Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereArtikel / Apa Sajakah Dasar-dasar Pemuridan?

Apa Sajakah Dasar-dasar Pemuridan?


By admin - Posted on 01 November 2017

Bukankah menarik bahwa Yesus Kristus tidak pernah berkata cara untuk memuridkan adalah dengan mengajak mereka ke gereja –- atau pada kelompok studi Alkitab. Bukan karena kegiatan-kegiatan itu bukan merupakan bagian integral/yang utuh dari pertumbuhan murid, tetapi Tuhan memikirkan sesuatu yang lebih personal.

Kata percayakanlah [dalam 2 Tim. 2:2 adalah istilah perbankan abad-pertama yang secara harfiah berarti “menaruh deposito/simpanan.” Paulus berkata di teks kita, “Apa yang telah kau pelajari dari aku, Timotius; percayakanlah itu kepada murid-murid yang lain.”

Saat Anda mengajarkan sesuatu kepada seorang anak tentang Kristus, Anda sedang menaruh deposito ke dalam hatinya; ketika Anda membagikan Kitab Suci atau berdoa dengan orang percaya lain, Anda sedang menaruh deposito hidup - pada - hidup yang diartikan oleh Kristus sebagai pemuridan yang sesungguhnya.

Terus terang, tulisan saya saat ini merefleksikan apa yang telah dicontohkan kepada saya dan diajarkan kepada saya oleh orang lain. Itulah artinya pemuridan: membawa apa yang telah diajarkan Yesus Kristus kepada kita dan mendepositokannya ke dalam hidup orang-orang percaya lainnya.

Ada tiga komponen yang memberi definisi apa itu pemuridan sejati. Yang pertama adalah sentuhan. Anda tidak dapat memuridkan dari kejauhan. Satu-satunya cara besi menajamkan besi adalah melalui hubungan pribadi. Inilah sentuhan yang ditanamkan ketika orang-orang lain pergi; tetap bertahan ketika yang lain tidak ada.

Kedua, Anda harus membuat komitmen untuk waktu. Anda tidak akan bisa memperanakkan kehidupan Anda dan gairah Anda bagi Kristus dalam satu hari. Anda tidak bertumbuh dalam semalam – kita manusia tidak seperti cabang batang buncis Jack (satu kisah dongeng tentang biji kacang yang bertumbuh besar hanya dalam semalam - Red.)! Kita lebih mirip seperti pohon apel yang butuh banyak waktu untuk bertumbuh sebelum mulai berbuah.

Komponen ketiga adalah kebenaran: kebenaran Firman Allah. Ini menjaga proses permuridan tetap ada di jalurnya, daripada satu pendapat bertentangan dengan yang lain. Tanpa kebenaran, pemuridan apapun – melatih sebuah tim, mendampingi murid, mengajarkan alat – tidak akan permanen. Pusat dari pemuridan rohani adalah kebenaran Kitab Suci.

Tujuannya lebih dari sekadar informasi....tetapi transformasi. (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Jesus.org
URL : http://www.jesus.org/following-jesus/discipleship/what-are-the-basics-of-discipleship.html
Judul asli artikel : What Are the Basics of Discipleship?
Penulis artikel : Stephen Davey
Tanggal akses : 12 September 2017