Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereUtusan Misi / Panggilan untuk Memberitakan Kabar Baik ke Semua Bangsa

Panggilan untuk Memberitakan Kabar Baik ke Semua Bangsa


By admin - Posted on 28 March 2016

"... dan Aku datang untuk mengumpulkan segala bangsa dari semua bahasa, dan mereka itu akan datang dan melihat kemuliaan-Ku. Aku akan menaruh tanda di tengah-tengah mereka dan akan mengutus dari antara mereka orang-orang yang terluput kepada bangsa-bangsa, yakni Tarsis, Pul dan Lud, ke Mesekh dan Rosh, ke Tubal dan Yawan, ke pulau-pulau yang jauh yang belum pernah mendengar kabar tentang Aku dan yang belum pernah melihat kemuliaan-Ku, supaya mereka memberitakan kemuliaan-Ku di antara bangsa-bangsa." (Yesaya 66:18b-19)

  1. Pesan untuk Diajarkan kepada Segala Bangsa
  2. Menurut Anda apakah yang terpenting dari pekerjaan misi? Pesan! Pesan yang harus diajarkan!

    Apakah Anda memiliki pesan? Apakah jemaat Anda memiliki pesan? Apakah denominasi Anda memiliki pesan? Apakah Anda, secara pribadi, memiliki pesan? Apakah Anda memiliki pesan yang layak disampaikan kepada bangsa-bangsa?

    Anda harus benar-benar yakin bahwa Injil yang Anda percayai dan Injil yang diajarkan gereja Anda keduanya benar dan penting. Injil itu harus benar kecuali Anda sedang menyebarkan kebohongan-kebohongan tentang Allah dan keselamatan-Nya dalam Yesus Kristus! Bukankah itu mengerikan? Dan, yang juga penting -- Anda harus yakin bahwa Injil yang kita akui itu penting. Jika Anda tidak memercayai hal ini, Anda tidak akan dapat bersaksi. Jika Anda tidak memercayai bahwa Injil penting, sedikit saja kesukaran dan penderitaan sudah cukup untuk membungkam Anda.

    Gereja-gereja Protestan harus yakin bahwa pesan mereka adalah benar dan penting. Jika tidak, untuk apa mengirim misionaris-misionaris ke berbagai belahan dunia? Untuk apa repot-repot dengan pelatihan yang diperlukan? Untuk apa menghabiskan uang untuk hal itu? Untuk apa melewati segala kesulitan dan rintangan yang muncul dalam pekerjaan misi -- penderitaan yang tidak hanya dialami oleh sang misionaris, tetapi juga oleh mereka yang dipertobatkan melalui pekerjaan misinya?

    Kecuali kita percaya bahwa iman kita, sebagaimana yang kita akui, adalah benar dan penting, kita tidak perlu memulai pekerjaan misi apa pun, karena ada banyak gereja yang melakukan pekerjaan misi yang besar dan memiliki lebih banyak sumber daya duniawi. Terlebih lagi, kecuali kita percaya bahwa iman kita benar dan penting, kita harus menghentikan segala pekerjaan misi kita yang sudah ada.

    Sekarang, apa yang dikatakan Yesaya 66 tentang pesan yang benar dan penting untuk diajarkan kepada semua bangsa? Dalam ayat 19, Allah berfirman, "supaya mereka memberitakan kemuliaan-Ku di antara bangsa-bangsa." Ini adalah pesan untuk diserukan ke seluruh dunia: kemuliaan, kemuliaan Allah. Inilah kebenaran! Inilah satu-satunya hal yang penting!

    Kata dalam bahasa Ibrani untuk "kemuliaan" berarti "keras". Kita harus menyerukan bukan yang ringan atau tidak penting, seperti berhala atau hikmat manusia, karena semua itu sia-sia dan tidak penting. Sebaliknya, kita harus mengajarkan kemuliaan Allah, yang keras, nyata, dan berbobot. Allah yang mulia sangat agung dan hanya dapat dihampiri dengan gentar dan kagum.

