Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

You are hereArtikel Misi / Empat Unsur dari Kesaksian Injil yang Sejati

Empat Unsur dari Kesaksian Injil yang Sejati


By admin - Posted on 30 April 2018

Setiap kali saya membaca pemberitaan Injil di Kitab Kisah Para Rasul, saya tersentak dengan empat unsur dari kesaksian para rasul – keberanian, kerendahan hati, kegigihan, dan urgensi. Dan, saya percaya kesaksian kita harus ditandai dengan empat ciri-ciri yang sama itu.

Renungkan Petrus dan Yohanes, misalnya. Mereka terus-menerus berkeliling mengingatkan para pemimpin agama bahwa mereka telah membunuh Yesus, sebuah fakta yang tidak menggembirakan untuk diceritakan. Keberanian mereka membuat para pemimpin agama heran, terutama karena semua tahu bahwa Petrus dan Yohanes bukanlah orang-orang yang terpelajar (bandingkan Kisah Rasul 4:13). Ketika seorang nelayan dengan terang-terangan melawan tokoh yang paling berkuasa di kota, itu adalah sesuatu yang berani.

Akan tetapi, keberanian mereka tidak menjadikan mereka angkuh; mereka sebenarnya bertindak dengan kerendahan hati yang luar biasa. Lukas menunjukkan bahwa Petrus dan Yohanes bukan orang-orang yang sangat terpelajar. (saya bertanya-tanya jika mereka nantinya membaca Kisah Para Rasul dan berpikir, “Hei, Lukas – kalimat ini ‘orang-orang biasa yang tidak terpelajar? Itu tidak perlu disebutkan.”) Rasul-rasul itu dengan sangat mengejutkan terang-terangan berbicara tentang siapa Yesus, tetapi bukan berdasarkan pemahaman mereka sendiri. Mereka adalah orang-orang yang telah menerima keselamatan oleh anugerah, dan mereka yang menerima anugerah tahu bahwa mereka sama sekali tidak memiliki keunggulan moral ataupun intelektual. Jika Anda bertemu dengan orang Kristen yang arogan, mereka bukan arogan karena mereka terlalu percaya dengan keyakinan Kekristenan, mereka arogan karena mereka sama sekali tidak memahami berita itu!

Namun, jangan melakukan kesalahan yaitu bahwa kerendahan hati berarti mengalah. Kesaksian yang rendah hati masih bisa menjadi kesaksian yang kuat bertahan. Demikianlah kita melihat Petrus dan Yohanes mengesampingkan penjara dan kematian secara naluriah. “Menjebloskan kami dalam penjara? Memfitnah kami? Membunuh kami? Baik, tetapi kami akan tetap berkhotbah, karena Allah layak mendapatkannya dan berita itu berharga.” Dari mana kegigihan semacam ini berasal? Kebangkitan: mereka benar-benar percaya bahwa Yesus bangkit dari kematian, bahwa Dia sedang melakukan sesuatu untuk menyelamatkan orang-orang yang tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Ketika kita percaya itu, kita bersaksi dengan teguh di depan para penentang.

Tidak hanya kita berpegang teguh pada kesaksian kita, tetapi kita akan merasakan kepentingan untuk menyebarkannya, karena kita mengetahui bahwa hanya satu nama yang memberikan keselamatan. Injil selalu ada di bibir para rasul ke mana pun mereka pergi, karena mereka menganggap implikasi Injil dengan sangat serius. Mereka tahu, seperti yang dikatakan Petrus, bahwa keselamatan tidak ada di tempat lain kecuali Yesus Kristus. Percayalah itu, dan Anda akan berbuat sesuatu terhadap ketersesatan di sekitar Anda. Percayalah itu, dan Anda akan bertindak. Bagaimana lagi Anda akan menjelaskan bagaimana beberapa nelayan udik yang tidak terpelajar yang terkadang di dalam penjara menyampaikan khotbah mereka ke seluruh dunia?

Nah, saya sering berbicara dengan orang-orang tentang ini, dan tampaknya ini tidak adil bagi mereka. Keselamatan yang hanya melalui Yesus tampaknya begitu membatasi, begitu eksklusif, begitu tidak adil.

Bagaimanapun, yang perlu kita sadari, adalah bahwa Allah tidak berutang keselamatan pada kita. Jika kita bisa mendapatkan keselamatan, itu adalah karya anugerah yang tidak terkatakan. Akan tetapi, apa yang tidak adil adalah bagi kita yang tahu Injil tetapi tidak berbuat semua yang kita bisa untuk menyampaikannya kepada orang lain.

Bagaimana jika pernyataan Yesus adalah benar-benar nyata? Bagaimana jika kekuatan keselamatan hanya ada di dalam Dia? Pernahkah Anda memikirkan implikasi-implikasi itu? Pernahkah Anda berpikir tentang hidup Anda dari sudut prioritas global? Jika ya, maka Anda akan menjadi berani, rendah hati, gigih, dan merasakan kebutuhan yang amat mendesak dalam kesaksian Anda. Jika pesan ini benar, maka adalah kejam jika Anda tidak berbuat apa saja dengan kekuatan Anda untuk menolong 2,6 milyar orang yang belum pernah mendengarkan Injil. Anda bukan diselamatkan untuk diri sendiri; Anda diselamatkan untuk membawa berita keselamatan kepada orang lain.

Charles Spurgeon pernah ditanya apakah mereka yang belum pernah mendengar Injil bisa diselamatkan. Jawabannya sempurna: bagaimana bisa, kita yang mengetahui Injil, bisa benar-benar diselamatkan jika kita tidak pergi kepada mereka?(t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : J.D. Greear Ministries
URL : https://jdgreear.com/blog/four-elements-of-a-true-gospel-witness/
Judul asli artikel : Four Elements of A True Gospel Witness
Penulis artikel : J.D. Greear
Tanggal akses : 4 Januari 2018