Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereDoa Bagi Misi Dunia / Azerbaijan Tahun 2008

Azerbaijan Tahun 2008


Seorang pendeta Baptis, Zaur Balave, telah dipindahkan ke penjara koloni di Azerbaijan. Menurut sejumlah sumber, setelah kalah dalam usaha naik bandingnya atas tuduhan palsu, ia menjalani hukuman penjara selama dua tahun dan berencana untuk mengajukan naik banding lagi. Joel Griffith dari Slavic Gospel Association berkata bahwa laporan terakhir yang mereka terima menyebutkan kondisi penjara sangat mengerikan dan sangat keras bagi pendeta lemah itu. "Sipir penjara mengenainya biaya -- seperti uang suap -- yang sangat tinggi. Mereka menuntut uang suap jika pendeta Balaev ingin mendapatkan makanan atau bertemu keluarganya. Doakan agar Tuhan menguatkannya selama masa pencobaan yang sulit ini. Doakan juga agar Tuhan melindungi gereja yang mengalami aniaya. "Kami mengajak setiap orang membawa situasi ini dalam doa, bahwa Tuhan akan ikut campur tangan dan tidak hanya membuat ketidakadilan yang ada di penjara berhenti, tetapi juga agar permohonan naik bandingnya ke Mahkamah Agung Azerbaijan berhasil dan hukuman dua tahun penjaranya akan dihapuskan."

Diterjemahkan dari : Mission News, Desember 2007
Selengkapnya : http://www.MNNonline.org/article/10636

Pokok doa

  • Pendeta Zaur Balave telah dipenjara akibat dari tuduhan palsu yang ditujukan padanya. Minta campur tangan Tuhan agar perlakukan yang tidak baik di penjara berhenti dan permohonan naik banding pendeta Zaur Balave ke Mahkamah Agung Azerbaijan dapat berhasil sehingga hukuman dua tahun penjara yang dikenakan padanya dapat dihapuskan.

  • Kiranya Tuhan memberi kekuatan dan perlindungan kepada keluarga Pendeta Zaur Balave sehingga mereka dapat terus melayani dan bersukacita di dalam Tuhan. Doakan juga agar keyakinan mereka tidak goyah dan dapat terus memberikan dukungan moril kepada Pendeta Zaur Balave agar dapat melewati masa-masa sukar dengan penuh sukacita dan dapat menjadi berkat bagi orang-orang lain, khususnya mereka yang berada di penjara.

e-JEMMi 6/2008