    Kemuliaan Allah! Inilah pesan untuk diajarkan kepada bangsa-bangsa. Ini adalah pekerjaan misi. Inilah yang Allah sendiri ingin serukan. Inilah yang diharapkan oleh Allah sendiri untuk diajarkan oleh gereja-gereja yang sejati.

    Hal ini berarti bahwa pekerjaan misi tidak berpusat pada manusia. Kemuliaan manusia tidak untuk diajarkan. Inilah yang harus diajarkan tentang manusia:

    "Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang. Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput. Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya." (Yesaya 40:6-8)

    Pekerjaan misi bukanlah -- jika kita berpikir dalam konteks dunia ketiga -- mengirimkan bantuan untuk bencana kelaparan, membangun pondok-pondok atau rumah sakit, atau meningkatkan standar kehidupan. Hal-hal tersebut mungkin berkaitan dengan pekerjaan misi dan bahkan mungkin adalah hasil dari pekerjaan misi, tetapi hal-hal itu sendiri bukanlah pekerjaan misi. Sepertinya semua gereja liberal dan yang menyimpang yang melakukan hal ini karena mereka tidak peduli dengan Allah dan kemuliaan-Nya. Mereka tidak dipuaskan dengan keagungan-Nya; mereka berpusat pada manusia dalam usaha-usaha misinya. Dari mana pengajaran kemuliaan Allah masuk kepada mereka? Tidak ada. Menurut ayat 19, Allah tidak mengirimkan orang-orang yang seperti itu.

    Apakah yang disampaikan Yesaya tentang kemuliaan Allah? Yesaya memperjelas bahwa kemuliaan Allah disingkapkan dalam Yesus Kristus. Yesaya 40:5 menubuatkan, "kemuliaan TUHAN akan dinyatakan." Konteksnya, sesuai dengan kutipan dari kedua ayat sebelumnya dalam kaitannya dengan Injil (misalnya Matius 3:3; Lukas 3:4-6), menunjukkan bahwa hal ini merujuk kepada inkarnasi Anak Allah yang kekal untuk kita, para pendosa yang benar-benar sudah rusak. Hal ini sangatlah berbobot! Dalam Yesaya 49:3, Allah berfirman kepada Kristus, "Engkau adalah hamba-Ku ... dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku." Allah dipermuliakan dalam kehidupan Yesus yang suci, kematian-Nya di atas kayu salib, kebangkitan-Nya, kenaikan-Nya, dan pemerintahan-Nya dari surga. Kristus sendiri yang membenarkan, menguduskan, memelihara, dan memuliakan kita. Nama Yesus adalah satu-satunya nama di bawah kolong langit yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan (Kisah Para Rasul 4:12). Dengan memberitakan Dia, kita memuliakan Allah yang esa, hidup, dan sejati.

    Ingatlah juga penglihatan Yesaya tentang Tuhan, yang duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dalam Yesaya 6. Yohanes 12:39-41 mengidentifikasikan Allah yang mulia duduk di atas takhta sebagai Yesus Kristus. Hanya dengan penglihatan mengagumkan akan kemuliaan Allah dalam Kristus inilah, Yesaya mematuhi panggilan-Nya untuk mengajar. Lagipula, pelayanan Yesaya sebagian besar adalah tentang pengerasan hati; khotbahnya dipakai untuk menyampaikan ketetapan Allah yang kekal tentang kutuk kepada sebagian besar pendengarnya. Apa yang diserukan Yesaya 6:9-10?

    Kemudian firman-Nya: "Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan! Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik dan menjadi sembuh."

    Singkatnya, pesan kemuliaan Allah dalam Kristus kepada semua bangsa mencakup pemilihan dan penolakan yang berdaulat. Kita tidak dapat menjadi tidak taat dan mengabaikannya.

    Allah menyebutnya "kemuliaan-Ku" dalam Yesaya 66:19, dan Ia menentukan hal-hal apa yang memuliakan-Nya. Ia menggenapinya dalam firman-Nya -- semuanya! Inilah buku yang memuliakan Allah! Firman-Nya diringkas dan disusun secara sistematis dalam pengakuan kita, Tiga Bentuk Kesatuan.

