terbaring di tepi kolam Bethesda; hampa, tanpa pengharapan. Dia tidak lagi berharap akan kesembuhan sebab dia sudah tidak memiliki daya dan hanya menanti kapan maut menjemput hidupnya. Setiap hari ia tentu hidup dengan kekosongan dan kehilangan sukacita. Wajah terlihat muram tidak berpengharapan. Ketika ia membuka hati, mendengar suara Tuhan dan merespons firman-Nya, ia kembali memiliki pengharapan. Bahkan setelah bertindak dengan iman sesuai firman Tuhan, ia bersukacita luar biasa bukan hanya karena tubuhnya yang sembuh melainkan oleh karena terang Kristus ada dalam hidupnya. Iman timbul oleh karena pendengaran akan firman Tuhan. Firman Tuhan mampu memperbarui hatinya sehingga memiliki pengharapan dan sukacita kembali, dan akibatnya sungguh luar biasa. Sekarang, ia telah sembuh (Amsal 17:22). Dengan langkah pasti ia berjalan memasuki kota dengan melawan adat istiadat Yahudi untuk tidak bekerja pada hari Sabat, sementara ia berjalan dengan memikul tilam tempat ia berbaring selama 38 tahun terakhir. Kepada orang Farisi dan ahli Taurat ia mempersaksikan Yesuslah yang telah menyembuhkan dan memberikan sukacita dalam hidupnya (ayat 11-15).

4. Terang Menyebabkan Segala Sesuatu Dapat Kelihatan. (Lukas 24:13-35)

Pemikiran 2 orang yang berjalan ke Emaus sering mewakili pemikiran orang Kristen pada masa kini. Keadaan, persoalan, dan tekanan hidup membuat pikiran kita terpusat kepada masalah tersebut dan melupakan Tuhan. Kuasa Tuhan tidak lagi menjadi pengharapan bahkan tidak sedikit orang yang menganggap persoalan yang mereka hadapi terlalu berat (1 Korintus 10:13). Tuhan tidak membiarkan mereka larut dalam kebimbangan dan ketidakmengertian sehingga mereka semakin jauh dari Tuhan. Persoalan bukan untuk dihindari melainkan untuk dihadapi dengan terang Tuhan. Yesus hadir, berjalan bersama, dan membukakan tirai yang selama ini menutupi mata rohani mereka. Kuasa Tuhan yang telah membuat mereka dapat melihat rencana Kristus untuk menyelamatkan umat manusia dan harus digenapi, membuat mereka memiliki keberanian untuk kembali ke Yerusalem (pusat persoalan) dan menyaksikan serta menguatkan murid-murid yang ada di Yerusalem. Dari seorang penakut menjadi seorang yang memiliki keberanian dan siap menderita karena iman.

Dengan melihat contoh-contoh di atas dapat disimpulkan untuk dapat membagikan terang Kristus, kita sendiri harus sudah merasakan dan berada dalam terang itu. Dengan demikian sikap hidup dan cara hidup kita, baik dengan pikiran, perkataan, dan perbuatan kita benar-benar mencerminkan bahwa Kristuslah yang bekerja di dalamnya. Setiap orang yang bergaul dengan kita merasakan kedamaian dan ketenangan, mereka akan menjadikan kita sebagai tumpuan untuk mendapatkan pemecahan persoalan hidupnya. Ketika kehidupan orang percaya tidak beraib, tidak bernoda, dan tidak bercela di tengah-tengah masyarakat, tidak mustahil hal tersebut akan membawa orang datang kepada Tuhan. Tanpa perkataan mereka dapat dimenangkan oleh karena melihat kesaksian hidup orang percaya.

"Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu." (Yesaya 60:1-2)

Diambil dan disunting seperlunya dari dari:

Judul buletin : Aletheia Family, Januari 2004
Penulis : Pdt. Daniel
Penerbit : GBI Aletheia, Yogyakarta 2004
Halaman : 4 -- 7

e-JEMMi 23/2010