Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereArtikel Misi / Melayani Wanita Adalah Kunci Mengembangkan Masyarakat

Melayani Wanita Adalah Kunci Mengembangkan Masyarakat


Oleh: Yulia Oeniyati

Mungkin judul di atas terdengar sedikit berlebihan. Tapi fakta membuktikan bahwa wanita, disadari atau tidak, memiliki peran yang tidak kecil dalam keseluruhan hidup manusia pada umumnya. Alkitab pun mendukung gambaran ini. Coba Anda perhatikan baik-baik seluruh ayat dalam Amsal pasal 31. Ini merupakan pujian yang tidak main-main terhadap wanita. Bayangkan, dari pagi sampai petang, wanita mengerjakan semua tugas, dari menyiapkan makan sampai menyediakan sandang dan papan bagi seluruh anggota keluarga. Itu pun belum cukup karena ternyata wanita juga sanggup mengurus semua stafnya untuk mengerjakan industri rumah tangga yang akan menghasilkan pemasukan bagi keluarga. Belum lagi urusan pendidikan anak-anak, wanita juga yang harus mengerjakannya. Bagaimana dengan tugasnya terhadap suami? Di tengah semua kesibukannya, wanita masih menyempatkan diri berdandan untuk melayani suaminya. Tidak ayal lagi, peran wanita yang serba bisa ini akan menjadi tonggak kestabilan dan kesejahteraan keluarga. Jika keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat ini bisa stabil dan sejahtera, masyarakat pun pasti akan terkena dampaknya yang positif.

Namun sayang sekali, peran wanita yang dapat memberi dampak besar ini sering tidak mendapat dukungan yang diperlukan dari masyarakat umum. Sebaliknya, wanita sering mendapat perlakukan yang tidak adil dan diremehkan, bahkan dilecehkan sehingga tidak dapat melakukan peran yang seharusnya. Dari berita-berita koran, TV, dan majalah, kita melihat penyiksaan dan pelecehan wanita yang terjadi justru di dalam keluarga sendiri. Posisi wanita yang lemah sering kurang mendapat perlindungan yang diperlukan. Padahal bila tidak dari keluarganya sendiri, ke mana para wanita ini harus mencari dukungan yang sebenarnya mereka perlukan?

Memberi pelayanan kepada wanita dalam konteks di atas merupakan salah satu tujuan diadakannya pelayanan misi untuk wanita. Khusus di negara-negara berkembang, masalah-masalah wanita seperti di atas sangat terlihat menonjol karena masyarakat dan pemerintah pada umumnya kurang memberikan perhatian. Bagaimana dengan gereja? Gereja dan masyarakat Kristen seharusnya bisa mengambil bagian untuk memberikan pelayanan bagi wanita yang memerlukan. Bukan hanya untuk kebutuhan perlindungan dan rasa aman saja, gereja juga dapat menolong memberikan kekuatan bagi wanita-wanita yang ingin memberikan peran lebih besar bagi masyarakat di sekitarnya. Memperlengkapi wanita dengan hidup rohani yang kuat dan keterampilan penginjilan akan mendorong mereka menjangkau jiwa anggota keluarganya dan bahkan masyarakat di sekitarnya bagi Kristus. Sejauh mana gereja dan organisasi Kristen ikut memikirkan kebutuhan dan peran wanita ini?

Berikut ini adalah beberapa ide yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi gereja, organisasi Kristen, atau individu-individu yang terbeban untuk terlibat dalam pelayanan bagi wanita.

  1. Membuka pelayanan konseling/konsultasi bagi keluarga, khususnya untuk wanita, sehingga mereka mendapatkan tempat untuk mencurahkan masalahnya dan mendapatkan penghiburan dalam Tuhan serta jalan keluar bagi keluarganya.

  2. Menyediakan pelayanan konseling untuk gadis-gadis remaja yang bermasalah dan memberikan penyuluhan tentang seks yang positif sehingga mereka tidak tersesat ke jalan yang disediakan setan.

  3. Menyediakan pelayanan kesehatan bagi wanita hamil, misalnya tes kehamilan gratis. Pelayanan ini dapat dilanjutkan dengan pelayanan yang lebih serius, khususnya untuk wanita-wanita yang hamil di luar nikah sehingga menghindarkan mereka dari melakukan aborsi yang tidak bertanggung jawab.

  4. Menyediakan tempat penitipan anak, khususnya bagi wanita yang menjadi orang tua tunggal sehingga ia bisa bekerja tanpa menelantarkan anaknya.

  5. Memberikan seminar-seminar pendidikan dan prinsip-prinsip kekristenan bagi orang tua yang tidak memiliki pendidikan formal agar dapat membesarkan anak dengan bertanggung jawab.

  6. Memberikan tumpangan bagi wanita-wanita yang sedang dalam proses pemulihan, namun tidak memiliki keluarga yang mendukung. Misalnya, para wanita yang mengalami kehamilan di luar nikah, pemulihan dari pelacuran, kecanduan narkoba, dll.. Di tempat seperti ini, mereka dibina sehingga menemukan harapan baru dalam Tuhan.

  7. Menjadi penyalur barang-barang bekas (alat-alat rumah tangga, pakaian, sepatu, dll.) untuk ibu-ibu dari keluarga yang kurang mampu.

  8. Menyediakan guru-guru relawan untuk memberikan pelajaran tambahan bagi anak-anak korban perceraian. Tidak sekadar pelajaran sekolah, tapi juga pelajaran kerohanian dan kepribadian agar memberi keseimbangan peran ayah atau ibu yang tidak lagi mereka miliki.

  9. Menjadi penyalur informasi lowongan pekerjaan, khususnya untuk wanita-wanita yang sangat membutuhkan pekerjaan dan memberikan mereka pelatihan keterampilan untuk bekerja dengan baik.

Dan masih banyak lagi ide-ide pelayanan lain yang bisa dipikirkan.

Harapan mengembangkan pelayanan misi di bidang kewanitaan adalah agar gereja/organisasi/orang Kristen dapat memikul sebagian beban yang ditanggung saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan, khususnya wanita, sehingga ada keseimbangan. Dengan memulihkan keadaan para wanita ini maka terbuka kesempatan untuk mereka bisa berperan sebagaimana Tuhan kehendaki. Pemulihan para wanita ini akan menjadi salah satu kunci bagi pemulihan keluarga. Pemulihan keluarga diharapkan akan menjalar ke keluarga-keluarga lain di sekitar mereka dan kemudian ke masyarakat yang lebih luas.

e-JEMMi 43/2007