    Allah adalah Allah! Ini adalah pesan tentang kasih karunia yang mahakuasa, penebusan Kristus yang khusus dan berdampak, kelahiran kembali yang berdaulat, pemeliharaan yang mahakuasa atas orang pilihan, dll. -- kemuliaan Allah! Ini adalah pesan tentang kasih karunia Allah dalam perjanjian dengan kita dan anak-anak kita yang terpilih. Ini adalah Injil yang alkitabiah dan yang menyerukan kemuliaan Allah di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal-Nya.

  3. Para Utusan yang akan Mengajar kepada Semua Bangsa
  4. Yesaya 66 adalah khas, bahkan unik, dalam Perjanjian Lama yang di dalamnya tidak hanya menunjukkan pesan untuk diajarkan -- kemuliaan Allah! -- tetapi juga para utusan resmi yang mengajarkannya.

    Di tempat lain dalam Perjanjian Lama, bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah biasanya digambarkan sebagai orang yang terpikat atau tertarik kepada gereja. Inilah kasusnya dalam Yesaya 2:2-3:

    "Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem."

    Bangsa-bangsa tertarik ke Sion -- mengalir dari punjak bukit mengalir kepadanya -- oleh karena kasih karunia yang tidak tertahankan, agar dapat mendengarkan firman Allah.

    Akan tetapi, dalam Yesaya 66, Allah mengirimkan para utusan-Nya kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, tempat mereka berada: "Aku ... akan mengutus dari antara mereka orang-orang yang terluput kepada bangsa-bangsa" (ayat 19). Yesaya 66 tidak menyebutkan bangsa-bangsa yang terdekat dengan tanah Israel, seperti Moab, Filistin, atau Edom. Dalam perikop ini, utusan Allah bahkan tidak diutus kepada bangsa-bangsa yang agak jauh, seperti Mesir, Asyur atau Babel. Justru kepada bangsa-bangsa yang jauh, tanah yang jauh dari Israel, yang disebutkan dalam Yesaya 66. Lima di antaranya disebutkan pada ayat 19: Tarsis, Pul, Lud, Tubal dan Yawan, tempat-tempat di tiga, yang nantinya akan disebut benua, yang disebut dengan Asia, Afrika dan Eropa. (Australia dan Amerika Utara dan Selatan tidak dikenal oleh orang-orang zaman kuno.) Teks tersebut juga merujuk kepada "pulau-pulau yang jauh". Ini mencakup sebagian besar dari kita karena kita berada jauh dari negeri-negeri Alkitab di Timur Dekat.

    Mereka yang disebutkan dalam Yesaya 66 pada awalnya tidak mengetahui apa pun tentang satu-satunya Allah yang sejati yang dinyatakan kepada Israel, karena Allah menggambarkan mereka seperti orang-orang yang "belum pernah mendengar kabar tentang Aku dan yang belum pernah melihat kemuliaan-Ku" (ayat 19).

    Para utusan yang diutus Allah dalam Yesaya 66 ini, bahkan diutus kepada orang kafir yang paling ganas, mereka yang "menarik busur" (ayat 19 AYT DRAFT), orang-orang yang suka berperang. Seseorang mungkin berpikir, contohnya, tentang suku kanibal di Papua Nugini. Sudah banyak misionaris yang mati martir di tangan orang-orang yang kepadanya para misionaris tersebut mewartakan Injil.

    Sungguh tepat bahwa Yesaya seharusnya menjadi nabi yang mengabarkan tentang Allah yang mengutus para misionaris kepada orang-orang kafir untuk membawa firman Allah kepada mereka. Kitab Yesaya memiliki banyak hal untuk dikatakan -- tentang Kristus, Injil-Nya, dan pertobatan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah sehingga Yesaya tepat disebut "nabi penginjil."

    Yesaya 66 adalah pasal terakhir dari nubuatnya, jadi teks kita termasuk dalam puncak dan klimaks dari kitab alkitabiah ini. Teks ini menjawab pertanyaan-pertanyaan, "Bagaimana Kristus akan dikenal di seluruh dunia? Bagaimana bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah akan dipertobatkan?"

