Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereArtikel Misi / Allah Merencanakan Keselamatan bagi Seluruh Umat Manusia

Allah Merencanakan Keselamatan bagi Seluruh Umat Manusia


Orang Kristen sering berpikir bahwa Perjanjian Lama tidak mengenal adanya misi. Misi sedunia baru dimulai dalam Perjanjian Baru, khususnya setelah Yesus menyampaikan Amanat Agung. Ini tidak benar. Dalam Perjanjian Lama, Allah bukanlah Allah orang Yahudi saja, melainkan Allah seluruh umat manusia.

Yesus Kristus pun tidak terdapat dalam Perjanjian Baru saja, tetapi Dia merupakan penggenapan Perjanjian Lama -- Allah selalu ingin menyelamatkan seluruh umat manusia.

Oleh karena Allah menciptakan segala sesuatu (Kejadian 1-2), Dia juga menyatakan diri sebagai Pencipta manusia (Kejadian 1:27; 2:7). Itu sebabnya tidak ada Allah lain yang sanggup menyelamatkan manusia (Ulangan 4:39; Yesaya 44:6). Dia juga memiliki hak mutlak menguasai seluruh umat manusia -- "Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain!" (Roma 3:29) Dialah Allah bagi semua manusia. Itu sebabnya Dia melarang manusia menyembah ilah-ilah lain. Allah cemburu terhadap patung dewa yang disembah oleh manusia karena Dia saja yang layak dipuji dan tidak ingin memberikan kemuliaan-Nya kepada mereka. Ilah-ilah lain bukanlah allah yang benar, melainkan kekejian bagi Allah.

Allah menghendaki keselamatan bagi seluruh manusia karena:

  1. seluruh umat manusia menjadi milik Allah sebagai ciptaan-Nya;

  2. seluruh umat manusia adalah puncak ciptaan Allah yang unik dan istimewa;

  3. seluruh umat manusia dalam Adam terpisah dari Allah dan perlu diselamatkan; dan

  4. seluruh umat manusia memperoleh janji keselamatan dari Allah.

Sesudah manusia berdosa (Kejadian 3:1-14), Tuhan sudah mempersiapkan jalan untuk keluar dari keterikatan dosa, "Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya" (Kejadian 3:15). Ini berarti bahwa keselamatan adalah prakarsa Allah, bukan manusia. Tidak ada seorang pun yang dapat menyelamatkan diri sendiri. Lewat ini, iblis dihancurkan dan tidak berkuasa lagi. Keselamatan ini bersifat universal bagi semua manusia, termasuk semua bangsa, tetapi tidak berarti bahwa semua otomatis diselamatkan. Keselamatan tersedia bagi semua orang, tetapi harus diterima secara individu. Tanpa anugerah pertobatan pribadi, keselamatan tidak ada. Keselamatan dari Allah hanya bisa melalui keturunan perempuan ini. Dengan kata lain, Penebus yang dijanjikan Allah adalah manusia sungguh-sungguh keturunan perempuan. Tidak ada keselamatan tanpa penderitaan si Penebus ini. Semua ini tergenapi di dalam Yesus Kristus yang bersedia menjadi korban bagi umat manusia yang berdosa.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Nama buletin : Terang Lintas Budaya, Edisi 32, Tahun 1999
Penulis : Tidak dicantumkan
Penerbit : Yayasan Terang Lintas Budaya, Malang 1999
Halaman : 2

e-JEMMi 02/2009