Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMI No.30 Vol.06/2003 / John Releigh Mott

John Releigh Mott


Mott adalah seorang tokoh besar dalam kegiatan penginjilan di kalangan mahasiswa di berbagai universitas di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 dan permulaan abad ke-20. Ia juga dikenal sebagai seorang tokoh pergerakan oikumene di dunia yang tiada tandingnya.

Mott dilahirkan pada tanggal 25 Mei 1865 di Postville, Iowa, USA. Ayahnya bernama John Stitt Mott dan ibunya bernama Elmira Dogde. Ayah John Mott bekerja sebagai pedagang kayu dan John Mott biasa membantu ayahnya dalam usaha tersebut. Pada umur 13 tahun John mengalami pertobatan dan ia menggabungkan diri dalam Gereja Metodis.

Pada tahun 1881 Mott belajar pada Upper Iowa University selama 4 tahun. Sekolah ini adalah milik Gereja Metodis sehingga proses belajar-mengajarnya diwarnai oleh kekristenan. Setelah itu Mott melanjutkan studinya ke Universitas Cornell. Di sinilah Mott memulai kegiatan pekabaran Injil. Sebenarnya Mott ke Cornell agar ia dapat bekerja pada pekerjaan duniawi atau meneruskan usaha ayahnya. Di Cornell ia segera terpilih menjadi wakil ketua Young Men Christian Association (YMCA) Cabang Cornell. Dia giat memberitakan Injil di kalangan mahasiswa dan memimpin kebaktian di penjara-penjara. Pada tahun 1888 ia menyelesaikan studinya di Cornell.

Sebenarnya Mott sudah tertarik kepada pekerjaan penginjilan sejak ia di Fayette. Pada waktu dibukanya cabang YMCA, Mott sudah melibatkan diri dalam organisasi oikumenis ini. Kemudian ia pindah ke Cornell guna belajar ilmu hukum agar kelak dapat bekerja di lapangan politik. Ia memulai studinya di Cornell tahun 1885. Di Cornell, Mott bergumul tentang cita-citanya dengan panggilan Allah. Pada akhirnya ia tunduk kepada panggilan Allah. Lalu dia bersahabat dengan D.L. Moody.

Pada musim panas YMCA mengadakan konferensi mahasiswa internasional dimana D.L. Moody menjadi ketua konferensinya. Mott menghadiri konferensi ini sebagai wakil dari Cornell. Dalam konferensi ini Mott memutuskan untuk menjadi seorang penginjil bersama dengan 100 mahasiswa lainnya. Inilah permulaan lahirnya Student Volunteer Movement for Foreign Missions (Gerakan Mahasiswa Sukarela untuk Pekabaran Injil ke Luar Negeri).

Tahun 1886 Mott menjadi ketua Student Christian Movement di Cornell. Ia bekerja keras untuk menjalankan kegiatan-kegiatan gerakan ini di Cornell. Dari sinilah Mott belajar untuk mengumpulkan mahasiswa dari berbagai denominasi. Sejak semula ia telah berniat untuk mengusahakan kerjasama antara semua gereja. Ia berkata: "Kita harus awas! Jangan kita menyangka bahwa gereja kita sendiri adalah satu- satunya gereja. Kita harus selalu menghormati semua cabang dari gereja yang Kudus dan am."

Setelah tamat dari Cornell, Mott segera menjadi sekretaris YMCA USA dan Kanada. Ia sekarang mengunjungi seluruh universitas dan perguruan tinggi di Amerika Serikat dan Kanada. Ia juga menjadi ketua dari Student Volunteer Movement for Foreign Missions. Pekerjaannya makin hari makin berat.

Tahun 1891 Mott ke Amsterdam untuk menghadiri konferensi YMCA se- Dunia. Sekarang ia terdorong untuk membentuk suatu federasi dari seluruh gerakan mahasiswa Kristen se dunia. Ia berkali-kali berkunjung ke Eropa sambil mengutarakan rencana tersebut. Rencananya itu akhirnya berhasil, yaitu dengan terbentuknya Federasi Mahasiswa Kristen se Dunia. Ia sendiri terpilih sebagai sekretarisnya. Sebagai sekretaris umum, maka ia mengunjungi banyak negara di dunia.

Mott juga menjadi Ketua Komisi Persiapan untuk Konferensi Pekabaran Injil se Dunia di Edinburgh tahun 1910. Mott adalah pemikir utama dalam konferensi itu serta banyak memimpin persidangan. Setelah itu konferensi bubar, maka dibentuklah Komisi Penerus (Continuation Committee) yang diketuai oleh Mott hingga tahun 1920. Tokoh Mott tidak dapat dilepaskan dari Dewan Pekabaran Injil International (International Missionary Council) yang dibentuk pada tahun 1920. Mott menjadi ketua Dewan ini hingga tahun 1942. Dalam kedudukannya sebagai Ketua Dewan Pekabaran Injil ini, ia mendorong agar di tiap negara dibentuk Dewan Pekabaran Injil Nasional.

Selama Perang Dunia I (1914-1918) Mott bersama anggota YMCA melayani pemuda-pemuda yang masuk tentara serta melayani para tawanan perang. Karena pekerjaan pelayanannya selama Perang Dunia I, maka pemerintah Amerika Serikat menghadiahkan kepadanya medali kehormatan. Pada tahun 1948 Mott adalah salah seorang pemenang Hadiah Nobel untuk perdamaian.

Pada waktu dibentuknya Dewan Gereja-gereja se Dunia, di Amsterdam 1948, Mott diangkat sebagai Ketua Kehormatan. Hal ini adalah patut dilakukan mengingat akan jasa dan peranannya dalam pergerakan oikumene dan pekabaran Injil di dunia. Jabatan ini dipegangnya hingga ia meninggal dunia pada 31 Januari 1955.

Dalam sejarah pergerakan oikumene di Indonesia nama Mott perlu dicatat pula. John Mott mengunjungi Indonesia pada tahun 1926. Di sini ia memberikan rangsangan yang sangat berarti bagi kegiatan Gerakan Mahasiswa Kristen di Hindia Belanda. Organisasi-organisasi seperti YMCA, kemudian GMKI dan DGI dengan Komisi Pekabaran Injilnya berakar dari pekerjaan John R. Mott.

Walaupun John R. Mott hanya tercatat sebagai seorang anggota gereja biasa yang tidak belajar teologia secara formal, namun dia sangat berjasa bagi gereja di dunia. Ia seorang yang selalu optimis dan dinamis. Semboyannya yang terkenal adalah:

"Biarlah mereka maju. Tahun-tahun yang terbaik masih di hadapan kita."


Bahan diedit dari sumber:

Judul Buku: Riwayat Hidup Singkat Tokoh-tokoh dalam Sejarah Gereja
Penulis : Drs. F.D. Wellem, M.Th.
Penerbit : PT BPK GUNUNG MULIA, Jakarta, 1999
Halaman : 187 - 189

e-JEMMi 30/2003