    Yesaya 66:18-19 memperhadapkan kita dengan berbagai elemen dalam pengutusan para utusan Perjanjian Baru Allah.

    Pertama, Allah bernubuat, "Aku akan menaruh tanda di tengah-tengah mereka" (Yesaya 66:19). Kristus sendiri adalah "tanda", sebagaimana Yesaya 7:14 menegaskan: "Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel." Kata yang sama dalam bahasa Ibrani untuk "tanda" digunakan dalam kedua teks tersebut (Yesaya 7:14; Yesaya 66:19). Simeon yang sudah tua merujuk kepada Yesus sebagai "tanda" dalam perkataannya kepada perawan Maria: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan" (Lukas 2:34). Kristus adalah "tanda" yang mengarahkan kita kepada Allah yang menyelamatkan umat pilihan-Nya dan menghukum orang-orang yang fasik dan tidak percaya.

    Kedua, Allah menempatkan Kristus sebagai "tanda di tengah-tengah mereka," yaitu, di tengah-tengah Israel (Yesaya 66:19). Selama 30 sekian tahun, Dia hidup di antara mereka, diikuti dengan pelayanan umum selama tiga tahun di tengah-tengah mereka. Semua orang mengenal Dia serta pengajaran, mukjizat, dan pekerjaan-Nya karena hal ini tidak dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Namun, bangsa-bangsa menolak-Nya dan membunuh-Nya dengan penyaliban Romawi, yang menyebabkan pada perpecahan orang Yahudi sebagai suatu bangsa (Yesaya 66:15-17).

    Ketiga, Allah berfirman, "Aku ... akan mengutus dari antara mereka orang-orang yang terluput kepada bangsa-bangsa" (Yesaya 66:19). "... orang-orang yang terluput" adalah mereka yang terluput dari penghakiman rohani atas Israel. Mereka adalah orang-orang Yahudi yang percaya, yang menerima Kristus sebagai Mesias yang dijanjikan, dan karenanya tidak binasa bersama dengan mayoritas orang yang tidak percaya di Israel. Demikianlah Petrus, orang yang oleh kasih karunia terhindar dari penghakiman Allah yang adil, menasihati orang-orang pada hari Pentakosta "berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini" (Kisah Para Rasul 2:40).

    Keempat, Allah berjanji, "Aku ... akan mengutus dari antara mereka orang-orang yang terluput kepada bangsa-bangsa" (Yesaya 66:19). Allah mengutus Filipus ke Samaria. Ia mengirim Petrus kepada Kornelius di Kaisarea. Paulus diutus untuk perjalanan misionarisnya yang pertama, kedua, dan ketiga, bahkan kemungkinan sejauh Spanyol, yang termasuk juga "Tarsis", yang disebutkan di Yesaya 66:19.

    Pikirkan tentang kelas katekisasi Anda tentang sejarah Perjanjian Baru. Apakah Anda ingat arti kata "rasul"? Artinya adalah "yang diutus;" kata "rasul" diambil dari kata Yunani "mengutus." Allah mengutus kedua belas rasul dan Paulus. Mereka terluput dari penghakiman Allah terhadap Israel, dan mereka diutus kepada bangsa-bangsa, bahkan banyak dari mereka yang mati martir dalam mengerjakan pekerjaan misi mereka.

    Ada juga orang-orang lain yang diutus, tetapi tidak termasuk di antara kedua belas rasul. Nabi-nabi, seperti Agabus, dan para penginjil, seperti Timotius dan Titus, diutus oleh Allah melalui Kristus yang telah bangkit (Efesus 4:11). Ada juga pendeta-pendeta dan guru-guru yang diutus oleh Tuhan; sama seperti hari ini, Ia masih terus mengutus para pendeta dan guru dalam urusan tetap dan khusus ini.

    Dalam hubungannya dengan hal ini, perlu dijelaskan bahwa Allah mengutus melalui gereja. Dalam Kisah Para Rasul 13:1-3, Paulus dan Barnabas diutus dalam perjalanan misi mereka oleh gereja di Antiokhia. Para misionaris harus diutus oleh gereja, bukan organisasi-organisasi paragereja atau komunitas-komunitas misionaris. Roma 10:15 menyatakan bahwa misionaris tidak dapat membawa berita "jika mereka tidak diutus."

    Allah masih terus mengutus orang melalui gereja sebagaimana yang telah Ia lakukan sepanjang zaman Perjanjian Baru. "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:19-20) Ini adalah Amanat Agung. Mengajarkan kepada bangsa-bangsa segala sesuatu yang telah Kristus perintahkan kepada kita dan membaptis mereka dalam nama Allah Tritunggal sama dengan menyatakan kemuliaan Allah!

    Kelima, Allah memberikan buah yang positif atas pemberitaan kemuliaan-Nya. Dalam Yesaya 66:18, Allah menyatakan, "Aku datang untuk mengumpulkan segala bangsa dari semua bahasa, dan mereka itu akan datang dan melihat kemuliaan-Ku." Ini adalah pengumpulan sepanjang sejarah untuk gereja Katolik dan gereja secara umum di mana Anda, orang-orang muda, adalah bagiannya. Dengan menjadi bagian dari gereja ini, berarti bahwa kita diberi hak istimewa untuk melihat kemuliaan Allah pada wajah Yesus Kristus.

    Yesaya 66:20 menggunakan perumpamaan Perjanjian Lama untuk menggambarkan pengumpulan gereja umum ini:

    Mereka itu akan membawa semua saudaramu dari antara segala bangsa sebagai korban untuk TUHAN di atas kuda dan kereta dan di atas usungan, di atas bagal dan unta betina yang cepat, ke atas gunung-Ku yang kudus, ke Yerusalem, firman TUHAN, sama seperti orang Israel membawa korban dalam wadah yang tahir ke dalam rumah TUHAN.

    Semua umat Allah, termasuk kita, dipersembahkan bagi Tuhan!

    Yesaya 66:21 menambahkan, "Juga dari antara mereka akan Kuambil imam-imam dan orang-orang Lewi, firman TUHAN." Allah akan menjadikan beberapa bangsa yang tidak mengenal Allah dalam Perjanjian Baru menjadi "imam-imam" dan "orang-orang Lewi," yaitu pengurus-pengurus khusus di dalam gereja-Nya.

  5. Panggilan Praktis Anda
  6. Mengalir dari semuanya ini datanglah panggilan pribadi Anda, orang-orang muda di dalam gereja Kristus. Beberapa dari Anda akan mengisi tugas-tugas khusus dalam gereja-Nya. Beberapa dari Anda akan menjadi pendeta atau misionaris yang memberitakan kemuliaan Allah kepada bangsa-bangsa. Beberapa dari Anda akan menjadi penatua yang mengawasi para pendeta dan misionaris, yang memberitakan kemuliaan Allah kepada bangsa-bangsa. Beberapa dari Anda akan menjadi istri yang membantu para pendeta, misionaris, atau penatua. Beberapa dari Anda akan melayani sebagai asisten misionaris di ladang misi asing. Beberapa dari Anda akan menjadi anggota komite evangelisme.

    Tentu saja ada beberapa keberatan yang mungkin Anda miliki tentang hal ini. Anda mungkin berpikir bahwa semuanya ini masih jauh pada masa yang akan datang: "Saya masih berusia 14 tahun [atau 16 atau 18 atau berapa pun]." Anda mungkin juga memperhitungkan, "Saya tidak akan pernah menjadi pengurus atau melakukan satu pun dari hal-hal yang telah Anda sebutkan." Bahkan, jika ini kasusnya -- dan siapa di antara kita yang mengetahui masa depan? -- meskipun begitu, ada banyak cara lain sehingga Anda dapat membantu menyebarkan firman Tuhan dengan menggunakan berbagai keterampilan atau kesempatan atau sumberdaya Anda.

    Jika Anda bepergian ke luar negeri untuk berlibur, sekolah, atau bekerja, bagaimana jika mempelajari tentang negara yang akan Anda kunjungi? Mengapa Anda tidak mempelajari tentang gereja di sana dan sejarah Injil di wilayah tersebut? Atau barangkali Anda dapat mengunjungi ladang-ladang misi.

    Beberapa dari Anda memiliki kemampuan komputer. Anda mungkin mampu membantu dengan situs web gereja Anda. Jauh lebih banyak orang yang mendengarkan khotbah-khotbah di gereja Anda melalui internet daripada yang datang ke ibadah di gereja-- banyak orang mendengarkan dari China khususnya. Akan tetapi, apa pun yang Anda lakukan, jangan menyampaikan kritikan gereja Anda di web dalam daring. Hal ini adalah berdosa terhadap Kristus dan kesatuan gereja-Nya. Jika seseorang yang Anda kenal menyebarkan pandangan yang skismatik dan jahat, beri tahu mereka bahwa iblis sudah memiliki banyak sekali malaikat yang telah jatuh untuk melakukan perintahnya, dan dia tidak memerlukan lebih banyak pembantu lagi!

    Ladang-ladang misi memerlukan orang-orang yang memiliki keahlian praktis. Contohnya, ladang misi Pittsburgh memerlukan bantuan untuk menyelesaikan pembangunan gedung dan pastori mereka. Ada banyak kesempatan bagi mereka yang dapat membantu dengan berbagai tugas seperti bersih-bersih, pekerjaan pertukangan, seni pertamanan, dll..

    Hal yang terpenting -- dan sesuatu yang Anda semua bisa terlibat di dalamnya sekarang juga, bahkan pada tahap ini di dalam kehidupan Anda -- adalah doa. Berdoalah, tentu saja, untuk pekerjaan-pekerjaan yang terkait dengan PRC di Amerika Serikat dan Kanada, untuk kedua misionaris yang dipanggil ke Filipina, untuk Inggris dan Republik Irlandia, untuk Singapura dan Myanmar, untuk Australia dan India, dll.. Berdoalah juga bagi pekerjaan-pekerjaan orang lain di lebih dari 200 negara di dunia. Berdoalah bagi gereja di seluruh enam benua di dunia; ingatlah, setengah atau lebih dari populasi di dunia ada di Asia.

    Akhirnya, perjalanan Anda sendiri bersama Tuhan memengaruhi penyebaran Injil dan misi. Jadilah pengikut Yesus Kristus yang setia. Jika Anda tersesat secara rohani dan berjalan dalam dosa, Anda membawa duka dan masalah kepada pendeta dan konsistori (demikian juga kepada orang tua Anda dan orang-orang suci lainnya). Waktu dan tenaga yang bisa saja dipakai untuk menyebarkan firman Allah akhirnya dicari-cari untuk memulihkan Anda! Anda seharusnya menjadi penolong, bukan penghalang dalam penyebarluasan Injil Kristus!

    Bersaksilah di mana pun Anda berada -- sekarang! Anda tidak perlu pergi ke luar negeri. Barangkali orang-orang dari setiap negara di dunia telah ditemukan di Amerika Serikat, panci peleburan terbesar di dunia. Bagikan bahan literatur (pamflet dan buku-buku) atau CD atau DVD atau tautan di internet kepada teman-teman dan kenalan-kenalan Anda. Berkontribusilah bagi kehidupan gereja Anda sehingga gereja dapat menjadi jemaat yang berkembang dan setia yang dipenuhi dengan Roh Kudus, seperti halnya gereja-gereja di Yerusalem dan Antiokhia dalam kitab Kisah Para Rasul. Gereja-gereja seperti inilah -- seperti gereja Anda -- yang dipakai Allah untuk memberitakan kemuliaan-Nya kepada bangsa-bangsa. Mari kita menjadi setia dan tekun! (t/Odysius)

(Ini adalah laporan tertulis dari khotbah yang disampaikan Rev. Stewart dalam Konvensi Kaum Muda Reformed Protestan di Lake Williamson, Illinois pada bulan Agustus 2009)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Convenant Protestan Reformed church
Alamat situs atau URL : http://www.cprf.co.uk/articles/preachtoallnations.htm#.VXanPEZx_FI
Judul artikel : The Calling to Preach to All Nations
Penulis artikel : Rev. Stewart
Tanggal akses : 19 Juni 2015